CINTA DALAM DENDAM

CINTA DALAM DENDAM
BAB 86


__ADS_3

“Kendra stop! Ini bukan lelucon, kita sudah bercerai 3 tahun yang lalu dan kau tahu itu!”


Sentak Cellyn yang sudah muak dengan semua sandiwara Kendra, sedangkan pria itu kini terdiam mendengar pernyataan Cellyn, bercerai? Mereka? Pria itu menggelengkan kepala nya tak percaya, mungkin semua hanya akal akalan Cellyn saja yang mengambil keuntungan dari nya karena ia sedang mengalami amnesia.


“Jangan berbohong Cellyn, aku tahu semua hanya akal akalan mu saja! Dan sekarang kau tengah mengandung anak kedua kita.”


Ucap Kendra menggenggam tangan Cellyn namun dengan cepat di tepis oleh Dellon, pria itu benar benar sudah tidak tahan ingin menghajar Kendra saat ini, namun Cellyn melarangnya lantaran selain berada dirumah sakit, kini Brandon juga bersama mereka, tak lama kemudian keluarga Cellyn datang mengunjungi Cellyn yang dikabarkan pingsan.


Namun mereka dibuat bingung dengan keberadaan Kendra disana, begitupun dengan Kendra yang bingung dengan mereka lantaran tak mengingat siapa orang orang itu, sedangkan Aaron Kimi tengah menatap tajam pada Kendra yang sudah lama tidak ia temui.


“Apa yang kau lakukan disini bangsat?!!”


Sentak Aaron menarik kerah kemeja Kendra, namun pria itu hanya diam, meskipun ia sedikit kesal pada Aaron tapi ia tak ingin melawan lantaran yakin jika yang datang adalah keluarga Cellyn namun yang anehnya kenapa mereka bersikap seolah olah membencinya?


“Aku- aku ingin menjemput Cellyn pulang.”


Ucap Kendra tentu saja membuat semua orang kini merasa bingung, menjemput bagaimana maksud Kendra? Aaron yang sudah panas pun kembali menarik pakaian Kendra dan menanyakan maksud dari ucapan pria itu yang akhirnya membuat semua orang merasa kesal sekaligus bingung dengan jawaban Kendra.


“Aku ingin memperbaiki rumah tangga kami jadi aku ingin membawanya kembali pulang.”


Bugh!


Aaron pun akhirnya mendaratkan sebuah pukulan diwajah tampan pria itu, tentu saja pria itu sangat marah dengan jawaban Kendra yang sangat tidak masuk akal, jadi maksudnya ia ingin memisahkan Cellyn dan Dellon yang sudah berstatus sebagai suami istri? Entah dari mana pria itu kembali mendapat keberanian untuk menemui Cellyn lagi setelah dulu Aaron mengancamnya.


“Kau ingin ku habisi? Kalian sudah bercerai dan Cellyn sudah bahagia dengan kehidupan baru nya, kenapa kau harus kembali mengganggunya?!!”


Sentak Aaron membuat Kendra kini memanas, kenapa semua orang mengatakan jika ia dan Cellyn sudah bercerai dan Cellyn sudah menikah? Apapun yang mereka katakan Kendra tidak akan percaya karena mamanya sendirilah yang mengatakan jika mereka belum berpisah.


“Kenapa kalian semua terus saja berbohong padaku dengan mengatakan kami sudah berpisah? Apa kalian ingin mengambil keuntungan dari sakit ku sekarang? Meskipun aku amnesia tapi aku tidak akan percaya dengan semua perkataan kalian!”

__ADS_1


Deg!


Semua orang terdiam mendengar ucapan Kendra, jadi maksudnya pria itu tengah mengalami amnesia? Sedangkan Kendra kini menatap semua orang dengan nafas memburu lantaran kesal semua orang selalu berbohong padanya, hingga tak lama terdengar suara dari arah pintu membuat semua orang menoleh.


“Kendra! Mereka benar, kau dan Cellyn sudah berpisah tiga tahun yang lalu, mama mu yang berbohong agar kondisimu tidak memburuk!”


Ucap Pramudana yang tiba tiba saja datang setelah mendapat informasi jika Kendra membaut keributan dikeluarga mantan menantunya, tentu saja ia tidak ingin kembali merasa malu atas kelakuan keluarganya lagi, sudah cukup selama ini ia tidak pernah bisa menatap wajah Agus.


“Pa? Papa juga sama dengan mereka? Apa kalian sedang mengerjaiku? Jika benar maka ini tidak lucu sama sekali!”


Sedangkan Pramudana kini akhirnya melangkah menghampiri Kendra dengan sebuah amplop di tangannya yang berisi bukti bukti jika Kendra dan Cellyn sudah bercerai sejak beberapa lalu dan menyerahkan nya pada Kendra, pria itu sontak saja membuka isi amplop itu yang akhirnya membuatnya percaya jika perceraiannya dengan Cellyn memang benar.


“Ini.. jadi kami meman sudah berpisah?”


Pramudana menganggukkak kepalanya seraya menepuk pundak Kendra yang kini kembali merenung, sedangkan tak lama Liliana juga datang menyusul suaminya itu yang mengatakan akan memberitahu semua kebenarannya pada Kendra agar tidak menggangu kehidupan Cellyn lagi.


Brugh!


“Kendra!!”


Pekik Liliana kala melihat putranya itu yang tiba tiba pingsan, Pramudana juga sama terkejutnya melihat Kendra saat ini hingga akhirnya mereka membawa Kendra ke ruangan lain untuk ditangani dokter, sedangkan Liliana dan Pramudana juga keluarga Cellyn kini tengah menunggu diluar ruangan Kendra.


“Ini semua salah papa! Sudah mama bilang untuk tidak mengatakan hal yang sebenarnya, papa lihat sekarang kan?”


Sentak Liliana pada suaminya yang menyalahkan pria itu atas keadaan Kendra saat ini, sedangkan Yoonia yang merasa kesal pun menghampiri Liliana yang seenaknya membawa nama putrinya kembali kedalam kehidupan pria yang telah menyakiti Cellyn.


“Jadi maksudmu kau ingin mengorbankan kembali putri ku begitu? Keputusan suamimu itu sudah benar karena dia tidak ingin menghancurkan kehidupan orang lain, yang salah itu otakmu karena terlalu licik!”


Pekik Yoonia pada Liliana yang akhirnya membuat kedua wanita yang sudah memiliki cucu yang sama itu akhirnya bertengkar disana hingga akhirnya di lerai karena sudah membuat keributan di sana, hingga tak lama dokter pun akhirnya keluar dari ruangan Kendra membuat Liliana dan Pramudana segera menghampiri sang dokter.

__ADS_1


“Bagaimana keadaan putra kami dok?”


Tanya Pramudana.


“Dia baik baik saja untuk saat ini, hanya saja jangan membuatnya kembali merasa shock karena kepalanya masih belum bisa menerima sesuatu yang membuatnya merasa terkejut.”


Ucap sang dokter membuat Pramudana dan Liliana kini kembali gelisah, bagaimana caranya agar Kendra tak lagi membahas masalah yang baru saja terjadi? Sedangkan keluarga Cellyn memilih untuk pergi setelah mengetahui keadaan Kendra, Cellyn dan Dellon juga memilih untuk pulang.


Sedangkan Kendra kini tengah termenung diatas brankar menatap keluar pintu dimana terlihat semua orang tengah berbicara dengan dokter, pria itu mengepalkan tangan begitu mengingat kebenaran yang baru saja ia dapat, ia benar benar tidak terima jika ia dan Cellyn sudah berpisah.


“Brandon, akan ku jadikan Brandon sebagai alat untuk kembali mendapatkan keluarga kecilku!”


Kendra membatin, sedangkan Cellyn dan Dellon kini merasa sangat bahagia setelah mendapat kabar jika mereka akan memiliki anak lagi, ya meskipun dengan drama yang harus mereka lewati, namun kini semua orang merasa bahagia pada Cellyn dan Dellon, Dellon benar benar sangat menjaga Cellyn lantaran tak ingin wanita itu merasa kelelahan sedikitpun.


“Sayang, terima kasih, kau sudah memberikan ku kebahagiaan yang sangat berarti dalam hidupku, kau, Brandon dan juga bayi ini, kita akan hidup bahagia nanti.”


Ucap Dellon seraya mengusap perut datar Cellyn, Cellyn pun mengangguk seraya tersenyum, sama halnya dengan Dellon, ia juga merasa sangat bahagia saat ini, akhirnya benih cinta ia dan Dellon hadir di dalam rahimnya, adik yang sudah Brandon idamkan akan segera terwujud.


“Brandon pasti akan sangat bahagia begitu melihat adiknya.”


Ucap Dellon yang sudah membayangkan bagaimana reaksi Brandon nantinya, Cellyn kini menatap lekat wajah Dellon yang tengah berbaring di pahanya seraya mengecup perutnya berkali kali, entahlah rasanya benar benar beruntung memiliki pria yang benar benar percaya padanya padahal masalalu Cellyn terus saja muncul dihadapan mereka tapi Dellon tidak pernah meragukan cinta Cellyn sedikit pun.


“Kenapa menatapku terus?”


Tanya Dellon begitu menyadari jik Cellyn terus saja menatap dirinya, Cellyn kemudian mengusap bibir Dellon dengan pelan membuat pria itu tersenyum lalu duduk dihadapan Cellyn dan meraup bibir merona Cellyn dengan lembut, satu tangan Dellon kini menarik tengkuk Cellyn membuat posisi ternyaman.


Sedangkan Cellyn kini mulai naik diatas paha Dellon membuat Dellon membuka bagian atas pakaian Cellyn lalu mengecup dan meninggalkan bekas kepemilikan di area dada Cellyn, lalu kembali meraup bibir wanita itu hingga tak lama terdengar suara Brandon yang membuat keduanya mengentikan aktivitas panas mereka.


“Mama, Daddy?!”

__ADS_1


__ADS_2