CINTA DALAM DENDAM

CINTA DALAM DENDAM
BAB 58


__ADS_3

Cellyn dan Dellon kini semakin dekat, Agus dan Yoonia mempercayai Dellon untuk menjaga Cellyn dan calon bayi nya setelah pertunangan mereka, Dellon benar benar menjaga Cellyn, kemanapun dan apapun yang wanita itu inginkan akan dituruti olehnya.


Di tambah kini kandungan Cellyn yang semakin besar, kini usia kandungan Cellyn sudah 6 bulan dan disaat seperti ini Cellyn sering sekali meminta sesuatu bahkan di waktu yang tidak terduga, hal itu membuat Dellon sangat kewalahan namun ia tetap menuruti keinginan wanita itu.


Seperti malam ini, di malam yang begitu dingin Cellyn mendadak ingin jalan jalan padahal Dellon sudah mengatakan jika akan turun salju namun wanita itu bersikeras, beruntung saja mereka pulang lebih dulu sebelum salju turun dengan begitu lebatnya hingga mereka tidak perlu terjebak.


”Kenapa menatapku?"


Tanya Cellyn ketus pada Dellon yang sejak tadi menatapnya, Dellon hanya tersenyum seraya menggelengkan kepala nya entah mengapa wanita itu semakin menggemaskan dengan tingkah anehnya selama hamil.


“Rasanya ingin sekali aku menikahi mu saat ini juga.”


Ucap Dellon membuat Cellyn memalingkan wajah nya lantaran merasa malu, entah lah ucapan pria itu selalu mampu membuatnya tersenyum meskipun Cellyn sedang kesal pada Dellon tetap saja pria itu bisa membuatnya luluh hanya dengan satu kalimat saja.


“Aku pulang dulu.”


Ucap Dellon seraya beranjak dari sofa, mendengar itu tentu saja Cellyn langsung menoleh, entah mengapa rasanya benar benar belum rela jika pria itu pulang, padahal Cellyn masih ingin di temani oleh Dellon.


“Cepat sekali?”


Dellon menghentikan langkahnya seraya menoleh pada Cellyn yang sedikit merengut, pria itu terkekeh melihat wajah Cellyn, lalu kaki nya kembali melangkah menghampiri Cellyn yang masih duduk di sofa, Dellon membungkukkan tubuhnya dan mendekati wajahnya pada telinga Cellyn.


“aki takut khilaf jika terlalu lama berdua dengan mu.”


Bisiknya lalu tersenyum tipis dan segera keluar dari rumah Cellyn, sedangkan Cellyn kini hanya mematung, tak lama ia pun menatap tajam pada Dellon namun bibirnya justru membentuk sebuah senyuman, sudah ia katakan bukan jika ia mudah sekali salah tingkah jika bersama Dellon.


“Ya tuhan, semoga kebahagiaan ku memang ada pada Dellon.”


Gumam Cellyn menatap kepergian Dellon, entah mengapa ia merasa jika Dellon hanya mempermainkan nya maka rasa sakitnya akan lebih besar dari pada sakit yang Kendra sebabkan, pasalnya ia benar benar sudah sangat mencintai pria itu bahkan melebihi cintanya pada Kendra.

__ADS_1


.


.


.


Sedangkan di tempat lain kini Rachel benar benar merasa sangat bahagia, selama menikah dengan Kendra ini kalo pertama ia diperlakukan seperti seorang ratu oleh Kendra, Kendra benar benar menjaga dirinya setelah mengetahui kehamilannya.


“Ya tuhan jika aku tahu sikap Kendra Kan seperti ini, maka lebih baik sejak dulu aku hamil.”


Rachel membatin, saat ini Kendra tengah menyuapinya makan dengan sesekali mengusap perutnya yang masih datar seraya mengajak bicara bayi yang ada dalam perutnya, Kendra terlihat benar benar bahagia saat ini membuat Rachel merasa tidak memerlukan apapun lagi.


Kehidupan seperti inilah yang sejak awal ia impikan dan akhirnya ia mendapatkan nya meski dengan cara yang salah, selama beberapa minggu ini Kendra benar benar berubah menjadi suami dan calon ayah yang sigap, ia bahkan tidak mengizinkan Rachel kemanapun tanpa dirinya.


Namun di tengah kebahagiaan Rachel, masih ada sesuatu yang membuat wanita itu merasa khawatir setiap hari, yaitu Gilang, pria itu benar benar mengambil kesempatan dengan keadaan Rachel saat ini, setelah mengetahui Kendra menerima bayi itu, dan Rachel mulai menjauhinya, Gilang benar benar kehilangan sumber penghasilan.


Mau tak mau Rachel menuruti semua kemauan Gilang meskipun terkadang ia harus merasa kesal lantaran pria itu meminta jumlah yang tidak sedikit, bahkan rasanya Rachel ingin sekali memb*nuh pria itu agar tidak mengganggu kehidupan bahagia yang tengah ia jalani bersama Kendra.


Seperti hari ini, lagi lagi Rachel mendapatkan telepon dari Gilang yang sudah dari kemarin menghubunginya, tentu saja ini berhubungan dengan uang dan hal itu yang membuat Rachel tidak mengangkat nya, terlebih hari ini Kendra tidak masuk kantor membuat Rachel tidak bisa mengangkat panggilan dari Gilang begitu saja.


“Angkat telepon ku atau aku datangi rumah suami mu itu.”


Sebuah pesan masuk ke ponsel Rachel, Rachel yang tengah di suapi Kendra kini melirik pada ponselnya, matanya membulat, bibir nya sedikit bergetar membaca pesan dari Gilang, pria itu benar benar tidak waras padahal sudah Rachel katakan jika Kenda sedang bersamanya.


“Kenapa? Apa perut mu mual?”


Tanya Kendra kala melihat raut wajah Rachel yang berubah, Rachel yang mendengar itu sontak saja menganggukkan kepalanya agar Kendra tidak curiga, melihat itu Kendra kemudian mendekati Rachel, dan tanpa di duga pria itu mengusap bahkan berbicara lembut di depan perut Rachel, membuat Rachel gugup.


“Nak, jangan nakal ya kasian mama.”

__ADS_1


Ucap Kendra seketika membuat Rachel terdiam, begitu lembut Kendra berucap hingga membuat Rachel takut, Kendra berubah hanya karena bayi yang ia kandung, bagaimana jika Kendra mengetahui kebenarannya? Entah apa yang akan pria itu lakukan padanya.


“Tidak, aku tidak ingin kebahagiaan ini hilang secepat itu, akan ku lakukan apapun agar Gilang menutup mulutnya!”


Rachel membatin, mana mungkin ia akan melepaskan kebahagiaan yang baru saja ia dapatkan, ia rela memberikan apapun yang Gilang inginkan agar tidak pernah mengganggu rumah tangga bahagia nya bersama Kendra.


“Kau termenung lagi?”


Ucap Kendra membuat Rachel tersentak, wanita itu tersenyum seraya menggelengkan kepala nya, tak lama Kendra kembali menyuapi Rachel bahkan sesekali ia menyeka bibir Rachel yang sedikit berlepotan, dan hal itu membuat Rachel salah tingkah, ia merasa mereka kembali ke masa kecil mereka dimana Kendra benar benar menjaganya dengan sangat baik.


“Terima kasih nak, karena keberadaan mu mama menjadi dekat dengan papa Kendra.”


Rachel membatin, memang benar anak adalah penguat hubungan suami istri, meskipun ia lakukan dengan cara yang salah namun ia akan berusaha berubah menjadi istri yang lebih baik, ia bahkan sudah menjauhi Gilang sekarang dan tidak ingin berhubungan dengan pria itu lagi.


Tak lama terdengar suara deringan ponsel Kendra membuat pria itu segera mengangkatnya, sedangkan Rachel kini mengambil kesempatan untuk membalas pesan Gilang, seperti yang sudah sudah pria itu hanya menginginkan uang sebagai tutup mulut saja.


Rachel pun segera mengirimnya uang, beruntung Kendra selalu memberinya uang dengan jumlah yang cukup besar yang bisa Rachel gunakan untuk menutup mulut Gilang, namun kali ini pria itu tak hanya menginginkan uang namun juga tubuh Rachel membuat wanita itu benar benar kesal.


“Sial!! Kenapa dia bertingkah seperti ini??!!”


Gumam Rachel, tak lama terdengar suara pintu dibuka membuat Rachel sedikit terkejut, Kendra masuk lalu menghampiri Rachel.


“Sayang, maaf aku ada pekerjaan penting, boleh aku pergi?”


Mendengar itu Rachel pun segera mengangguk, ini adalah kesempatan emas baginya untuk menemui Gilang, takut saja jika pria itu akan bertindak sesuai dengan apa yang ia katakan pada Rachel, Kendra pun tersenyum seraya mengusap puncak kepala Rachel.


“Aku pergi dulu, jaga dirimu baik baik.”


Ucapnya sebelum akhirnya pergi dari sana , sedangkan Rachel pun segera bersiap untuk menemui Gilang, tentu untuk menuruti semua kemauan pria itu, terpaksa sebenarnya lantaran ia juga tidak ingin Gilang menemui Kendra dan memberitahu semuanya.

__ADS_1


__ADS_2