CINTA DALAM DENDAM

CINTA DALAM DENDAM
BAB 45


__ADS_3

Cellyn memeluk seluruh keluarganya seraya mengucapkan terima kasih, memang ia akan berencana membujuk keluarganya untuk mengizinkannya tinggal diluar negeri seperti apa yang ia inginkan, dan akhirnya keluarganya menyetujuinya, saat akan kembali ke dalam kamarnya tiba tiba saja surat undangan dari Rachel terjatuh dari tas Cellyn membuat semua orang kini menoleh.


“Surat undangan siapa ini?”


Tanya Aaron seraya mengambil surat undangan itu, matanya membulat kala menyadari jika itu surat undangan pernikahan Kendra dan Rachel, sontak saja matanya menatap Cellyn yang menunduk saat ini ada perasaan sedih pada Cellyn namun ada juga perasaan bahagia lantaran Kendra tak akan mengganggu Cellyn lagi.


“Cellyn ke kamar dulu, dan memesan tiket besok.”


Ucap nya berlalu masuk ke dalam kamarnya, sedangkan semua orang kini menatap Aaron yang menatap Cellyn dengan iba, sontak Ariana mengambil surat undangan itu dari tangan Cellyn, reaksi wajahnya tak jauh berbeda dari Aaron.


“Ini surat undangan pernikahan Kendra dan Rachel.”


Memang tidak salah Cellyn meminta untuk pindah keluar negeri, dari pada dirinya harus menahan sakit lebih baik ia pindah mencari suasana baru dan memulai kehidupan barunya di sana, akhirnya mereka bernafas lega karena sudah membuat keputusan yang tepat untuk Cellyn.


Sedangkan kini dirumahnya Kendra tengah menatap sebuah foto dimana ia dan Cellyn menikah dulu, Cellyn terlihat sangat cantik disana dengan gaun putihnya, senyumnya juga sangat manis, dan itu senyuman terakhirnya sebelum ia merasakan siksaan dirumah itu.


“Kenapa aku merasa kau menyembunyikan sesuatu dariku?”


Gumam Kendra yang entah kenapa terus saja memikirkan Cellyn yang menginjak kaki temannya saat Kely akan mengatakan sesuatu, ia benar benar yakin jika ada yang ingin wanita itu sampaikan namun Cellyn tidak menginginkan jika dirinya tahu, Tak lama terdengar suara pintu dibuka membuat Kendra segera menyembunyikan foto itu didalam laci, pria itu berbalik menatap pintu kamarnya dimana kini Rachel tengah masuk secara diam diam.


“Kau? Apa yang kau lakukan dikamarku?”


Ucap Kendra pada wanita itu, namun bukannya malu Rachel justru menghampiri Kendra dan memeluknya dengan erat, Kendra sontak saja berusaha untuk melepaskannya lantaran ia benar benar tidak sudi dipeluk oleh wanita itu.

__ADS_1


“Kenapa kau kasar sekali? Aku ini calon istrimu Kendra.”


Sentak Rachel yang kesal lantaran Kendra tak pernah bersikap manis padanya padahal pernikahan mereka tinggal seminggu lagi namun pria itu tetap saja selalu menolak apa yang ia lakukan, Kendra hanya diam tak menjawab, pria itu kemudian memilih duduk di tepi ranjang seraya memainkan ponsel nya.


Melihat itu Rachel pun segera menghampiri Kendra dan duduk di samping pria itu, lagi lagi ia bergelayut manja di lengan pria itu membuat Kendra semakin risih, jika saja Rachel seorang pria maka mungkin ia sudah melayangkan pukulan diwajah wanita itu saat ini juga.


“Pergilah Rachel, aku sedang tidak ingin diganggu.”


Dengan perasaan kesal, wanita itu memilih pergi setelah Kendra meninggikan suaranya, entah mengapa susah sekali mendekati pria itu setelah ia mengetahui jika Rachel menyukainya sejak lama, Sedangkan Kendra hanya bisa memijat pangkal hidungnya, entah mengapa ia sedikitpun tidak bisa mengubah perasaannha pada Rachel.


“Kendra, ada apa? Kenapa Rachel menangis?”


Tanya Liliana yang entah sejak kapan berada disana, Kendra hanya diam tak menjawab, karena sama saja ia juga akan tetap di marahi oleh mama nya karena membuat Rachel menangis, memang Liliana sepercaya itu pada Rachel.


Kendra hanya mengangguk, sedangkan Liliana hanya menggelengkan kepalanya melihat jawaban sang putra, entah mengapa putranya itu benar benar berubah semenjak berpisah dari Cellyn, entah pelet apa yang wanita itu berikan pada putranya hingga membuat Kendra menjadi seperti ini.


Sedangkan dikediamannya saat ini Cellyn tengah bersemangat berkemas, setelah berdiskusi kenegara mana ia akan pergi dan mendapatkan izin, Cellyn juga sudah memesan tiket, entah mengapa rasanya sangat bahagia saat memikirkan untuk meninggalkan negara itu, mungkin karena semua beban pikirannya ada disana.


“Besok kita akan pergi dan memulai kehidupan baru kita sayang, tolong tetaplah bersama mama.”


Gumam Cellyn seraya mengusap perutnya yang masih datar itu, semoga saja keputusannya ini menjadi sebuah kebahagiaan tersendiri bagi dirinya dan anaknya nanti, dan berharap nanti dirinya dan Kendra mendapatkan kebahagiaan masing-masing.


Keesokan harinya di sore yang begitu cerah kini semua keluarga Cellyn sedang mengantar Cellyn ke bandara, Ya wanita itu memilih untuk tinggal sendiri saja tanpa ditemani oleh keluarganya, entah apa tujuannya namun yang jelas itu tentu demi kebaikan yang sudah ia persiapkan.

__ADS_1


“Hati hati disana, dan jangan lupa mengirimkan alamatmu nanti, karena kami akan segera menjengukmu.”


Ucap Aaron, sedangkan kedua orang tua mereka hanya diam, jujur saja mereka masih belum rela membiarkan Cellyn pergi, apalagi putri mereka memilih untuk hidup sendiri, tentu saja rasa khawatir itu ada, namun Cellyn benar benar keras kepala dan mengatakan jika ada keluarga sahabatnya disana.


Cellyn mengangguk lalu memeluk erat kakak tersayangnya itu, kini giliran kedua orangtuanya yang ia peluk dengan begitu erat, tanpa disadari semua orang kini meneteskan air mata, kala Cellyn mulai menarik kopernya dibantu oleh sang sopir, semua orang melambaikan tangan pada Cellyn begitupun dengan wanita itu.


Sedangkan tak jauh dari sana Kendra dan Rachel baru saja tiba di bandara, seperti apa yang Liliana ucapkan kemarin, Kendra dan Rachel datang untuk menjemput keluarga Rachel yang baru saja tiba dari Belanda, sudah cukup lama mereka menetap disana dan kini mereka pulang untuk pernikahan putri mereka.


“Mama, papa.”


Ucap Rachel melambaikan tangan pada kedua orang tuanya lalu berlari menghampiri mereka dan memeluknya, meskipun belum cukup lama ia kembali ke Indonesia tapi ia sudah benar benar merindukan kedua orang tuanya yang berada di Belanda.


“Helo honey, how are you?”


Ucap Arson pada Putri satu satunya, Rachel mengangguk lalu tak lama Kendra pun menyapa kedua calon mertuanya itu dengan ramah, mereka pun memutuskan untuk segera kembali, namun saat akan kembali kedalam mobil tiba tiba saja bayangan seseorang muncul di penglihatan Kendra.


“Celklyn? Apa itu Cellyn?”


Kendra membatin kala melihat seorang wanita yang benar benar mirip dengan mantan istrinya itu, belum sempat ingin mengejarnya, tiba tiba saja Rachel datang dan menarik Kendra agar segera ikut bersamanya lantaran kedua orangtuanya sudah menunggu.


“Ayo kita pulang, tunggu apalagi?”


Mau tak mau Kendra pun segera menurut dan kembali kedalam mobil meskipun pandangannya terus saja menatap wanita yang tengah membelakanginya itu, entah mengapa ia merasa jika itu benar benar Cellyn, tapi jika benar itu Cellyn apa yang sedang ia lakukan disana? Dan mengapa ia membawa koper?

__ADS_1


Sedangkan Cellyn kini sudah berada di dalam pesawat dan tinggal menunggu lepas landas, sepanjang perjalanan menuju London ia hanya bisa berdo'a semoga kehidupannya menjadi lebih baik nantinya dan dipertemukan dengan orang orang yang berhati mulia.


__ADS_2