
Setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang akhirnya Cellyn menginjakkan kaki di London, negara rekomendasi dari Lucy, di sana sudah ada seseorang berpakaian rapi yang menunggu Cellyn dengan papan nama atas dirinya membuat Cellyn segera menghampiri orang itu.
“your name is Miss Celyn?”
Cellyn mengangguk lalu pria itu membawa koper Cellyn dan memasukkannya ke dalam mobil, memang Lucy bilang setelah ia sampai di sana akan ada orang suruhan keluarga neneknya yang akan menjemputnya dari bandara membuat Cellyn tanpa ragu mengikuti orang itu.
Cellyn menatap jalanan London, ada ketenangan sendiri baginya melihat suasan baru di hidupnya, setelah beberapa menit akhirnya mobil yang ia tumpangi berhenti disebuah rumah yang tak begitu besar tapi juga tidak begitu kecil, Cellyn pun keluar dari mobil menghirup udara dingin disana.
Pria itu juga keluar dari mobil mengeluarkan koper miliknya dan membawanya masuk kedalam rumah, memang Lucy bilang pria itu tidak akan membiarkannya membawa barang apapun lantaran tahu jika dirinya tengah mengandung, dan Cellyn pun tidak bisa melakukan apapun jika Lucy sudah mengatakan hal itu.
“This is your house miss, if you need help you can press this button, I will come to your house soon." (Ini rumah mu nona, jika kau butuh bantuan kau bisa menekan tombol ini dan aku akan datang kerumah mu.)
Ucap pria itu membuat Cellyn sedikit bingung, bukan kah pria itu orang suruhan keluarga nenek Lucy? Lalu bagaimana bisa pria itu akan segera kerumah ku jika ia bekerja di rumah nenek Lucy?
“Where do you live?"
Tanya Cellyn sedikit penasaran pada pria itu.
“I live in my employer's house which is not far from here, only two houses away.” (Aku tinggal dirumah majikan ku yang tak jauh dari sini, hanya berjarak dua rumah saja.)
Cellyn membulatkan matanya jadi jarak rumahnya dan rumah nenek Lucy hanya berjarak dua rumah saja? Cellyn kemudian mengangguk membuat pria itu memilih pamit dari sana, itu lebih bagus sebenarnya karena Cellyn yang belum tahu jalanan di sini, jadi dia tidak perlu jauh-jauh mencari rumah nenek Lucy nanti.
”Aku harus beristirahat dulu, besok aku akan kerumah nenek Lucy.”
Ucap Cellyn yang merasa sangat lelah, beruntung rumah yang ia tinggali sudah sangat bersih, mungkin Lucy meminta orang orang suruhan neneknya untuk membersihkan rumah itu, jadi Cellyn tidak perlu khawatir dan bisa langsung beristirahat ketika sampai disana.
.
.
__ADS_1
.
Sedangkan di negara lain Kendra kini masih memikirkan Cellyn, entah mengapa ia merasa sangat jauh dari wanita itu saat ini setelah merasa melihat wanita itu di bandara, padahal saat ini ia tengah kedatangan tamu yaitu calon mertuanya namun ia tak begitu fokus dengan pembicaraan mereka.
“Apa aku cari tahu saja?”
Kendra membatin, lalu tak lama ia beranjak dari duduk nya membuat semua orang kini menatapnya, Kendra kemudian mengatakan jika ia ada sedikit pekerjaan di kantor tentu saja Pramudana tidak percaya lantaran tak ada pekerjaan apapun untuk Kendra Karena semua sudah ia kerjakan.
Namun ia tak ingin melarang Kendra dan hanya tetap diam hingga Liliana mengizinkan putranya itu untuk pergi, akhirnya Kendra bisa bernafas lega lantaran bisa pergi dari sana dan bahkan tanpa Rachel lantaran biasanya wanita itu Kan mengikutinya kemanapun ia pergi.
“Apa aku harus kerumahnya? Tapi bagaimana jika aku nanti bertemu dengan keluarganya dan diusir dari sana?”
Tak begitu fokus dengan jalanan tanpa Kendra sadari ternyata sedang lampu merah semua kendaraan tentu saja berhenti sedangkan Kendra tidak menyadari hal itu dan membuatnya harus menginjak pedal rem dengan tiba-tiba namun tetap saja ia menabrak mobil di depannya.
“Ah sial!!”
“Dia bukannya teman Cellyn kemarin?”
Gumam Kendra segera turun dari mobilnya, Ya pemilik mobil yang Kendra tabrak adalah Kely yang baru saja dari rumah Lucy menenangkan diri setelah kepergian Cellyn, tapi justru dirinya benar benar sial karena mobilnya ditabrak dari belakang.
“Hei! Kau? Astaga bagaimana bisa aku bertemu denganmu? Dan kenapa kau menabrak mobilku? Apa kau punya dendam tersembunyi padaku begitu? Dengar ya aku baru saja merasa sedih karena kepergian Cellyn dari negara ini dan kau jangan sekali sekali menggangguku ya!”
Sentak gadis itu panjang lebar membuat Kendra yang awalnya jenuh kini mengerutkan kening nya kala mendengar ucapan Kely? Jadi benar yang ia temui di bandara adalah Cellyn? Dan Cellyn benar benar pindah dari negara ini?
“Maksudmu Cellyn pindah ke luar negeri?”
Tanya Kendra untuk memastikan.
“Pake nanya lagi! Tentu saja dan itu semua karena kau! Kaulah penyebab Cellyn pergi, kau memang sangat jahat beruntung Cellyn pergi dan menjauhkan mu dari..”
__ADS_1
Sontak Kely menutup mulutnya kala hampir saja ia keceplosan lagi mengatakan tentang kehamilan Cellyn, jika tidak maka habislah dirinya oleh Cellyn dan Lucy nanti, sedangkan Kendra lagi lagi mengerutkan keningnya kala wanita menutup mulut, lagi Kely ingin mengatakan sesuatu tapi disembunyikan darinya.
“Menjauhkan ku dari apa?”
Kely hanya bisa mengigit bibirnya dan memilih untuk pergi namun sebelum itu ia meninggalkan kartu namanya agar Kendra bertanggung jawab atas mobilnya yang lecet, sedangkan Kendra kini menatap kartu nama milik Kely, ini kesempatannya untuk menguras lebih dalam tentang hal yang Cellyn sembunyikan darinya.
“Apa sesuatu yang Cellyn sembunyikan itu berhubungan dengan ku? Tapi apa?”
Gumam Kendra lalu memilih segera masuk ke dalam mobilnya dan memutarnya kembali kerumahnya lantaran ia sudah mendapatkan jawaban dari apa yang ada di dalam benaknya, sedangkan Kely kini mengucapkan rasa syukurnya lantaran mulutnya itu tak membuka rahasia Cellyn.
“Kau memang hebat Kely, kau bisa menjaga mulutmu.”
Kekehnya yang menjadi suatu kebanggaan bagi dirinya.
.
.
.
Sedangkan di tempat lain Cellyn kini terbangun di malam hari lantaran mendengar suara bel rumahnya yang berbunyi sejak tadi, dengan malas wanita itu bangun dan membuka pintu nya, terlihat pria yang menjemputnya itu datang membawakan makanan untuknya, juga seorang wanita yang cukup berumur.
“Miss Cellyn, this is food from Mrs. Erlin for you, and introduce this to Berryn, she will be working at your house.” (Nona Cellyn, ini ada makanan dari nyonya Erlin untukmu, dan perkenalkan ini Berryn, dia yang akan bekerja di rumahmu.)
Cellyn segera meraih makanan yang pria itu bawa lalu mengucapkan terima kasih, lalu ia segera mengajak wanita itu masuk kerumahnya, Cellyn benar benar bersyukur dengan keluarga nenek Lucy yang bersikap baik padanya padahal ia belum sempat berkunjung kesana.
“Please convey my thanks to Mrs. Erlin.”
Ucap Cellyn sebelum akhirnya pria itu kembali kerumah nenek Lucy.
__ADS_1