CINTA DALAM DENDAM

CINTA DALAM DENDAM
BAB 61


__ADS_3

Seminggu sudah kini Cellyn resmi menjadi seorang ibu, di tengah kebahagiaan nya saat ini justru berbanding terbalik dengan kehidupan rumah tangga Kendra dan Rachel yang semakin hari dipenuhi dengan rasa curiga Kendra pas Rachel yang terus saja bertingkah sangat aneh.


“Kali ini dari mana lagi?”


Tanya Kendra sudah sangat muak menanyakan hal itu pada Rachel, setiap kali ia pulang kerumah, Rachel selalu saja tidak ia temukan tentu saja Kendra merasa curiga padahal selama ini ia selalu meminta wanita itu untuk izin padanya terlebih dahulu namun selalu di langgar oleh Rachel.


“A-aku.. aku baru saja dari..”


Rachel hanya bisa melipat kedua bibirnya seraya mencari alasan yang tepat untuk membohongi Kendra, entah berapa banyak alasan yang sudah ia katakan selama ini, namun yang jelas seperti nya kali ini Kendra tidak akan percaya lagi dengan alasan yang Rachel katakan padanya.


“Dan kenapa kau terlihat sangat lusuh? Jangan bilang bawaan bayi, aku sudah sangat muak mendengarnya Rachel, sekarang katakan dengan jujur kau habis dari mana?”


Rachel diam, kali ini ia benar benar tidak punya alasan apapun lagi, tubuhnya juga sangat lelah lantaran harus segera pergi dari apartemen Gilang setelah membaca pesan dari Kendra, padahal ia baru saja melayani Gilang yang semakin hari semakin menyebalkan lantaran selalu meminta Rachel untuk melayaninya.


“Kau tidak ingin menjawabnya? Apa aku perlu menebak?”


Rachel menatap Kendra yang kini tengah tersenyum miring padanya, entah mengapa ia merasa takut melihat raut wajah pria itu saat ini, apa Kendra sudah tahu tentang perselingkuhannya? Tapi rasanya tidak mungkin karena Rachel benar benar menyembunyikan semuanya dengan sangat baik.


“Me-menebak apa?”


Tanya Rachel gugup bahkan suaranya saat ini bergetar hebat, sedangkan Kendra kini mulai mengeluarkan ponsel dari sakunya lalu tak lama ia menunjukkan sesuatu dari layar ponselnya kepada Rachel yang membuat wanita itu kini membulatkan mata melihat semua foto ia dan Gilang ada di ponsel Kendra.


“I-ini bagaimana mungkin?”

__ADS_1


Kendra menarik ponselnya dengsn cepat begitu melihat Rachel yang hendak merebutnya, tidak akan ia biarkan wanita itu mengambil bukti itu dengan begitu mudah lantaran ia akan menjadikan semua itu alasan untuk menceraikan Rachel nanti, sedangkan Rachel saat ini benar benar ketakutan melihat wajah Kendra.


“Kendra maafkan aku, aku hanya di paksa oleh pria itu.”


Ucap Rachel mencoba untuk mencari pembelaan namun tentu saja Kendra tidak akan percaya lantaran ia sudah tahu jika Rachel sudah berhubungan dengan pria itu sejak ia belum hamil, dan ia juga sudah tahu jika bayi yang Rachel kandung bukan miliknya, meskipun sedikit sedih lantaran ia juga sudah merasa dekat dengan calon bayi itu namun Kendra benar benar tidak bisa menerima kebohongan dan pengkhianatan sebesar itu.


“Di paksa? Kau di paksa hanya setelah kau hamil anaknya!"


Deg!


Lagi lagi Rachel mematung mendengar ucapan Kendra, Kendra juga tahu status bayi yang sedang ia kandung? Jujur saja dunia Rachel rasanya sudah runtuh saat ini, alasan satu satunya rumah tangga ia berdiri tegak kini sudah di ketahui oleh Kendra kebenarannya, lalu bagaimana dengan kehidupan rumah tangganya nanti?


“Tidak Kendra, dia anak mu! Kau sendiri bahkan tahu jika dia akan aktif setelah berbicara denganmu dan mendengar suara mu!”


Kendra hanya bisa diam, memang benar apa yang Rachel katakan, namun semua itu tidak bisa di jadikan beban pikiran lantaran ia memang sudah mengetahui semuanya bahkan secara detail setelah ia merasa curiga pada Rachel yang terus saja pergi tanpa izin darinya, dan setiap kali pulang kerumah wanita itu akan terlihat berantakan.


Kendra kemudian mencaritahu lebih dalam lagi hingga akhirnya ia tahu jika anak yang Rachel kandung bukan darah dagingnya, dan saat ini Rachel selalu di peras oleh kekasihnya agar menuruti semua kemauannya dengan ancaman akan memberitahu seluruh keluarganya tentang apa yang Rachel sembunyikan.


“Kendra maafkan aku..”


Ucap Rachel kini berlutut memeluk kaki Kendra, berharap pria itu akan memaafkannya dan memberikannya kesempatan, namun Kendra justru melepaskan pelukan wanita itu dari kakinya, hingga tak lama terdengar suara tak asing yang melengking memenuhi seluruh ruangan.


“Kendra!!! Ada apa ini? Kenapa kau membiarkan Rachel berlutut seperti ini?”

__ADS_1


Liliana datang, padahal wanita itu baru saja pulang namun sudah di suguhkan dengan pemandangan yang tidak mengenakkan dimana menantunya yang tengah mengandung itu berlutut memeluk kaki putranya dan yang lebih parahnya, Kendra justru terlihat tidak peduli pada Rachel.


Liliana menghampiri Rachel seraya membantu wanita itu untuk berdiri, seraya memarahi Kendra lantaran dianggap tidak peduli pada Rachel padahal semua keluarga nya tahu jika Rachel tengah mengandung dan mereka benar benar mengaja dan melindungi Rachel selama ini, namun sekarang entah apa yang terjadi pada pria itu.


“Tidak perlu membantunya ma.”


Ucap Kendra hanya menatap sekilas pada mamanya dan juga istri nya itu, sedangkan Liliana yang baru saja membantu Rachel duduk di sofa kini menghampiri Kendra dengan tatapan tajam, wanita itu kemudian membalik tubuh Kendra agar berhadapan dengan nya, hingga akhirnya satu tamparan mendarat di pipi kanan Kende.


Plak!


“Suami macam apa kau yang tidak peduli pada istrimu yang sedang mengandung anakmu sendiri!”


Pekik Liliana yang merasa kesal dan kecewa pada Kendra, sedangkan Kendra saat ini menatap tajam pada Rachel yang tengah memandang nya dengan takut dan hanya bisa menunduk, lalu kini tatapan Kendra tertuju pada sang mama yang benar benar marah padanya hanya karena ingin membela Rachel yang ia anggap tengah mengandung calon cucu pertamanya.


“Dia berselingkuh ma! Dan yang dia kandung itu bukan anak Kendra tapi anak selingkuhannya! Bahkan sampai saat ini mereka masih berhubungan!"


Deg!


“Selingkuh? Rachel? Apa kau tidak berbohong Kendra?”


Tanya Liliana terkejut tentunya mendengar pengakuan Kendra, Kendra menggelengkan kepalanya membuat Liliana seketika diam, air matanya jatuh begitu melihat raut wajah Kendra yang benar benar tengah serius, wanita itu kemudian berbalik menatap Rachel yang tengah duduk di sofa seraya mengusap perutnya yang sudah membuncit itu.


Perlahan tapi pasti kakinya mulai melangkah mendekati Rachel membuat wanita itu sedikit waspada dan benar saja tak lama kemudian Liliana mengangkat tangannya dan mendaratkan sebuah tamparan keras pada Rachel yang dianggap sebagai pembohong karena telah membohongi semua orang.

__ADS_1


“Dasar wanita m*rahan!!”


Plak!!


__ADS_2