CINTA DALAM DENDAM

CINTA DALAM DENDAM
BAB 17


__ADS_3

Kendra dengan cepat menarik Avika yang sempat melayangkan sebuah tamparan di wajah Cellyn, ia benar benar tidak menyangka jika adik nya itu akan bertindak secepat itu pas Cellyn, sedangkan Cellyn hanya bisa diam tanpa membalas sedikit pun.


“Avika! Jaga sikap mu, dia calon kakak ipar mu!”


Sentak Kendra pada Avika membuat gadis itu semakin membenci Cellyn yang di anggap sudah membawa pengaruh buruk pada kakak nya, lantaran sekarang Kendra bahkan membentak nya padahal selama ini Kendra selalu memenuhi semua keinginan nya.


Mendengar Kendra membentak Avika, tentu saja Cellyn merasa tidak enak, gadis itu memegang lengan Kendra memberi isyarat agar tidak membentak Avika lagi, Kendra hanya menoleh sekilas pada Cellyn lalu menarik nafas nya panjang.


“Tolong jaga sikap mu Avika.”


Ucap Kendra kini lebih lembut, namun Avika tentu tidak akan semudah itu untuk menuruti keinginan kakak nya yang satu itu, entah apa yang ada di pikiran kakak nya padahal Kendra jelas tahu jika Cellyn adalah gadis pembully.


“Kakak tahu kan siapa dia?”


Kendra mengangguk tentu ia tahu siapa Cellyn, dan ia juga sudah memikirkan ini dengan sangat matang, semua yang ia lakukan saat ini adalah demi adik nya itu, Melihat reaksi kakak nya tentu Avika semakin kesal dan memilih untuk pergi saja dari sana.


Tak lupa pintu ruangan Kendra di banting dengan keras nya menandakan jika Avika saat ini benar benar marah, sedangkan Kendra hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkah kekanakan adik nya itu, begitu pun dengan Cellyn yang benar benar tak menyangka jika Avika sekarang seperti itu.


“Maaf, karena Avika tidak sopan padamu.”


Ucap Kendra pada Cellyn, gadis itu menatap Kendra lalu menggelengkan kepala nya, tidak masalah anggap saja itu balasan kecil dari Avika untuk kejahatan yang Cellyn lakukan pada gadis itu beberapa tahun lalu.


“Apa sakit?”


Tanya Kendra mengusap pipi Cellyn yang mendapat tamparan keras dari Avika membuat Cellyn terpaku dengan sikap manis Kendra, dengan cepat Cellyn menghindar seraya menggelengkan kepala nya, takut saja jika ia kembali berharap pada pria itu.

__ADS_1


Kendra yang mengerti pun hanya mengangguk lalu meminta Cellyn untuk duduk di sofa, seperti sebelum nya kemungkinan Cellyn juga akak menemani Kendra bekerja seharian ini, jujur saja Cellyn benar benar tersentuh dengan sikap Kendra yang justru membela nya dari pada Avika.


”Kak, terima kasih.”


Ucap Cellyn tiba tiba, Kendra menoleh dan hanya mengangguk lalu kembali fokus pada kerjaan nya, kali ini Cellyn tidak terlalu bosan lantaran ponsel nya ada pada nya, gadis itu kini menatap foto foto kebersamaan nya dengan Dellon, entah lah rasanya sudah sangat rindu padahal baru sehari pria itu pergi.


“Dellon maaf, tapi seharusnya kau tidak pergi sendirian, seharusnya kau membawa ku pergi jadi aku tidak perlu melakukan perjodohan konyol ini.”


Cellyn membatin, Kendra yang sejak tadi fokus bekerja nyata nya masih mencuri pandang pada Cellyn yang terlihat sedih menatap layar ponsel nya, sumpah demi apapun pria itu benar benar penasaran dengan isi ponsel Cellyn.


“kau tidak lapar? Ini sudah hampir siang nanti asam lambung mu kambuh.”


Ucap Kendra membuat Cellyn tersentak dan segera menutup ponsel nya, Cellyn mengangguk memang ia sudah mulai lapar membuat Kendra segera memesan makanan takut saja jika penyakit gadis itu kembali kambuh.


Siang kini berganti sore, kali ini Cellyn tidak tertidur lantaran gadis itu sempat keluar untuk berjalan jalan di kantor luas itu, Kendra yang sedang fokus bekerja mau tak mau mengizinkan Cellyn yang sudah bosan untuk keluar di temani oleh asisten pribadi nya.


Ucap Kendra pada Cellyn, gadis itu mengangguk lalu mengikuti langkah Kendra, dia benar benar seperti gadis polos yang mengikut saja apa yang Kendra katakan, di perjalanan pulang masih sama dengan sebelumnya, sepi tak ada yang memulai percakapan.


Rasanya benar benar asing, berbeda seperti dulu Kendra bahkan sesekali melirik pada Cellyn namun gadis itu seperti nya memang sudah hilang rasa pada Kendra, ia hanya fokus menatap ponsel nya yang entah apa yang lihat sejak tadi.


“Ponsel mu.”


Ucap Kendra tiba tiba membuat Cellyn mengerutkan kening nya bingung, kenapa dengan ponsel nya? Kenapa Kendra tiba tiba menyebut ponsel nya? Cellyn hanya diam menatap wajah Kendra dengan bingung.


“Kemarikan ponsel mu, aku ingin melihat nya.”

__ADS_1


Mendengar hal itu sontak saja Cellyn menggeleng kan kepala, mana mungkin dia akan memberikan ponsel nya pada Kendra lantaran dia sama banyak foto foto nya bersama Dellon, takut saja jika pria itu akan menghapusnya.


“Kenapa? Kakak tidak berhak memeriksa ponsel ku.”


Cittt!!


Kendra menginjak pedal rem secara mendadak membuat Cellyn juga ikut terhuyung ke depan lantaran tubuh nya yang belum siap, Kendra kemudian menatap Cellyn dengan datar lalu merebut ponsel gadis itu.


“Kendra! Kembalikan ponsel ku!”


Ucap Cellyn mencoba merebut kembali ponsel nya, ia bahkan tak segan menindih tubuh Kendra lantaran pria itu mencoba untuk menghalangi Cellyn, hingga kini kedua nya saling menatap satu sama lain, Cellyn yang sadar berada di atas tubuh Kendra sontak saja menjauh namun tubuh nya di tahan oleh Kendra.


Jantung Cellyn berdetak lebih kencang kala melihat wajah Kendra yang begitu dekat, bahkan mata pria itu kini liar menatap setiap inci tubuh Cellyn, ini pertama kali nya mereka berjarak sedekat ini meskipun pernah menjalin hubungan.


Tangan Kendra mulai terangkat mengusap pipi Cellyn dengan lembut, kini tangan nya beralih pada tengkuk Cellyn dan mulai memiringkan kepala nya membuat Cellyn semakin tak karuan, hampir saja bibir kedua nya bersentuhan jika saja Cellyn tidak segera menjauh dan kembali duduk di tempat nya semula.


Sedangkan Kendra yang baru saja menyadari apa yang dia lakukan hanya bisa diam seraya merutuki kebodohan nya itu, terlalu terpesona pada Cellyn yang semakin cantik membuat nya lupa jika mereka belum menikah.


“Bodoh kau kendra!”


umpat Kendra yang hanya mampu ia ucapkan di dlama hati nya, dengan cepat pria itu melajukan mobilnya menuju kediaman Cellyn agar bisa segera pulang ke rumah nya, takut saja jika terlalu lama bersama Cellyn maka hal yang lebih buruk akan terjadi.


Sedangkan Cellyn hanya diam menatap luar jendela seraya memegang dada nya yang sejak tadi terus saja berdetak, hampir saja mereka melakukan sesuatu yang bahkan tidak pernah mereka bayangkan pada saat berpacaran, dan bodoh nya Cellyn hampir saja terbawa suasana beruntung ia sadar dengan cepat.


“Terima kasih kak, hati hati di jalan.”

__ADS_1


Ucap Cellyn kala baru saja turun dari mobil Kendra, Kendra mengangguk dan segera melajukan mobil nya meninggalkan Cellyn yang bahkan belum masuk ke dalam rumah nya.


“Berbeda sekali dengan Dellon yang bahkan menunggu ku masuk terlebih dahulu.”


__ADS_2