
Dellon kini berdiri di hadapan Kendra, ya pria itu datang setelah Brandon menghubunginya mengatakan jika pria kemarin yang bertengkar dengan mm dan Daddynya datang kembali, tentu saja mendengar hal itu Dellon segera datang ke rumah calon mertuanya.
“Dan kau, kau tidak berhak meminta Cellyn untuk meninggalkanku dan kembali padamu, karena hal itu juga tidak akan terjadi sampai kapanpun!”
Sentak Dellon seraya menunjuk wajah Kendra dengan jari telunjuknya, jika ditanya marah tentu saja pria itu marah mendengar semua ucapan Kendra yang meminta Cellyn untuk kembali padanya bahkan hidup bertiga bersama Brandon, apa dia tidak tahu selama ini Dellon lah yang menjadi sosok seorang ayah bagi Brandon.
“Kau siapa? Kau hanya pemeran pendukung saja disini!”
Ucap Kendra membuat Dellon hanya tersenyum sinis, pemeran pendukung katanya? Ya memang pemeran pendukung dan kini pemeran pendukung itu berubah menjadi pemeran utama, meskipun ia tahu jika Kendra adalah cinta pertama Cellyn namun ia percaya pada Cellyn, wanita itu akan tetap memilih dirinya.
”Aku calon suaminya, tentu saja aku marah!
Deg!
“Calon suami? Jadi kalian memang belum menikah?”
Tanya Kendra membuat Cellyn dan Dellon saling menatap, tak mau Kendra kembali membuat keributan, Dellon kemudian mendorong tubuh Kendra agar segera pergi dari sana, namun bukan Kendra dan Dellon namanya jika tidak bertengkar terlebih dahulu, hingga kemudian membuat Cellyn turun tangan.
“Hentikan!! Kendra pergilah dari sini!! Brandon anakmu atau bukan kau tidak berhak atas dirinya, dan kau Dellon ikut masuk dengan ku!”
Sentak Cellyn lalu segera menarik tangan Dellon masuk dengannya, sedangkan Kendra kini melihat sepasang kekasih itu yang sedang bergandengan tangan pergi meninggalkannya, rasanya benar benar sakit bahkan lebih sakit dari pada saat mengetahui Rachel mengkhianatinya.
Perlahan Kendra segera melangkah masuk kedalam mobilnya lalu melajukannya dengan kecepatan tinggi membelah jalanan kota itu yang masih belum padat lantaran memang masih sangat pagi, pria itu benar benar kehilangan kontrol hingga terus saja menambah kecepatan mobilnya hingga tanpa ia sadari ada seorang wanita tua yang sedang menyeberang jalanan.
Kendra yang baru menyadari setelah jarak yang cukup dekat pun tentu saja membanting setir hingga justru menabrak pembatas jalan dengan sangat keras.
Brakk!!!!
__ADS_1
Seketika suara yang menggemparkan sekitar jalanan itu tentu saja menarik perhatian orang orang disana, dengan cepat orang orang menghampiri mobil Kendra yang sudah mengeluarkan asap, beruntung mereka masih bisa mengeluarkan Kendra dari dalam mobil dan membawanya menjauh dari tempat kejadian.
Tempat kejadian kini dipenuhi oleh orang orang bahkan kini sudah ditangani oleh pihak yang berwajib, sedangkan Kendra kini segera dilarikan kerumah sakit lantaran kondisinya yang sangat parah, bahkan beberapa orang mengira jika pria itu sudah tiada.
Sedangkan dirumahnya kini Brandon terus saja menangis membuat Cellyn dan Dellon merasa bingung, entah apa yang membuat anak itu menangis padahal Cellyn dan Dellon sudah mengatakan jika tak ada pertengkaran lagi, namun anak itu terus saja menangis.
“Brandon kau kenapa? Kenapa menangis tanpa alasan?”
Tanya Cellyn panik, anak itu tak menjawab dan hanya memegangi dadanya dengan sangat erat membuat Cellyn dan Dellon semakin khawatir hingga tak lama Brandon kemudian tak sadarkan diri di pelukan Cellyn membuat wanita itu kini sangat ketakutan.
“Ada apa ini? Kenapa kalian ribut sekali? Dan kenapa Brandon tidur disini?”
Tanya Yoonia dan Agus yang baru saja keluar dari kamar disusul oleh Ariana dan Aaron yang juga keluar setelah mendengar teriakan Cellyn, Dellon kemudian menjelaskan apa yang terjadi lalu mereka memutuskan untuk segera membawa Brandon kerumah sakit.
“Ayo bawa kerumah sakit terdekat sebelum terjadi sesuatu padanya.”
Hingga akhirnya mobil yang mereka kendarai tiba dirumah sakit, Dellon segera menggendong Brandon dan berlari membawanya kedalam agar segera ditangani oleh Dokter, kini semua orang tengah menunggu dokter selesai memeriksa keadaan Brandon.
Cellyn sejak tadi tidak bisa diam, wanita itu terus saja berjalan mondar mandir demi menenangkan dirinya, ini kali pertamanya ia melihat Brandon kesakitan seperti itu, meskipun masih sangat kecil tapi Brandon benar benar sangat kuat, bahkan ia tidak akan melemah hanya karena demam.
“Apa mungkin selama ini dia menyembunyikan rasa sakitnya?”
Cellyn membatin, entah mengapa ia merasa jika selama ini Brandon selalu merasa kesakitan hanya saja anak itu memilih diam seperti yang biasa ia lakukan, dan apa mungkin ini efek dari rasa sakit yang ia tahan selama ini? Dengan cepat Cellyn menggelengkan kepalanya berharap apa yang ia pikirkan tidak benar.
Hingga tak lama dokter yang menangani Brandon pun keluar dari ruangan itu membuat semua orang ini menghampiri sang dokter menanyakan keadaan Brandon saat ini, namun mereka hanya bisa kebingungan mendengar penjelasan dokter yang mengatakan tak ada apapun yang terjadi, bahkan organ dalam tubuh Brandon juga baik baik saja.
“Tapi bagaimana bisa? Jelas sekali Brandon memegangi dadanya sebelum ia tak sadarkan diri.”
__ADS_1
Gumam Cellyn membuat semua orang juga merasa bingung, lalu jika tak ada apapun yang terjadi apa yang membuat Brandon kesakitan hingga tak sadarkan diri? Tak ingin semakin bingung mereka akhirnya memilih untuk menemui Brandon yang masih terbaring di atas brankar.
Cellyn menghampiri Brandon seraya duduk di samping brankar, tangannya kini mengusap pelan puncak kepala Brandon, rasanya benar benar menyesal karena selalu memarahi putranya itu, tanpa ia sadari air matanya menetes saat mengingat betapa kuatnya anaknya itu yang menemani dirinya saat ibunya merasa kesepian.
“Maafkan mama sayang.”
Ucap Cellyn dengan suara bergetar, cukup lama mereka berada di sana hingga akhirnya Dellon memutuskan untuk keluar dari ruangan itu dan mencari makanan lantaran mereka belum makan apapun sejak tadi, namun saat melewati ruangan operasi tatapan Dellon tertuju pada beberapa sosok yang tidak asing.
“Bukan kah mereka keluarga Kendra? Apa yang mereka lakukan disini? Dan kenapa mereka menangis?”
Dellon membatin, pria itu kemudian memilih untuk tidak peduli dan segera melangkahkan kaki nya pergi dari sana, namun hatinya berkata lain, entah mengapa perasaannya tidak enak melihat tak ada Kendra di sana, kini kaki nya melangkah namun bukan keluar dari sana melainkan menghampiri keluarga Kendra.
“Permisi, apa kalian keluarga Kendra?”
Semua orang disana sontak saja menoleh ke sumber suara, Avika dan Liliana hanya menoleh sekilas lalu kembali menangis, sedangkan Pramudana kini mengangguk menanggapi pertanyaan Dellon.
“Ada keperluan apa dengan Kendra?”
Tanya Pramudana menghampiri Dellon, mengira jika Dellon mungkin saja teman atau rekan bisnis Kendra, Dellon pun hanya menggelengkan kepalanya namun ia benar benar penasaran dengan apa yang terjadi saat ini begitu melihat mata Liliana yang sudah membengkak bahkan mereka juga terlihat sangat sedih.
“Apa yang terjadi?”
Tanya Dellon akhirnya, Pramudana kemudian menunduk, pria tua itu akhirnya menangis lantaran tak kuasa menjawab keadaan Kendra saat ini yang bahkan ia sendiri belum tahu bagaimana keadaan putranya itu.
“Kendra kecelakaan dan dokter sedang menanganinya saat ini.”
Deg!
__ADS_1
“Kecelakaan?”