
Hari hari berjalan dengan begitu cepat, tak terasa kini sudah sebulan berlalu dan perceraian Kendra dan Cellyn sudah terjadi, entah bagaimana caranya Aaron melakukan nya secepat itu, Cellyn tak begitu menghiraukan nya lantaran ia mempercayai semuanya pada sang kakak.
“Akhirnya statusku kini sebagai seorang janda.”
Gumam Cellyn menatap pantulan dirinya di cermin, ada rasa bahagia dan ada juga rasa sedih karena harus berpisah dari Kendra, pria yang menjadi cinta pertama nya, tapi apa boleh buat karena ini sudah takdir untuk dirinya dan juga Kendra.
Ceklek!
“Sayang, ayo makan siang, mommy sudah membuat mie goreng seperti yang kau inginkan.”
Ucap Yoonia pada Putri nya itu, selama kembali ke rumah nya Cellyn kembali menjadi putri yang manja, apapun yang ia inginkan selalu dipenuhi oleh kedua orang tua nya, seperti hari ini Cellyn ingin sekali makan mie goreng buatan mommy nya, dan mommy nya segera memasaknya untuk Cellyn.
Mereka kemudian turun menuju meja makan dimana semua orang kini telah menunggu mereka, Aaron dan Ariana juga ada disana lantaran Ariana sering merasa kesepian jika Aaron sudah berangkat kerja, jadi ia selalu berada dirumah mertua nya itu.
“Maaf sudah membuat kalian menunggu.”
Ucap Cellyn yang sudah terbiasa mengucapkan kata maaf selama dirumah Kendra, semua orang hanya tersenyum melihat Cellyn yang sangat lembut dan selalu meminta maaf, mereka kemudian segera memulai makan siang mereka kecuali Cellyn.
Entah mengapa mendadak ia merasa mual melihat makanan yang sudah mommy nya masak, namun ia berusaha untuk menahannya lantaran tidak ingin membuat semua orang merasa jijik, namun rasanya benar benar sudah tidak bisa ditahan hingga Cellyn segera berlari ke dapur menuju wastafel.
“Huek!!”
Semua orang tentu saja bingung dan khawatir melihat Cellyn yang tiba tiba saja mual, dengan cepat Yoonia segera menghampiri putrinya itu, setelah dirasa lebih baik Cellyn kemudian kembali ke meja makan seraya mengucapkan kata maaf lantaran sudah membuat khawatir semua orang.
“Kenapa Cellyn?”
Tanya Ariana pada adik iparnya itu, entah mengapa ia merasa ada yang tidak beres pada adik iparnya itu, Cellyn hanya menggelengkan kepala nya, ia juga tidak tahu apa yang terjadi padanya saat ini, padahal ia menjaga pola makan nya dan tidak mungkin ia masuk angin.
“Cellyn hanya mual melihat semua makanan ini, padahal Cellyn ingin sekali memakannya.”
Jelas Cellyn membuat Ariana dan Yoonia saling menatap, jika dilihat dari gejala yang Cellyn ucapkan hanya satu yang ada di dalam pikiran mereka yaitu Cellyn sedang mengandung, dan jika itu benar maka mereka tidak tahu harus merasa bahagia atau sedih.
__ADS_1
“Cellyn apa kau sudah..”
Ucapan Ariana terhenti kala mama mertua nya menghentikan dirinya untuk bertanya, bukan tanpa alasan Yoonia melakukan itu, ia hanya tidak ingin beban pikiran Cellyn yang baru saja hilang kembali dengan kecurigaan mereka, Ariana pun menurut saja mungkin belum saat nya ia bertanya pada Cellyn.
Mereka kemudian melanjutkan makan siang mereka tanpa sepatah katapun, setelah selesai Cellyn kembali ke dalam kamarnya sedangkan semua orang kini berkumpul di ruang keluarga untuk membahas apa yang mereka curigai pada Cellyn.
“Rasanya aku ingin makan eskrim di taman, pasti menyenangkan.”
Gumam Cellyn yang tiba tiba saja membayangkan dirinya tengah memakan eskrim di taman, tanpa pikir panjang wanita itu kemudian segera mengambil jaketnya dan kunci mobil milik nya untuk membeli beberapa eskrim tanpa sepengetahuan keluarganya.
Cellyn berhenti disebuah mini market membeli beberapa eskrim dan cemilan untuk ia makan di taman, namun tanpa sengaja ia menabrak tubuh seseorang lantaran tak begitu fokus pada jalanan, hampir saja ia terjatuh namun beruntung nya orang itu menahan tubuh nya.
“Maaf, maaf saya tidak sengaja.”
Ucap Cellyn tanpa menoleh pada orang itu, sedangkan orang itu kini tengah menatap Cellyn tak percaya.
“Cellyn?”
“Rain, kau disini?”
Pria itu menganggukkan kepala, lalu mengangkat beberapa belanjaannya yang sudah berada di tangan nya, beberapa minuman kaleng, Cellyn mengangguk lalu diam, rasanya benar benar canggung setelah sebulan tidak saling bertemu dan bersapa.
“Bagaimana kabarmu? Aku tidak percaya bisa bertemu dengan mu lagi, padahal aku benar benar sudah menyerah lantaran tidak menemukan alamat rumah mu.”
Kini gantian Cellyn yang terkekeh geli melihat wajah cemberut Rain saat bercerita, kedua nya saling mengobrol hingga tak lama terdengar suara yang tak asing di telinga Cellyn yang sedang menyapa dirinya.
“Hai Cellyn.”
Cellyn dan Rain menoleh pada sumber suara dimana kini Rachel dan Kendra juga berada di tempat yang sama, terlihat tangan Rachel tengah melingkar dilengan Kendra membuat Cellyn seketika memalingkan wajah nya, Cellyn memilih pergi dari sana namun lagi lagi Rachel mengatakan sesuatu yang membuat Cellyn menghentikan langkah nya.
“Aku tidak menyangka kau benar benar memiliki hubungan dengan pria ini.”
__ADS_1
Ucap Rachel melirik Rain yang sedang mengerutkan kening nya, sungguh ia benar benar malu pada Rain karena harus terlibat di dalam urusan pribadi nya, Cellyn kemudian menatap Rachel dan Kendra secara bergantian.
“Tolong jangan samakan aku dengan pria itu yang dengan mudahnya membawa selingkuhan nya di depan istrinya sendiri, dan kau, kau itu wanita murah jadi semua yang keluar dari mulut mu juga murah alias sampah!”
Mendengar itu tentu saja Rachel benar benar kesal begitupun dengan Kendra yang sedikit tidak terima dituduh berselingkuh padahal nyatanya ia tidak berselingkuh sama sekali dan Cellyn juga tahu itu, sedangkan Rain hanya bisa mengulum senyumnya mendengar Cellyn membalas ucapan Rachel dengan sangat berani.
Cellyn segera berlalu dari hadapan Rachel dan Kendra diikuti oleh Rain yang masih ingin mengobrol dengan Cellyn, pria itu mengikuti Cellyn hingga ke taman dimana Cellyn memang ingin makan semua cemilan yang ia beli disana.
“Kenapa mengikutiku?!”
Ketus Cellyn yang masih merasa kesal melihat Rachel dan Kendra di mini market, sedangkan Rain hanya terkekeh entah mengapa setiap ekspresi wajah yang Cellyn tunjukkan selalu terlihat sangat menggemaskan dimata nya.
“Hei, kau kesal dengan mereka kenapa malah meluapkannya padaku?”
Cellyn terdiam, ya ia memang salah, kenapa harus meluapkan rasa kesal nya pada orang lain? Entahlah ia tidak berniat begitu sebenarnya tapi ia memang tidak bisa mengendalikan emosinya.
“Maaf.”
“Baiklah, aku akan memaafkan mu dengan syarat kau harus menerima keberadaan ku di hidupmu.”
Ucap Rain membuat Celly mengerutkan kening nya, apa maksud ucapan pria itu?
“Maksudku keberadaan ku di sini.”
Timpal Rain yang mengerti jika Cellyn merasa bingung dengan ucapan nya, Cellyn mengangguk lalu melahap semua cemilan yang ia beli, kedua nya saling mengobrol membuat Cellyn banyak tertawa lantaran Rain benar benar menunjukkan sisi badut nya pada Cellyn.
Sedangkan di kejauhan kini sepasang mata tengah menatap tajam pada kedua orang itu yang terlihat sangat bahagia, Kendra mengepalkan tangan nya kala melihat Cellyn dan Rain yang berada cukup jauh dari tempatnya dan Rachel.
“Rachel, aku menyetujui pernikahan kita.”
Deg!
__ADS_1