
Keesokan hari nya Cellyn bangun lebih awal, hari ini Kendra sedang cuti kerja karena memang weekend membuat Cellyn berinisiatif untuk memasak makanan kesukaan Kendra, mengingat kemarin malam pria itu begitu marah pada nya.
Namun mendadak ia sadar jika stock bahan masakan sudah habis membuat Cellyn mau tak mau harus bergerak untuk belanja semua nya, namun baru saja akan keluar dari rumah tiba tiba suara mama mertua nya menghentikan langkah Cellyn.
“Mau kemana pagi pagi begini?”
Cellyn berbalik menatap malas pada mama mertua nya yang sedang bersama Rachel, Cellyn kemudian mengatakan alasan nya keluar sepagi ini, Rachel dan Liliana saling menatap lalu tak lama Rachel mengangguk kan kepala nya.
“Yasudah, tolong sekalian belikan mama bunga di depan sana ya, kamu beli bunga nya dulu dan antarkan kesini baru pergi belanja.”
Cellyn mengerutkan kening, untuk apa mama mertua nya bunga sepagi ini? Namun demi menyudahi pembicaraan mereka Cellyn pun menganggukkan kepala nya lalu segera melangkah keluar rumah untuk belanja.
“Ada ada saja, pagi pagi begini beli bunga.”
Ketus Cellyn yang sekarang mulai kesal pada mama mertua nya itu lantaran membawa Rachel ke kehidupan nya dan Kendra, seperti yang mama mertua nya inginkan, Cellyn membeli bunga yang berada tak jauh dari rumah mereka.
Sesampainya di toko bunga Cellyn mendadak bingung lantaran lupa menanyakan jenis bunga yang mama mertua nya ingin kan, wanita itu kemudian membalikkan tubuh nya ingin kembali ke rumah nya dan menanyakan jenis bunga yang Liliana inginkan lantaran memang ia tidak membawa ponsel.
Namun tubuh nya terhuyung ketika merasa menabrak sesuatu di hadapan nya, Cellyn membuka kedua mata nya kala merasakan tubuh nya berada di udara, matanya kini menatap seorang pria yang cukup tampan yang kini tengah menatap nya, tangan pria itu berada di pinggang Cellyn lantaran menolong wanita itu yang hampir terjatuh karena menabrak nya.
“Kau tidak apa apa?”
Tanya pria itu menyadarkan lamunan Cellyn yang cukup terpesona dengan pria itu, Cellyn kemudian segera menjauhi pria itu seraya mengangguk, lalu mengucapkan terima kasih pada pria itu yang sudah membantu nya, setelah mengucapkan terima kasih Cellyn kemudian segera beranjak dari sana.
“Ya tuhan tampak sekali manusia itu.”
__ADS_1
Cellyn membatin, jiwa jiwa cewek centil nya kini meronta ronta melihat pria tampan di hadapannya, dengan cepat wanita itu masuk ke rumah nya setelah sampai dan mencari keberadaan mama mertua nya, namun Cellyn harus menghela nafas panjang kala mama mertua nya membatalkan pesanan bunga nya.
“Yasudah kalau begitu Cellyn pergi belanja saja.”
Ucap nya lalu segera pergi, entahlahh ia merasa seperti sedang di kerjai oleh mama mertua nya padahal ia sudah lelah berlari, sepanjang perjalanan menuju pasar Cellyn hanya bisa tersenyum membayangkan Kendra bangun dan memakan masakan nya nanti.
Kini kaki nya menginjak jalanan pasar yang cukup becek lantaran diguyur hujan kemarin malam, tak masalah itu sudah biasa bagi Cellyn yang memang selalu di bawa belanja ke pasar, dan tentu itu atas perintah mama mertua nya yang kejam itu.
Setelah selesai berbelanja Cellyn kemudian segera pulang untuk memasak, senyum tak lepas dari bibir nya hingga akhir nya kini wanita itu sampai ke kediaman mertua nya seraya menenteng belanjaan sayur nya dengan wajah sangat bahagia.
“Cellyn!!!”
Cellyn terkejut seraya menoleh ke sumber suara di mana kini Kendra menatap nya dengan sangat tajam membuat Cellyn sedikit takut, entah mengapa ia merasa jika suami nya itu tengah marah pada nya, tapi apa kesalahan nya? Apa Rachel mengatakan sesuatu?
Tanya Cellyn gugup kala Kendra kini mulai menghampiri nya, sedangkan mama mertua nya dan Rachel kini baru saja keluar dari kamar tamu yang di tempati oleh Rachel, kedua wanita itu kini menghampiri Cellyn dan Kendra yang tengah berhadapan satu sama lain.
“Kendra, ada apa ini? Kenapa berteriak?”
Tanya Liliana pada putra nya itu, namun Kendra tak menjawab dan justru menarik tangan Cellyn dengan kasar hingga membuat semua belanjaan yang berada di tangan Cellyn terjatuh, Kendra kemudian menarik Cellyn naik ke kamar mereka membuat Rachel dan Liliana saling menatap tersenyum.
“Kendra akan menyiksa wanita itu, kita tinggal lihat bekas siksaan Kendra di tubuh atau mungkin wajah wanita itu nanti.”
Bisik Liliana pada Rachel membuat wanita itu tentu tersenyum bahagia membayangkan Cellyn yang akan di siksa oleh Kendra atau mungkin akan di ceraikan oleh Kendra saat ini juga.
Sedangkan kedua orang yang tengah di bicarakan kini berada di dalam kamar mereka, Kendra mengunci pintu kamar nya lalu menatap tajam pada Cellyn yang sudah berada di tepi ranjang, menatap nya takut lantaran Kendra seperti akan memangsanya.
__ADS_1
“Ken, ada apa? Kenapa kau marah?”
Tentu saja wanita itu bertanya lantaran ia tak tahu apa yang terjadi, padahal ia baru saja pulang dari pasar dan akan memasak untuk suami nya tapi kenapa justru yang terjadi justru berbeda, senyum yang sepanjang perjalanan ia perlihatkan kini mendadak hilang.
“Kau masih bertanya? Siapa laki laki yang kau temui?!”
Cellyn mengerutkan kening mendengar pertanyaan Kendra, laki laki siapa yang Kendra maksud? Padahal Cellyn tidak bertemu denga siapapun.
“Laki laki siapa maksud mu? Aku tidak menemui siapapun? Aku sedang ke pasar untuk...”
Cellyn menghentikan ucapan nya kala melihat Kendra yang menunjukkan foto Cellyn sedang di peluk oleh pria lain di layar ponsel Kendra membuat wanita itu sontak saja membulatkan mata nya, bagaimana foto nya saat di bantu oleh pria lain ada di ponsel Kendra? Dan siapa yang mengambil foto itu?
“Aku bisa jelaskan padamu, itu tidak seperti yang kau pikirkan kendra.”
Ucap Cellyn berusaha untuk menjelaskan semua nya namun seperti nya sudah terlambat karena Kendra tidak menginginkan penjelasan dari Cellyn, bagi nya foto itu sudah cukup jelas membuktikan jika Cellyn berselingkuh dari nya.
“Kau akan ku hukum!”
Kendra membuka pakaian nya dan juga Cellyn secara kasar hingga pergulatan panas itu terjadi di pagi itu namun Cellyn harus menangis lantaran Kendra melakukan nya dengan begitu kasar, bahkan ia tidak memikirkan Cellyn yang kelelahan dan mengulang nya hingga ia merasa puas.
Kendra terlelap seraya memeluk Cellyn yang kini membelakangi tubuh nya, gadis itu hanya bisa menahan suara tangis nya agar tidak terdengar oleh Kendra, ia tidak masalah jika Kendra melakukan nya dengan kasar, yang menajdi masalah kini Kendra yang menuduh nya berselingkuh.
“Apa ini ulah mama dan Rachel?”
Cellyn membatin, seperti nya hanya mereka yang mampu melakukan itu, dan mama mertua nya juga yang meminta Cellyn untuk membeli bunga di toko itu, lalu ia juga yang membatalkan semua nya.
__ADS_1