CINTA DALAM DENDAM

CINTA DALAM DENDAM
BAB 71


__ADS_3

“Cellyn!! Keluarlah aku butuh bicara empat mata denganmu!!”


Pagi pagi suara bising sudah terdengar diluar rumah orang tua Cellyn, tentu saja penghuni rumah itu tidak mendengar apapun namun berbeda dengan penjaga yang sudah sangat muak mendengar suara teriakan dari Kendra pagi pagi sekali.


“Ya ampun tuan, kenapa sepagi ini datangnya? Mereka juga belum tentu sudah bangun!”


Ucap salah satu penjaga yang sudah sangat muak mengusir Kendra dari sana namun pria itu tak kunjung pergi dan justru menambah volume suaranya saat memanggil nama Cellyn, hingga akhirnya penjaga itupun memilih untuk segera masuk ke dalam dan memberitahu asisten rumah jika ada orang yang tidak waras tengah berteriak diluar.


Tok tok tok


Cellyn yang masih tertidur bersama Brandon pun mau tak mau terbangun begitu mendengar suara ketukan pintu sejak tadi, Cellyn menatap kesamping dimana Brandon kini tengah terlelap dengan begitu pulasnya, Cellyn kemudian menutup sebagian tubuh Brandon dengan selimut lalu beranjak dari atas ranjang.


Ceklek!


“Ada apa bik? Kenapa pagi pagi sudah mengetuk pintu?”


Tanya Cellyn masih dengan wajah bantalnya, padahal ia masih sangat mengantuk namun sudah diganggu, asisten rumahnya itu akhirnya memberitahu Cellyn jika ada seorang pria yang datang dan berteriak memanggil namanya sejak tadi.


Mendengar hal itu sontak saja Cellyn berlari menuju jendela mengintip pria yang asisten rumahnya itu maksud, seketika bola mata Cellyn membulat kala melihat Kendra yang sedang berteriak dibawah sana, mendadak perasaannya menjadi tidak enak saat menatap Brandon.


“Ya tuhan apa tujuannya datang kesini sepagi ini?”


Cellyn membatin, apa ini alasan ia merasa gelisah sejak kemarin? Apa semua akan terbongkar? Lalu bagaimana nantinya? Bagaimana jika Kendra dan keluarganya menuntut hak asuh atas Brandon? Tentu saja ia tak ingin hal itu terjadi karena Brandon adalah segala-galanya baginya.


“Minta penjaga untuk mengusirnya bik.”


Ucap Cellyn yang tak mau bertemu dengan Kendra, namun setelah mendengar penjelasan bibik tentang Kendra yang sudah berulang kali di usir namun tetap nangkring disana membuat Cellyn mau tak mau harus turun sendiri untuk mengusir pria itu dari rumahnya dan kehidupannya.

__ADS_1


Cellyn kemudian mengambil jaket nya lalu segera keluar dari sana menemui Kendra, dengan langkah cepatnya ia segera menghampiri pria itu dan menyelesaikan semuanya agar tak ada yang tahu jika Kendra datang, jika tidak maka akan terjadi perang lagi antara kakaknya dan mantan suaminya itu.


“Apa yang kau inginkan? Kenapa selalu mengganggu kehidupan ku?!”


Sentak Cellyn dari dalam gerbang, sedangkan Kendra berada di luar gerbang, wanita itu sama sekali tidak berniat untuk membuka gerbang lantaran memang ia tidak sudi jika Kendra menginjakkan kakinya di tanah kediaman lemah tuanya itu, sedangkan Kendra kini menatap lekat pada Cellyn.


“Ya tuhan, wajah ini yang aku rindukan, wajah dimana ia terlihat cantik alami ketika baru bangun tidur.”


Kendra membatin, mendadak pikirannya melayang begitu melihat kecantikan Cellyn yang tak luntur meskipun usianya bertambah, sedangkan Cellyn menatap aneh pada Kendra yang hanya diam dan menatapnya, wanita itu bahkan segera menyeka wajahnya, takut saja ada hal yang akan membuatnya merasa malu.


“Kalau tidak punya apapun untuk dikatakan sebaiknya kau pergi saja dari sini!”


Ucap Cellyn seraya membalikkan tubuhnya meninggalkan Kendra, namun langkahnya terhenti begitu mendengar ucapan pria itu yang membuat nyasangat terkejut, bahkan ia merasa tak percaya jika Kendra akan menanyakan hal itu padanya tanpa ragu.


“Brandon, dia anakku kan?”


Deg!


“Bukan, dia bukan anakmu, dia anakku dan... Dellon.”


Ucap Cellyn seidkit ragu saat menyebut nama Dellon lantaran merasa bersalah karena harus membawa nama pria itu masuk dalam masalahnya dengan Kendra, sedangkan Kendra kini hanya tersenyum miring seraya terkekeh mendengar jawaban ragu dari Cellyn.


“Anakmu dengan Dellon? Tapi kenapa wajahnya sama persis dengan wajahku saat masih seumuran dengannya?!”


Deg!


Kebenaran apalagi ini? Wajah Brandon sama persis dengan wajah Kendra saat masih kecil? Jujur saja Cellyn tak tahu apapun tentang hal ini lantaran ia memang tidak pernah melihat foto masa kecil Kendra saat berada dirumah pria itu lantaran terlalu sibuk mengerjakan semua pekerjaan rumah.

__ADS_1


“A-apa yang kau katakan? I-itu tidak mungkin karena Brandon bukan anakmu tapi..”


Ucapan Cellyn terhenti begitu Kendra melempar beberapa foto masa kecilnya yang memang ia bawa sebagai bukti apa yang ia katakan memang benar, dengan sedikit ragu Cellyn menunduk mengambil beberapa foto yang tercecer di tanah.


Seketika matanya membulat melihat foto foto itu, foto anak kecil yang kurang lebih seumuran dengan Brandon, bukan hanya itu bahkan wajahnya juga mirip seperti duplikat, kali ini Cellyn tidak bisa berbohong lagi lantaran bukti sudah ada didepan mata, wanita itu hanya terdiam seraya menggigit bibirnya.


“Sekarang kau ingin mengatakan apalagi? Sudah jelas jika Brandon adalah anakku! Dan aku berhak bertemu dengannya dan mengabiskan waktu bersamanya!”


“Tidak!! Kau tidak berhak sama sekali! Aku yang berhak karena aku ibunya, aku yang mengandungnya, aku yang menjaganya sejak ia masih aku kandung, sendirian! Dan kau? Seenaknya datang dan mengaku sebagai ayahnya?”


Timpal Cellyn yang tidak terima dengan semua ucapan Kendra, sedangkan Kendra hanya bisa menatap Cellyn yang kini berlutut seraya menutupi kedua telinganya, rasanya ingin sekali Kendra menghampirinya dan memeluknya.


“Cellyn, dengarkan aku, semuanya belum terlambat, kita masih bisa kembali bersama dan hidup bahagia dengan putra kita, aku berjanji akan menjaga kalian, aku mohon berikan aku kesempatan.”


Ucap Kendra tanpa merasa malu, sedangkan Cellyn kini terdiam seraya mengangkat wajahnya menatap benci pada Kendra, jadi ini tujuannya mengakui Brandon sebagai anak? Ia ingin memanfaatkan anak itu agar bisa kembali dengannya?


“Apa aku tidak salah dengar? Kau memintaku untuk kembali? Setelah mendengar ucapanmu aku semakin yakin jika kau bukan pria yang tepat untukku dan juga Brandon, kau pikir aku masih menyimpan perasaan padamu? Ya kau benar aku memang masih menyimpan perasaan padamu, lebih tepatnya perasaan benci! Sudah aku katakan aku sudah bahagia dengan kehidupanku yang sekarang dan berhenti lah mengganggu ku dan putraku! Dasar pria brengsek, sialan, badjingan!!!!!!!”


Umpat Cellyn dengan nafas memburu pada Kendra membuat pria itu terdiam terkejut mendengar semua umpatan yang wanita itu keluarkan untuknya.


“Cellyn, kau boleh marah padaku, maki aku sepuasnya tapi aku mohon berikan aku kesempatan untuk membahagiakanmu dan juga anak kita.”


Ucap Kendra.


“Sorry bro, tapi itu sekarang sudah menjadi tugasku, aku lah yang akan membahagiakan Cellyn dan Brandon.”


Deg!

__ADS_1


__ADS_2