
Sedangkan malam hari di negara tercinta, Dellon dan Cellyn kini tengah menatap bingung Brandon yang tiba tiba saja ingin tidur sendirian di kamar yang sudah grandma dan grandpa nya siapkan, jelas saja mereka terkejut lantaran mereka tahu bagaimana marahnya Brandon ketika tahu ia akan di pindahkan.
“sweet dreams mam, dad.”
Ucap Brandon sebelum akhirnya ia menutup pintu kamar kedua orang tuanya dengan rapat, sedangkan diluar kamar itu Aaron sudah menunggu kedatangan Brandon bersama Michelle dan Arga, ya semua terjadi karena bantuan Aaron yang membujuk Brandon agar mau pindah kamar dan tentu semua nya tidak gratis.
Aaron harus berjanji membawa ketiga anak itu jalan jalan ke tempat yang mereka ingin dan membeli apapun yang mereka inginkan, meskipun sedikit protes namun Aaron akhirnya setuju, lagi pula anak anak sekecil mereka hanya tau tempat bermain saja dan mereka hanya memikirkan perut mereka saja.
“Ah, kenapa aku yang harus repot?”
Aaron membatin, ingin membatalkan kesepakatan namun ia sudah berjanji, dan ia tidak mungkin membatalkannya lantaran Michelle akan mengikuti dirinya, dan ia tidak ingin Michelle menjadi anak yang tidak menepati janjinya, Aaron pun mengantar ketiga anak itu ke kamar mereka masing masing.
Sedangkan di dalam kamarnya kini Cellyn dan Dellon saling menatap, Dellon tersenyum menatap Cellyn yang memalingkan wajahnya dari Dellon, tentu saja malam ini Dellon tidak akan melepaskan Cellyn begitu saja setelah menunggu cukup lama untuk memiliki wanita itu seutuhnya.
“Aku punya sesuatu untukmu.”
Ucap Dellon seraya beranjak dari atas ranjang menuju lemari khusus lalu mengeluarkan sebuah kotak silver dengan pita diatasnya, Dellon kemudian menyerahkan kotak itu pada Cellyn dan meminta wanita itu untuk membukanya, dengan rasa penasarannya Cellyn pun membuka kotak itu dengan semangat.
Jleb!
Matanya membulat kala melihat sebuah lingerie hitam yang kini berada di hadapannya, sontak saja wanita itu menatap pria yang berstatus sebagai suaminya itu dengan kening berkerut, bagaimana bisa pria itu memiliki pakaian halal untuk pasangan yang sudah menikah seperti mereka?
“Ini.. kapan kau membelinya?”
Tanya Cellyn bingung, Kendra kemudian menjawab jika ia membelinya sehari sebelum akad mereka begitu mendengar permintaan Cellyn yang ingin mempercepat pernikahan mereka, Dellon kemudian berinisiatif untuk membeli pakaian itu yang sebenarnya tidak pantas di sebut pakaian lantaran benar benar tipis.
__ADS_1
Cellyn hanya tertawa, bisa bisanya pria itu memikirkan hal itu padahal ia sendiri tidak berpikir kesana, dan apa dia tidak merasa malu saat membelinya? Tentu yang menjaga nya adalah seorang wanita dan.. ah sudah lah yang terpenting kini tugasnya melayani pria yang sudah sah menjadi suaminya itu dengan sangat baik.
“Sana coba dulu.”
Ucap Dellon pada Cellyn, wanita itu mengangguk lalu segera berlalu dari atas ranjang menuju kamar mandi, sedangkan Dellon kini menunggu Cellyn keluar dari kamar mandi seraya merebahkan diri, tak lupa kakinya yang ia goyang goyangkan lantaran merasa senang, senyum nya juga tak pudar sejak tadi.
Namun cukup lama ia menunggu, Cellyn tak kunjung menunjukkan dirinya membuat Dellon tak sabar, pria itu kemudian beranjak dari atas ranjang ingin menghampiri Cellyn namun saat akan mengetuk pintu kamar mandi, tiba tiba saja Cellyn membuka pintunya dari dalam membuat Dellon seketika terdiam.
Dengan susah payah pria itu menelan Saliva ketika melihat badan berisi Cellyn yang memakai pakaian transparan itu, kulit putih Cellyn benar benar terlihat bersinar membuat Dellon tak bisa menahan senyumnya, sedangkan Cellyn saat ini hanya bisa menunduk malu, meskipun bukan pertama kalinya ia memperlihatkan aurat nya namun kali ini dengan orang yang berbeda tentu saja ia merasa sedikit malu.
“You are so pretty, honey.”
Bisik Dellon membuat pipi Cellyn memerah, Dellon pun tersenyum lalu menarik pinggang Cellyn membuat wanita itu sedikit terkejut, dengan cepat pria itu mengangkat tubuh Cellyn dan membawanya ke atas ranjang, tanpa basa basi Dellon langsung meraup bibir ranum Cellyn membuat wanita itu membalasnya dengan handal.
“Keuntungan menikahi janda, karena sudah berpengalaman.”
Srek!!
Sontak saja Cellyn membuka kedua matanya, baru saja hendak berbicara namun Dellon lagi lagi membungkam mulut nya dengan bibir pria itu, hingga akhirnya malam itu terlewatkan dengan sebutan malam pertama mereka, keduanya kini terlelap dengan posisi saling berpelukan, terlihat wajah keduanya sangat bahagia saat ini.
.
.
.
__ADS_1
Hari hari berlalu dengan sangat cepat, tak terasa kini sudah sebulan lebih usia pernikahan Cellyn dan Dellon, sejauh ini kehidupan pernikahan mereka sangat baik, mereka terlihat seperti kehidupan pernikahan yang harmonis di mana setiap paginya Cellyn akan menyiapkan dan mengantar Dellon bekerja lalu membawakan makan siang ke kantor suaminya itu.
Dan Brandon, anak itu kini tengah berada di sekolah Michelle dan Arga, meskipun tidak ikut belajar namun anak itu selalu ikut mereka sekolah lantaran selalu merengek ingin melihat Michelle dan Arga belajar disekolah, mau tak mau Cellyn mengizinkan lantaran juga di temani oleh asisten rumah, lagi pula Brandon juga akan merasa bosan jika berada di rumah terus menerus.
Sedangkan di negara lain kini Kendra juga tengah bersiap siap untuk pulang ke negaranya, ya pria itu sudah dinyatakan sembuh dibagian tubuhnya, namun tidak di kepalanya lantaran ingatannya masih belum pulih, ia sudah bisa mengingat masa kecilnya namun tidak dengan masa remaja dan dewasa nya.
Ia juga selalu menanyakan tentang Cellyn dan Brandon anaknya yang Liliana beritahu padanya, pria itu benar benar terlihat sangat bahagia ketika akan kembali ke negara asalnya lantaran ingin bertemu dengan anak dan istrinya, entah bagaimana mereka sebenarnya jika dilihat secara langsung.
“thank you doctor.”
Ucap Pramudana pada dokter yang menangani Kendra selama sebulan ini, beruntung mereka sudah memesan tiket jadi mereka bjsa langsung berangkat pulang ke Indonesia tanpa harus menunda lagi, sedangkan Kendra sejak tadi hanya tersenyum melihat foto Cellyn di ponsel nya yang baru saja dibelikan oleh sang mama.
“Tunggu aku istriku, kita akan bertemu sebentar lagi.”
Kendra membatin, entah lah wajah Cellyn benar benar selalu membayangi pikirannya, bahkan jika Cellyn bukan istrinya ia akan tetap jatuh cinta pada wanita itu sejak pertama melihat fotonya, ia merasa jika Cellyn memiliki daya tarik tersendiri yang membuatnya terus saja ingin menatap wajah wanita itu.
Sedangkan diam diam Liliana dan Pramudana lagi lagi bertengkar ketika Pramudana melihat putranya yang terus saja menatap foto Cellyn seraya tersenyum, ya tuhan entah bagaimana jadinya jika mereka sudah sampai dirumah dan Kendra menanyakan keberadaan Cellyn, entah kebohongan apa lagi yang akan istrinya itu katakan.
“Ini semua salahmu! Bagaimana jika dia tahu semuanya dan justru membuat kondisinya memburuk? Jika semua itu terjadi, aku akan menyalahkan dirimu!”
Bisik Pramudana pada Liliana yang hanya memutar bola matanya malas, ia juga bingung saat ini, ia tak menyangka jika Kendra belum juga ingat tentang kehidupan rumah tangga nya padahal sudah sebulan berlalu, apa ia harus meminta bantuan Cellyn untuk berpura-pura menjadi istri Kendra? Ya apapun akan ia lakukan demi putranya.
“Jika itu terjadi, aku akan memohon pada Cellyn agar mau bersandiwara menjadi istri Kendra.”
Bisik Liliana seketika membuat Pramudana memekik mengatai Liliana.
__ADS_1
“Kau gila?!!”
Ucap Pramudana sontak saja menjadikan mereka pusat perhatian saat ini, Pramudana sontak saja meminta maaf pada penumpang pesawat itu atas keributan yang ia buat, lalu akhirnya memilih diam dan melanjutkan perdebatan setelah mereka tiba dirumah mereka nanti.