CINTA DALAM HIDUPKU

CINTA DALAM HIDUPKU
KEMARAHAN AMINE PADA AIYLA


__ADS_3

Sore itu Ishla berada di kamarnya. Tiba-tiba saja dia teringat pada Arash. Ishla mencoba menghubunginya, tapi ponselnya tidak aktif. Sudah beberapa bulan ini Arash tidak memberi kabar sedikitpun pada Ishla.


Ishla sangat penasaran dengan sosok Aiyla, kenapa dia begitu membencinya. Ishla mencari banyak informasi tentang Aiyla di internet. Bukan Aiyla namanya jika tidak pernah muncul di internet. Gadis cantik yang berperan sebagai model iklan itu selalu menjadi perbincangan hangat banyak orang. Salah satu iklan yang dibintanginya mencapai rating tertinggi tahun ini. Ishla mencaritahu masa lalu Aiyla. Dia menemukan sebuah artikel lama dimana Aiyla pernah mengumumkan pertunangannya dengan Aiyaz.


"Apakah mereka akan segera bertunangan?" Tidak lama kemudian, Ishla mendapat informasi dari artikel yang ia baca, jika Aiyla membatalkan pertunangannya beberapa minggu yang lalu. Dia juga menemukan artikel tiga tahun yang lalu, dimana keluarga Diaz menjodohkan Aiyla dengan Aiyaz. Lebih terkejut lagi, saat Ishla tahu dirinya disebut-sebut sebagai orang ketiga dalam hubungan Aiyla dan Aiyaz. Ishla tidak bisa duduk tenang, dia ingin mendapat jawaban dari semua pertanyaan yang ada di kepalanya. Dia pergi menemui Amine di kamarnya.



Hari sudah mulai gelap, sejak tadi siang Ethan menyuruh orang untuk memantau Ashika di kampus. Dia sudah mulai menaruh hati padanya. Ashika masih menunggu Zafer untuk menjemputnya. Kampus sebentar lagi akan ditutup, Ashika memutuskan untuk pulang dengan taksi. Sudah lama Ashika menunggu, tidak ada satupun taksi yang melintas di jalan itu. Ashika mencoba menghubungi Zafer, tapi ponselnya tidak aktif. Ashika mulai cemas melihat sekelilingnya tidak ada lagi orang kecuali dirinya. Tidak lama sebuah mobil berwarna merah berhenti tepat di depannya. Ethan membuka kaca mobilnya dan menawarkan tumpangan pada Ashika.


"Masuklah! Aku akan mengantarmu pulang."


"Tidak perlu repot-repot, aku bisa pulang sendiri." Ashika berjalan dengan cepat, tapi mobil Ethan terus saja mengikutinya. Ethan keluar dari mobil dan memaksa Ashika untuk masuk ke mobilnya.


"Lepaskan aku!" Ashika berteriak minta tolong, tapi itu rasanya percuma saja tidak akan ada yang bisa mendengar teriakannya itu.


Buk!! Pukulan keras berlabuh tepat di wajah Ethan.


"Jangan pernah berani menyentuh adikku! atau kau akan merasakan akibatnya." Zafer datang tepat waktu, Ashika sudah sangat ketakutan.


"Kakak sudah hentikan! Ayo kita pergi dari sini!" Ashika menarik tangan Zafer untuk masuk ke dalam mobil. Perasaan Ashika campur aduk, wajahnya masih terlihat ketakutan.


"Maaf, aku terlambat menjemputmu. Tadi, ada sedikit masalah di jalan. Kau tidak apa-apa kan? Apa pria itu mencoba melakukan hal buruk padamu?"


"Dia memegang tanganku dan memaksaku masuk ke dalam mobilnya. Aku sangat takut, Kakak. Bagaimana jika kau tidak ada disana...


"Sudahlah, jangan berfikir yang bukan-bukan. Sebelum dia melakukan hal buruk padamu, aku yang akan menghajarnya lebih dulu."



Sesampainya di rumah Aiyla terlihat sangat lelah ditambah lagi Amine sudah mempermalukannya di hadapan banyak orang karena Ishla. Dia langsung pergi ke kamarnya. Adlar sangat tahu apa yang sedang Aiyla rasakan saat ini. Dia meminta semua orang untuk tidak menemui Aiyla untuk sementara waktu, dia akan lebih baik sendiri untuk membuat suasana hatinya kembali baik.


Aiyla memikirkan cara untuk bisa membuat Ishla jauh dari Aiyaz. Dia akan membuat Ishla dikenal banyak orang, bukan menyukainya, Aiyla akan membuat semua orang membencinya. Malam itu Aiyla tidak banyak berfikir, dia pergi untuk menemui awak media dan melakukan wawancara secara live. "Lihat apa yang akan aku lakukan! Mulai besok, kau tidak akan lagi berani muncul di hadapan banyak orang."



Amine sedang menikmati secangkir teh di kamarnya. Dia menyenderkan tubuhnya di tempat tidur untuk menghilangkan rasa capeknya. Dia mengambil majalah yang ada di dalam laci dekat tempat tidurnya.


Tok... Tok... Tok...


"Ibu, apa aku boleh masuk?"


"Masuklah sayang!" Amine membenarkan posisi duduknya. Ishla langsung memberikan ponsel miliknya pada Amine.


"Kenapa kau memberikan ponselmu pada Ibu?"

__ADS_1


"Ibu bisa membacanya." Amine terkejut setelah membaca artikel itu.


"Kenapa Ishla bisa berbuat sejauh ini?" ucap Amine dalam hati. Amine melihat wajah Ishla seperti sedang menunggu jawaban dari semua itu.


"Apa karena itu Aiyla sangat membenciku, Ibu? Apa benar Aiyaz dan Aiyla sudah dijodohkan sejak lama, bahkan mereka akan bertunangan tapi gagal. Apa aku ini orang ketiga dalam hubungan mereka?" Banyak sekali pertanyaan yang Ishla ajukan pada Amine.


"Itu sama sekali tidak benar, sayang."


"Lalu apa yang tertulis dalam artikel itu? Apa semua itu bohong?" Amine terlihat sangat bingung harus menjelaskan apa pada Ishla. Sementara ingatannya saja belum pulih benar.


"Apa ibu tahu tentang semua ini?" Lagi-lagi Amine terdiam dengan pertanyaan Ishla.


"Kenapa kau diam saja, Ibu? Kenapa kau tidak menceritakan semua ini padaku? Di sini aku seperti orang bodoh yang tidak tahu apapun." Suasana hati Ishla campur aduk, dia ingin sekali marah, tapi Amine adalah ibunya. Dia sangat sedih karena Amine menyembunyikan semua ini darinya. Ishla mendorong kursi rodanya dan pergi dari kamar Amine.


"Ishla, tunggu! Ibu bisa menjelaskan semuanya padamu." Ishla memutar kursi rodanya, " Apa Ibu takut jika aku mencoba mengingat semuanya, aku akan dalam bahaya? Aku tidak selemah itu, Ibu! Justru jika kau menyembunyikan sesuatu lebih banyak lagi dariku, itu sangat menyakiti perasaanku."



Seorang pelayan membuat terkejut semua orang. Dia memberitahu Azizah jika dia melihat Aiyla muncul di televisi. Azizah langsung menyalakan televisi, disana sudah ada Aiyla bersama seorang wanita yang akan mewawancarainya. Dalam wawancara yang singkat, Aiyla memberitahu semua orang jika pertunangannya batal karena hadirnya orang ketiga. Dia menyebutkan nama Ishla Diannova Laraz sebagai orang ketiga dalam hubungannya dengan Aiyaz. Bukan hanya itu, Aiyla juga membeberkan pada awak media jika Ishla sudah merebut Aiyaz darinya, dia seorang perempuan yang tidak tahu malu dan tidak jelas asal usulnya.


"Apa yang dia lakukan? Membuat malu keluarga saja!" Azizah langsung mematikan televisinya.


Semua orang menyaksikan tayangan Aiyla baru saja, termasuk Amine. Dia langsung pergi ke kediaman Diaz untuk membuat peringatan pada Aiyla agar tidak membawa Ishla dalam masalahnya.



"Apa yang sedang dia lakukan?"


"Tentu saja membuat Ishla malu di hadapan banyak orang dengan mengatakan semua itu orang akan percaya jika Ishla benar-benar orang ketiga dalam hubungan kalian." Aiyaz tidak tinggal diam, dia langsung menghubungi Aiyla.


"Bagaimana penampilanku di televisi? Apa kau menyukainya?" Aiyla terlihat begitu senang dia tidak peduli jika Aiyaz akan sangat marah padanya.


"Apa kau sadar dengan apa yang kau lakukan itu? Kau sudah mencoreng reputasi Ishla di hadapan banyak orang."


"Aku tidak peduli padanya, yang aku pikirkan hanya bagaimana caranya agar gadis itu menjauh darimu. Bukan Aiyla jika tidak bisa melakukan apapun, itu akibatnya karena sudah berurusan denganku." Aiyla langsung menutup teleponnya. Aghna memikirkan bagaimana perasaan Ishla setelah melihat tayangan Aiyla di televisi.


"Coba hubungi Ishla, Kakak! Aku ingin tahu apa dia sudah melihat berita itu atau belum?" Aiyaz mencoba menghubungi Ishla, tapi...


"Dia tidak mengangkat teleponnya." ucapnya. Ishla saat itu masih bersedih di kamarnya. Beberapa kali ponselnya berbunyi, dia hanya membiarkannya saja. Dia ingat kebersamaannya dengan Aiyaz beberapa hari yang lalu, dia tidak tahu jika sebenarnya Aiyaz dan Aiyla memiliki hubungan.



Aiyla baru saja tiba di rumah, dia bersikap seperti tidak ada sesuatu yang terjadi.


"Apa yang kau coba beritahu pada semua orang?"

__ADS_1


"Kenapa Nenek? Biar semua orang tahu siapa gadis itu." Nilam datang dan membela putrinya.


"Aiyla sudah melakukan tindakan yang benar, Ibu. Kau seharusnya mendukung dia, bukan malah melarangnya seperti itu."


Dor... Dor... Dor... Seseorang mengetuk pintu dengan sangat keras. Pelayan pergi untuk melihatnya. Amine langsung masuk ke dalam.


"Siapa yang datang?" tanya Azizah.


"Aku!" Semua orang dikejutkan dengan kehadiran Amine di rumah Diaz.


"Untuk apa kau datang?" tanya Nilam.


Amine menatap tajam Aiyla, dan berjalan ke arahnya.


"Kenapa kau melakukan semua itu? Apa kesalahan Ishla padamu sampai kau membuat nama baiknya hancur dihadapan semua orang?"


"Kenapa kau datang marah-marah seperti itu?"


"Kau, diamlah!" ucap Amine sambil menunjuk Nilam. "Aku bertanya pada putrimu, kau diam saja!"


"Ada apa ini?" tanya Adlar yang baru saja datang. Aiyla berlari ke arah Adlar, dan bersembunyi di belakangnya.


"Untuk apa kau datang?" tanya Adlar.


"Tanyakan saja pada putrimu, kenapa aku ada di rumah ini." Adlar meminta Aiyla untuk menjelaskannya. Aiyla bertingkah seperti orang yang tidak tahu apapun. Dia mengelak dengan apa yang dituduhkan Amine padanya.


"Kau dengar? Putriku tidak melakukan itu semua."


"Wah... Amine memberikan tepuk tangan untuk Aiyla karena sudah membuat Adlar percaya dengan semua ucapannya.


"Kau hebat, Nak. Kau sangat pandai berbohong. Apa semua ini kau dapatkan dari ibumu? Atau... Nenekmu?" Amine melirik Azizah.


"Tutup mulut itu! Pergi dari sini, jika tidak aku akan panggilkan keamanan untuk mengusirmu."


"Tidak perlu, aku bisa pergi sendiri."


Amine memperingatkan semua orang untuk tidak mengganggu Ishla, terutama Aiyla.


"Dengarkan ini! Jika diantara kalian ada yang menyentuh gadis itu sedikit saja, kalian tidak akan pernah bisa membayangkan apa yang akan aku lakukan." Amine melangkah pergi, Adlar mengikutinya dari belakang.


"Tunggu! Kenapa kau sangat membela gadis itu? Apa sebenarnya hubunganmu dengan dia?"


"Kau tidak perlu tahu semua itu! Yang perlu kau ingat sedikit saja, jika diantara anggota keluargamu ada yang menyentuh gadis itu, kalian akan tahu akibatnya!" Adlar kembali masuk, dia bertanya pada Aiyla apa yang sebenarnya terjadi.


"Kau lihat? Karena ulahmu perempuan yang kau anggap baik itu datang dan mengancam kami semua." Adlar semakin penasaran dengan apa yang sudah Aiyla lakukan, sampai Amine marah seperti itu.

__ADS_1


"Katakan padaku! Apa yang sebenarnya sudah kau lakukan?"


"Kau bisa menontonnya sendiri di televisi. Lihatlah kelakuan putrimu itu!" ucap Azizah melangkah pergi meninggalkan semua orang. Aiyla pergi ke kamarnya, sedangkan Adlar dia terkejut setelah melihat tayangan Aiyla di televisi. Dia mencoba untuk memperbaiki hubungan Amine dan Aiyla, awalnya hubungan mereka sangat baik, tetapi sejak tahu Ishla bekerja di perusahaan Amine, Aiyla melakukan segala cara untuk membuat semua orang membencinya.


__ADS_2