CINTA DALAM HIDUPKU

CINTA DALAM HIDUPKU
RENCANA AIYLA


__ADS_3

Adlar dan Aiyla sampai di rumah.


"Syukurlah... Akhirnya kau datang, Nak." ucap Azizah.


Aiyla meminta semua orang untuk berkumpul di ruangan.


"Ada apa, Nak? Kenapa kau mengumpulkan kami disini?"


Aiyla memberitahu semua orang jika dia akan membatalkan pertunangannya dengan Aiyaz.


"Bukankah kau ingin sekali pertunangan ini? Lalu, kenapa tiba-tiba saja kau membatalkan semuanya?"


"Ini semua sudah menjadi keputusan ku, Ibu. Aku tidak ingin dengar lagi kalian membicarakan hal ini." Aiyla pergi ke kamarnya. Semua masih tidak percaya dengan keputusan yang diambil Aiyla.


"Apa kau yang membuat Aiyla mengambil keputusan ini?" tanya Nilam pada Adlar.


"Putrimu itu sudah besar. Dia berhak memutuskan apapun tentang hidupnya."


Malam itu, Amine pergi menemui Ishla di kamarnya.


"Bagaimana keadaanmu?"


"Aku sudah membaik Ibu. Demam ku sudah turun. Besok aku bisa kembali kuliah."


Ishla menanyakan tentang kota Cappadocia pada Amine. Dia memberitahu tentang lukisan milik Aiyaz padanya.


"Kenapa tiba-tiba kau menanyakan hal itu?"


"Pertama aku melihat lukisan itu, sesuatu terlintas di kepalaku, Ibu. Tapi aku tidak tahu itu apa."


Ishla memberitahu Amine, jika besok Aiyaz akan membawanya pergi ke kota itu. Dia akan menceritakan semuanya disana.


"Kau dan Aiyaz akan pergi ke Cappadocia?"


"Iya, Ibu."


"Untuk apa Aiyaz membawa Ishla ke tempat itu?" tanya Amine dalam hatinya.



Aghna melihat pintu kamar Aiyaz terbuka, dia pergi untuk melihatnya.


"Kakak, kau belum tidur?"


"Masuklah!"


"Apa kau sudah bicara padanya?"


"Apa yang bisa aku katakan, dia tidak mengingat apapun."


Aghna memberitahu Aiyaz jika tiga tahun yang lalu Ishla mengalami kecelakaan yang membuatnya lumpuh dan hilang ingatan. Sebagian ingatannya hilang. Itu sebabnya Ishla tidak mengenalnya.


Aiyaz sangat senang walaupun Ishla tidak mengingatnya, dia masih bisa menemuinya. Aiyaz memberitahu Aghna tentang rencananya besok. Dia akan membawa Ishla ke kota Cappadocia. Kota itu adalah tempat dimana Aiyaz menyatakan perasaannya pada Ishla saat itu. Aghna ikut senang mendengarnya, dia akan mendukung penuh apapun keputusan Aiyaz.



Aiyla baru saja membersihkan dirinya. Dia melihat wajahnya di cermin. Senyum licik terlihat di wajahnya.


"Untuk sementara ini, aku harus bisa menjaga jarak dengan Aiyaz. Jangan biarkan semua orang tahu jika aku hanya berpura-pura mengambil keputusan ini. Jika Aiyaz tidak bisa menjadi milikku, Ishla juga tidak akan bisa memiliknya."


__ADS_1


Saat Aiyaz tengah berbincang dengan Aghna, tiba-tiba saja ponselnya berdering. Aghna melihat layar ponsel Aiyaz, disana sudah tertera nama Aiyla.


"Angkat saja Kakak! Tidak ada salahnya kau dengarkan apa yang ingin dia katakan."


Atas permintaan Aghna, Aiyaz mengangkat teleponnya.


"Halo."


"Halo, Aiyaz. Apa besok kau ada waktu?" tanya Aiyla.


"Besok aku...


"Kau tidak perlu khawatir, aku hanya meminta waktumu tiga puluh menit saja. Setelah itu kau bisa melakukan apapun yang kau mau. Aku mohon...


"Baiklah, besok kita bertemu di tempat biasa."



Jam menunjukan pukul 9 malam. Amine melihat Ishla sudah tertidur di kamarnya. Dia pergi untuk menemui Aiyaz. Saat tiba di depan rumah Aiyaz, Amine melihat ada mobil Adlar disana. Dia tidak bisa masuk sekarang, Amine menunggu dalam mobilnya sampai Adlar benar-benar pergi.


"Semoga saja Aiyaz bisa menepati perkataannya." ucap Amine.


Kurang lebih tiga puluh menit Amine menunggu, akhirnya dia melihat Adlar keluar dari rumah itu. Setelah Adlar pergi, belum sempat Aiyaz masuk ke dalam, dia melihat sebuah mobil berhenti di depan rumahnya. Dia terkejut melihat Amine datang menemuinya pada jam malam seperti ini.


"Masuklah, Nyonya!"


"Terimakasih."


"Apa sesuatu terjadi pada Ishla?" tanya Aiyaz.


"Dia baik-baik saja. Aku datang untuk bertanya padamu tentang rencanamu itu. Ishla bilang kau akan membawanya ke kota Cappadocia. Apa yang sebenarnya kau rencanakan di belakangku?" tanya Amine.


"Kakak? Siapa dia?


Aiyaz memberitahu Aghna jika perempuan itu ibu dari Ishla. Aghna ikut duduk dan mendengar perbincangan mereka. Aiyaz memberitahu Amine jika di kota itu Aiyaz menyatakan perasaannya pada Ishla. Dia ingin Ishla mengingat kembali semua itu.


"Aku tidak memberimu izin untuk membawa Ishla kesana."


"Loh... Kenapa Nyonya? Bukankah itu akan bagus jika ingatan Ishla pulih kembali?" ucap Aghna.


"Kalian tidak akan pernah tahu bagaimana kekhawatiran seorang ibu pada putrinya."


"Itu berarti... Kau ingin Ishla terus hilang ingatan? Kau tidak ingin putrimu kembali mengingat semuanya?"


Amine memberitahu Aiyaz dan Aghna jika Ishla pernah pingsan saat dia mengingat kembali semuanya. Dia akan merasakan rasa sakit di kepalanya dan itu akan sangat membahayakan nyawanya.


"Aku hanya takut hal itu terjadi lagi pada putriku, Nak. Aku akan sangat senang jika ingatannya itu pulih dengan cepat dan dia baik-baik saja. Aku hanya memiliki dia dalam hidupku, aku tidak bisa membayangkan bagaimana jika aku harus kehilangan dirinya." Mata Amine terlihat berkaca-kaca. Aghna merasa bersalah karena sudah mengatakan hal seperti itu pada Amine.


Aiyaz akan tetap membawa Ishla ke tempat itu karena permintaannya. Dia berjanji pada Amine untuk tidak memaksa Ishla mengingat semuanya. Dia hanya ingin memiliki waktu lebih banyak lagi dengan Ishla.


"Aku berjanji akan menjaga Ishla, jika sesuatu terjadi padanya kau bisa melakukan apapun padaku."


"Baiklah, aku mengizinkanmu untuk membawa Ishla pergi kesana."



Malam itu, Aiyla sedang bermain ponsel di kamarnya. Tiba-tiba Nilam masuk dan duduk disampingnya. Dia melihat putrinya bersikap tenang-tenang saja setelah dia mengambil keputusan itu. Aiyla melihat foto dirinya di internet, semua berkomentar tentang kecantikan Aiyla dan pekerjaannya itu sebagai model.


"Apa yang ingin kau katakan padaku, Ibu?"


"Keputusanmu itu...

__ADS_1


"Sudahlah, Ibu. Aku tidak ingin membahasnya lagi. Itu sudah menjadi keputusan ku, dan kau tidak bisa lagi mengubahnya."


Nilam mengingatkan Aiyla jika dia sangat menginginkan pertunangan ini. Dia sangat ingin memiliki Aiyaz seutuhnya.


"Kau tidak perlu mengingatkanku semua itu, tentu saja aku masih mengingatnya." Aiyla memberitahu Nilam jika besok dia akan menemui Aiyaz dan mengatakan semuanya. Dia akan membuat Aiyaz terbebas dari pertunangan ini. Dia akan sangat senang jika Aiyaz kembali dengan Ishla, dengan begitu dia akan bahagia dan Aiyla akan ikut bahagia melihatnya.



Pagi itu, Aiyaz dan Aghna pergi menemui Ishla. Hari ini dia akan membawa Ishla ke kota Cappadocia. Amine menyambut kedatangan mereka dengan senang hati. Dia mengajak mereka untuk sarapan bersama di rumahnya. Amine membawa Ishla ke meja makan. Disana dia sudah melihat keberadaan Aiyaz dan Aghna.


"Selamat pagi."


"Selamat pagi."


Saat makan, Ishla membuka pembicaraan.


"Dimana Ibu mengenal Aiyaz?" tanya Ishla.


Amine menatap Aiyaz dan Aghna.


"Apa kau lupa sayang... Aiyaz yang membawamu pulang saat kau pingsan kemarin."


"Ya ampun, kenapa aku bisa lupa...


Selesai sarapan, Aiyaz pergi untuk mengantar Aghna ke kampus. Disana sudah ada Ashika yang menunggunya.


"Selamat pagi."


"Selamat pagi."


Ashika melihat Ishla yang berada di dalam mobil.


"Apa kakakmu jadi membawa Ishla ke tempat itu?" tanya Ashika.


"Tentu saja, mereka akan pergi hari ini juga."


"Sampai jumpa. ucap Ishla melambaikan tangannya.


"Sampai jumpa."


Di dalam perjalanan, Aiyaz baru ingat jika pagi ini dia memiliki janji dengan Aiyla.


"Apa aku boleh minta tolong? Aku ingin menghubungi seseorang, tetapi aku tidak bisa melakukannya saat menyetir seperti ini. Bisa kau menghubunginya?"


"Tentu saja." Aiyla membuka ponsel Aiyaz.


"Apa kata sandinya?" tanya Ishla.


"91981214." Aiyaz meminta Ishla untuk menghubungkan ponselnya dengan Aiyla. Tidak lama, Aiyla menjawab panggilannya.


"Halo Aiyaz. Kau dimana? Aku sudah berada di tempat biasa kita bertemu. Jangan bilang... Kau ini lupa jika pagi ini kita akan bertemu."


"Hari ini aku... Ishla langsung mematikan ponsel Aiyaz.


"Kenapa?"


"Pergilah dan temui dia! Kau sudah berjanji padanya, bukan? Jangan sampai dia menunggu lama."


"Bagaimana denganmu?"


"Kau temui saja dia! Aku akan menunggumu di dalam mobil. Aiyaz pergi untuk menemui Aiyla di tempat biasa.

__ADS_1


__ADS_2