
Hari hari berlalu kini usia kandungan Cellyn sudah mencapai sembilan, Dellon pun semakin hari semakin menempel pada Cellyn, takut saja jika terjadi sesuatu pada wanita itu lantaran saat ini kandungan nya sudah mencapai waktu, dan kapanpun dan dimana pun bisa saja Cellyn akan melahirkan.
Seperti hari ini Dellon memutuskan untuk tetap dirumah menjaga Cellyn bersama nenek Erlin, sudah dua hari ini Cellyn terus saja merasakan sakit di perutnya, menurut nenek Erlin waktu persalinan Cellyn sudah dekat dan Dellon tidak ingin melewatkan hal itu dan memilih untuk kuliah daring saja.
Jika sudah selesai dengan tugas tugasnya ia akan membantu Cellyn berjalan jalan di dalam rumah seperti saran dokter, meskipun terkadang Cellyn malas namun Dellon tetap berusaha agar wanita itu mau bergerak setidaknya sehari tiga kali, keluarga Cellyn juga akan datang hari ini.
Sama seperti Dellon, mereka juga tidak ingin melewatkan momen dimana Cellyn akan melahirkan bayinya, tak lama terdengar suara bel berbunyi, mereka segera membuka pintu lantaran sudah menebak jika yang datang adalah keluarga Cellyn dan benar saja seluruh keluarganya benar benar datang.
“Kakak!”
Pekik Cellyn yang sedang dibantu Dellon untuk berjalan jalan, wanita itu tanpa sadar hampir berlari menuju keluarganya, bahkan pegangan tangannya kini terlepas dari Dellon membuatnya terjatuh ke lantai, sontak saja semua orang memekik memanggil namanya.
“Cellyn!!!”
Pekik semua orang, sedangkan wanita itu kini tengah kesakitan memegangi perutnya yang begitu besar, tanpa pikir panjang semua orang kini membawa Cellyn kerumah sakit takut saja jika terjadi sesuatu, begitu sampai di rumah sakit, dokter pun menyarankan untuk operasi lantaran terjadi benturan.
Mau tak mau mereka menyetujuinya, semua orang kini menyalahkan diri masing masing dengan apa yang terjadi, begitupun dengan Dellon yang merasa jika ia tidak bisa menjaga Cellyn dengan baik, padahal itu memang kesalahan wanita itu yang terlalu bersemangat melihat keluarganya datang.
Kini semua orang berada di luar ruangan operasi, cukup lama mereka menunggu hingga akhirnya terdengar suara tangisan bayi membuat semua orang saling menatap, tak lama dokter pun keluar dengan sebuah senyuman membuat semua orang segera menghampirinya.
Mereka bernafas lega setelah dokter mengatakan jika pasien dan bayinya baik baik saja, bahkan bayinya sangat tampan, setelah di pindahkan ke ruang rawat kini semua orang menemui Cellyn yang masih belum sadarkan diri, sedangkan bayinya yang berada di samping brankar Cellyn juga tertidur.
__ADS_1
Semua orang menatap bayi tampan itu, tidak dapat dipungkiri bayinya memang sangat tampan, namun belum terlihat mirip dengan siapa, mereka berharap jika bayinya tidak mirip dengan Kendra lantaran mereka tidak ingin berhubungan dengan keluarga pria itu lagi, mereka juga berharap Cellyn tidak akan pernah bertemu dengan pria itu.
“Dia sangat tampan, semoga tidak mirip dengan..”
Semua orang kini menatap Yoonia yang tengah menatap cucunya itu, tak lama terdengar suara Cellyn membuat semua orang kini menghampiri wanita itu, Cellyn membuka matanya lalu menatap ke samping dimana kini Dellon tengah menggenggam tangannya.
“Kau sudah sadar? Bagaimana? Apa ada yang sakit?”
Tanya Dellon pada Cellyn, namun wanita itu hanya diam menatap Dellon seperti tidak mengenali pria itu membuat semua orang kini saling menatap, takut saja terjadi sesuatu pada Cellyn setelah melihat tatapan dan raut wajah aneh wanita itu.
“Kau tampan sekali, apa kau sudah punya pacar?”
Deg!
Semua orang saling menatap lalu sontak saja ruangan itu dipenuhi gelak tawa setelah mendengar ucapan Cellyn pada Dellon, tidak heran sebenarnya lantaran sebelum nya dokter juga sudah mengatakan jika hal tak terduga bisa saja akan dikatakan pasien lantaran bius yang di berikan.
Sedangkan di negara lain kini usia kandungan Rachel sudah mencapai 6 bulan, selain sikap Kendra yang berubah menjadi semakin lembut pada Rachel, wanita itu juga semakin berubah menjadi istri yang lebih baik, membuat kehidupan rumah tangga mereka semakin membaik.
Kendra selalu menjaga Rachel dengan baik begitupun dengan hubungan Rachel pada Liliana dan Avika yang semakin membaik setelah kehamilan Rachel di ketahui, keluarga harmonis yang memang Rachel impikan sejak dulu, namun di balik itu Gilang masih saja menghantuinya.
Pria itu hingga saat ini masih sering menghubungi Rachel, bahkan membuat Rachel harus menemuinya ke apartemennya untuk menuruti semua kemauannya, beruntung saja ia tidak pernah dicurigai oleh Kendra lantaran ia selalu pulang sebelum pria itu pulang dari kantor.
__ADS_1
Seperti siang ini, Rachel tengah berada di apartemen yang ia beli untuk Gilang, mereka baru saja melakukan pergulatan panas di siang yang terik itu, entah mengapa melihat tubuh Rachel yang membuncit bukannya merasa geli, Gilang justru semakin bergairah.
Rachel hanya bisa pasrah dengan semua yang Gilang lakukan padanya, toh ia juga tidak pernah mendapatkannga dari Kendra meskipun pria itu kini sudah berubah, entah kenapa yang jelas Kendra seperti tidak bergairah melihat tubuhnya pada Rachel sering sekali mencoba menggodanya.
Sedangkan Kendra yang berada di kantornya kini tengah menatap layar ponselnya, hari ini ia tengah memantau sosial media milik Dellon, aneh sekali sudah beberapa hari ini Dellon tidak memposting apapun, padahal biasanya ia akan memposting sesuatu yang berhubungan dengan Cellyn.
Seperti jarinya dan juga jari Cellyn, atau foto Cellyn dari belakang tanpa memperlihatkan wajah wanita itu, namun anehnya sudah beberapa hari ini Dellon tidak memposting apapun, hal itu justru membuat Kendra khawatir lantaran dari sanalah ia tahu jika Cellyn baik baik saja saat ini.
“Kemana mereka? Kenapa pria ini tidak pernah memposting apapun lagi? Apa terjadi sesuatu?”
Gumam Kendra, entah mengapa perasaannya mendadak tidak enak memikirkan tentang Cellyn, tubuhnya bahkan melemah saat ini lantaran belum makan apapun, entah mengapa hari ini seperti ada sesuatu yang membuatnya tidak ingin melakukan apapun.
“Lebih baik aku pulang saja, mungkin dengan bertemu dengan Rachel akan menjadi lebih tenang.”
Ucapnya lalu memakai jas nya kembali seraya beranjak dari ruangan itu, memang selama ini ia hanya tenang jika dekat dengan Rachel, buka karena wanita itu melainkan karena bayi yang ada di dalam perut nya entah mengapa setiap berbicara dengan perut wanita itu ia selalu merasa tenang.
Namun setibanya dirumah ia justru merasa bingung lantaran tak menemukan keberadaan Rachel, entah kemana ia pergi tanpa izin darinya, Kendra pun meraih ponselnya lalu menghubungi Cellyn menanyakan keberadaan wanita itu saat ini.
“Kau dimana? Kenapa tidak izin jika ingin keluar?”
Ucap Kendra membuat Rachel yang tengah beristirahat saat ini mendadak terkejut, dengan cepat wanita itu bergegas memungut pakaian yang masih berserakan di lantai dan segera memakainya, tanpa pamit terlebih dahulu Rachel pulang dengan penampilan yang benar benar berantakan saat ini.
__ADS_1
“Sial! Kenapa dia pulang dengan sangat cepat?!”