CINTA DALAM DENDAM

CINTA DALAM DENDAM
BAB 6


__ADS_3

Dellon menggenggam tangan Cellyn dengan erat tepat di hadapan Kendra, pria itu sontak melepaskan pelukan nya pada Avika, sedangkan Cellyn menurut saja saat Dellon menarik tangan nya menjauh dari Kendra dan juga Avika.


Sesampainya di parkiran motor Dellon, Cellyn menarik tangan nya sedikit kasar menatap Dellon yang juga menatapnya bingung lantaran gadis itu tiba tiba menarik tangan nya bahkan dengan raut wajah sedikit kesal pada nya.


“Aku bisa pulang sendiri, kau kesini dengan teman teman mu bukan? Jadi pulang lah bersama mereka.”


Ucap Cellyn lalu beranjak pergi dari sana mencari taksi di jalanan, sedangkan Dellon hanya menatap punggung Cellyn yang mulai menghilang seraya menggelengkan kepala, memang benar benar susah untuk di dapatkan tapi hal itu benar benar membuat Dellon semakin penasaran dengan nya.


Dellon naik ke motor sport nya lalu menghampiri Cellyn yang masih berada di tepi jalan, pria itu berhenti tepat di depan gadis itu meminta nya untuk naik ke atas motor namun Cellyn tidak semudah itu untuk menurut, kecuali saat Dellon membawa nya pergi di hadapan Kendra.


Iya sengaja menurut lantaran ada Kendra di sana namun sekarang tidak lagi lantaran tidak ada yang harus Cellyn hindari lagi, gadis itu terus saja bersikeras menolak Dellon hingga membuat pria itu harus turun dari motornya dan memasangkan helm nya secara paksa pada Cellyn.


“Nurut! Kau pikir mudah mendapatkan taksi di jalanan sesepi ini? Yang ada nanti kau di ganggu para pria, lihat di sana mereka itu terkenal mengganggu gadis gadis cantik seperti mu.”


Ucap Dellon menunjuk pada beberapa pria yang tengah duduk di sebuah warung, memang terlihat seperti preman dan hal itu membuat Cellyn bergedik ngeri, mau tak mau gadis itu menurut dan naik ke atas motor Dellon dari pada di ganggu oleh para pria itu.


Sedangkan Dellon tersenyum saat berhasil mengelabui Cellyn, ia sendiri tidak tahu siapa para pria itu dan sebenarnya di kawasan ini juga tidak terlalu sepi dan masih ada taksi yang lewat, namun beruntung nya saat itu tidak ada taksi dan benar benar mendukung kebohongan Dellon.


Kendra di dalam mobil nya kini menatap datar pada pria dan wanita yang berada sedikit jauh dari mobil nya itu, ia memang tidak mendengar apa yang mereka bicarakan namun yang pasti saat ini hati nya panas melihat Cellyn boncengan dengan pria lain.


Belum lagi saat pria itu melajukan motornya dengan spontan Cellyn memeluk pinggang nya lantaran hampir terjatuh, dan hal itu benar benar membuat Kendra ingin menghampiri mereka jika saja tidak mengingat ada Avika di samping nya.


“Ayo Ken, tunggu apa lagi?”


Kesal Avika lantaran Kendra sejak tadi hanya diam menatap ke depan dan bukan melajukan mobil nya padahal Avika sudah merasa bosan sejak tadi, belum lagi saya mendengar Kendra benar benar jatuh cinta pada Cellyn, hal itu membuat nya semakin kesal.

__ADS_1


Kendra pun melajukan kendaraannya membelah jalanan kota itu sejak tadi pria itu hanya diam, tidak seperti biasa nya ia akan menanyakan Avika tentang kegiatan nya di kampus, Ya Avika masih kuliah lantaran setelah lulus SMA ia tak langsung kuliah karena trauma nya pada Cellyn hingga membuat nya harus menunda kuliah nya setahun.


Hal itu lah yang saat ini Kendra bingungkan, jika Avika berbohong tentang Cellyn makan tidak mungkin Avika sampai mengalami trauma selama setahun, dan jika memang Cellyn jahat tapi kenapa selama di luar negeri Cellyn tidak pernah menunjukkan sifat asli nya, dia bahkan tidak pernah marah sekalipun ada yang berbuat jahat pada nya.


Sedangkan Cellyn saat ini baru saja turun dari motor Dellon seraya melepaskan helm yang melindungi kepala nya, gadis itu mengembalikan helm Dellon lalu mengucapkan terima kasih sebelumnya akhir nya ia masuk ke dalam rumah nya namun langkah nya tertahan saat mendengar suara Dellon.


“Kau tidak ingin menawarkan ku untuk mampir ke rumah mu?”


Ucap Dellon membuat Cellyn menoleh pada nya.


“Tidak.”


“Sopan sekali.” timpal Dellon tapi masih bisa tersenyum meskipun sikap Cellyn benar benar menunjukkan jika ia tak ingin kenal lebih jauh dengan nya namun seperti nya tak ada kata menyerah di kamus Dellon.


Sedangkan Dellon kini kembali memasang helm nya yang sebelumnya ia lepas lantaran mengira jika Cellyn akan mengajak nya untuk masuk, pria itu kemudian melajukan motor nya setelah memastikan Cellyn benar benar sudah masuk ke dalam rumah nya, namun tiba tiba ponsel nya berdering membuat pria itu mengurungkan niatnya untuk melajukan motor nya.


“Bagaimana? Kau sudah mendapatkan informasi tentang pria itu?”


Ucap nya kala mengangkat telepon nya.


“Sudah, Dia Kendra ketua geng motor Alaska, dari yang ku tahu kita tidak pernah bermasalah dengan geng motor itu jadi kita tidak punya alasan untuk bermasalah dengan mereka.”


Ucap salah satu anggota geng motor Dellon, pria itu mengangguk lalu menyudahi sambungan telepon nya dan segera melajukan motor nya kembali ke Cafe di mana anggota nya berada saat ini.


Sedangkan Cellyn langsung merebahkan diri nya di atas ranjang milik nya, entah lah kenapa ia terus bertemu dengan Kendra setelah hubungan mereka berakhir? Padahal ia ingin memulai kehidupan nya yang baru tanpa hadir nya Kendra tapi takdir selalu mempertemukan mereka.

__ADS_1


Malam pun tiba kini Cellyn dan keluarga nya tengah menikmati makan malam bersama, Cellyn yang berusaha untuk bersikap biasa saja kini mendapat perhatian dari kedua orang tua nya yang terus saja menatap Putri mereka itu.


“Cellyn.”


Ucap Agus pada Cellyn, gadis itu menoleh pada sang Daddy, takut sebenarnya mengingat sang mommy tau masalah yang ia hadapi seminggu ini dan bagaimana jika Daddy nya tahu dan menanyakan pria itu?


“Daddy ingin mengenalkan mu dengan anak teman Daddy, kau ingin bertemu dengan nya?”


Cellyn terdiam menoleh pada sang mommy, ia benar benar yakin jika mommy nya memang benar mengatakan hal itu pada Daddy nya, Yoonia mengangguk kan kepala kala melihat Putri nya menatap nya membuat Cellyn hanya bisa menghela nafas panjang.


“Sorry dad, tapi Cellyn belum ingin berkenalan dengan pria.”


Ucap Cellyn meneguk minuman yang ada di hadapan nya lalu beranjak dari tempat duduk nya dan meninggalkan kedua orang tua nya yang kini saling menatap, niat mereka tentu baik ingin putri mereka melupakan pria yang menyakiti nya.


“Biarlah, mungkin dia masih butuh waktu.”


Ucap Agus pada Yoonia, sedangkan Cellyn dikamar nya saat ini kembali merenung, entah lah baru saja ia merasakan sakit hati tapi kini ia justru akan di jodohkan oleh kedua orangtuanya dengan orang yang bahkan ia tidak tahu namanya sama sekali.


Tak lama ponsel nya berdering membuat nya segera mengangkat telepon nya itu lantaran terlihat sudah ada beberapa panggilan tak terjawab di layar ponsel nya.


“Halo ini siapa?”


Tanya Cellyn begitu sambungan telepon terhubung, bola mata nya berputar kala mendengar suara yang tak asing dan ia kenali, tentu itu Dellon yang tadi sore meminta kontak nya, entah lah ada rasa menyesal karena menghubungi nya kembali.


“Besok aku ada jadwal rebahan jadi tidak bisa keluar!”

__ADS_1


__ADS_2