
Dellon dan Cellyn berhenti di sebuah cafe yang jarak nya cukup jauh dari restoran sebelum nya, di sana kedua nya kini duduk saling berhadapan, Dellon masih enggan untuk menatap wajah Cellyn padahal Cellyn sudah berulang kali meminta maaf pada nya.
“Katakan saja apa yang ingin kau katakan padaku.”
Ucap Dellon dingin, Cellyn hanya bisa menghela nafas melihat sikap dingin Dellon, ini pertama kali nya ia mendapatkan sikap dingin Dellon, padahal biasa nya pria itu selalu bersikap hangat pada nya bahkan tidak pernah meninggikan suara nya pada Cellyn.
“Malam pesta ulangtahun Lucy, aku dijodohkan dengan kak Kendra, aku juga tidak tahu jika ternyata dia pria yang ingin Daddy jodoh kan dengan ku, aku sudah berusaha untuk menolak perjodohan itu tapi dia mengancam ku akan membuat kedua orang tua ku merasa malu.”
Jelas Cellyn membuat Dellon terdiam, jika sudah menyangkut kedua orang tua, pria itu pun tidak bisa berkata apapun karena jika ia berada di posisi Cellyn maka ia juga akan melakukan hal yang sama demi kehormatan kedua orang tua nya, Dellon akhir nya menatap wajah Cellyn, menggenggam tangan gadis itu dengan erat.
“Maaf, karena aku tidak ada di saat kau merasa terancam.”
Cellyn menggelengkan kepala justru ia yang merasa bersalah karnaa telah membohongi kekasih nya itu, akhir nya Dellon memaafkan Cellyn, ia mengerti bagaimana posisi gadis itu saat ini, ia juga akan membantu Cellyn agar bisa membatalkan perjodohan nya dengan Kendra.
“Sekarang aku antar kau pada Kendra, kau harus pulang dengan nya karena kau pergi bersama nya.”
Cellyn menggelengkan kepala, ia masih belum ingin pulang lantaran masih merindukan Dellon hingga memilih untuk tetap bersama pria itu, tidak peduli tentang pulang hal itu bisa di pikirkan nanti saja, yang terpenting ia ingin menghabiskan sore ini dengan kekasih nya.
Terlalu asyik dengan Dellon membuat Cellyn tak sadar jika sejak tadi ada panggilan masuk pada ponsel nya lantaran ponsel nya dalam mode silent, hingga hari menjelang gelap Cellyn akhir nya memilih pulang di antar oleh Dellon, hari ini akhir nya rasa rindu nya berkurang begitupun dengan beban pikiran nya.
“Terima kasih sudah memahami ku.”
Ucap Cellyn yang baru saja turun dari motor Dellon, Dellon mengangguk lalu mengacak rambut Cellyn dengan gemas, gadis itu juga terkekeh mendapat perlakuan manis dari kekasih nya itu, Dellon kemudian melajukan motor nya setelah melihat Cellyn masuk ke dalam rumah nya.
Sedangkan Cellyn kini mulai mengatur nafas nya kala melihat mobil milik Kendra yang terparkir di halaman rumah nya, berharap jika Kendra tidak memberitahu kedua orang tua Cellyn jika Cellyn pergi bersama Dellon, karena jika itu terjadi maka entah apa yang akan terjadi pada Cellyn dan Dellon.
Cellyn mulai melangkah masuk ke rumah nya, terlihat kedua orang tua nya sudah menunggu di sofa bersama Kendra, kini semua pasang mata tertuju pada nya terutama mata sang Daddy yang begitu tajam menatap nya.
“Dari mana?!”
__ADS_1
Sentak Agus pada Cellyn, gadis itu hanya bisa menutup kedua mata kala mendengar suara sang Daddy, kini ia mengangkat wajah nya menatap Kendra yang menatap nya datar tapi entah mengapa bagi Cellyn itu sebuah ejekan.
“Daddy bertanya, kau dari mana saja?”
Lagi Agus bertanya membuat Cellyn mau tak mau harus jujur, toh tidak ada guna nya juga dia berbohong lantaran sang daddy juga pasti nya sudah tahu dari pria brengsek itu, Cellyn kemudian menarik nafas nya lalu membuang nya secara perlahan.
“Cellyn dari luar bersama Dellon.”
Brak!!
Pecahan gelas kini berserakan di lantai, ini pertama kali nya sang Daddy terlihat sangat marah pada nya, Cellyn menunduk tapi tatapan nya kini tertuju pada Kendra yang terlihat santai tanpa rasa bersalah, ingin sekali rasanya ia memberi pukulan di wajah pria itu.
“Sudah berapa kali Daddy bilang, jangan berteman dengan pria tidak jelas itu, apa pekerjaan nya? Hanya anak motor yang suka ugal ugalan di jalan!”
Sentak Agus, membuat Cellyn merasa tidak terima pasalnya Dellon tidak pernah membuat onar meskipun dia adalah ketua geng motor.
“Tapi Dellon tidak seperti itu dad, dia tidak seburuk yang Daddy pikirkan!”
“Kau lihat sayang, lihat putri kita sekarang sudah berani melawan.”
Ucap Agus pada Yoonia yang hanya diam saja, jujur ia juga tidak melihat kenakalan di diri Dellon, ia juga tidak masalah jika memang Cellyn berhubungan dengan Dellon lantaran memang Dellon selalu sopan pada nya.
Cellyn yang merasa muak kemudian memilih masuk ke dalam kamar nya saja dari pada mendengar omelan dari sang Daddy yang tidak ada habis nya, namun langkah nya terhenti kala mendengar suara sang Daddy.
“Mulai hari ini kau tidak boleh keluar kemana pun jika bukan bersama Kendra!”
Deg!
Cellyn berbalik menatap sang Daddy yang kini memilih pergi, sedangkan Cellyn kini menatap tajam pada Kendra yang terlihat menarik sudut bibir nya menatap Cellyn, jika saja tidak ada mommy nya maka mungkin Kendra sudah mendapat lemparan sepatu dari Cellyn.
__ADS_1
Tak ingin semakin kesal, Cellyn mempercepat langkah nya menuju kamar tak peduli jika masih ada Kendra di sana, salah sendiri kenapa jadi laki laki mulut lemes suka mengadu pada orang tua Cellyn.
“Dasar Kendra brengsek!!”
Umpat Cellyn melempar ponsel nya di atas ranjang, rasa nya begitu menyesal memulai semua ini, andai saja dia tidak peduli dengan ancaman Kendra maka mungkin semua tidak akan seperti ini, Di saat yang bersamaan ponsel Cellyn berdering membuat gadis itu meraih nya kembali, tertera nama Dellon di sana membuat Cellyn segera mengangkat nya.
Di saat seperti ini ia memang sangat membutuhkan Dellon untuk meluapkan semua rasa kesal nya hari ini, Cellyn kemudian menceritakan semua yang terjadi hari ini pada Dellon membuat pria itu merasa bersalah atas apa yang terjadi pada kekasih nya itu.
“Cellyn, mau kah kau menunggu ku untuk beberapa tahun kedepan?”
Tanya Dellon tiba tiba setelah Cellyn meluapkan semua isi hati nya, tentu hal itu membuat Cellyn merasa bingung dengan pertanyaan pria itu, kenapa tiba tiba pria itu menanyakan hal itu seolah olah akan pergi jauh untuk beberapa waktu.
“Kenapa bertanya seperti itu?”
Tanya Cellyn, namun Dellon tak menjawab nya ia justru mengalihkan pembicaraan agar Cellyn tak lagi membahas hal yang sama hingga pagi tiba, tanpa di sadari ponsel Cellyn kehabisan daya, mungkin karena menelpon sepanjang malam.
Gadis itu mengisi daya ponsel nya lalu masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri nya, setelah selesai ia pun meraih ponsel nya dan menyalakan kembali ponsel nya itu, kening nya berkerut kala melihat beberapa pesan dari Dellon membuat nya segera membuka isi pesan itu.
[Hai sayang, maaf ini terlalu mendadak tapi aku ingin di lihat oleh Daddy mu, aku ingin menjadi pantas dengan mu, aku memutuskan untuk melanjutkan pendidikan ku yang ku tunda beberapa tahun ini di negara lain, aku harap kau mau menunggu mu beberapa tahun lagi dan aku akan menjemputmu.]
[Maaf jika aku tidak memberitahu mu terlebih dahulu, jangan menunggu kabar dari ku karena aku ingin fokus dengan pendidikan ku di sini, I love you Cellyn]
Deg!
.
.
.
__ADS_1
Halooo jangan lupaa dukungan nya ya buat author 💋