
“Ayo kita lihat.”
Ucap Liliana menarik tangan Avika untuk mendekati mobil itu namun sayang mobilnya sudah melaju sebelum mereka sampai di sana, Liliana hanya bisa menatap kepergian mobil itu dengan kecewa sedangkan Avika masih sedikit tidak peduli jika itu memang Cellyn sekalipun.
“Sudahlah ma, mungkin aku hanya salah lihat saja, lagipula tidak mungkin itu Cellyn kan karena tadi pria itu bilang itu anak nya dan kemungkinan yang di dalam mobil itu istrinya.”
Jelas Avika membuat Liliana mengangguk pasrah, benar juga tidak mungkin Cellyn sudah menikah dengan pria lain secepat itu karena mereka tahu bahwa Cellyn sangat mencintai Kendra karena pria itu cinta pertamanya, dan cinta pertama sangat sulit untuk dilupakan.
Mereka akhirnya memilih untuk segera pergi ke kantor Kendra dan membawa kue itu, sedangkan kini di dalam mobilnya Cellyn dan Dellon benar benar merasa lega lantaran Liliana tak sempat mendekati mobil mereka, hanya satu yang mereka khawatirkan yaitu Brandon, mereka takut jika keluarga Kendra mengetahui tentang Brandon dan menuntut hak asuh.
“Mama, Daddy kalian kenapa? Dan kapan kita akan sampai kerumah grandma? Grandma bilang dirumahnya banyak mainan, Brandon ingin segera sampai disana.”
Brandon merengek, yang ada dipikirannya hanya sebuah kesenangan saja seperti yang anak anak lain pikirkan, sedangkan kini mereka segera melajukan mobilnya menuju rumah kedua orang tua Cellyn, lagipula mereka tak ingin sesuatu yang tak diinginkan kembali terjadi seperti sebelumnya.
Akhirnya mobil yang mereka tumpangi tiba di gerbang mansion orang tua Cellyn, mereka disambut dengan begitu baik oleh keluarga Cellyn yang sudah sangat merindukan anak dan cucu mereka, dan calon menantu mereka juga tentu nya, semua menyambut ketiga orang itu dengan senyuman kebahagiaan lantaran akan dilaksanakan sebuah hal yang bahagia disini.
“Grandmaa.”
Pekik Brandon begitu turun dari mobil dan berlari menuju Yoonia yang sudah merentangkan telapak tangannya menunggu pelukan hangat dari cucu nya yang sangat jarang ia temui, sedangkan Cellyn hanya bisa memasang raut wajah marah dan khawatir karena lagi lagi Brandon membuatnya ketakutan.
“Jangan lari Brandon, ini bukan lomba!”
Pekik Cellyn namun tidak dihiraukan oleh putra kecilnya itu, lalu Dellon yang melihat raut wajah kesal Cellyn hanya bisa menarik pinggang wanita itu seraya menggelengkan kepala dengan sebuah senyuman manis agar Cellyn tidak terus terusan memarahi Brandon, lagi pula sudah biasa anak kecil lari larian.
“Ya ampun Grandma sangat rindu pada Brandon, akhirnya kalian pulang juga.”
Ucap Yoonia pada cucu nya itu, lalu kini gantian grandpa nya yang memeluk Brandon dengan sangat erat, Brandon disana menjadi pusat perhatian karena wajahnya yang sangat tampan meskipun memang tidak bisa dipungkiri wajah Brandon sangat mirip dengan Kendra.
“Kami pulang agar bisa tidur bertiga dengan mama dan daddy.”
Deg!
Pengakuan Brandon membuat semua orang tertawa keras namun tidak dengan Cellyn yang merasa malu, ya tuhan anak itu benar benar mengingat semua yang mereka ucapkan itulah terkadang Cellyn meminta Dellon untuk tidak mengatakan hal yang aneh jika sedang bersama Brandon.
__ADS_1
“Kenapa kalian tertawa?”
Tanya Brandon polos menatap semua orang yang kini tengah menertawai dirinya, sedikit kesal lantaran merasa dijadikan bahan tawaan namun ia tak menyadari jika dirinya sendirilah yang mengundang tawa semua orang bahkan raut wajahnya kesal saat ini juga membuat tawa semua orang pecah.
“Hei, apa kau tidak tahu jika sudah besar maka kau akan tidur sendiri, sedangkan mama dan daddymu akan tidur berdua.”
Ucap Michelle bocah yang berusia tujuh tahun itu membuat Brandon mengerutkan kening, kenapa bisa dia tidak boleh tidur bersama mama dan daddynya? Padahal tujuannya datang kesini karena ingin tidur bertiga bersama mama dan daddynya karena disini tidak ada nenek Erlin jadi daddynya tidak perlu menemani nenek Erlin.
“Tidak mungkin, kenapa seperti itu?”
Tanya Brandon kesal pada Michelle, sedangkan semua orang kini hanya menikmati perdebatan persepupuan itu yang sama sekali belum pernah bertemu, entah mengapa aura tidak akur keduanya sudah terlihat sejak saat ini dan kedua orang tua mereka sepertinya harus mengeluarkan tenaga setiap hari jika mereka bertengkar.
“Karena mama dan Daddy mu sudah menikah, dan orang yang sudah menikah harus tidur berdua, begitu kata papa ku.”
Ucap Michelle yang teguh dengan pendiriannya.
“Kalau begitu Daddy dan mama tidak boleh menikah karena nanti mereka akan tidur berdua saja tanpa aku.”
.
.
.
Sedangkan Liliana kini baru saja tiba dikantor putranya, tanpa basa basi wanita itu langsung menuju keruangan Kendra meskipun karyawan disana sudah memperingati jika bos mereka tidak ingin diganggu siapapun, namun Liliana tetap bersikeras untuk masuk.
Ceklek!
“Siapalagi yang menggangguku?!!”
Sentak Kendra begitu mendengar suara pintu dibuka, entah siapa yang berani mengganggu dirinya yang sedang sangat pusing, Liliana yang mendengar itu pun seketika terkejut namun akhirnya ia memilih untuk tetap masuk lantaran memang Kendra belum menyadari jika mamanya lah yang sedang berkunjung.
“Maaf mama mengganggumu, tapi mana hanya ingin mengantarkan ini padamu.”
__ADS_1
Ucap Liliana membuat Kendra seketika menoleh, raut wajahnya kini berubah dan segera menghampiri sang mama yang masih berdiri tak jauh darinya, Liliana pun kemudian berjalan menuju sofa lalu meletakkan kotak kue itu diatas meja dan diikuti oleh Kendra yang juga duduk di samping mamanya.
“Ini mama beli kue kesukaanmu.”
Ucap Liliana seraya membuka kotak kue itu lalu menyerahkannya pada Kendra, Kendra pun hanya tersenyum tipis seraya mengucap terima kasih meskipun ia tak begitu senang karena memang ia tidak sedang menginginkan apapun, Liliana hanya bisa diam melihat raut wajah terpaksa Kendra saat ini.
Ia jelas tahu apa yang sedang putranya itu pikirkan saat ini, dan entah mengapa ia ingin mengatakan hal yang baru saja ia ketahui dari Avika, meskipun belum tahu kebenarannya namun ia ingin membuat Kendra merasa sedikit bersemangat ketika mendengar nama wanita itu.
“Tadi saat mama baru keluar dari toko kue, mama seperti Melih Cellyn di dalam mobil, namun saat mama ingin menghampirinya sayang sekali mobilnya sudah melaju dengan cepat.”
Ucap Liliana seketika membuat Kendra mematung lalu menatap lekat pada Liliana yang kini sedikit tegang melihat tatapan terkejut Kendra, tak disangka tiba tiba saja Kendra memegang kedua bahu Liliana dengan erat.
“Benarkah? Apa mama tidak salah lihat?”
Liliana menggelengkan kepalanya, ia terpaksa berbohong demi kebahagiaan Kendra, pria itu pun mulai tersenyum seraya menghela nafas panjang yang membuat Liliana ikut tersenyum melihat putranya kembali tersenyum, hampir saja pria itu hendak pergi namun di halangi oleh Liliana.
“Mau kemana?”
Tanya Liliana menahan lengan Kendra.
“Mau memastikan jika Cellyn memang sudah kembali ma.”
Ucap Kendra terlihat sangat bersemangat, sedangkan Liliana kini memaksa Kendra untuk kembali duduk seraya menggelengkan kepala nya.
“Dengan penampilanmu yang seperti ini? Kau tidak sadar bagaimana kau sekarang? Wajahmu yang dipenuhi bulu bulu halus, kumis mu yang sudah sangat lebat, pakaianmu juga sangat kusut, kau yakin ingin melihatnya dengan penampilan mu ini?”
Deg!
Kendra menatap dirinya di pantulan cermin, memang benar dirinya sangat sangat tidak terawat sekarang karena memang ia tidak tahu untuk siapa dia harus berpenampilan rapi seperti dulu, Kendra hanya tersenyum lalu memilih untuk mengurungkan niatnya.
“Sekarang makan dulu kue yang mama bawa, lalu kita akan merubah penampilanmu lagi, kau masih muda sayang dan kau juga sangat tampan, mama yakin Cellyn masih memiliki perasaan padamu.”
Ucap Liliana membuat Kendra mengangguk.
__ADS_1