
“Tidak! Kau tidak boleh kemanapun, kau akan tetap disini bersama kami.”
Ucap Agus yang menentang keras apa yang Cellyn inginkan, bukan tanpa alasan Agus mengatakan itu pada putrinya, selain Cellyn masih baru terlepas dari masalah rumah tangganya, wanita itu juga sedang mengandung saat ini, dan siapa yang akan menjaganya di sana? Jelas saja hal itu di larang oleh Agus.
“Tapi dad..”
“Daddy bilang tidak boleh Cellyn, usia kandungan mu masih baru dan masih rentan, bagaimana terjadi sesuatu nanti?”
Akhirnya Cellyn memilih diam, ucapan Daddy nya tidak salah karena bagaimana pun daddynya juga mengkhawatirkan calon cucunya yang masih berada di dalam kandungan Cellyn, semuanya kemudian diam dalam perjalanan menuju rumah.
Setelah sampai dirumah, Cellyn pun memilih beristirahat, entah mengapa ia merasa tubuhnya sangat lemah, mungkin karena tadi pagi sempat muntah muntah dan dokter bilang itu hal yang biasa yang dialami ibu hamil.
“Ada apa dengan Cellyn?”
Tanya Aaron kala melihat ada yang aneh pada adiknya itu, Agus kemudian menjelaskan apa yang Cellyn katakan saat di mobil membuat Aaron hanya bisa menghela nafas, ia jelas tahu apa tujuan Cellyn ingin pindah keluar negeri, karena ia tidak ingin membuat keluarganya malu.
“Biarkan saja dia sendiri, dia belum bisa berpikir dengan jernih saat ini.”
Sedangkan kini Kendra baru saja kembali kerumahnya bersama Cellyn, entah mengapa ada rasa menyesal menemani Rachel kerumah sakit karena wanita itu ingin menjenguk temannya, hingga ia harus bertemu dengan Cellyn dan keluarganya, belum lagi telinga nya yang panas mendengar Rachel mengoceh memamerkan jika dirinya akan segera menikah.
“Sayang, kau kenapa? Apa kau memikirkan Cellyn?”
Tanya Rachel tiba tiba membuat Kendra semakin muak, sedangkan Liliana yang mendengar itu tentu saja langsung menghampiri Kendra dan Rachel setelah mendengar nama Cellyn, takut saja jika wanita itu kembali membuat Kendra merubah keputusannya untuk menikah dengan Rachel.
“Cellyn? Kalian bertemu dengan Cellyn?
Rachel mengangguk lalu menceritakan apa yang terjadi, Liliana pun menghela nafas lega mendengar jika tak ada apapun yang terjadi, mereka hanya berpapasan dan itu pun hanya sebentar lantaran keluarga Cellyn langsung membawa Cellyn pergi dari sana.
“Sebaiknya pernikahan kalian segera di selenggarakan, mama takut jika wanita itu akan..”
“Stop ma! Jangan bawa bawa Cellyn, dia tidak melakukan apapun, kenapa kalian selalu menyalahkannya?”
Timpal Kendra yang sudah muak mendengar sang mama terus saja menyalahkan Cellyn yang bahkan sudah tidak pernah terdengar lagi kabarnya, tapi nama wanita itu terus saja disebut di dalam rumah nya itu membuat Kendra benar benar sulit untuk melupakannya.
__ADS_1
Kendra akhirnya memilih untuk pergi saja dari sana membuat Liliana dan Rachel saling menatap, salah mereka memang selalu membahas nama Cellyn disana, bahkan jika Kendra melarang mereka membahas Cellyn tetap saja mereka tidak peduli.
.
.
.
Sedangkan dirumahnya Cellyn yang baru saja beristirahat kini harus keluar lantaran ada seseorang yang datang menemuinya, entah siapa Cellyn pun tidak tahu dan memilih untuk segera turun ke bawah, keningnya berkerut kala melihat sosok Rain di rumahnya tengah berbincang dengan keluarga nya.
“Rain?”
Semua orang menoleh pada Cellyn, Rain pun tersenyum melihat wajah cantik Cellyn yang memang sedikit pucat, Cellyn pun menghampiri mereka disana seraya menanyakan tujuan kedatangan Rain kerumah nya.
“Apa yang kau lakukan disini?”
Tanya Cellyn yang tentu saja bingung dengan keberadaan Rain di rumahnya.
“Hey, bukankah kita teman? Apa aku tidak boleh mengunjungi teman ku?”
Secepat itu Rain akrab dengan keluarganya membuat Cellyn benar benar terkejut, namun sedekat apapun mereka tidak akan mengubah apapun, Cellyn tahu jika Rain memiliki perasaan padanya namun wanita itu benar benar menutup rapat hatinya untuk pria manapun, terlebih setelah mengetahui kehamilan nya.
Hingga sore pun tiba, kini Rain izin pulang setelah cukup lama berada di sana, ia juga sangat nyaman disana lantaran kedatangannya disambut dengan baik oleh keluarga Cellyn, benar bener keberuntungan memang berpihak padanya.
“Rain, boleh aku berbicara padamu sebentar?”
Ucap Cellyn tentu Rain setuju lantaran mengira jika mungkin Cellyn suka melihatnya akrab dengan keluarganya secepat itu, mereka kemudian duduk di kursi yang berada di halaman rumah Cellyn, Cellyn kemudian menarik nafas panjang sebelum akhirnya berbicara pada Rain.
“Ada apa?” Tanya Rain tak sabar.
“Begini, aku tahu tujuan mu kesini dengan niat baik, aku juga sangat senang kau akrab dengan sangat cepat pada keluarga ku, tapi aku mohon mulai hari ini jangan pernah kesini atau menemuiku lagi.”
Deg!
__ADS_1
Rain mengerutkan keningnya, tak percaya dengan apa yang Cellyn katakan padanya, kenapa tiba tiba wanita itu mengatakan hal itu padanya? Apa dia melakukan kesalahan?
“Tapi kenapa?”
“Aku sedang hamil, dan aku juga tidak ingin membuat pria lain yang bertanggung jawab atas diriku dan bayiku nanti, mungkin kau bisa menerima ku tapi bagaimana dengan orang tuamu? Maaf tapi aku benar benar tidak ingin membuat kau menjadi anak durhaka.”
Hingga tak lama akhirnya Rain memilih pulang dengan perasaan kecewa setelah mendengar penjelasan dari Cellyn, mau bagaimana lagi, ia juga tidak mungkin memaksa wanita itu untuk menerima cintanya bukan?
Pertama kali dalam hidup Rain di tolak oleh seorang wanita yang bahkan Rain berpikir untuk serius padanya, namun ia juga bukan pria yang buruk yang akan melakukan segala cara untuk mendapatkan sesuatu, terlebih dengan cara memaksa.
Sedangkan Cellyn kini menatap kepergian Rain yang terlihat kecewa pada ucapannya.
“Maafkan aku Rain, mungkin kau akan menemukan wanita yang lebih pantas dengan dirimu nanti.”
Gumam Cellyn lalu akhirnya memilih untuk kembali masuk ke dalam rumahnya, sedikit pun ia tak menyesali apa yang ia pinta dari Rain lantaran ia tak ingin perasaan pria itu semakin besar padanya, melihat pria itu memang benar benar serius untuk mendapatkan nya.
“Sayang, apa yang kalian bicarakan tadi?”
Tanya Yoonia pada putrinya itu melihat Cellyn yang masuk dengan wajah sedikit miring, Cellyn kemudian menghentikan langkah nya lalu menatap sang mommy.
“Cellyn hanya memberitahunya agar tidak berharap pada Cellyn.”
Ucapnya lalu pergi begitu saja ke dalam kamarnya, sedangkan semua orang saling menatap, entahlah selama mengetahui kehamilannya Cellyn benar benar menutup diri dan tak ingin bertemu dengan banyak orang.
“Apa sebaiknya kita izinkan saja dia pindah keluar negeri? kita bisa menemaninya disana, mungkin Cellyn memang harus membutuhkan sebuah ketenangan dan suasana baru dalam hidupnya.”
Ucap Aaron membuat kedua orang tuanya kini harus kembali memikirkan permintaan Cellyn.
.
.
.
__ADS_1
Jangan lupa dukungan nya buat Author ya guys 🥰🙏