
Sedangkan Rachel yang tengah berada di hotel saat ini baru saja merasa sangat takut, pasal nya ia dan Gilang baru saja pulang dari rumah sakit setelah Rachel yang tiba tiba saja pingsan, dan betapa terkejutnya mereka kala mengetahui bahwa Rachel tengah mengandung 5 minggu.
Tentu saja Gilang disalahkan oleh wanita itu lantaran disaat Gilang sudah merasa tidak tahan ingin berhubungan dengan wanita itu bahkan tanpa menggunakan pengaman, padahal Rachel sudah memintanya untuk menggunakan pengaman di karena kan ia dalam masa subur.
“Sudah ku katakan untuk memakainya terlebih dahulu!”
Sentak Rachel kesal pada pria itu, kali ini ia benar benar tidak menginginkan hal seperti ini terjadi, ia memang ingin mencari kepuasan dari pria itu tapi tidak sampai mengandung anak pria yang bahkan kehidupannya Rachel yang membiayainya, tak hanya Rachel, tapi Gilang juga sama pusingnya, selain wanita itu istri orang, ia juga belum siap menjadi seorang ayah.
“Aku tidak tahu jika akan menjadi seperti ini, lalu bagaimana sekarang? Kita g*gurkan saja?"
Tanya Gilang tanpa rasa bersalah sedikitpun, sedangkan Rachel kini menatapnya dengan sangat tajam, enak sekali ia memberi saran seperti itu sedangkan yang merasakan dan yang menanggung semua resikonya adalah Rachel, tentu saja wanita itu tidak akan setuju.
“Oh ya? Jika terjadi sesuatu dengan ku bagaimana?”
Gilang kembali diam, ia sebenarnya tidak begitu peduli dengan nyawa wanita itu, yang jelas ia ingin tidak ada hal apapun yang akan mengikatnya dan juga Rachel nanti, Rachel termenung bagaimana jika Kendra tahu? Tentu ia akan di ceraikan dan ia tidak ingin hal itu terjadi.
“Tidak tidak, aku tidak ingin bercerai dengan kendra!”
Gumam Rachel seraya menggelengkan kepala nya, lalu tak lama ia pun memilih untuk pulang saja di karenakan hari yang hampir gelap, takut saja jika nanti Kendra akan mencarinya meskipun itu tidak mungkin, namun Rachel tetap memilih pulang dan mencari jalan keluarnya nanti.
Sesampainya di rumah, Rachel sudah di sambut dengan tatapan tidak suka mertua dan adik iparnya itu, namun ia tak peduli dan memilih masuk ke dalam kamarnya, toh mereka juga tidak akan berani berbicara apapun padanya karena ia akan mengadukannya pada Kendra.
Rachel membuka pintu kamar, namun keningnya berkerut kala tak menemukan keberadaan Kendra di sana padahal ini sudah hampir malam dan seharusnya Kendra sudah pulang, Rachel pun memilih untuk membersihkan dirinya, entah mengapa saat ini ia merasa tidak ingin melakukan apapun.
Sedangkan Kendra saat ini yang tengah berada di club mulai kehilangan kesadarannya setelah minum cukup banyak, bahkan temannya yang pemilik club itu juga merasa bingung pada Kendra, pria itu memang sering kesana namun tak sampai minum sebanyak itu karena ia tak mau kehilangan kesadarannya.
“Ada apa dengannya? Kenapa dia minum begitu banyak?”
Gummam Andre yang menatap aneh pada Kendra, ingin membawanya pulang namun Kendra terus saja menolak dan hanya ingin pulang jika Cellyn yang menjemputnya, sedikit banyak Andre tahu tentang pernikahan Kendra dan ia juga sedikit kesal dan kasihan pada pria itu yang diperalat oleh mamanya.
“Ayo pulang Ken, kau sudah terlalu mabuk!”
Ucap Andre berusaha menarik tangan Kendra, hari sudah gelap dan clubnya akan segera di penuhi orang orang dan wanita tidak benar, dan ia tidak ingin wanita wanita itu mengganggu Kendra, mau tak mau Andre harus meminta bantuan bodyguard nya untuk membawa Kendra ke dalam mobil.
__ADS_1
“Lepas!!! Aku bilang aku hanya akan pulang jika Cellyn menjemput ku!!”
Sentaknya pada dua bodyguard itu namun tentu saja tenaganya akan kalah dari dua orang itu, Meskipun tetap memberontak namun akhirnya kini Kendra berhasil di masukkan ke dalam mobilnya, kini Andre akhirnya membawa Kendra pulang kerumahnya.
Di sepanjang perjalanan Kendra terus saja menyebut nama Cellyn, terkadang ia mengucapkan permintaan maaf, terkadang ia terlihat marah dan mengatakan Cellyn tidak setia padanya, entah apa yang sebenarnya terjadi yang jelas Andre hanya ingin pria itu segera pulang.
Begitu sampai di rumah Kendra, Andre segera meminta bantuan penjaga untuk membawa Kendra masuk sedangkan ia memilih untuk pulang menggunakan taksi, ia tidak ingin bertemu dengan mama atau keluarga Kendra lantaran bisa saja ia yang akan di marahi.
“Kendra!!!”
Timpal Liliana begitu melihat Kendra masuk dibawa oleh dua orang penjaga, tentu saja ia merasa khawatir melihat Kendra pulang dengan keadaan seperti itu, namun saat mendekati putranya itu Liliana segera mengumpat kala mencium aroma alkohol dari putranya itu.
“Kendra kau mabuk?!!”
Sentak Liliana yang tak menyangka jika putranya akan minum minuman itu, padahal selama ini mereka melarang keras Kendra untuk ke tempat itu atau mencoba minuman itu, tentu saja Liliana merasa sangat marah saat ini meskipun Kendra juga seperti orang linglung.
“Ini semua salah mama! Seharusnya aku tidak menuruti semua ucapan mama, aku kehilangan Cellyn ma!!”
Ucap Kendra membuat Liliana seketika terdiam, jadi ini alasan Kendra menjadi seperti ini? Mendadak Liliana merasa bersalah pada putranya itu, memang benar ini semua kesalahannya yang memaksa putranya itu menikahi Cellyn hanya untuk balas dendam, lalu memisahkan mereka.
Ucap Liliana mencoba untuk menyentuh putranya namun dengan cepat di tepis oleh Kendra, dalam keadaan tidak sadarnya ia benar benar menunjukkan rasa kecewa dan marahnya pada sang mama membuat Liliana semakin bersalah bahkan tanpa ia sadari kini air matanya menetes.
“Maafkan mama Ken, jika kau mau mama akan menemui Cellyn dan meminta maaf padanya.”
Kendra hanya terkekeh kecil mendengar ucapan sama mama, kenapa baru sekarang? Padahal Kendra sudah memintanya sejak dulu tapi sang mama tetap tidak pernah dituruti oleh wanita itu, sekarang setelah mengetahui sifat asli Rachel baru ia merasa menyesal.
“Minta maaf? Tidak perlu ma, dia sudah tidak tinggal di negara ini lagi!”
Mendengar hal itu tentu saja Liliana merasa bingung lantaran memang ia tidak tahu tentang hal ini, Liliana pun bertanya dimana keberadaan Cellyn sekarang namun di saat yang bersamaan Rachel datang setelah mendengar keributan yang terjadi.
“Ada apa ini? Kendra kau kenapa?”
Ucap Rachel segera turun dari tangga menghampiri Kendra, namun seketika ia teringat jika ia tengah mengandung, ia pun memelankan langkahnya lalu segera mendekati Kendra yang sudah tidak sadarkan diri.
__ADS_1
Rachel pun segera membawa Kendra ke kamarnya tentu saja dengan bantuan penjaga rumah itu, sesampainya di kamar Rachel mengusir Liliana dari sana dan tentu karena ada sesuatu yang terlintas di pikirannya untuk tetap mempertahankan kandungan nya dan juga rumah tangga nya.
“Cellyn..”
Gumam Kendra, mendengar itu jangan tanya bagaimana raut waja h Cellyn, yang jelas wanita itu benar benar kesal hanya saja ia memilih untuk tidak menghiraukan nya lantaran ia lebih mementingkan dirinya saat ini.
Dengan cepat Rachel mengunci pintu kamar mereka lalu membuka seluruh pakaian Kendra dan pakaiannya, wanita itu juga meninggalkan beberapa bekas kepemilikan di tubuh Kendra agar terlihat lebih nyata jika mereka telah melakukan sesuatu.
Hingga akhirnya pagi menyapa kedua pasangan itu, Kendra yang masih sangat pusing pun mau tak mau terbangun kala ia merasakan teriknya matahari yang menembus gorden kamarnya, pria itu membuka mata secara perlahan seraya memijat pangkal hidung nya.
“Eungghhh, lelah sekali.”
Gumam Rachel yang juga bangun setelah beberapa saat Kendra bangun, mendengar hal itu tentu saja Kendra menoleh namun seketika matanya membulat melihat Rachel dalam keadaan polos dan hanya tertutup dengan selimut tebal.
“Kau? Kenapa kau tidak memakai pakaianmu?”
Tanya Kendra yang masih belum sadar jika ia juga tidak memakai pakaiannya, sedangkan Rachel kini terkekeh seraya menunjukkan pakaian yang tergeletak di lantai, membuat Kendra mengerutkan keningnya.
“Aku tidak sempat memakainya setelah pergulatan panas kita kemarin malam, kau memelukku dengan begitu erat hingga aku pun merasa nyaman.”
Deg!
Kendra terdiam, pergulatan panas? Kemarin malam sontak saja ia menatap tubuh nya yang juga sudah polos, Kendra mengusap kasar wajahnya seakan tidak percaya namun mana mungkin Rachel akan menyia-nyiakan kesempatan yang ada, Kendra kemudian berlari menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
Sedangkan Rachel tersenyum tipis akhirnya ia tidak perlu meng*gurkan kandungannya dan juga ia tak harus kehilangan Kendra, Setelah selesai membersihkan diri Kendra pun segera bersiap siap ke kantor, tentu saja ia hanya ingin menghindari Rachel.
“Sial!! Kenapa bisa aku melakukan itu pada Rachel!!”
Umpat Kendra ketika berada di dalam mobil dalam perjalanan menuju kantor, entah lah ia juga tak mengingat apapun karena dalam keadaan mabuk, seketika ia menyesal karena terlalu banyak minum hingga ia tak sadarkan diri, dan entah apa lagi yang ia lakukan kemarin malam.
.
.
__ADS_1
.
Siapa yang terima Kendra dengan Rachel aja?😭 author enggak sihh