
Saat Will berhasil mengangkat sangkar besi itu, dia mendapati keberadaan Ishla di dalamnya. Semua orang terkejut dibuatnya. Adlar pergi ke dalam kapal untuk mencari kunci dari sangkar itu.
"Ishla, bangunlah sayang! Ini ibu," ucap Amine sambil berderai air mata. Tidak lama Adlar datang dengan membawa kunci itu. Saat Amine memeluk Ishla, seluruh tubuhnya sangat dingin. Saat Will memeriksa denyut nadi Ishla, dia tidak bisa merasakannya.
"Ada apa Will?" tanya Amine khawatir.
Will hanya diam tanpa mengatakan apapun. Dia tidak sanggup memberitahu Amine jika denyut nadi putrinya itu sudah tidak ada.
"Tidak mungkin putriku pergi begitu saja, dia perempuan yang kuat. Aku yakin dia akan berjuang untuk hidupnya," ucap Amine. Saat itu juga, Amine langsung membawa Ishla ke rumah sakit untuk segera mendapatkan penanganan serius dari dokter. Di satu sisi, Myra sedang menyiapkan semuanya mulai dari pakaian, riasan, juga penampilan. Dia mendapat nomor lima untuk tampil fashion show. Saat Myra sedang dirias, di sana juga sudah ada Glan yang sedang duduk di sofa. Sejak tadi, Myra terus memperhatikan Glan melalui kaca yang ada di hadapannya. Tidak ada sedikitpun senyum diwajah Glan, dia terlihat sangat murung malam itu. Tidak lama datang seorang desainer dengan membawa beberapa baju yang akan dikenakan Myra saat tampil nanti. Desainer memberitahu Myra jika dia akan tampil sebanyak tiga kali dengan baju yang berbeda.
"Aku sudah membawa baju rancangan terbaikku, kau bisa memilih tiga baju untuk penampilanmu nanti," ucap desainer.
Saat melihat semua baju itu Myra merasa sangat bingung harus memilih baju yang mana saja. Semua baju itu terlihat sangat elegan juga unik. Desainer meminta Glan untuk membantu Myra memilih baju yang cocok. Waktu yang tersisa kurang dari tiga puluh menit lagi.
"Apa kau bisa membantuku Glan?" tanya Myra.
"Tentu saja," jawab Glan singkat.
Saat Myra mencoba semua baju itu, ada tiga baju yang menurut Glan sangat cocok dengan Myra. Sudah ada tiga pelayan yang sedang memegang tiga baju pilihan Glan.
"Bagaimana dengan ketiga baju ini?" tanya Glan.
"Pilihan yang sangat bagus Glan," puji desainer. "Kau bukan hanya ahli dalam masalah kantor, tetapi kau juga sangat ahli dalam hal pakaian."
Tanpa berpikir lagi, akhirnya Myra mengenakan gaun yang sudah dipilihkan Glan untuknya. Sudah saatnya kini Myra tampil. Dari sekian banyak model perusahaan, kebanyakan orang menantikan penampilan Myra. Mereka tahu jika Myra berasal dari IDL Company yang dikirim langsung oleh Ishla sebagai model perusahaannya. Tidak terasa akhirnya Myra baru saja menyelesaikan penampilannya. Dia tinggal menunggu saat-saat yang menegangkan dalam hidupnya. Tepat pukul 24.00 nanti, dia akan tahu siapa yang menjadi juaranya. Bagi juri yang hadir dalam acara itu, tidak mudah menentukan siapa pemenangnya. Mereka semua yang hadir sudah menunjukkan penampilan terbaiknya. Selesai mengganti pakaiannya, Myra menemui Glan di kamar hotel.
Tok... Tok... Tok...
Saat tidak ada jawaban, Myra langsung masuk ke dalam. Dia tidak mendapati Glan di kamarnya. Myra menanyakan keberadaan Glan pada semua orang tapi mereka tidak mengetahuinya. Sementara itu, Glan berada di sebuah cafe yang tidak jauh dari hotel. Tidak lama seorang pria datang menghampiri Glan. Pria itu adalah Sam, orang yang diutus Glan untuk mencaritahu keberadaan Ishla.
"Bagaimana? Apa kau mendapat informasi tentang Ishla?" tanya Glan.
Sam terlihat diam saja. Dia seperti menyembunyikan sesuatu dari Glan.
"Kenapa kau diam? Cepat katakan sesuatu!" pinta Glan.
Saat Sam akan mengatakan semuanya, tiba-tiba saja ponsel Glan berbunyi. Salah satu juri dalam acara fashion show itu meminta Glan untuk menjadi pembaca nominasi dalam acara itu. Mereka tahu jika Glan adalah seorang pengusaha muda yang berhasil duduk di barisan perusahaan terbesar nomor satu dunia. Menjadikan Glan sebagai pembaca nominasi dari acara itu adalah sebuah kehormatan bagi mereka. Mendengar permintaan para juri, mau tidak mau Glan harus segera kembali ke hotel. Kejuaraan itu akan diumumkan kurang lebih lima belas menit lagi.
\*\*\*
Malam itu adalah malam yang sangat sulit sepanjang hidup Amine. Dia harus melihat kembali putrinya dalam keadaan tidak sadarkan diri. Tiba di rumah sakit, Amine bertemu dengan dokter pribadi keluarganya.
"Kau sedang apa disini, nyonya?" tanya dokter itu.
"Terjadi sesuatu pada putriku, dokter. Tolong selamatkan dia!" ucap Amine.
"Aku akan melakukan yang terbaik untuk putrimu, nyonya. Kau tenanglah!"
Saat memeriksa keadaan Ishla, dokter meminta perawat untuk segera membawa Ishla ke ruang penghangat. Suhu tubuhnya sangat dingin. Di luar, sudah ada Amine yang sedang menanti kabar baik dari dokter. Hatinya tidak berhenti berdoa untuk keselamatan putrinya. Sudah kurang lebih satu jam di ruang penghangat, perawat kembali memanggil dokter.
__ADS_1
"Apa yang terjadi pada putriku?" tanya Amine pada salah satu perawat.
"Kau tunggu saja, nyonya. Di dalam sudah ada dokter yang sedang menanganinya." jawab si perawat.
Saat dokter keluar, dia dengan sangat berat harus menyampaikan kabar duka itu pada Amine.
"Bagaimana keadaan putriku?" tanya Amine.
"Maaf nyonya, kami sudah berusaha semaksimal mungkin tapi putrimu tidak bisa diselamatkan," ucap dokter.
"Itu tidak mungkin dokter! Putriku pasti akan selamat," Amine pergi menemui Ishla di ruangan. "Ishla, bangunlah sayang! Ini ibu, nak. Kau tidak bisa meninggalkan ibu sendirian seperti ini," Amine mencoba membangunkan putrinya tapi tetap saja kedua mata itu tertutup rapat.
"Ishla...
Saat mendengar teriakan Amine, Keenan langsung menghampirinya.
"Kau kenapa Amine?" tanya Keenan.
"Dimana putriku?" tanya Amine.
"Dokter masih di dalam untuk menanganinya," jawab Keenan.
Amine sedikit lega karena itu hanyalah mimpi buruk. Tapi hati kecilnya tidak bisa berbohong jika Amine sangat takut jika mimpinya itu menjadi kenyataan.
Sementara itu, Glan bersiap untuk membaca hasil dari fashion show itu. Myra tidak berhenti berdoa. Dia mulai berkecil hati saat tahu juara tiga dan dua dimenangkan oleh perusahaan lain. Tinggal satu nama lagi yang belum Glan sebutkan.
Deg! Deg! Deg!
"Myra, dari IDL Company!"
Myra yang mendengar namanya disebut terlihat begitu bahagia. Dia sempat meneteskan air mata. Myra sangat bersyukur bisa memenangkan kejuaraan fashion show itu. Dia persembahkan semuanya itu untuk Ishla, selalu pemimpin IDL Company sekaligus sahabat terbaiknya. Glan datang menghampiri Myra dan memberinya ucapan selamat. Saat mereka tengah berbincang, seorang fotografer datang dan meminta izin untuk memotret mereka berdua. Saat mereka sedang merayakan kemenangan Myra, seorang sekretaris datang dan membisikkan sesuatu pada Glan.
Prek!
Gelas yang ada ditangan Glan tiba-tiba saja jatuh. Glan meminta seseorang untuk mengantarnya ke bandara. Malam itu juga dia akan kembali ke Istanbul. Myra yang melihat sikap aneh Glan bertanya-tanya.
"Ada apa sebenarnya? Kenapa Glan ingin kembali malam ini juga?" tanya Myra.
Seorang sekretaris memberitahu Myra jika hal buruk telah menimpa Ishla. Seseorang telah menculiknya dan memasukkan dia ke dalam sangkar besi yang disimpan di bawah laut.
"Lalu, bagaimana keadaannya sekarang?" tanya Myra.
"Nona Ishla koma," jawab sekretaris.
Mendengar hal itu, Myra langsung menyusul Glan ke bandara dan meninggalkan pesta perayaannya. Dia akan ikut bersama Glan untuk kembali ke Istanbul.
\*\*\*
Saat dokter keluar, Amine langsung menghampirinya.
__ADS_1
"Bagaimana keadaan putriku, dokter?"
"Maaf nyonya, kami sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi sayangnya putrimu sekarang ini dalam keadaan koma. Detak jantungnya sangat lemah." ucap dokter.
Amine sangat sedih mendengarnya. Keenan yang berada disampingnya berusaha untuk menguatkannya. Amine sangat sedih karena harus menyaksikan putri yang dicintainya koma untuk kedua kalinya. Saat Amine ingin melihat keadaan putrinya, dokter belum bisa mengizinkannya. Untuk saat ini, dia tidak bisa ditemui oleh siapa pun.
"Aku tidak ingin kehilangan putriku, Keenan. Dia segalanya bagiku, aku tidak sanggup jika harus kehilangannya."
Keenan mencoba menghibur Amine. Dia meyakinkan Amine jika Ishla adalah seorang gadis yang sangat kuat. Jika saat pertama koma Ishla bisa melaluinya, Keenan yakin untuk koma yang kedua kalinya ini Ishla pun akan mampu melewatinya. Amine hanya bisa melihat putrinya itu di luar ruangan. Dia sangat berharap jika Ishla akan segera bangun dari komanya.
Glan sudah tiba di bandara. Dia mencari jadwal penerbangan ke Istanbul malam itu juga. Tidak lama manajernya datang dan memberitahu Glan jika untuk dua hari ke depan tidak akan ada jadwal penerbangan. Semua terjadi karena cuaca yang akhir-akhir ini sangat buruk. Jika penerbangan masih tetap dilakukan, itu akan sangat membahayakan keselamatan seluruh penumpang dan awak pesawat. Glan merasa sangat marah. Di saat genting seperti ini tidak ada satupun pesawat yang bisa membantunya untuk kembali ke Istanbul.
"Apa kau sudah memesan tiketnya?" tanya Myra yang baru datang.
"Tidak akan ada jadwal penerbangan untuk dua hari ke depan, nona." jawab manajer.
"Kenapa?" tanya Myra heran.
"Cuaca di atas sana sangat buruk, jika dipaksakan akan sangat berbahaya untuk keselamatan penumpang," jawab manajer.
Glan mencoba menghubungi orang untuk menjemputnya dengan jet pribadi. Tapi, lagi-lagi cuaca menjadi penghalang untuk Glan bisa menemui Ishla.
Di satu sisi, Adlar masih mengurus kematian ibu dan putranya. Saat kembali ke rumah, Aiyla melihat semua dekorasi pengantin yang masih menghiasi rumahnya. Hari itu seharusnya menjadi hari paling bahagia dalam hidupnya, tapi dia harus menerima kenyataan atas kematian nenek dan kakaknya. Aiyla terlihat sangat marah, dia merusak seluruh hiasan itu.
Aaaa....
"Kenapa takdir mempermainkanku seperti ini?" ucap Aiyla. Seorang pelayan datang karena mendengar teriakan Aiyla.
"Kau kenapa nona?" tanya pelayan itu.
Pelayan membantu Aiyla naik ke kursi rodanya. Dia sangat terkejut saat melihat baju pengantin Aiyla yang banyak dilumuri darah. Aiyla meminta pelayan untuk membawanya ke kamar mandi dan membersihkan tangannya. Dia terus menangis tanpa mengatakan apapun.
"Kau sebenarnya kenapa nona?" tanya pelayan.
Aiyla menangis histeris. Dia memberitahu pelayan tentang kematian nenek dan kakaknya. Mendengar semua itu pelayan sangat terkejut dan tidak percaya. Aiyla menceritakan semua yang terjadi saat di atas kapal. Pelayan meminta Aiyla untuk kuat. Dia tidak tinggal sendirian, masih ada seorang ayah sangat sangat mencintainya.
Sementara itu, Aghna melihat kakaknya yang terus merenung di kamar. Dia pergi untuk bicara dengannya. Aghna sangat penasaran dengan orang yang menculik Aiyla tadi pagi, dia juga tidak tahu kenapa sikap Aiyaz berubah saat kembali dari sana. Saat masuk ke dalam kamarnya, Aiyla melihat kakaknya yang terduduk di samping tempat tidur.
"Kakak, kau kenapa?" tanya Aiyla.
Wajah Aiyaz terlihat sangat sedih. Dia menceritakan semua kejadian yang menimpa Aiyla di kapal.
"Jika Aiyla sudah berhasil diselamatkan? Lantas, apa yang membuatmu sedih?" tanya Aghna.
Aiyaz memberitahu adiknya jika disana dia juga mendapati Ishla. Keadaan Ishla sangat buruk. Ethan mengurung Ishla dalam sebuah sangkar dan memasukkannya ke dalam laut.
"Lalu, bagaimana keadaan Ishla saat ini?" tanya Aghna penasaran.
"Aku tidak tahu, semoga saja tidak terjadi hal buruk padanya," ucap Aiyaz.
__ADS_1