
Setelah menempuh perjalanan yang melelahkan akhirnya Kendra dan kedua orang tuanya kini tiba di kediaman mereka, mereka disambut oleh Avika yang memang sudah pulang lebih dulu lantaran harus meninjau perusahaan papanya, sedangkan Kendra kini menatap sekeliling bangunan itu yang memang terasa tidak asing.
“Selamat datang kak.”
Ucap Avika memeluk tubuh Kendra dengan sangat erat, Kendra pun membalas pelukan Avika sebagaimana yang ia tahu jika Avika adalah adik kandungnya, mereka kemudian segera masuk ke rumah melepas penat namun Kendra masih celingak celinguk mencari sosok yang ingin sekali ia temui.
“Dimana istri dan anakku?”
Deg!
Semua orang saling menatap satu sama lain, kenapa harus secepat ini Kendra menanyakan Cellyn? Nyawa Liliana bahkan belum sepenuhnya terkumpul dan dipaksa untuk harus memikirkan alasan membohongi Kendra lagi, sedangkan Pramudana memilih untuk tidak ikut campur dan pergi dari sana, semua berawal dari Liliana dan harus wanita itu yang menyelesaikannya.
“Ma? Dimana istriku?”
Lagi Kendra bertanya lantaran tak mendapat jawaban dari sang mama, Liliana kemudian melirik Avika memberi isyarat agar putrinya itu mau membantunya mencari alasan yang tepat, sedangkan Avika hanya menaikkan kedua bahunya, jujur saja ia juga tidak tahu harus mengatakan apa, ia juga tidak ingin mengganggu kehidupan orang lain lagi.
“Dia-dia sedang berada dirumah orang tuanya, rumah mertua mu.”
Ucap Liliana justru membuat Kendra semakin bingung, kenapa istri nya justru berada di rumah orang tuanya padahal suaminya akan pulang kerumah dari perjalanan jauh dan juga baru sembuh dari sakit, bukankah itu aneh? Kenapa istrinya seolah olah tidak peduli pada dirinya? Apa mereka terlibat masalah?
“Apa mama sedang menyembunyikan sesuatu dariku?”
Liliana hanya bisa terdiam mendengar pertanyaan Kendra, apa putranya itu merasa curiga padanya? Sontak saja wanita itu menggelengkan kepalanya lantaran tak ingin Kendra meragukannya, namun sepertinya Kendra masih tidak percaya pada jawaban yang mamanya berikan itu.
“Katakan yang sebenarnya ma, apa Kendra sedang bermasalah dengan Cellyn hingga dia memilih untuk kembali kerumah orang tuanya?
Liliana sedikit terkejut mendengar pertanyaan Kendra, jadi Kendra mengira dirinya sedang bermasalah dengan Cellyn, sontak saja Liliana mengangguk dan kembali berbohong pada Kendra jika ia dan Cellyn memang sedang tidak baik baik saja, Cellyn pulang kerumah orang tua nya sebelum Kendra kecelakaan.
__ADS_1
Mendengar hal itu jelas saja Kendra sedikit sedih lalu menanyakan alasan mereka bertengkar, lagi dan lagi Liliana harus berbohong pada Kendra bahkan tanpa ia sadari kebohongannya sudah sangat jauh, entah apa yang akan terjadi nantinya jika Kendra bertemu Cellyn dan Dellon, yang jelas Liliana tidak akan membiarkan mereka bertemu dulu untuk saat ini.
“Kalian bertengkar karena.. kesalahpahaman, ya kesalahpahaman saja.”
Ucap Liliana membuat Kendra mengangguk, sepertinya yang terjadi padanya dan Cellyn cukup rumit hingga istrinya itu memilih untuk kembali kerumah orang tuanya, apapun itu Kendra akan segera menjemput istrinya dan memperbaiki semua masalah yang terjadi dalam rumah tangga mereka.
“Dimana rumah mertua Kendra ma?”
“Kenapa bertanya? Apa kau ingin menjemputnya?”
Timpal Liliana dan dibalas anggukan kepala oleh Kendra yang sontak saja membuat Liliana semakin pusing, hingga akhirnya Liliana sedikit tegas pada Kendra meminta anaknya itu untuk istirahat terlebih dahulu dengan alasan kesehatan, Kendra pun mau tak mau menurut lagi pula ia memang sedikit lelah saat ini.
Kendra pun masuk kedalam kamarnya dibantu oleh Avika, sedangkan Liliana kini segera merebahkan dirinya diatas sofa, rasanya lebih melelahkan ketika mendengar pertanyaan Kendra tentang Cellyn dari pada menempuh perjalanan yang jauh, entah sampai kapan ia akan berbohong pada Kendra, yang jelas ia berharap Kendra akan segera mengingat semuanya agar hal yang lebih buruk tidak terjadi.
“Ma! Kenapa terus saja berbohong pada kak Kendra?!!”
Sentak Avika yang baru saja kembali mengantar Kendra, mendengar suara Avika yang cukup keras tentu saja membuat Liliana segera membekap mulut Avika lantaran takut jika Kendra akan mendengar hal itu meskipun putranya itu sudah masuk ke dalam kamarnya.
Sentak Liliana yang kesal pada Avika, Avika hanya diam menatap kesal pada Mamanya yang tiba tiba saja membekap mulutnya, Liliana kembali duduk disofa begitupun dengan Avika, keduanya kini kembali membahas kebohongan yang Liliana ucapkan pada Kendra, meskipun tidak suka tapi memang tidak ada pilihan lain lagi.
.
.
.
Sedangkan kini di kediamannya yang sangat harmonis itu, Cellyn dan Dellon tengah mengemas semua barang yang akan mereka bawa kerumah baru mereka, ya mereka memilih untuk tinggal dirumah mereka sendiri yang sudah Dellon beli atas nama Cellyn, besok pagi mereka akan segera pindah dari sana meninggalkan rumah besar itu.
__ADS_1
“Pakaian Brandon bagaimana?”
Tanya Dellon pada Cellyn yang membuat Cellyn kembali pusing karena Brandon tidak ingin pindah dari rumah itu lantaran ingin selalu dekat dengan Arga, anak itu bahkan tidur dikamar Arga lantaran takut saja mama dan daddynya membawa dirinya secara diam diam pergi dari sana, entahlah Cellyn dibuat pusing dengan tingkah laki Brandon sekarang.
“Dia masih tidak mengizinkan ku untuk mengemas pakaiannya, katanya dia tetap tinggal disini saja dan kita yang pindah.”
Jelas Cellyn sontak saja membuat Dellon tertawa keras, bisa bisanya anak itu berubah pikiran setelah hampir dua bulan tinggal disini, padahal dulu ia tidak bisa jauh jauh dari Dellon dan Cellyn tapi sekarang justru dia yang mengusir kedua orang tuanya agar tidak membawanya pergi jauh dari Arga.
“Sepertinya kita harus berusaha keras membuat adik untuk Brandon agar dia tidak merasa kesepian.”
Ucap Dellon seraya menaikkan kedua alisnya pada Cellyn, wanita itu pun hanya tersenyum lalu mencubit gemas perut kotak kotak suaminya itu, keduanya pun berakhir dengan adegan panas di ranjang seperti apa yang Dellon katakan ingin membuat adik untuk Brandon secepatnya.
Hingga pagi menyapa, kini Cellyn yang baru saja terbangun merasa terkejut ketika melihat wajah tampan suaminya yang kini tengah menatap dirinya dengan senyuman manis, Dellon pun mengecup bibir Cellyn secara tiba tiba membuat wanita itu sedikit terkejut.
“Hei, ini masih pagi.”
Ucap Cellyn menepuk pelan lengan Dellon, sedangkan Dellon yang tak peduli sama sekali kini memeluk hangat tubuh Cellyn yang polos dan hanya tertutup selimut yang menjadi saksi bisu pergulatan panas mereka kemarin malam, Cellyn hanya tersenyum mengusap rambut Dellon, hingga tak lama Cellyn kembali dibuat terkejut ketika merasakan tubuhnya diangkat oleh Dellon.
“Ayo mandi bersama.”
“mau kemana?”
Tanya Cellyn ketika Dellon membawanya keluar dari ranjang, Dellon hanya tersenyum lalu segera berjalan menuju kamar mandi dimana ia akan kembali membuat istri nya itu merasa lelah, Cellyn hanya pasrah ketika Dellon memberinya alasan untuk kebaikan Brandon agar Brandon tidak merasa kesepian nanti dirumah baru mereka, meskipun ia tahu itu hanya alasan tapi Cellyn tetap melakukan kewajibannya meskipun tubuhnya masih remuk.
“Tapi nanti jika Brandon punya adik, maka kau harus berbagi ini.”
Ucap Cellyn menunjuk kedua aset berharga miliknya yang padat itu membuay Dellon sontak saja terdiam seraya berpikir, jika dipikir-pikir memang ia akan berbagi nantinya dan entah mengapa hal itu membuatnya sedikit ragu lantaran tak ingin yang menjadi miliknya harus dibagi.
__ADS_1
“Apa sebaiknya kita punya satu anak saja? Seperti nya Brandon saja sudah cukup.”
Ucap nya membuat Cellyn sontak saja tertawa keras, memang sedewasa apapun pria akan tetap terlihat seperti anak kecil jika sudah bersama wanita yang ia cintai.