CINTA DALAM DENDAM

CINTA DALAM DENDAM
BAB 47


__ADS_3

Pagi hari di Britania raya kini Cellyn terbangun setelah puas beristirahat, wanita itu bangun lalu segera membersihkan dirinya sama seperti saat ia berada dirumahnya, lalu ia segera keluar dari kamarnya menuju dapur, selama hamil memang nafsu makannya bertambah apalagi setelah tidak adalagi drama muntah di pagi hari.


Cellyn mengerutkan kening kala melihat sepotong sandwich sudah tertata di atas meja makan, pria itu mengetuk kepala nya bagaimana bisa ia lupa jika nenek Lucy mengirimkan seorang asisten rumah untuknya, tentu saja wanita itu yang sudah menyiapkan makanan untuk Cellyn.


“Berryn, come join me for breakfast.”


Ucap Cellyn mengajak Berryn untuk sarapan bersamanya namun wanita itu menolak lantaran merasa tidak pantas ikut makan bersama majikannya, namun tentu saja Cellyn tidak menerima alasan wanita itu dan tetap memaksanya untuk makan bersamanya.


“Don't be embarrassed, just consider me your sister.”


Berryn tersenyum pada Cellyn, ia benar benar tidak menyangka jika sikap Cellyn sangat baik padanya, padahal semalaman ia tidak bisa tidur lantaran mengira jika Cellyn adalah wanita sombong lantaran tidak banyak berbicara padanya kemarin malam, nyatanya Cellyn hanya masih berada lelah dan memilih untuk tidur lebih dulu.


“Terima kasih.”


Ucap Berryn membuat Cellyn membulatkan matanya, bagaimana bisa wanita itu berbahasa Indonesia?


“Kau bisa berbahasa Indonesia?”


Tanya Cellyn antusias, Berryn kemudian mengangguk tersenyum.


“Sedikit, karena sering mendengar nyonya berbicara menggunakan bahasa Indonesia.”


Jawabnya memang sedikit lancar tapi masih kurang fasih, Cellyn mengangguk lalu segera melanjutkan makan mereka, lantaran setelah ini Cellyn akan berkunjung kerumah nenek Lucy dan ia ingin Berryn menemaninya.


Hingga setelah selesai menghabiskan sarapannya Cellyn pun kini bersiap siap untuk kerumah nenek Cellyn ditemani oleh Berryn, jujur saja ia sangat gugup setelah lama tidak bertemu dengan beliau, padahal Berryn sejak tadi sudah mengatakan jika nyonya Erlin benar benar baik.


“Ini rumahnya.”


Ucap Berryn, Cellyn kini menatap bangunan besar itu, rumahnya benar benar bagus pantas saja keluarga Lucy juga kaya, Mereka kemudian masuk kedalam, Cellyn disambut baik oleh nenek Lucy yang kebetulan sedang sendirian dirumah, orang tua Cellyn sudah pulang beberapa saat yang lalu lantaran ada urusan mendadak di negara asal mereka.


“Hai nek, apa kabar?”


Ucap Cellyn menyapa nenek Lucy, tak lupa mereka berpelukan melepas rindu setelah cukup lama tidak bertemu, meskipun tidak mempunyai ikatan darah tapi Erlin benar benar menyukai Cellyn lantaran wanita itu dulu adalah seorang gadis ceria.


“Nenek baik, bagaimana dengan mu? Bayi mu bagaimana? Baik baik saja kan?”

__ADS_1


Cellyn mengangguk tersenyum saat nenek sahabatnya itu mengusap pelan perutnya, entah mengapa ia merasa tidak sendirian di negara orang itu lantaran adanya keluarga Lucy, mereka kemudian berbincang-bincang seraya meminum teh panas dicuaca yang dingin itu.


“Jangan lupa untuk memakai pakaian tebal jika sedang keluar rumah, cuaca disini sangat dingin dan itu tidak baik untukmu.”


Ucap Erlin menasehati Cellyn, wanita itu mengangguk patuh lalu kembali menatap bangunan mewah itu, lalu matanya berhenti pada sebuah foto yang tidak asing, Cellyn beranjak dari duduk nya dan mengambil sebuah bingkai foto yang berada di atas meja.


“Ini, bukan kah dia..”


“Nenek!”


Cellyn membulatkan matanya kala mendengar suara yang tidak asing di telinganya, sontak saja wanita itu berbalik menatap pemilik suara itu, matanya membulat menatap sosok tampan yang hampir setahun tidak ia temui itu.


“Dellon.”


Ucap Cellyn membuat pria tampan itu kini menoleh, sama seperti Cellyn, Dellon juga tak kala terkejut melihat keberadaan wanita yang sempat mengisi hatinya yang sedang kosong, Dellon kemudian berjalan menghampiri Cellyn, sedangkan wanita itu kini melangkah mundur.


“Apa yang kau lakukan disini?”


Tanya pria itu masih dengan nada lembut seperti dulu, namun justru Cellyn yang dibuat gugup dengan tatapan Dellon padanya, entah mengapa tatapan Dellon bisa memporak-porandakan hatinya saat ini, belum lagi pria itu yang semakin mendekat padanya.


“Kalian saling mengenal?” Timpal Erlin pada keduanya, Cellyn dan Dellon kemudian menoleh, pria itu mengangguk sebagai jawaban begitupun dengan Cellyn.


Setelah memberikan jawaban pada neneknya, Dellon kemudian mengajak Cellyn untuk duduk di sofa, ia benar benar merindukan wanita itu, bagaimana bisa Cellyn berada di sana sendirian pula, padahal yang ia tahu dari Lucy, Cellyn sudah menikah dengan Kendra karena dijodohkan oleh kedua orang tuanya.


“Bagus sekali kalian sudah kenal, jadi nenek tidak perlu memperkenalkan kalian lagi.”


Dellon dan Cellyn hanya tersenyum, ketiga nya kembali berbicara namun beruntung nenek Lucy itu tidak membahas tentang rumah tangga Cellyn dan Kendra di hadapan Dellon, jika tidak Cellyn akan benar benar merasa malu karena sudah meninggalkan Dellon demi pria itu.


Di tengah tengah pembicaraan mereka sesekali Dellon mencur pandang pada Cellyn yang terlihat semakin cantik, sayang sekali ia sudah menjadi istri orang saat ini, dan Lucy kenapa juga Lucy tidak memberitahunya jika Cellyn akan ke London, namun ia juga tidak bisa menyalahkan sepupunya itu karena memang ia yang tidak punya waktu.


“Akhhh!!”


Pekik Cellyn kala ia tidak sengaja menumpahkan teh panas di pakaiannya, sontak saja wanita itu berdiri lantaran teh itu mengenai perutnya yang membuatnha terasa sangat panas.


“Cellyn, hati hati perutmu, perut mu baik baik saja? Apa kita perlu kerumah sakit? Nenek khawatir terjadi sesuatu pada bayimu.”

__ADS_1


Deg!


.


.


.


Sedangkan sore hari, kini Kendra yang baru saja pulang dari kantor tengah menghubungi nomer Kely yang tertera di kartu nama yang wanita itu berikan padanya kemarin, Ya pria itu berniat untuk bertanggung jawab sekaligus ingin mencari informasi tentang Cellyn.


”Halo? Kau Kely?”


Ucap Kendra begitu wanita itu mengangkat telepon darinya.


“Iya kau siapa?”


Tanya Kely yang tak mengenali nomer ponsel yang menghubunginya.


“Aku Kendra, aku ingin bertanggung jawab atas mobilmu, bisa kita bertemu? Aku akan kirim alamatnya.”


Belum juga wanita itu menjawab, namun Kendra sudah mematikan sambungan telepon, tak lama sebuah pesan masuk berisikan alamat, kemungkinan itu pesan dari Kendra.


“Siapa?”


Tanya Lucy pada Kely, lantaran saat ini mereka tengah bersama setelah ia menemani Kely mengantar mobilnya ke bengkel lantaran memang sedikit lecet walaupun tidak begitu parah.


“Kendra, dia ingin bertanggung jawab, itu sebabnya dia mengajakku untuk bertemu.”


Lucy mengerutkan keningnya, entah mengapa ia merasa Kendra punya niat tersembunyi, apalagi setelah mendengar cerita dari Kely jika ia hampir saja keceplosan tentang kehamilan Cellyn.


Hingga akhirnya Kely pun tiba di alamat yang Kendra kirim, namun pria itu justru mengerutkan kening kala melihat Kely datang bersama temannya.


“Kenapa kau membawanya?”


Tanya Kendra yang mengenali Lucy sebagai sepupu Dellon.

__ADS_1


“Karena mobilku sedang di perbaiki, mana uangnya? Aku hanya butuh pertanggung jawabanmu!”


__ADS_2