
Dua bulan sudah waktu berlalu. Myra dan Ishla menjemput bibi Lea ke bandara. Dari jauh sudah nampak bibi Lea berjalan ke arah Myra dengan mendorong koper miliknya. Dia terlihat sangat segar dan bersemangat.
"Ibu...
Myra berlari dan memeluk ibunya dengan sangat erat. Dia sangat senang karena operasinya berjalan dengan lancar. Myra sangat bersyukur karena ibunya sudah kembali sehat.
"Selamat datang, bibi." ucap Ishla sambil memeluk bibi Lea.
"Terima kasih, nak."
Ishla membawa bibi Lea dan Myra ke rumah barunya. Dia membelikan rumah mewah untuk bibi Lea tanpa sepengetahuan Myra. Itu merupakan hadiah atas kembalinya bibi Lea dari Amerika. Bibi Lea dan Myra tidak pernah membayangkan akan tinggal di rumah sebesar itu. Ishla memberikan kunci rumahnya pada bibi Lea. Mereka masuk dan melihat setiap ruangan yang ada disana.
"Rumahnya sangat besar juga indah, nak. Kenapa kau harus repot-repot membelikan ku semua ini? Aku sudah sangat cukup dengan apa yang sudah kau lakukan untukku dan juga Myra selama ini." ucap bibi Lea penuh haru.
"Jangan berkata seperti itu, bi. Aku sama sekali tidak kerepotan. Hanya ini yang aku bisa berikan untuk kalian." ucap Ishla.
"Ini sesuatu yang sangat besar untukku, nak. Terima kasih banyak, sayang." ucap bibi Lea sambil menciumi tangan Ishla.
\*\*\*
Sudah dua bulan berlalu, akhirnya Ethan bangun dari komanya. Penantian semua orang akhirnya membuahkan hasil. Ethan sudah kembali sadar dan keadaannya baik-baik saja. Walau mengalami koma selama dua bulan, Ethan masih ingat dengan kejadian malam itu. Tangannya geram mengingat apa yang sudah Amine lakukan padanya sebelum kecelakaan itu. Ethan berjanji akan membalasnya. Dengan izin dari dokter, akhirnya Ethan sudah bisa di bawa pulang. Sementara itu, Amine yang akan mengunjungi Ethan di kamarnya, tidak mendapati siapapun disana, hanya ada seorang perawat yang sedang merapikan tempat tidur Ethan.
"Permisi, dimana pasien yang menempati kamar ini?" tanya Amine pada perawat itu.
"Maaf, Bu. Dia baru saja dibawa pulang oleh anggota keluarganya."
"Apa dia sudah sadar dari komanya?" tanya Amine.
"Sudah," jawab perawat itu.
Amine yang mendengar hal itu merasa tidak senang. Kenapa Ethan harus bangun secepat itu? Kenapa dia tidak koma selama tiga tahun saja? Amine tidak akan membuat keluarga itu hidup dengan tenang. Satu persatu dari mereka akan menerima hukumannya sesuai dengan apa yang sudah mereka perbuat selama ini.
\*\*\*
Malam telah tiba, Amine pergi menuju ke kediaman Adlar. Di tengah perjalanan, Amine sempat mampir ke toko dan membeli karangan bunga sebagai hadiah kecil untuk Ethan. Dia pergi dengan menggunakan mobil milik Ethan. Semua akan dibuat terkejut dengannya. Malam ini Amine akan membuat kekacauan kecil di rumah besar itu. Sementara itu, saat makan malam Adlar menanyakan hal yang mengejutkan semua orang.
"Apa ada sesuatu yang kau rahasiakan dariku?" tanya Adlar pada Ethan.
"Apa maksud ayah? Aku sama sekali tidak mengerti." ucap Ethan.
Adlar menyudahi makannya, dia menatap serius wajah semua orang. Nilam melihat tatapan Adlar yang tidak biasa.
__ADS_1
"Apa kau pernah menabrak seorang gadis tiga tahun yang lalu?" tanya Adlar.
Uhuk... Uhuk... Uhuk...
Mendengar hal itu Ethan langsung tersedak. Aiyla memberinya segelas air.
"Apa yang ayah katakan? Tidak mungkin kakak melakukan semua itu." Aiyla mencoba membela Ethan. Sedangkan pada Ethan sendiri dia terus diam tanpa pembelaan apapun.
"Apa Amine yang mengatakan semua itu?" tanya Nilam sangat geram.
"Apa semua itu benar?" tanya Adlar.
Ethan mengakui di hadapan semua orang jika dia memang pernah menabrak seorang gadis tiga tahun yang lalu. Saat itu dia mengemudi dalam keadaan mabuk sampai hilang kendali. Ethan meminta maaf pada Adlar dan sangat menyesali semua perbuatannya itu.
"Bagaimana dengan gadis itu?" tanya Adlar.
Ethan menggeleng tidak tahu. Setelah menabrak gadis itu, dia langsung pergi karena merasa sangat takut. Adlar langsung berdiri dari tempat duduknya tidak percaya. Itu artinya Ethan sudah menjadi pelaku tabrak lari. Ethan meminta Adlar untuk menolongnya keluar dari semua masalah ini.
Adlar terlihat seperti akan menghubungi seseorang.
"Kau akan menelepon siapa Adlar?" tanya Nilam.
"Siapa lagi jika bukan polisi, dia harus mempertanggungjawabkan semua perbuatannya itu."
"Apa yang kau lakukan? Berikan ponsel itu padaku!" pinta Adlar.
"Aku tidak akan membiarkan putraku masuk ke dalam penjara," ucap Nilam. Azizah meminta semua orang untuk tenang. Dia akan mencari jalan keluar untuk semua itu. Satu-satunya cara adalah Azizah meminta orang untuk mengakui semua kejahatan yang dilakukan Ethan ke kantor polisi.
"Aku tidak setuju dengan itu," bantah Adlar. "Itu sama saja kau menjerumuskan orang yang tidak bersalah hanya untuk menutupi semua kesalahan putraku."
Azizah sangat takut jika sampai berita ini sampai ke polisi, bukan hanya tentang nasib Ethan tetapi juga harga diri dan kehormatan keluarga besar Diaz yang akan dipertaruhkan. Sementara itu, Amine baru saja tiba disana. Sebelum masuk dia sempat mendengar sedikit keributan di dalam.
"Apa yang terjadi?" ucapnya.
Saat mendengar suara bel berbunyi semua orang terlihat panik, termasuk Ethan. Dia takut jika yang datang itu adalah polisi. Azizah meminta pelayan untuk melihatnya.
"Selamat datang, nyonya. Silahkan masuk!" ucap pelayan itu.
Saat melihat kedatangan Amine semua orang dibuat terkejut.
"Apa aku datang disaat yang tidak tepat?" ucap Amine.
__ADS_1
"Tidak, duduklah!"
Amine memberikan karangan bunga itu pada Ethan. Dia senang akhirnya Ethan kembali bangun dari komanya. Nilam sangat geram melihat sikap Amine yang pura-pura peduli pada putranya.
"Untuk apa yang kau datang kemari?" tanya Nilam sinis.
"Aku datang untuk melakukan apa yang seharusnya aku lakukan dari dulu," ucapnya.
Amine memiliki kejutan kecil untuk Ethan. Sesuatu itu sudah menunggunya di depan. Ethan berjalan ke luar untuk melihatnya. Dia sangat terkejut melihat mobil miliknya terparkir di depan rumah.
"Siapa yang membawa mobil ini ke sini?" tanya Nilam.
"Tentu saja aku," ucap Amine.
"Bagaimana bisa mobilku ada padamu?" tanya Ethan heran.
Amine memberitahu Ethan jika selama ini mobilnya ada padanya. Dia menyuruh Zafer untuk mengubah mobil lain sama persis untuk mengelabuinya. Amine berjalan ke arah mobilnya untuk mengambil sesuatu. Dia mengeluarkan botol yang berisi bensin dan menyiramkannya pada semua bagian mobil. Semua orang masih melihat apa yang akan Amine lakukan selanjutnya. Tidak berselang lama Amine menyalakan api dan melemparnya ke arah mobil tidak lama api menyebar dengan cepat dan membakar semua bagian mobil itu tanpa tersisa sedikitpun.
"Apa yang kau lakukan pada mobilku? Apa kau sudah gila?" Ethan terlihat sangat marah. Dia mencoba untuk memadamkan apinya namun api itu terlalu besar. Hanya ada amarah yang sangat membara dalam hati Amine sama seperti api itu. Semua orang menjauh karena tidak lama lagi mobil itu akan meledak. Sesaat setelah itu tidak ada lagi yang tersisa kecuali bekas bakaran.
"Apa kau sudah puas membuat kekacauan di rumahku ini?" tanya Adlar.
"Ini belum seberapa," ucap Amine.
Sebelum pergi Amine menunjukkan rekaman CCTV itu pada semua orang. Dia akan segera memberikan bukti itu pada polisi dan secepatnya Ethan akan dipenjara.
"Aku tidak akan membiarkanmu melakukan hal itu," ucap Adlar mencoba melindungi putranya.
"Lalu bagaimana dengan putriku, Ishla? Apa aku juga harus diam dengan apa yang sudah putramu lakukan padanya?"
"Apa hubungan Ishla dengan kejahatan yang dilakukan putraku?" tanya Adlar.
"Gadis yang putramu tabrak itu adalah Ishla, putriku!" ucap Amine penuh amarah. Mata semua orang dibuat terbelalak mendengar semua itu.
\*\*\*
Malam itu, dalam perjalanan pulang Ishla sempat berhenti di toko buku. Setelah kembalinya dari sana, saat dia akan menyeberang tiba-tiba saja sebuah mobil melaju dengan kencang dan menabraknya. Dia pikir orang itu akan bertanggung jawab tapi dia pergi begitu saja. Bukan hanya dia yang melihat kejadian itu, tapi juga Mustafa menyaksikan semuanya. Dia memberikan rekaman CCTV itu padanya sebagai bukti. Saat dilihat ternyata Ethan lah pelaku tabrak lari itu.
"Dia yang menyebabkan putriku celaka!" ucap Amine sambil menujuk Ethan.
"Karenanya Ishla harus koma dan terbaring selama tiga tahun lamanya. Saat aku mulai kehilangan harapan aku yakin jika keajaiban akan datang. Saat Ishla bangun kehidupanku seakan berjalan kembali, tapi sayangnya dokter memberitahu jika Ishla lumpuh karena benturan yang sangat keras di bagian kakinya. Putriku lumpuh! Dia harus duduk di kursi roda selama bertahun-tahun. Bukan hanya itu, dia juga mengalami amnesia yang menyebabkan dia harus mengulang kuliahnya kembali. Semua yang terjadi pada putriku itu semua karena dia!"
__ADS_1
Adlar sangat sesak mendengar semua kebenarannya. Dia begitu tidak berdaya saat tahu Ethan lah yang telah menabrak Ishla. Azizah masuk lebih dulu, sekarang dia tahu kenapa Amine sangat ingin membalas dendam pada keluarganya karena Ethan sudah menyebabkan putrinya koma. Azizah kembali ke kamarnya, dan meminum obatnya sebagai penenang. Sebelum Amine pergi, dia akan memastikan jika besok pagi polisi akan datang untuk menangkap Ethan.