CINTA DALAM HIDUPKU

CINTA DALAM HIDUPKU
AIYAZ DAN ISHLA BERBAIKAN


__ADS_3

Jam menunjukan pukul 6 pagi. Ishla bersiap untuk pergi ke rumah Myra. Sesampainya di sana, bibi Lea menyuruh Ishla untuk sarapan bersama. Selesai sarapan Ishla mengajak mereka untuk berbincang.


"Bibi, apa kau sudah siap dengan operasi ini?" tanya Ishla.


"Aku siap nak," jawab bibi Lea.


Ishla memberitahu bibi Lea jika dia mengenal seorang dokter ahli kanker yang bisa dipercaya untuk melakukan operasi besar ini.


"Terima kasih sebelumnya nak, tapi bagaimanapun aku harus mempunyai uang yang cukup untuk operasi itu." ucap bibi Lea.


"Kau tidak perlu memikirkan semuanya bibi, jika kau mau hari ini juga kau bisa berangkat kesana." ucap Ishla.


Ishla sudah menyiapkan semuanya, termasuk penerbangannya ke Amerika pagi ini. Bibi Lea akan tinggal disana selama beberapa hari sampai operasinya selesai. Dr. Christ Lopez adalah dokter ahli kanker, dia teman ibunya waktu di Amerika. Dia tidak bisa datang ke Turki karena jadwalnya yang sangat padat. Tetapi bibi Lea tidak perlu khawatir, karena Ishla sudah meminta jadwal khusus untuk operasinya itu, dan dia menyetujuinya. Bibi Lea menatap Myra. Dia tidak bisa meninggalkan anak semata wayangnya itu sendirian.


"Pergilah ibu! Aku akan menjaga diriku dengan baik. Kau harus sembuh," ucap Myra dengan mata yang berkaca-kaca.


"Tapi bagaimana denganmu? Siapa yang akan meyiapkan sarapan dan makan malam mu jika bukan ibu?"


"Tenang saja bibi, selama kau pergi Myra akan tinggal di rumahku." ucap Ishla.


Pagi itu juga, bibi Lea menyiapkan semua barang yang akan dibawa ke Amerika. Setelah itu, mereka pergi menuju bandara. Sebelum masuk ke dalam pesawat, bibi Lea kembali memeluk putrinya dengan erat.


"Aku akan sangat merindukanmu, sayang." ucap bibi Lea.


"Kabari aku sesering mungkin! Semoga operasi mu itu berjalan dengan lancar, ibu. Sampai jumpa!" ucap Myra.


Bibi Lea akhirnya masuk ke dalam pesawat. Ishla meminta Myra supaya jangan terus bersedih, dia akan memastikan jika ibunya itu akan baik-baik saja disana. Ishla juga sudah memesan hotel untuk bibi Lea tinggal disana. Myra tidak lagi bisa membendung air matanya, dia berharap kabar baik akan segera menghampirinya.


"Terima kasih," ucap Myra sambil memeluk Ishla. "Aku tidak tahu harus berterimakasih dengan cara apalagi padamu, kau sudah berbuat begitu banyak untukku dan juga ibu."


Sepulangnya dari bandara, Ishla akhirnya pulang ke rumah Amine bersama Myra. Selama bibi Lea tidak ada Myra akan tinggal di rumahnya. Dia sudah Ishla anggap sebagai saudara perempuannya sendiri.


\*\*\*

__ADS_1


Saat melihat Ishla datang, Selma merasa sangat senang. Dia membawa semua barang Ishla ke kamarnya.


"Aku senang akhirnya kau kembali nona," ucap Selma.


"Terima kasih, bi."


Ishla meminta Selma untuk meyiapkan kamar untuk Myra. Dia memberitahu jika Myra adalah asisten pribadinya di kantor. Dia akan tinggal disini untuk sementara waktu sampai ibunya kembali dari Amerika.


Sementara itu, Amine tiba di rumah sakit. Dia melihat Ethan yang masih dalam keadaan koma.


"Untuk apa kau datang kesini? Apa kau senang melihat putraku koma seperti ini?" tanya Nilam yang muncul dari belakang.


"Tentu saja, jadi aku tidak perlu lagi mengotori tanganku ini," ucap Amine.


Nilam tidak mengerti semua yang dikatakan Amine. Dia meminta Amine untuk pergi dari sana sebelum kesabarannya habis. Tidak lama Adlar datang, "Kau disini?" tanya Adlar. Amine sudah tidak ingin lagi berhubungan dengan Adlar, dia langsung pergi dari rumah sakit itu. Saat akan masuk ke dalam mobil, tangan Adlar menahannya.


"Tunggu aku, Amine."


"Ada apa?"


Amine tidak perlu lagi menutupi semua kebenarannya, dia memberitahu Adlar jika kecelakaan yang terjadi pada Ethan di luar dugaannya tetapi, sebelum itu Amine sempat menahan Ethan karena dia sudah membuat kekacauan di rumahnya.


"Untuk apa Ethan melakukan semua itu?" tanya Adlar heran.


"Kenapa kau menanyakan semua itu padaku? Tapi... Dia pantas mendapatkan semua ini, Adlar."


"Apa maksudmu?"


Amine memberitahu Adlar jika tiga tahun yang lalu Ethan pernah menabrak seorang gadis sampai koma, dan karena itulah dia datang ke rumah Amine untuk mencari bukti kejahatannya itu karena semua bukti berada di tangannya. Adlar semakin bingung dengan semua perkataan Amine.


"Tidak mungkin putraku melakukan hal seperti itu, bagaimana mungkin aku tidak tahu semua ini?"


"Tanyakan pada semua orang di rumahmu, kenapa mereka menyembunyikan hal sebesar ini darimu?" ucap Amine sambil bergegas pergi. Dia melanjutkan perjalanannya menuju kantor. Setelah Amine hilang dari pandangan, Adlar kembali masuk dan menanyakan semua kebenarannya pada Nilam.

__ADS_1


"Apa ada yang kau sembunyikan dariku?" tanya Adlar dengan tatapan serius.


"Apa maksudmu? Sudah cukup! Aku sedang tidak ingin berdebat dengan mu."


Adlar mencoba untuk melihat situasi, ini bukanlah saat yang tepat untuk membahas itu semua. Yang terpenting sekarang ini adalah keselamatan Ethan.


\*\*\*


Siang ini semua perusahaan besar mengadakan pertemuan penting. Mereka kedatangan orang yang sangat berpengaruh di dunia. Dia adalah Mr. Arthur Jameson, orang terkaya nomor satu di dunia. Perusahaannya tersebar luas di seluruh pelosok dunia, termasuk di Turki. Dia menawarkan sebuah proyek besar yang akan sangat menguntungkan bagi siapapun yang bisa mendapatkannya. Dalam waktu satu Minggu ini Mr. Arthur meminta semua perusahaan membuat sebuah desain gambar sebagai rancangan awal untuk proyeknya itu. Dia ingin setiap perusahaan memiliki rancangan yang berbeda. Aiyaz Group terpilih untuk membuat rancangan awal jika proyek besar itu dibangun sebagai pusat perbelanjaan, sedangkan untuk IDL Company terpilih untuk membuat rancangan awal dari sebuah rumah sakit. Ishla sangat tertantang dengan semua itu, kini keahlianya dalam membuat rancangan akan diuji. Setelah pertemuan itu selesai, Aiyaz mengajak Ishla makan siang bersama sekaligus untuk menjelaskan kenapa dia tidak datang malam itu. Setelah mereka pergi, Myra melihat kekesalan di wajah Aiyla melihat mereka berjalan berdua.


"Apa kau cemburu melihat kedekatan mereka berdua?" tanya Myra.


"Sebaiknya kau diam saja!" pinta Aiyla.


"Tapi... Aku pikir kau ini kan hanya orang ketiga diantara hubungan mereka, jadi untuk apa kau cemburu? Lagi pula Aiyaz tidak akan peduli padamu, karena yang dia inginkan hanya Ishla," ucap Myra.


"Tutup mulutmu itu!" Aiyla terlihat sangat kesal. Dia langsung pergi meninggalkan ruangan. Myra tersenyum senang melihat sikap Aiyla baru saja. Dia harus segera kembali ke kantor untuk pekerjaan lain. Sesampainya disana, Myra melihat Glan. Dia yakin jika Glan datang untuk menemui Ishla.


"Hai," ucap Glan sambil mencari-cari keberadaan Ishla.


"Hai," jawab Myra.


"Dimana Ishla?" tanya Glan.


"Dia pergi makan siang dengan Aiyaz," ucap Myra.


Mendengar semua itu wajah Glan berubah menjadi sedikit murung. Senyum yang tadi nampak tak lagi terlihat. Tanpa berkata apapun Glan langsung pergi meninggalkan ruangan. Myra sempat kasihan melihat Glan, dia merasa jika cintanya itu pada Ishla bertepuk sebelah tangan.


Di satu sisi, Aiyaz mencoba untuk menjelaskan semuanya. Malam itu, saat dia tiba disana, seseorang tak dikenal mengirimkan sebuah video dimana dalam video itu memperlihatkan Aiyla yang disekap di sebuah bangunan tua. Mereka mengirim alamat dan meminta uang tebusan 100 juta. Saat tiba disana, seseorang memukulnya dari belakang sampai pingsan. Saat bangun dia sudah ada di rumahnya. Ishla menduga jika semua itu hanyalah sebuah jebakan, orang itu tidak ingin jika Aiyaz bertemu dengannya malam itu.


"Siapa menurutmu orang dibalik semua ini?" tanya Aiyaz.


"Aiyla," jawab Ishla dengan penuh keyakinan. Dia adalah orang yang selalu ada di dekat Aiyaz. Tentu saja dia tau apa yang akan Aiyaz lakukan, termasuk bertemu dengan Ishla malam itu. Dia seperti terlihat masih sangat mencintai Aiyaz, karena itu dia menyuruh orang untuk membuat semua jebakan itu.

__ADS_1


"Coba sekarang kau pikir, darimana penjahat itu bisa tau nomor ponselmu? Kau saja tidak memiliki musuh satupun. Mereka mengancam seakan mereka atau jika kau ini orang yang selalu ada bersama Aiyla. Jika memang semua ini real, kenapa mereka tidak menghubungi keluarganya saja? Kenapa mereka harus menghubungi mu?" ucap Ishla sangat yakin.


Semua dugaan Ishla sangat masuk akal. Dia akan membuat Aiyla mengakui semua ini. Setelah mendengar penjelasan Aiyaz, Ishla akhirnya mau memaafkan Aiyaz dan kembali berbaikan dengannya.


__ADS_2