CINTA DALAM DENDAM

CINTA DALAM DENDAM
BAB 9


__ADS_3

Cellyn mematung menatap Kendra yang kini juga menatap nya seraya membulatkan mata, Sam seperti Cellyn seperti nya Kendra juga terkejut melihat keberadaan Cellyn disana, Agus menarik tangan Cellyn membuat gadis itu tersadar dari lamunannya.


“Ayo kenalan dulu sama Kendra.”


Ucap Agus pada Cellyn, gadis itu terlihat ragu melangkah kan kaki nya namun ia ingin bersikap biasa saja dan berpura-pura tidak mengenal Kendra lantaran memang ia tidak ingin mengenal pria itu lagi selama nya, Cellyn menghampiri Kendra serta mengulurkan tangan nya.


“Cellyn.”


Ucap nya datar lalu menarik uluran tangan nya lantaran Kendra menggenggam nya dengan erat, Cellyn kemudian duduk di sofa yang sedikit jauh dari Kendra lalu memalingkan wajah nya, bukan tidak ingin menolak namun ia sudah berjanjilah pada sang Daddy akan bertemu dengan pria yang akan di jodohkan dengan nya.


“Tunggu dulu, bukan kah dia sudah bertunangan dengan Avika? Kenapa orang tua nya justru menjodohkan nya dengan gadis lain? Apa pertunangan nya batal?”


Cellyn membatin kala mengingat Kendra yang sudah bertunangan dengan Avika tapi justru saat ini mereka di jodohkan, lalu bagaimana dengan Avika saat ini? Dan kenapa Kendra terlihat tidak punya beban sedikit pun?


Keluarga kedua nya kini mengobrol membahas tentang putra dan putri mereka masing masing, Cellyn hanya diam seraya berperang melawan pikiran nya saat ini, memikirkan bagaimana cara nya untuk menolak perjodohan ini, alasan apa yang harus dia berikan?


“Apa aku singgung saja tentang pertunangan Kendra dengan Avika? Yah seperti nya itu satu satu nya jalan, lalu aku akan menolak perjodohan ini karena alasan itu.”


Cellyn lagi lagi membatin, kini gadis itu mengangkat wajah nya menatap Kendra yang ternyata tengah menatap nya dengan wajah datar, entah kenapa semenjak putus hubungan wajah pria itu selalu datar, berbeda saat masih berpacaran dengan Cellyn, pria itu selalu saja tertawa dan tersenyum.


”Maaf om, tante apa Cellyn boleh bertanya?”


Ucap Cellyn tiba tiba membuat Pramudana dan Liliana menoleh pada Cellyn seraya mengerutkan kening nya, Pramudana mengangguk memperbolehkan Cellyn untuk bertanya pada mereka, Cellyn kemudian melirik pada Kendra yang masih saja menatap nya.


“Maaf jika pertanyaan Cellyn menyinggung kalian, tapi bukan kah kak Kendra sudah bertunangan?”


Semua orang diam, sedetik kemudian suara tawa terdengar memenuhi ruangan itu, bahkan Kendra juga tersenyum mendengar pertanyaan Cellyn membuat gadis itu merasa bingung melihat semua orang yang justru tertawa.


“Ya tuhan Kendra, apa kau bertunangan diam diam di belakang kami?”


Ucap Liliana pada Kendra seraya terkekeh, Kendra pun terkekeh mendapatkan pertanyaan itu dari mama nya, sedang kan Cellyn merasa bingung sekaligus dipermainkan, entah mana yang benar sebenarnya jika memang Kendra belum bertunangan lalu Avika itu siapa nya Kendra? Dan kenapa mereka mengaku sudah bertunangan?


“Jadi kak Kendra belum bertunangan?”

__ADS_1


Tanya Cellyn memastikan, Liliana menggelengkan kepala, bertunangan apa nya berpacaran saja baru sekali seumur hidup itu pun sudah sangat lama sekali saat Kendra masih menginjak sekolah menengah atas, dan sekarang Kendra belum pernah mengenalkan satu perempuan pada kedua orang tua nya.


“Kendra itu tipe pria yang sulit untuk jatuh cinta, jika dia jatuh cinta maka gadis itu benar benar beruntung dan hebat karena bisa meluluhkan hati batu putra kami ini.”


Hati batu kata nya? Padahal saat berpacaran dengan Cellyn, Kendra benar benar baik dan ramah tidak ada kata cuek dan dingin untuk Kendra namun pengakuan kedua orang tua nya justru berbeda.


“Apa aku berpacaran dengan pria yang mirip dengan Kendra?”


Cellyn membatin entah mengapa ia merasa jika yang berada di hadapan nya ini bukan Kendra yang pernah menjalin hubungan dengan nya melainkan orang lain, Cellyn kemudian memilih diam saja setelah mempermalukan diri nya sendiri.


“Tante dengar kau bersekolah di sekolah yang sama dengan putri tante, apa kau mengenal Avika?”


Tanya Liliana pada Cellyn, membuat Cellyn mengerutkan kening nya mendengar pertanyaan mama Kendra, Avika? Putri nya? Jadi maksud Avika itu adik Kendra? Cellyn terdiam memikirkan semua nya membuat sang mommy menepuk bahu nya.


“Sayang, tante Lili bertanya pada mu.”


Bisik Yoonia membuat Cellyn tersentak lalu menatap Kendra yang kini menunduk, seperti nya ia tahu jika Cellyn sedang menginginkan sebuah penjelasan dari nya, Cellyn kemudian menatap Liliana seraya menggelengkan kepala.


Cellyn kembali diam merenungkan semua yang ia ketahui malam ini, entah lah memikirkan semua nya membuat kepala nya pusing, di saat yang bersamaan ponsel Cellyn berdering membuat gadis itu segera merogoh ponsel nya di dalam tas, wajah nya menegang kala melihat nama Dellon tertera di layar ponsel nya.


Gadis itu memilih menjauh untuk mengangkat telepon nya, dengan cepat Cellyn berjalan menuju luar rumah nya untuk mengangkat telepon dari Dellon, tak lama hanya ingin mengatakan jika ia tidak bisa berbicara sekarang lantaran ada tamu.


“Halo, sorry Dellon tapi kita tidak bisa berbicara sekarang, di rumah ku sedang ada tamu jadi kita bicara nanti saja.”


Ucap Cellyn yang beruntung nya di mengerti oleh Dellon, gadis itu tersenyum mendengar jawaban Dellon yang benar benar mengerti diri nya, Ia kemudian memilih untuk mengakhiri sambungan telepon nya itu, namun sebelum mematikan nya Dellon meminta nya untuk mengatakan sesuatu yang benar benar membuat Cellyn malu.


“Selamat malam Dellon, aku menyayangimu.”


Cellyn tersenyum seraya menutup wajah nya setelah memastikan sambungan telepon itu, entah lah rasa nya benar benar malu mengatakan hal itu untuk pertama kali nya, Cellyn berbalik saat akan masuk ke dalam rumah nya, ia tersentak kala melihat Kendra yang sudah berada di hadapan nya dengan wajah datar nya.


“Kau? Kau menguping pembicaraan ku?sopan sekali!”


Ketus Cellyn menatap Kendra, entah lah rasanya benar benar geli melihat wajah pria itu, pria yang sudah membohongi nya dan menyakiti perasaan nya bertubi tubi, sedang kan Kendra kini mulai berjalan menghampiri Cellyn membuat gadis itu melangkah mundur.

__ADS_1


“Lepas!”


Sentak Cellyn tertahan kala merasakan tangan Kendra yang meraih pinggang nya, bukan nya melepaskan tangan nya dari pinggang Cellyn, pria itu justru semakin mengeratkan pelukannya membuat wajah nya dan Cellyn semakin mendekat.


“Lepaskan aku Kendra! Apa mau mu sebenarnya?”


Ucap Cellyn setengah berbisik lantaran takut jika orang tua mereka mendengar pertengkaran nya dengan Kendra, Kendra kemudian melirik ponsel yang berada di tangan Cellyn lalu kembali menatap wajah gadis itu.


“Jauhi dia!”


Ucap Kendra membuat Cellyn mengerutkan kening nya, dia? Siapa? Dellon? Dellon yang pria itu maksud untuk Cellyn jauhi?


“Siapa? Dellon?”


Kendra mengangguk.


“Kau tidak berhak menyuruhku untuk menjauhi pacar ku!”


Ucap Cellyn datar sedangkan Kendra mengerutkan kening mendengar pengakuan Cellyn, pacar? Dia dan Dellon berpacaran?


“Pacar? Kau dan Dellon?”


Cellyn mengangguk membuat wajah pria itu semakin datar, terlihat juga raut wajah kesal di wajah pria itu membuat Cellyn merasa puas.


“Aku berhak karena aku calon suami mu!”


.


.


.


Haloo jangan lupa dukungan nya buat author ya💋

__ADS_1


__ADS_2