
“Karena aku ingin bahagia.”
Ucap Kendra tanpa rasa malu sedikit pun, jadi maksudnya ia ingin bahagia tapi dengan menghancurkan kebahagiaan orang lain? Tentu saja itu salah karena sekarang kehidupannya dan Cellyn sudah berbeda, Cellyn sudah menemukan kebahagiaannya sendiri.
“Kau bisa bahagia Kendra, tapi tidak dengan menghancurkan kebahagiaan orang lain, kau sadar jika yang kau incar adalah istri orang?”
Kendra hanya diam tak menjawab, tentu ia sadar namun ia tetap bersikeras untuk mendapatkan kembali Cellyn bagaimana pun caranya, sedangkan Brandon yang tengah bermain kini menghampiri Dellon dan meminta izin untuk tetap berada di sana sampai ia puas bermain, tak disangka ia benar benar merasa nyaman dirumah itu
“Dad? Boleh kah Brandon disini dulu? Nanti sore Brandon akan pulang.”
Mendengar itu tentu saja Dellon tidak bisa memutuskan apapun, ia benar benar belum percaya jika harus meninggalkan Brandon disana dengan orang orang itu meskipun mereka adalah keluarga Brandon juga, pria itu akhirnya memutuskan untuk menghubungi Cellyn karena bagaimana pun keputusan Cellyn lah yang akan menentukannya.
Cellyn pun awalnya menolak namun lagi lagi Liliana mengancam Cellyn dengan mengatakan mereka juga berhak atas Brandon, Cellyn pun mau tak mau menyetujuinya dengan syarat mereka harus benar benar menjaga Brandon selama disana, dan sebelum matahari tenggelam, mereka sudah harus mengantar Brandon pulang.
Dan akhirnya kesepakatan itu pun terjadi, Dellon pun dengan berat hati meninggalkan Brandon disana, entah mengapa rasanya sangat tidak tenang meskipun anak itu terlihat baik baik saja saat ini, sedangkan Liliana dan Kendra kini saling menatap setelah kepergian Dellon dari kediaman mereka.
“Brandon, ayo ikut dengan nenek, nenek ingin menunjukkan sesuatu padamu.”
Ucap Liliana pada Brandon, anak itu pun menurut dan mengikuti langkah kaki sang nenek menuju sebuah kamar, Liliana kemudian mengeluarkan sebuah album lali memperlihatkannya pada Brandon dimana terdapat foto Kendra dan Cellyn saat menikah dulu, tentu saja hal itu membuat Brandon merasa kebingungan.
“Ini mama kan?”
Tanya Brandon polos, Liliana pun mengangguk lalu kembali menunjukkan beberapa foto lain, dimana terlihat jelas wajah Kendra dan Cellyn disana, Brandon pun menatap foto itu dengan lekat lalu beralih menatap Liliana, tak lama Kendra pun datang membuat Brandon kini menatap Kendra dengan foto itu secara bergantian.
“Bukan kah yang difoto itu om jahat?”
Kendra yang mendengar panggilan Brandon padanya itu hanya bisa menahan rasa kesal saja, Kendra kemudian tersenyum seraya mengangguk lalu duduk di hadapan Brandon, tak hanya itu ia juga mengatakan sesuatu yang membuat Brandon menolak keras apa yang Kendra katakan.
“Aku adalah papamu Brandon, sedangkan pria yang kau panggil Daddy itu hanya Daddy barumu.”
__ADS_1
Brandon menatap tajam pada Kendra lali menggelengkan kepalanya dengan cepat, ia benar benar tidak terima jika mereka mengatakan Dellon adalah Daddy barunya karena selama ini Dellon lah yang selalu bersama dirinya dan sang mama, sedangkan Kendra baru baru ini ia temui.
“Jangan berbohong om jahat, Daddy Dellon adalah Daddy yang asli, yang lama!”
Sentak Brandon, anak itu akhirnya kembali menunjukkan watak keras kepalanya pada nenek dan papa nya membuat Kendra dan Liliana merasa sangat kesal karena Brandon yang tak mendengarkan ucapan mereka, bahkan anak itu merengek ingin segera pulang dan tidak ingin kembali kesana lagi.
“Brandon ingin pulang! Brandon tidak mau disini lagi!”
Anak itu hendak pergi dari sana namun ditahan oleh Kendra dan Liliana yang masih berusaha untuk membujuk Brandon namun sia sia karena anak itu benar benar tidak ingin mendengarkan apapun, hingga akhirnya Brandon pun mengigit tangan Kendra dengan keras membuat pria itu meringis kesakitan.
Setelah berhasil terlepas dari cengkraman Kendra, Brandon pun berlari keluar dari kamar itu lalu menuruni anak tangga, namun karena terlalu terburu-buru tanpa disadari kakinya justru terpeleset membuat nya terjatuh dari atas tangga, membuat Kendra dan Liliana yang mengejarnya terkejut.
“Brandon!!”
Pekik Kendra dan Liliana bersamaan lalu segera menuruni anak tangga menyusul Brandon yang sudah tergeletak di lantai, sedangkan tak lama Pramudana juga menghampiri Brandon ketika melihat anak itu berada di lantai dengan darah segar yang berceceran.
“Ayo segera bawa kerumah sakit!”
Mendengar itu mendadak Liliana menjadi panik begitu mengingat yang Cellyn katakan pada mereka, Liliana mengangguk saja namun nyatanya wanita itu ak menghubungi Cellyn sama sekali, setibanya dirumah sakit dengan cepat dokter segera menangani Brandon, kini ketiga orang itu berada di luar ruangan dimana Brandon tengah diperiksa oleh dokter.
“Bagaimana bisa ini terjadi? Dan kenapa Brandon bisa ada dirumah kita?”
Tanya Pramudana menatap istri dan anaknya itu, keduanya hanya diam dan saling menatap membuat Pramudana merasa curiga, entah mengapa ia merasa jika kedua orang itu tengah menyembunyikan sesuatu darinya.
“Oiya, apa kau sudah menghubungi Cellyn?”
Deg!
Liliana terdiam lalu tak lama wanita itu menggelengkan kepalanya, melihat itu tentu saja Pramudana merasa sangat marah lalu segera menghubungi Cellyn dan memberitahu wanita itu tentang keadaan Brandon saat ini, mendengar hal itu tentu saja Cellyn merasa sangat terkejut, tubuh wanita itu mendadak lemas begitu mendapat kabar dari mantan papa mertuanya.
__ADS_1
Sudah cukup lama dokter berada di dalam sana hingga akhirnya dokter yang menangani Brandon pun keluar membuat ketiga orang itu segera menghampiri nya, namun sesuai dengan apa yang mereka khawatirkan keadaan Brandon tidak begitu baik lantaran banyak kekurangan darah, sedangkan stock darah dirumah sakit itu tidak ada yang cocok dengan darah Brandon.
“Bagaimana keadaan Brandon sekarang?”
Tanya Cellyn yang baru saja tiba dengan seluruh keluarganya, dokter pun kembali menjelaskan apa yang terjadi membuat Cellyn kini kembali lemas, dunia nya terasa runtuh begitu mendengar apa yang terjadi, sontak saja tatapan wanita itu kini tertuju pada Liliana dan Kendra yang tengah terlihat panik.
“Apa yang kalian lakukan pada putraku? Aku baru menitipkannya pada kalian beberapa saat tapi lihat apa yang terjadi pada putraku?”
Sentak Cellyn marah pada keduanya, sedangkan Dellon kini mencoba untuk menenangkan Cellyn lantaran selain mereka tengah berada dirumah sakit, Cellyn juga tengah mengandung saat ini dan itu tidak baik untuknya, sedangkan Aaron yang juga marah kini menghampiri Kendra lali melayangkan beberapa pukulan diwajah pria itu.
“Hentikan!! Jangan pukul putraku!!”
Sentak Liliana yang tak terima jika putranya disalahkan, sedangkan Kendra yang merasa bersalah karena tidak bisa menjaga Brandon pun akhirnya memutuskan untuk mendonorkan darahnya karena bagaimana pun ia adalah papa kandung Brandon tentu saja darahnya akan cocok, meskipun kondisinya tidak begitu baik saat ini.
“Dokter aku papa kandungnya, kau bisa mengambil darahku.”
Ucap Kendra namun langsung dibantah oleh Liliana yang tak terima jika Kendra mendonorkan darah lantaran kondisi nya yang tidak begitu baik, melihat hal itu tentu saja keluarga Cellyn hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat keegoisan Liliana saat ini.
“Ayo ikut mama, kita harus bicara!!”
Sentak Liliana pada Kendra lali membawanya pergi dari sana, sedangkan Pramudana hanya bisa meminta maaf pada Cellyn dan keluarga wanita itu atas apa yang terjadi, sedangkan kini Kendra dan Liliana berada di lorong rumah sakit, dimana kini Liliana yang tengah memarahi Kendra atas keputusan yang pria itu buat.
“Kau gila? Kau belum sehat Kendra, kenapa mau berkorban?”
Sentak Liliana.
“Ma!! Brandon itu putra kandung Kendra, dan semua ini terjadi karena kita berdua, andai kita tidak memaksa Brandon untuk mengakuiku maka dia tidak akan lari ke tangga!”
Sentak Kendra yang menyadari jika semua adalah kesalahannya dan sang mama yang memaksa Brandon.
__ADS_1
“Jadi ini semua ulah kalian?!”
Deg!