CINTA DALAM DENDAM

CINTA DALAM DENDAM
BAB 81


__ADS_3

Keesokan harinya kini semua orang tersenyum manis, baru saja Dellon mengucapkan ijab kabul dan kini ia dan Cellyn resmi menjadi suami istri, dan yang paling berbahagia tentu saja Brandon lantaran keinginannya akan terwujud.


“Yey, jadi malam ini kita bisa tidur bertiga?”


Tanya Brandon membuat semua orang kini saling menatap, Dellon kemudian berjongkok dihadapan Brandon mengangguk seraya mengusap puncak kepala anak itu membuat Brandon tersenyum bahagia bahkan anak itu berteriak karena merasa sangat bahagia.


“Hei, jadi kalian gagal malam pertama?”


Bisik Lucy pada Dellon dan Cellyn, Dellon menoleh pada Lucy seraya menggelengkan kepalanya, sedangkan Cellyn hanya diam, ia tahu apa yang ada dipikiran Dellon, tentu pria itu akan mengira Brandon akan tidur dengan sangat cepat dan mereka bisa melakukan aktivitas pengantin baru.


“Apa kau pikir Brandon tidak akan tidur semalaman?”


Bisik Dellon pada Lucy, wanita itu mengangguk.


“Jadi kalian akan melakukannya setelah Brandon tidur?”


Dellon mengangguk tersenyum mendengar pertanyaan Lucy, sedangkan Cellyn hanya diam seraya menggelengkan kepala nya mendengar pembicaraan persepupuan itu, bisa bisanya mereka membahas hal sensitif seperti itu dengan sangat santai seperti sudah biasa.


Hingga siang pun datang, seluruh keluarga mengadakan makan siang bersama, kali ini pertama kalinya Cellyn melayani Dellon makan dengan status sebagai seorang istri, semua orang menggoda Cellyn dan juga Dellon yang terlihat masih malu malu, setelah semua orang mengetahui jika kemarin mereka sempat berciuman.


Tentu saja hal itu dibocorkan oleh Brandon yang segera masuk ke dalam rumahnya dan memberitahu semua orang jika mamanya mencium daddynya di bibir, semua orang tentu saja terkejut hingga memutuskan untuk segera menikahkan keduanya seperti yang Cellyn inginkan, jangan tanya bagaimana perasaan Dellon dan Cellyn kemarin, tentu saja sangat malu karena ulah Brandon.


“Tidak!! Aku akan tidur bersama orang tuaku, kenapa aku harus tidur sendiri?!”


Semua orang menoleh ketika mendengar suara Brandon yang sedang berdebat dengan Michelle dan Arga, ya lagi lagi mereka berdebat tentang Brandon yang ingin tidur bertiga dengan kedua orang tuanya, Sedangkan yang Michelle dan Arga tahu orang tua hanya tidur berdua saja.


“Kau sudah besar makanya tidur dikamar mu sendiri, kau tidak boleh tidur dengan mama dan daddymu karena itu akan mengganggu mereka!”


Ucap Michelle masih bersikeras dengan apa yang ia pikirkan dan begitupula dengan Brandon yang juga tetap pada pendiriannya, sedangkan Arga menjadi penengah keduanya, anak itu sering kali menjadi penengah jika Michelle dan Brandon bertengkar.

__ADS_1


“Memangnya aku mengganggu apa?”


Tanya Brandon yang tak mengerti kenapa Michelle selalu saja menyuruh nya untuk tidur sendiri dan selalu mengatakan untuk tidak mengganggu orang tuanya padahal Brandon hanya ingin tidur bersama mama dan daddynya bukan untuk mengganggu mereka.


“Karena mereka akan membuat adik untukmu!”


Deg!


“Uhuk uhuk!!!”


Semua orang Sontak saja batuk mendengar ucapan Michelle, sontak saja semua mata kini tertuju pada orang tua Michelle yang juga sama terkejutnya mendengar ucapan putri sulung mereka, ralat bukan keduanya hanya Ariana yang merasa malu sedangkan Aaron merasa bangga dengan ucapan putrinya itu.


“Bagus nak, kau memang sangat pintar.”


Pekik Aaron pada Michelle sedangkan Ariana kini rasanya ingin sekali menjahit mulut Aaron dan Michelle yang benar benar sangat menyebalkan, Michelle sangat dekat dengan Aaron hingga semua perkataan papanya akan ia turuti dan ingat termasuk dengan yang satu ini.


“Michelle! Kau tidak boleh mengatakan hal itu, itu urusan orang dewasa!”


“Tapi papa bilang begitu ma.”


Siang itu dihabiskan dengan perdebatan Aaron dan Ariana lantaran mengajar Michelle hal yang tidak tidak padahal anak itu masih sekolah dasar, hingga malam pun tiba kini yang Brandon tunggu tunggu akhirnya tiba dimana ia berada di kamar yang sama dengan mama dan daddynya.


“Dad, apa daddy bahagia bisa tidur bersama Brandon?”


Dellon menoleh pada Cellyn yang berada di samping kanan Brandon, Dellon kemudian mengangguk seraya tersenyum pada Brandon membuat anak kecil itu juga merasa sangat bahagia, Brandon kemudian terus saja bercerita tentang Michelle dan Arga yang terus saja menganggapnya sebagai anak kecil yang tidak tahu apa apa.


Hingga waktu menunjukkan tengah malam namun Brandon tak kunjung menunjukkan tanda tanda mengantuk, padahal Dellon saja sudah hampir akan tertidur jika saja tidak mengingat ini adalah malam pertama mereka, Dellon kemudian menoleh pada Cellyn seraya memberi isyarat agar membuat Brandon tertidur.


Namun Cellyn hanya menaikkan kedua bahunya seraya tersenyum mengejek Dellon, sudah ia duga jika Brandon tidak akan tidur dengan cepat karena tidak ingin terlalu cepat melewati hal yang sudah lama ia impikan, dan akhirnya bukan Brandon melainkan Dellon yang tertidur pulas meninggalkan Cellyn dan Brandon yang masih bercerita.

__ADS_1


“Kenapa Daddy cepat sekali tidurnya?”


Tanya Brandon kala menyadari jika Dellon sudah tertidur di sampingnya, Cellyn pun meminta Brandon untuk segera tidur namun anak itu benar benar tidak bisa tidur dengan cepat, sontak saja Cellyn teringat pada Kendra yang juga tidak bisa tidur dengan cepat.


“Wajar saja karena mereka anak dan ayah.”


Cellyn membatin, mendadak ia teringat pada Kendra, entah bagaimana keadaan pria itu sekarang, entah semakin membaik atau justru semakin memburuk, hingga akhirnya Cellyn memutuskan untuk segera tidur bersama Brandon.


Pagi pun tiba, Cellyn yang merasa terganggu dengan sinar matahari yang menembus kamarnya pun mencoba untuk membuka kedua matanya perlahan, namun seketika ia terkejut ketika melihat Dellon yang berada tepat di hadapannya tengah menatap dirinya.


“Good morning sayang.”


Cellyn tersenyum lalu melirik ke samping yang hanya ada Dellon saja, lalu dimana Brandon? Cellyn kemudian duduk seraya menyadarkan kepalanya di ranjang lalu menatap Dellon dengan sebuah senyuman tipis ketika mengingat pria itu justru tertidur lebih dulu.


“Malam pertama kita gagal kan?”


Ucap Cellyn mengejek Dellon membuat pria itu sedikit kesal, keduanya kemudian tertawa hingga akhirnya suara tawa itu berganti dengan suara decapan dipagi hari yang memenuhi seisi ruangan kamar itu, tentu saja Dellon yang memulai lantaran sangat tergoda dengan bibir tipis Cellyn.


Ceklek!


“Mama, Daddy kalian sedang apa?”


Mendengar suara Brandon Sontak saja Cellyn mendorong tubuh Dellon menjauh dari nya dan menyeka bibirnya yang basah akibat ulah Dellon, kedua nya gugup melihat Brandon yang tiba tiba saja masuk, sedangkan Brandon kini menghampiri mama dan daddynya.


“Kalian juga sama seperti aunty Ariana dan Uncle Aaron? Bagaimana rasanya? Apa Brandon boleh mencoba?”


Deg!


Sontak saja Cellyn menatap tajam pada putranya itu.

__ADS_1


“Tidak boleh, kau masih kecil Brandon, jangan ikut ikut urusan orang dewasa, kau mengerti?”


__ADS_2