CINTA DALAM DENDAM

CINTA DALAM DENDAM
BAB 74


__ADS_3

Kini Cellyn dan Dellon sudah berada di ruangan rawat Brandon, namun raut wajah Cellyn saat ini benar benar terlihat tidak baik, wanita itu terlihat kesal sedangkan Dellon kini hanya bisa menghela nafas panjang melihat Cellyn yang terus saja menghindarinya.


“Dokter bilang Brandon sudah bisa dibawa pulang sore ini.”


Ucap Yoonia pada Cellyn, Cellyn sontak saja mengubah raut wajahnya lalu mengangguk, beruntung Brandon tidak harus berlama lama dirumah sakit itu jika tidak bisa saja ia akan bertemu dengan Kendra dan Cellyn tidak ingin hal itu terjadi apapun alasannya, ia tidak akan mengizinkan Brandon dijadikan sebagai alat untuk kesembuhan Kendra.


“Lebih cepat lebih baik mom, Cellyn juga tidak ingin terlalu lama dirumah sakit ini.”


Ucap Cellyn melirik pada Dellon dengan tajam, sedangkan Dellon hanya diam, entah mengapa Cellyn begitu marah padanya setelah ia menyarankan untuk mempertemukan Brandon dengan Kendra,ia tahu jika Cellyn sangat membenci Kendra namun keadaannya berbeda saat ini, Kendra sangat butuh sebuah dukungan yang mungkin berasal dari Brandon.


“Kalau begitu Mommy dan Daddy pulang dulu, jika ada sesuatu jangan lupa hubungi kami.”


Ucap Yoonia lalu segera beranjak dari sofa, mereka kemudian berjalan keluar dari ruangan itu namun saat membuka pintu Yoonia dikejutkan dengan kehadiran seseorang yang membuatnya kini merasa sangat marah, wanita yang sangat ia benci karena sudah menyiksa putrinya.


“Liliana! Apa yang kau lakukan disini?”


Ya orang itu adalah Liliana, mama Kendra dan mantan mertua Cellyn, mendengar nama itu sontak saja Cellyn menoleh seraya mengerutkan kening menatap Liliana yang sudah berada di balik pintu dengan wajah sembabnya, tak lama Liliana pun berlutut dihadapan Yoonia membuat semua orang kini semakin bingung.


“Yoonia, maafkan aku atas semua kesalahanku pada putrimu.”


Yoonia hanya diam seraya menatap suami dan anak anaknya bingung, kenapa tiba tiba Liliana meminta maaf padanya? Padahal jelas ia tahu Liliana tidak akan meminta maaf lantaran merasa tak bersalah dengan apa yang ia lakukan pada Cellyn dulu, namun sekarang lihatlah ia bahkan berlutut dihadapan Yoonia.


”Apa yang kau lakukan, semua orang menatapmu!”


Ucap Yoonia pada Liliana yang tengah menjadi pusat perhatian, namun wanita itu tak peduli dan terus saja memohon maaf pada Yoonia hingga membuat wanita itu mau tak mau memaafkannya lantaran kini benar benar merasa malu karena semua orang memperhatikan mereka.


Liliana kemudian berdiri lalu menatap Cellyn, tatapannya kini beralih pada Brandon yang sedang berada di atas brankar, keningnya berkerut kala melihat tangan Brandon yang diinfus membuat Liliana sontak saja berlari masuk lantaran mengkhawatirkan keadaan Brandon.

__ADS_1


“Apa yang terjadi padanya? Apa dia sakit?”


Tanya Liliana begitu berada di hadapan Brandon, wanita itu hendak menyentuh anak itu namun dihalangi oleh Cellyn yang kini berdiri dihadapan Liliana, sedangkan Liliana kini sadar jika ia tidak bisa sembarangan menyentuh Brandon meskipun ia sangat ingin menyentuhnya.


“Maaf, tapi aku hanya khawatir.”


Ucap Liliana memelas, sedangkan Cellyn kini memutar bola matanya malas, entah mengapa ia sangat kesal melihat raut wajah mantan mertuanya saat ini, lantaran itu dulu raut wajah yang sering ia perlihatkan pada keluarga Kendra berharap mendapat belas kasihan dari mereka namun sayang hati mereka begitu tertutup.


“Tidak perlu khawatir nyonya, dia anakku dan hanya aku yang boleh mengkhawatirkannya!”


Ucap Cellyn lantang membuat Liliana kini mengangkat wajahnya lalu menatap Cellyn yang sangat angkuh.


“Tapi dia juga cucuku! Apa aku tidak berhak untuk mengkhawatirkan cucuku?!”


Deg!


“Tidak, dia bukan cucumu!”


Ucap Yoonia tak terima dengan ucapan Liliana, wanita itu menghampiri Liliana saat ini untuk melindungi cucunya, sedangkan Liliana kini tersenyum miring menatap Yoonia, mungkin mereka mengira jika Kendra belum memberitahunya tentang hal ini, namun nyatanya salah, Kendra sudah memberitahunha tentang siapa Brandon meskipun Cellyn tidak mengakuinya.


“Dia cucuku! Dia anak kandung Kendra dan aku juga berhak atas dirinya! Sekarang aku ingin membawanya keruangan dimana Kendra kini berada!”


Ucap Liliana menghampiri Brandon namun dengan cepat Yoonia menarik tangan Liliana agar menjauh dari cucunya, Liliana masih mencoba untuk mendekati Brandon dan membawanya namun kini Yoonia dan Cellyn benar benar menghalangi dirinya membuat Liliana benar benar frustasi saat ini, padahal ini adalah cara terakhir yang ingin ia lakukan agar Kendra bisa segera pulih.


”Aku mohon biarkan Brandon bertemu Kendra, mungkin dengan itu Kendra akan sadar dari komanya.”


Deg!

__ADS_1


“Koma?”


Ucap Agus dan Yoonia bersamaan, mereka jelas saja terkejut begitu mendengar ucapan Liliana tentang Kendra lantaran mereka tidak tahu apapun, Liliana kemudian mengangguk lalu menceritakan apa yang terjadi membuat Yoonia dan Agus kini menoleh pada Cellyn, bagaimana bisa Cellyn tidak memberitahu mereka jika Kendra pernah menemuinya.


“Aku mohon Cellyn, tolong pertemukan mereka.”


Ucapnya pada Cellyn namun Cellyn benar benar tidak peduli, ia masih tetap pada pendiriannya yang tidak mengizinkan mereka membawa Brandon menemui Kendra, baginya Kendra bukanlah siapa siapa Brandon, hanya dialah orang tua tunggal bagi Brandon.


“Tolong suruh dia keluar! Aku tidak ingin Brandon melihat wajah nya nanti.”


Ucap Cellyn tanpa menoleh pada Liliana, sedangkan Liliana hanya bisa diam dan akhirnya memilih pergi dari sana setelah gagal membujuk Cellyn mengizinkan Brandon bertemu dengan Kendra, sedangkan semua orang kini menatap Cellyn dengan sedikit kesal, bagaimana bisa Cellyn menjadi seperti ini?


Jika memang membenci Kendra itu tidak masalah, namun ini soal nyawa seseorang, bagaimana bisa ia bersikap egois seperti ini tanpa ada rasa simpati seidkit pun, Yoonia kemudian menghampiri Cellyn berniat untuk membujuk putrinya itu agar membawa Brandon pada Kendra.


Meskipun juga membenci Kendra namun jika sudah menyangkut tentang nyawa seseorang, Yoonia akan berusaha sebaik mungkin untuk membantu orang itu, namun belum juga berbicara Cellyn sudah meminta mommy nya untuk tidak mengatakan apapun jika hal itu bersangkutan dengan Kendra yang akhirnya membuat Yoonia memilih diam.


“Tapi Kendra adalah ayah kandung Brandon! Bagaimanapun dia juga berhak menemui putranya!”


Ucap Agus sedikit menyentak Cellyn yang begitu keras kepala, namun Cellyn tak peduli, sedangkan kini Liliana tengah berada di ruangan Kendra, hati wanita itu kembali teriris begitu melihat kondisi Kendra yang begitu menyedihkan, luka luka ditubuhnya juga cukup banyak, namun yang lebih menyakitkan ia harus mengalami hal ini setelah mengetahui jika ia memiliki seorang anak.


Kenapa takdir begitu jahat? Kenapa Kendra tidak diberi waktu untuk bisa mendekati anaknya terlebih dahulu? Setidaknya ia akan dijenguk oleh putranya nanti, namun semua terjadi disaat ia baru saja mengetahui kebenarannya, dan Cellyn? Wanita itu benar benar tidak mengizinkan Brandon menemui Kendra meskipun hanya untuk beberapa saat.


“Mama dari mana saja?”


Tanya Avika begitu melihat sang mama yang baru saja masuk, Liliana hanya diam dan memilih untuk duduk di samping Kendra hingga hari kini sudah sore dan Cellyn juga akan membawa Brandon pulang dari rumah sakit, namun tiba tiba terdengar suara ketukan pintu diruangan dimana Kendra berada.


Ceklek!

__ADS_1


“Kau?”


__ADS_2