CINTA DALAM DENDAM

CINTA DALAM DENDAM
BAB 20


__ADS_3

Malam pun tiba, Cellyn yang baru saja keluar dari bathroom sontak saja terkejut ketika mendengar suara gedoran pintu yang begitu keras dari luar, dengan cepat gadis itu membuka nya terlihat wajah Avika yang kesal menatap nya dengan tajam.


“Lama banget! Udah di tungguin makan malam noh! Gara gara Lo gue harus kelaparan!”


Ucap Avika pada Cellyn, Cellyn hanya bisa menghela nafas berusaha untuk sabar dengan sikap Avika, maklum saja siapa yang tidak benci pada gadis seperti Cellyn, seorang pembully dan sekarang justru menjadi kakak ipar dari korban yang di bully.


“Ma-maaf.”


Ucap Cellyn dan tak dihiraukan oleh Avika, gadis itu segera pergi dengan menghentakkan kaki nya, membuat Cellyn menggeleng kan kepala nya, lalu segera bersiap-siap dan segera turun takut saja jika keluarga Kendra kelaparan karena menunggu nya.


“Maaf pa, ma, Cellyn terlambat.”


Ucap Cellyn ketika baru saja turun, semua orang menoleh lalu tersenyum dan meminta Cellyn untuk segera duduk di samping Kendra, gadis itu menurut lalu segera duduk, baru saja akan mengambil makanan milik nya suara mama mertua nya membuat Cellyn menghentikan gerakan tangan nya.


“Bisa Cellyn layani Avika makan dulu? Dia terbiasa makan di layani oleh mama tapi mama sedang melayani papa.”


Mendengar itu Cellyn sontak menoleh pada Kendra yang bahkan terlihat tidak peduli, Cellyn akhir nya mengangguk dan melayani Avika terlebih dahulu dan jangan harap tidak ada drama yang Avika buat, yang menguji kesabaran Cellyn.


“Makanan nya sudah dingin, ini salah mu karena kau terlalu lama!”


Sentak Avika, Cellyn hanya bisa menahan rasa kesal nya jika saja tidak mengingat dulu dia lebih kejam pada gadis itu dari pada apa yang Avika lakukan saat ini kemungkinan Cellyn sudah membalas nya sejak tadi.


“Tolong panas kan kembali ya nak Cellyn.”


Ucap Liana pada Cellyn, lagi lagi Cellyn menoleh pada Kendra yang sama sekali tidak peduli pada nya, Cellyn akhir nya menurut dan berjalan ke dapur untu memanaskan makanan yang padahal belum dingin seperti apa yang Avika katakan.


“Sabar Cellyn, ingat Kendra bilang orang tua nya tidak suka penolakan.”


Cellyn membatin kala mengingat ucapan Kendra pada nya, tak ada rasa curiga sedikitpun pada keluarga Kendra, gadis itu begitu percaya pada suami nya itu bahkan menutup apa yang jelas jelas terjadi pada nya.


Cellyn kembali setelah memanaskan makanan namun keningnya berkerut kala melihat semua orang sudah selesai dengan makan malam mereka begitupun dengan Avika yang bahkan sudah meninggalkan kursi nya.

__ADS_1


“Loh Avika, ini makanan nya sudah di panaskan.”


Ucap Cellyn pada Avika, gadis itu menoleh sekilas lalu tersenyum sinis dan melanjutkan langkah nya meninggalkan Cellyn yang menatap nya bingung, sedangkan Kendra dan papa nya juga menyusul Cellyn setelah menyelesaikan makan malam mereka.


Kini tinggal mama mertua nya, Cellyn segera duduk di kursi nya namun belum juga makan, kini yang tersisa hanya nasi dan makanan yang ia panaskan untuk Avika, Cellyn menatap meja makan yang sudah kosong membuat hati nya merasa teriris.


“Maaf ya Cellyn, kami benar benar kelaparan hingga menghabiskan semua ini.”


Cellyn hanya bisa tersenyum kaku seraya mengangguk padahal perut nya juga tak kalah lapar namun tak ada yang bisa ia lakukan selain terlihat baik baik saja, ia pun memilih makan seadanya saja, tak lupa setelah makan ia di minta untuk menyelesaikan semua nya.


Heran juga sebenarnya lantaran di rumah ini ada beberapa asisten tapi kenapa harus ia yang di suruh menyelesaikan semua nya? Namun gadis itu tidak protes dan memilih menurut saja semua yang di perintahkan pada nya, setelah menyelesaikan semua nya gadis itu kembali ke kamar nya dengan tubuh yang sedikit lelah.


Ceklek!


Pintu di buka, terlihat Kendra tengah duduk di sofa seraya memangku laptop nya, Cellyn tersenyum menatap suami nya dan berjalan menghampiri Kendra yang terlihat sangat fokus dengan laptop nya, Cellyn duduk di samping Kendra seraya menyentuh dada pria itu.


“Malam pertama kita tidak terjadi apapun, apa kau tidak menginginkan nya?”


“Apa aku bilang menginginkan nya?”


Tanya Kendra dingin membuat Cellyn sedikit terkejut namun gadis itu kemudian tersenyum mengira jika pria itu hanya bercanda, Cellyn menggeleng kan kepala nya lalu menyusuri wajah Kendra dengan jari nya, jari nya kini terhenti pada bibir Kendra.


Gadis itu memiringkan kepala nya hendak menyatukan bibir nya pada bibir pria itu namun sontak ia terkejut kala mendapat dorongan keras dari Kendra hingga ia terjatuh ke lantai, kali ini seperti nya Kendra tidak bercanda sama sekali, terlihat dari raut wajah pria itu yang terlihat marah.


“Kak, Kendra..”


“Bukan kah sudah aku katakan, aku tidak menginginkan nya!”


Sentak Kendra membuat Cellyn benar benar ketakutan, entah apa yang terjadi pada pria itu hingga tiba tiba kembali bersikap kasar seperti ini kepada nya, padahal Cellyn merasa semua baik baik saja bahkan saat tiba di rumah itu Kendra masih berbicara lembut pada nya.


“Ma-maaf kak, aku hanya..”

__ADS_1


“Apa kau benar benar menginginkan nya?” timpal Kendra kini menarik rambut Cellyn membuat gadis itu menahan rasa sakit nya, Cellyn menggeleng kan kepala nya lalu mengangguk, entahlah ia juga tidak tahu jawaban yang ingin ia berikan pada pria itu.


“Baiklah jika itu yang kau inginkan, tapi sebelum itu terjadi kau harus menelan ini dulu.”


Ucap Kendra mengambil sebuah pil dari laci meja yang berada tak jauh dari nya, Kendra kemudian memaksa Cellyn menelan pil itu membuat Cellyn mau tak mau harus menelan nya meskipun ia tak tahu apa kegunaan dari pil yang Kendra berikan pada nya.


“Kak, apa kegunaan obat itu?”


Bukan nya menjawab, Kendra justru menarik Cellyn dan mendorong nya ke ranjang, pria itu kemudian melepas semua pakaian nya yang melekat di tubuh nya membuat Cellyn dengan cepat memalingkan wajah nya, sedangkan Kendra hanya menarik sudut bibir nya melihat Cellyn yang terlihat enggan menatap nya.


“Kenapa? Bukan kah ini yang kau inginkan?”


Ucap Kendra lalu mendekati Cellyn, kedua nya kemudian melewati malam yang begitu panas namun sayang tak sesuai dengan yang Cellyn bayangkan, bukan kenikmatan melainkan penderitaan lantaran Kendra yang melakukan nya dengan begitu kasar bahkan tak hanya sekali.


Sepanjang malam bukan jeritan kenikmatan melainkan tangisan yang Cellyn dapatkan, bahkan disaat Kendra sudah tertidur pulas, Cellyn masih menangis menahan rasa sakit di bagian inti tubuh nya.


“Kenapa justru seperti ini?”


Pagi pun tiba, Cellyn yang memang tidur di pagi hari tentu terlambat bangun, selain lelah menghadapi kebrutalan Kendra, gadis itu juga merasakan sakit mendapat perlakuan kasar dari Kendra.


Byur!!!


“Bangun!”


.


.


.


Turut bersedih Cellyn🥺

__ADS_1


jangan lupa dukungan nya buat Author ya guys 🤧🥰


__ADS_2