
Sedangkan di negara lain kini Kendra sudah melewati masa koma nya, namun yang menyedihkan pria itu justru lupa dengan dirinya sendiri dan keluarga nya membuat semua keluarga nya kini merasa sangat sedih, Kendra bahkan terlihat takut melihat keluarga nya lantaran mengira mungkin mereka berbohong tentang dirinya.
“Pa, bagaimana ini? Kenapa justru jadi begini?”
Ucap Liliana pada suaminya, sedangkan Pramudana hanya menggelengkan kepala nya ia juga merasa bingung dengan semua nya, kenapa Kendra harus mengalami amnesia, beruntung dokter mengatakan amnesia yang di alami Kendra tidak permanen, dan seiring berjalannya waktu Kendra bisa saja mengingat semuanya kapan saja.
Namun meskipun sudah sadar, Kendra masih harus dirawat dirumah sakit itu lantaran kondisi tubuhnya yang masih parah, mereka pun memutuskan untuk tetap berada di sana hingga Kendra dinyatakan sembuh sepenuhnya oleh dokter, sedang kan Kendra kini berada di ruangannya seraya menatap dirinya di cermin.
“Apa benar mereka keluarga ku? Kenapa tidak ada satupun yang aku ingat?”
Gumam Kendra menatap dirinya di pantulan cermin, rasanya benar benar tak percaya dengan semua orang yang mengaku sebagai keluarga nya, Kendra sempat meminta bukti namun tetap saja ia tidak bisa percaya begitu saja pada orang orang itu, entah sampai kapan ia akan berpikiran seperti itu.
Sedangkan di tempat lain kini kedua keluarga tengah mempersiapkan pernikahan kedua anak mereka, Ya hari ini Cellyn benar benar sibuk lantaran harus menentukan tema pernikahan yang ia inginkan, sedangkan Dellon tidak bisa datang kerumah Cellyn lantaran ada pertemuan penting.
Tidak masalah karena Dellon mempercayakan semua pada calon istrinya itu, Cellyn benar benar sangat bahagia menantikan hari bahagianya itu, tak lama terdengar ponselnya yang berdenting namun Cellyn masih mengabaikannya lantaran sedang memasak untuk calon mertua nya.
Hingga beberapakali ponselnya kembali berbunyi membuat Cellyn mau tak mau mengangkat nya lantaran sangat kesal, namun keningnya berkerut begitu membaca pesan dari Lucy yang mengatakan jika Cellyn sedang berada di cafe bersama Dellon, padahal Cellyn sedang berada di rumahnya.
[Hei ketahuan! Kau bilang sedang berada dirumah mu, tapi ternyata kau berada di cafe bersama Dellon, sungguh tidak adil!]
Isi pesan dari Lucy, membaca hal itu tentu saja Cellyn benar benar bingung, wanita itu kemudian meminta Lucy untuk memastikan dengan benar jika itu memang Dellon atau bukan, bahkan meminta Lucy untuk mengambil gambar mereka secara diam diam.
“[Tapi posisinya cukup jauh, tapi kenapa kau minta aku untuk memotret nya diam diam? Bukan kah itu kau?]
Tanya Lucy yang tentu saja bingung dengan permintaan Cellyn, Cellyn tak menjawab dan terus saka memaksa Lucy untuk mengambil foto mereka diam diam, hingga akhirnya Lucy pun menurut meskipun tidak begitu jelas namun itu benar benar Dellon, sedangkan wanita itu tidak bisa dikenali lantaran duduk membelakangi Lucy.
__ADS_1
[Dimana lokasinya? Aku akan kesana sekarang juga!]
Balas Cellyn dan langsung berlari menuju kamarnya untuk bersiap siap, tak lama Lucy pun mengirim alamat cafe tersebut pada Cellyn membuat wanita itu segera bergerak dari sana, sempat di tanya oleh keluarga nya namun Cellyn berbohong dengan mengatakan ingin membeli sesuatu.
Sepanjang perjalanan Cellyn terus saja menatap foto yang Lucy kirim, beruntung cafe nya tidak begitu jauh hingga Lucy tidak perlu menemui Dellon dan menanyakan wanita itu terlebih dahulu lantaran Cellyn ingin menanyakan langsung pada Dellon, hingga akhirnya setelah merasa menempuh perjalanan yang jauh Cellyn pun keluar dari mobil.
“Jangan biarkan aku disakiti pria lagi tuhan.”
Gimana Cellyn, wanita itu menarik pelan nafasnya sebelum akhirnya kakinya melangkah menuju cafe dimana Dellon berada, baru saja Cellyn masuk ke dalam cafe namun wanita itu harus melihat pemandangan yang sangat menyakitkan dimana kini wanita yang ternyata Clara itu tengah memeluk Dellon.
Cellyn pun sontak saja segera melangkahkan kakinya menuju kedua orang itu namun langkahnya terhenti begitu melihat Dellon mendorong tubuh Clara dengan keras membuat wanita itu terjadi ke lantai bahkan sampai meringis kesakitan namun Dellon tak memperdulikannya.
“Sudah aku katakan kita bertemu hanya sebagai rekan bisnis saja!”
Sentak Dellon pada Clara membuat Cellyn merasa bahagia, beruntung apa yang ia lihat tidak seperti yang ia pikirkan, namun sialnya wanita tidak tahu diri itu melihat keberadaan Cellyn lalu segera bangkit dan kembali memeluk Dellon, dan yang lebih mengejutkan lagi Clara mengatakan hal yang tidak masuk akal disana.
Deg!
Cellyn mematung kala salah satu jari Clara menunjuk padanya membuat semua orang kini menatap Cellyn, tentu saja Cellyn tahu jika Clara berbohong mengatakan sedang mengandung anak Dellon, tapi kenapa harus mempermalukan dirinya? Tak lama Dellon pun menoleh kebelakang dan sontak saja mendorong Clara.
“Cellyn? Kau disini? Bagaimana bisa?”
Tanya Dellon menghampiri Cellyn yang masih diam melirik pada semua orang yang tengah berbisik bisik, tak lama Lucy dan Kely pun menghampiri mereka setelah cukup lama menahan diri atas permintaan Cellyn, wanita itu sontak saja menampar Dellon setelah mendengar apa yang Clara katakan.
“Kau gila?!! Kau menghamili wanita lain disaat pernikahan mu sudah di depan mata?!”
__ADS_1
Pekik Lucy yang tak terima jika Dellon benar benar menyakiti Cellyn, wanita itu sudah cukup menderita dengan cinta pertamanya dan sekarang Dellon juga menyakiti nya? Sedangkan Dellon menggelengkan kepalanya seraya menyangkal apa yang Lucy tuduhkan padanya.
“Sayang, kau percaya padaku bukan? Aku tidak mungkin menghamilinya, aku bertemu dengannya karena di ternyata yang mewakili papa nya untuk membicarakan proyek yang akan kami bangun.”
Cellyn menatap tajam pada Dellon lalu menepis tangan pria itu yang tengah memegang kedua pundaknya, Cellyn kemudian berjalan menghampiri Clara, hingga kini Cellyn berada di hadapan Clara dan menatap mata wanita itu dengan lekat.
“Apa? Kau tidak percaya jika aku benar benar hamil anak..”
Plak! Plak! Plak!
“Rendahan!! Kau memang wanita rendahan yang menggunakan segala cara untuk merebut calon suami ku!”
Ucap Cellyn dengan tenang namun setiap kata yang keluar dari mulutnya penuh dengan penekanan, sedangkan Clara kini terdiam memegangi kedua pipinya yang terasa sangat sakit, ia tidak menyangka jika Cellyn akan bergerak secepat itu padanya.
“Aku tidak berbohong! Kita bisa..”
“Membuktikannya? Baiklah kita akan buktikan jika kau tidak berbohong, tapi jika kau berbohong maka aku akan menyebarluaskan semua kebohonganmu dan aku tidak akan bertanggung jawab atas karir mu kedepannya, dokter Clara!”
Deg!
Clara mematung begitu mendengar ancaman Cellyn, bagaimana ini? Ia tidak mungkin merelakan karir yang sudah ia bangun dengan susah payah hanya demi mendapatkan pria yang bahkan belum tentu akan ia dapatkan.
“Bagaimana? Kau masih ingin berbohong?”
Tanya Cellyn melipat kedua tangannya di dada menatap Clara yang sedang ketakutan saat ini, hingga akhirnya Clara memilih pergi dari sana tanpa sepatah katapun, sontak saja semua pengunjung cafe itu menyoraki Clara yang dianggap pembohong dan mencoba merusak hubungan orang lain.
__ADS_1
Sedangkan Dellon kini tersenyum lalu menghampiri Cellyn lantaran sudah mempercayai dirinya, namun Cellyn masih bersikap dingin dan menepis tangan Dellon yang hendak menggenggam tangan nya.
“Kau masih punya salah padaku!”