CINTA DALAM DENDAM

CINTA DALAM DENDAM
BAB 48


__ADS_3

Kendra hanya bisa menghela nafas panjang dan segera mengeluarkan beberapa lembar uang dari dompetnya, sepertinya kali ini usahanya gagal lantaran Kely membawa Lucy, Lucy lebih cerdik dari Kely dan tidak mungkin Kendra menanyakan semuanya di depan Lucy.


“Senang berbisnis dengan anda.”


Ucap Kely menjabat tangan Kendra dengan paksa lantaran melihat uang yang Kendra berikan padanya cukup banyak, bahkan bisa juga untuk ia belanjakan nanti, Sedangkan Kendra hanya menatap aneh pada teman Cellyn yang satu itu, memang teman mantan istrinya itu rada rada gila.


“Kaya juga tu orang.”


Ucap Lucy yang juga terkejut melihat lembaran yang Kely terima dari Kendra, Kely pun mengangguk kesenangan bahkan menawarkan Lucy untuk makan dan tentu saja gadis itu tidak menolak, jarang sekali Kely menawarkannya makanan dan ia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini.


“bener banget, sayang dia jahat kalau enggak udah gue embat.”


Ucap Kely asal, mana mungkin ia akan menyukai Kendra yang hanya terpaut tiga tahun dari nya lantaran tipe ideal Kely itu om om kaya atau juga duda yang terpenting memiliki banyak uang lantaran ia tidak ingin miskin, biasalah anak manja yang memang sudah bergelimang harta sejak kecil.


“Gila lo, malu dikit sama Cellyn!”


Ucap Lucy menggelengkan kepalanya mendengar ucapan Kely, entah mengapa gadis itu sedikit emosi padahal ia juga tahu jika Kely tidak bersungguh-sungguh dengan ucapannya, Kely tak menghiraukan Lucy, ia hanya menghitung uang yang baru saja ia dapatkan.


“Cellyn lagi apa ya? Apa dia sudah bertemu dengan Dellon? Aku harap sudah dan semoga Dellon bisa menghibur Cellyn selama disana.”


Lucy membatin, ya memang itu tujuannya merekomendasikan negara itu pada Cellyn agar sahabatnya itu bertemu dengan sepupunya yang juga mantan kekasih Cellyn, Lucy sangat mengenal Dellon ia tidak akan menjauhi Cellyn hanya karena wanita itu sedang hamil, apalagi jika dia tahu Cellyn sudah bercerai dan cerita pernikahan wanita itu, pasti Dellon akan mendukung Cellyn.


“Ya ampun Kely, mau sampai kapan kau menatap uang uang itu? Seperti tidak pernah melihat uang saja.”


Ketus Lucy lantaran sejak tadi Kely hanya diam dan menatap bahagia pada lembaran uang itu, bahkan mengambil gambar dari ponselnya, aneh memang padahal Kely juga berada dari keluarga kaya tapi kenapa sikapnya seperti itu?


“Biasanya uang jajan ku dibatasi, tapi kali ini aku mendapatkan lebih dari pria itu, tidak sia sia mobil ku rusak.”


Lagi, Lucy hanya bisa memutar bola matanya malas mendengar ucapan temannya itu, entah lah ia tak ingin ambil pusing lagi terserah saja apa yang gadis itu ingin lakukan dengan uang uangnya itu.


.

__ADS_1


.


.


Sedangkan kini Cellyn masih berada dirumah nenek Lucy, suasana semakin canggung setelah nenek Lucy tanpa sengaja memberitahu tentang keadaan Cellyn saat ini, jangan tanya bagaimana reaksi awal Dellon yang sedikit murung mendengar hal itu.


“Jadi kau sedang hamil? Selamat Cellyn semoga kau dan bayi mu baik baik saja.”


Ucapnya dengan wajah kecut, entah mengapa melihat wajah Dellon membuat Cellyn ingin tertawa selama mengenal Dellon baru kali ini Cellyn melihat wajah menggemaskan pria itu, jika tidak mengingat ia meninggalkan pria itu mungkin Cellyn sudah mencubit pipi Dellon yang sedikit berisi itu.


“Terima kasih.”


Ucap Cellyn seraya tersenyum tipis, sedangkan Erlin melihat ada kecanggungan antara Dellon dan Cellyn, tentu saja lantaran Erlin tidak pernah tahu jika mereka pernah menjalin hubungan namun yang jelas Erlin melihat sebuah cinta Dimata Dellon untuk Cellyn saat melihat pria itu menatap Cellyn dengan lekat.


“Dimana suamimu? Apa kau berlibur kesini sendirian?”


Tanya Dellon tiba tiba membuat Cellyn terdiam, matanya kini melirik Erlin yang juga meliriknya.


Deg!


Lagi Dellon membulatkan mata nya mendengar hal yang baru saja neneknya ucapkan, takdir macam apa yang Tuhan berikan pada Cellyn? Disakiti oleh pria yang sama yang ia nikahi, bercerai namun dalam keadaan hamil dan memilih untuk pindah kenegara lain sendirian.


“Kau sudah bercerai? Tapi kenapa?”


Tanya Dellon tentu saja penasaran, ia bahkan mengira jika selama ini Cellyn sudah hidup bahagia dengan pria yang menjadi cinta pertama wanita itu, Cellyn hanya diam membuat Erlin membuka mulut untuk menceritakan apa yang ia ketahui, dan tentu itu atas izin dari Cellyn.


Dellon menyimak dengan seksama, tangannya mengepal dan rahangnya mengeras mendengar apa yang Kendra dan keluarga pria itu lakukan pada Cellyn selama tinggal dirumah mereka, sungguh Dellon benar benar tidak mengira jika Kendra bisa melakukan hal seperti itu.


“Pria macam apa dia yang menyakiti seorang wanita bahkan istrinya sendiri?!”


Cellyn dan Erlin hanya bisa mengusap dada kala melihat reaksi Dellon yang tiba tiba saja marah, pria itu kemudian kembali menenangkan diri kala mengingat ada Cellyn disana, ia juga meminta maaf atas sikapnya barusan, Cellyn punya hanya mengangguk.

__ADS_1


“Kau tidak perlu khawatir, aku akan menjaga mu selama disini, dan anak mu juga sampai dia lahir kedunia ini.”


Cellyn mengangguk dengan bibir bergetar, entahlah rasanya benar benar terharu melihat ketulusan Dellon padanya dan juga calon bayinya, sedangkan Erlin juga tersenyum melihat keduanya yang terlihat sangat serasi, entah mengapa ia merasa keduanya akan semakin dekat nanti.


“Apa kau sudah berjalan jalan di kota ini?”


Tanya Dellon, Cellyn mengangguk lantaran memang belum berjalan jalan, entah mengapa rasanya sangat malas meskipun hanya keluar dari rumahnya saja, mungkin karena sedang hamil, sedangkan Dellon tersenyum menatap Cellyn.


“Kau ingin jalan jalan? Pemandangan sore hari di kota ini sangat cantik.”


Cellyn melirik pada nenek Erlin, wanita tua itu mengangguk kemudian Cellyn pun menyetujui ajakan Dellon, keduanya pun pergi setelah berpamitan dengan nenek Erlin, namun sepanjang perjalanan Cellyn sedikit murung lantaran tidak ada penjual jalanan di sana padahal ia mendadak ingin makan makanan di tepi jalan seperti yang ada di negaranya.


“Kau kenapa? Apa kau merasa tidak enak badan?”


Tanya Dellon yang menyadari jika raut wajah Cellyn berubah, Cellyn menggelengkan kepalanya tanpa menoleh pada Dellon, namun saat melirik pria itu mata nya mendadak menatap tangan kekar pria itu yang tengah memegang kemudi, sebuah pikiran muncul di otak Cellyn.


“Dellon.”


Dellon menoleh pada Cellyn setelah mendengar namanya di panggil, Cellyn kemudian melipat kedua bibirnya, mendadak lidahnya kelu melihat tatapan lembut pria itu padanya.


“Sadar Cellyn, kau yang meninggalkan pria itu, dan sadarlah statusmu saat ini.”


Cellyn membatin, tanpa ia sadari kini ia melamun memikirkan pria itu yang terlihat lebih tampan dari sebelumnya.


“Hei, kau kenapa?”


Tanya Dellon kemudian menghentikan mobil yang ia kendarai, takut saja jika Cellyn memang merasa tidak enak badan melihat wanita itu hanya diam saja sejak tadi, Cellyn tersentak kala mendengar suara Dellon, entah apa yang terjadi padanya hingga ia melamunkan pria itu.


“Maaf, tapi apa kau pintar memasak?”


Tanya Cellyn membuat Dellon mengerutkan keningnya, hingga akhirnya kini Dellon berada di dapur rumah Cellyn, wanita itu ternyata ingin memakan masakan dari tangan Dellon padahal pria itu sudah bilang tidak begitu mahir dalam peralatan dapur, namun melihat wajah Cellyn yang kecewa mau tak mau Dellon pun menuruti kemauan Cellyn.

__ADS_1


“Terima kasih Dellon.”


__ADS_2