CINTA DALAM DENDAM

CINTA DALAM DENDAM
BAB 50


__ADS_3

Sedangkan kini di negara lain Cellyn baru saja mendapatkan kabar jika kakak iparnya baru saja melahirkan bayi perempuan membuat Cellyn merasa bahagia sekaligus sedih lantaran kelahiran keponakan keduanya ia juga tidak bisa hadir.


”Nona, ada tuan Dellon dibawah.”


Ucap Berryn pada Cellyn, mendengar itu Cellyn pun segera turun dan menghampiri Dellon yang sedang menunggunya dengan memakai tas, Cellyn mengerutkan keningnya menatap pria itu, bukankah dia akan ke kampus? Tapi kenapa justru mampir kerumahnya?


“Dellon kau disini?”


Mendengar suara Cellyn membuat Dellon segera menoleh, Dellon tersenyum tipis kala melihat wajah cantik alami Cellyn saat baru bangun tidur, rambutnya masih acakan dan pakaian yang ia gunakan juga masih pakaian tidur, Dellon kemudian menghampiri Cellyn lalu berjongkok menghadap perut wanita itu.


“Hai baby, uncle pamit ke kampus dulu.”


Ucapnya lembut membuat hati Cellyn berdebar tak karuan, ia benar benar tidak menyangka jika Dellon kerumahnya hanya ingin pamit pada calon bayinya, layaknya seorang calon ayah yang sedang berpamitan dengan calon bayinya, tentu saja hal itu membuat Cellyn terharu.


“Iya uncle, hati hati.”


Ucap Cellyn menirukan suara anak kecil membuat Dellon tertawa begitupun dengan Cellyn, Dellon pun pamit setelah melihat wajah Cellyn pagi itu, sepanjang perjalanan pria itu hanya tersenyum mengingat wajah bahagia Cellyn, mendadak ia teringat pada Lucy yang memintanya untuk membuat Cellyn terus tersenyum.


“Aku akan meyakinkan dirimu jika aku bisa membahagiakanmu lebih dari pria itu, aku akan menyayangi bayimu seperti anakku sendiri, tunggu aku selesai dengan pendidikan ku Cellyn, akan ku jadikan kau istriku.”


Gumam Dellon yang nyatanya masih memiliki niat untuk mendekati Cellyn bahkan ingin menjadikan wanita itu sebagai pendamping hidupnya, tak peduli apa status Cellyn saat ini, yang jelas ia akan memperjuangkan cintanya pada wanita itu.


Cellyn kemudian berjalan ke meja makan setelah kepergian Dellon yang membuatnya tersenyum pagi ini, wanita itu kembali teringat akan kakak iparnya dan segera menghubungi keluarganya yang berada di negara tanah air, tentu ia sangat penasaran dengan wajah keponakan keduanya itu.


“Hai mom, bagaimana keadaan kak Ariana?”


Tanya Cellyn begitu sang mommy mengangkat panggilan video darinya, Yoonia kemudian menyerahkan ponselnya pada menantunya itu yang sedang menggendong bayinya yang baru lahir, mereka kemudian mengobrol panjang lebar.


“Oiya, maaf ya Cellyn sepertinya mommy dan daddy akan menunda menjenguk mu karena kakak iparmu baru melahirkan.”


Ucap Yoonia sedikit sedih lantaran harus menunda perjalanan menemui sang putri, namun ia juga tak bisa melakukan apapun lantaran menantunya juga memerlukan dirinya, Cellyn mengangguk tak masalah baginya lantaran yang terpenting kesehatan kakak ipar dan keponakannya.


“Tidak masalah mom, Cellyn baik baik saja disini.”


Jujur saja Cellyn sebenarnya juga belum siap untuk mempertemukan kedua orangtuanya dengan Dellon, entah bagaimana reaksi mereka nanti jika tahu Dellon juga tinggal di negara yang sama bahkan rumah mereka berdekatan, takut saja jika daddynya masih tidak menyukai pria itu.


“Kandungan mu bagaimana?”

__ADS_1


Cellyn lagi lagi mengangguk, kandungannya baik bahkan sangat baik apalagi ia dipertemukan dengan orang orang yang berhati mulia yang menjaga dirinya dengan sangat baik disana, meskipun terkadang ia merasa tidak enak karena selalu merepotkan mereka.


.


.


.


Sedangkan kini dirumahnya Kendra baru saja terbangun setelah mendengar suara ribut di luar kamar tamu yang sedang ia tempati, entah apa yang terjadi padahal ia sedang bermimpi bertemu dengan Cellyn bahkan ia bermimpi mantan istrinya itu tengah hamil besar.


“Ya tuhan, kenapa aku mimpi Cellyn hamil?”


Gumam Kendra namun tak lama pria itu terkejut kala mendengar gedoran pintu dari luar, jika di dengar sepertinya itu suara Rachel yang berteriak memanggil namanya, sudah dapat dipastikan wanita itu akan mengomel karena Kendra justru memilih tidur di kamar tamu.


“Kendra!! Buka pintunya, kau ada di dalamkan?!!”


Pekik Rachel membuat Kendra mau tak mau harus bergerak membuka pintu dan menerima omelan bahkan tangisan dari wanita itu, dan benar saja saat membuka pintu wajah wanita itu sudah basah Karena air mata, namun anehnya bukannya memarahi Kendra, Rachel justru memeluk pria itu.


“Kendra, kenapa kau disini? Aku mencari mu semalaman, dan ya aku tidak ingin tinggal dirumah mu ini, karena adikmu memarahiku tadi.”


Kendra mengerutkan keningnya mendengar ucapan Rachel, Avika memarahinya? Tapi kenapa? Bukankah mereka sangat dekat? Kendra melepas pelukan Rachel dari tubuhnya lalu menatap wajah wanita itu.


Tanya Kendra, Rachel pun mengangguk lalu menceritakan yang terjadi pada Kendra.


“Tadi aku sedang mencarimu, tapi Avika datang dan memerintah ku untuk mengerjakan pekerjaan rumah, kau tahu bukan kalau aku anak satu satunya orangtuaku, mereka tidak pernah menyuruhku mengerjakan pekerjaan apapun tapi disini aku justru diperlakukan sama seperti Cellyn.”


Deg!


Mendengar hal itu tentu saja membuat hati Kendra menjadi kesal, bukan pada Rachel melainkan pada Avika yang ingin menjadikan istri keduanya babu sama seperti mereka memperlakukan Cellyn dengan buruk dulu, Kendra kemudian segera menemui Avika yang berada di dalam kamarnya.


“Avika!!”


Sentak Kendra membuat gadis yang tengah berada di depan laptop itu tersentak, Avika menatap aneh pada sang kakak yang terlihat sangat marah padanya lalu menghampiri pria itu, namun yang ia dapatkan justru sebuah tamparan dari sang kakak yang bahkan belum pernah ia dapatkan selama ini.


Plak!!!


Avika memegangi pipinya yang terasa panas lalu menatap Kendra yang terlihat tidak merasa bersalah sedikitpun padanya.

__ADS_1


“Kak, kenapa kakak menamparku?”


Tanya Avika yang tentu saja bingung tiba tiba mendapatkan sebuah tamparan padahal ia merasa tidak melakukan kesalahan apapun tapi kenapa kakaknya menampar nya secara tiba tiba?


“Kau ingin membuat Rachel sama seperti Cellyn? Melakukan pekerjaan rumah ini? Cukup! Cukup Cellyn saja yang menderita, jangan orang lain lagi!”


Deg!


Avika mematung mendengar tuduhan kakaknya itu, padahal ia tidak pernah menyuruh Rachel melakukan pekerjaan apapun meskipun memang ia sedikit ribut dengan Rachel dan membandingkannya dengan Cellyn.


“Kak? Aku tidak menyuruhnya melakukan apapun! Aku hanya bertanya kenapa Rachel terlihat kesal tapi ia justru membentakku!”


Jelas Avika berharap kakaknya percaya dengan apa yang ia katakan, nyatanya kakaknya lebih percaya pada ucapan Rachel yang mengatakan apapun yang Avika katakan hanyalah kebohongan.


“Ada apa ini?!”


Sentak Liliana yang mendengar keributan terjadi di rumahnya, Liliana menatap ketiga orang itu yang saling memalingkan wajahnya, tak ada yang menjawab hingga akhirnya membuat Liliana bertanya pada Kendra.


“Tanyakan saja pada Putri bungsu mama ini!”


Ucap Kendra lalu menarik tangan Rachel pergi dari sana, kini tinggallah anak dan ibu itu di kamar Avika, Avika langsung duduk di tepi ranjang setelah mendapat tuduhan dari sang Kakak, jujur ia benar benar kesal pad Rachel yang menuduh dirinya dan memprovokasi kakaknya.


“Ada apa sayang? Kenapa kakakmu terlihat sangat marah padamu?”


Tanya Liliana seraya menepikan anak rambut Avika, mata wanita tua itu tertuju pada pipi Avika yang memerah membuat matanya seketika membulat, ia jelas tahu jika itu bekas sebuah tamparan namun pertanyaannya siapa yang melakukannya? Kendra? Rasanya tidak mungkin karena Kendra tidak akan pernah bersikap kasar pada Avika apapun kesalahan gadis itu.


“Siapa yang menamparmu? Ayo katakan pada mama?!”


Sentak Liliana.


“Kak kendra.” jawab Avika sekenanya membuat Liliana melongo, jadi benar Kendra yang menampar Avika? Tapi bagaimana mungkin?


“Tapi bagaimana..”


“Ulah menantu baru mama!” timpal Avika yang sudah sangat kesal.


Deg!

__ADS_1


“Rachel?!!”


__ADS_2