CINTA DALAM HIDUPKU

CINTA DALAM HIDUPKU
AKHIR CERITA CINTA DALAM HIDUPKU


__ADS_3

Malam itu, Amine merasa bagai mimpi dapat melihat kembali putrinya yang tertawa lepas bersama Myra dan Glan di teras rumahnya.


"Apa semua ini mimpi?" tanya Amine pada Keenan yang berada disampingnya.


"Ini nyata Amine. Lihatlah! Putrimu baru saja bangun dari komanya, tapi dia sudah bisa tertawa selepas itu." ucap Keenan.


Amine dan Keenan menghampiri mereka dan ikut dalam perbincangan. Entah perasaan apa yang dirasakan Amine saat ini. Walau dia ada bersama putrinya, tapi rasanya kebersamaan ini akan menghilang begitu saja. Ini seperti saat-saat terakhir dia melihat putrinya sebahagia itu. Dua hari lagi adalah malam tahun baru. Ishla menagih janjinya pada Glan untuk merayakan tahun baru kali ini di Dubai. Mendengar hal itu, Glan tidak bisa menolaknya. Dia memang sudah berjanji pada Ishla untuk mengajaknya ke Dubai.


"Bersenang-senang lah disana sayang!" ucap Amine.


"Kita semua akan pergi ke Dubai ibu, bukan hanya aku dan Glan saja. Ibu, paman Keenan, dan Myra. Kita akan merayakan tahun baru di sana." ucap Ishla.


"Tapi nak, ibu masih banyak pekerjaan di sini."


"Ayolah ibu, aku mohon..."


"Baiklah, ibu akan menuruti semua permintaan mu itu."


Saat tengah malam, Ishla terbangun dan mengambil sebuah kotak yang ada di dalam lemarinya. Itu adalah kotak terakhir yang akan dibaca Amine setelah kepergiannya. Ishla duduk di dekat jendela kamarnya sambil menatap langit malam yang cerah. Dia mulai menuliskan sesuatu dan memasukkannya ke dalam kotak.


"Kotak ini adalah semua tentang permintaanku di akhir tahun, dimana saat memasuki tahun yang baru aku sudah tidak ada lagi di dunia ini." ucapnya.


Sementara malam itu, Aiyla sedang mengemasi barang-barangnya. Dia akan pergi untuk menghadiri acara fashion show di Dubai saat tahun baru nanti. Dia tengah mempersiapkan semuanya. Ini adalah hari yang sangat penting untuknya. Saat Aiyla membuka laci mejanya, dia mendapati sebuah foto saat kuliahnya dulu bersama Aiyaz. "Sudah dua tahun ini aku tidak mendengar kabar tentangmu, tapi kenapa diri ini seakan masih menginginkanmu." ucapnya.


\*\*\*


Hari sudah pagi. Ishla dan semua orang sudah tiba di bandara. Mereka akan melakukan perjalanan pukul 7 pagi ini. Ishla terlihat sangat senang akhirnya dia bisa merayakan tahun baru bersama semua orang yang dicintainya. Saat di dalam pesawat, Ishla menyenderkan kepalanya di pundak sang ibu. Dia menggenggam tangan Amine erat seakan tidak ingin melepaskannya lagi. Amine tidak mengatakan apapun, dia hanya membelai hangat putrinya itu. Firasat seorang ibu tidak pernah salah. Sejak Ishla bangun dari koma, sikapnya menunjukkan seperti dia akan pergi dalam waktu dekat ini. Semua kebersamaan, canda, tawa, dan kebahagiaan seakan itu semua adalah saat-saat terakhirnya.


"Aku sangat mencintaimu, sayang. Tetaplah bersamaku sampai ibumu ini tutup usia nanti." ucap Amine dalam hati.


Pesawat menuju Dubai akhirnya akan mendarat. Glan membantu Ishla untuk membawakan kopernya. Sementara Ishla sendiri berjalan bersama Myra di depannya. Saat berada di lobi, Ishla tidak sengaja menabrak seorang perempuan.


"Maaf," ucap Ishla.


"Tidak apa-apa," jawab perempuan itu ramah.


"Halo, sayang!" ucap perempuan itu pada seseorang yang ada di belakang Ishla. Saat Ishla membalikkan badannya, itu ternyata Aiyaz.


"Kau dari mana saja? Aku bingung mencarimu tadi." ucap Aiyaz.

__ADS_1


"Maafkan aku, suamiku. Aku tadi pergi ke toilet sebentar." jawab perempuan itu.


"Suamiku? Itu berarti... perempuan ini istri Aiyaz." ucap Ishla dalam hati.


Aiyaz langsung membawa istrinya pergi tanpa melihat keberadaan Ishla di sampingnya. Melihat Aiyaz yang sudah berkeluarga Ishla terlihat sangat senang. Akhirnya dia bisa mendapatkan seorang perempuan yang jauh lebih baik darinya, juga yang sangat mencintainya.


"Kau kenapa sayang?" tanya Amine yang baru saja datang.


"Tidak ibu," jawab Ishla.


"Ayo kita pergi, Glan sudah memesankan kamar untuk kita." ucap Amine.


\*\*\*


Malam itu, sudah terlihat kembang api yang bertaburan di langit Dubai. Setelah makan malam, Ishla mengajak Glan dan Myra untuk pergi jalan-jalan. Sementara Amine dan Keenan mereka pergi ke tempat yang berbeda. Di satu sisi, acara fashion show yang di adakan di Dubai sedang berlangsung. Aiyla terlihat sangat bahagia karena gaun miliknya terpilih sebagai gaun terbaik yang akan dikenakan para model cantik dunia dalam fashion show ini. Setelah acara itu selesai, masih ada dua jam lagi untuk menunggu pergantian tahun. Aiyla memutuskan untuk pergi bersama temannya ke sebuah restoran mewah di Dubai. Tiba di sana, dia melihat Aiyaz bersama seorang perempuan. Di hadapan semua orang, Aiyaz mengumumkan akan kehamilan istri tercintanya. Mendengar hal itu, Aiyla dibuat sangat terkejut.


"Jadi... Aiyaz sudah menikah?" ucapnya. Aiyla terlihat sangat sedih. Tapi bagaimana pun, itu sudah menjadi takdir setiap orang dimana Aiyla harus ikhlas menerimanya. Melihat pemandangan itu, Aiyla semakin bersedih. Sebelum memesan makanannya, dia langsung pergi menuju mobilnya.


Sepuluh puluh menit lagi pergantian tahun akan dimulai. Glan membawa Ishla dan Myra ke tempat yang sangat indah. Mereka akan menyaksikan malam tahun baru di atas kapal.


Satu... Dua... Tiga....


Malam tahun baru akhirnya tiba. Terlihat nyala kembang api yang memenuhi langit Dubai.


"Selamat tahun baru!" ucap Ishla sambil memeluk Myra.


"Selamat tahun baru juga untukmu!" jawab Myra.


Yeay....


"Happy New Year Dubai...." teriak Ishla.


Cukup lama mereka menyaksikan pergantian tahun di atas kapal. Tiba-tiba saja dada Ishla terasa sangat sakit. Dia mencoba untuk menahan rasa sakit itu karena tidak ingin Glan dan Myra mengetahuinya. Setelah mereka turun dari kapal, di pinggir jalan sudah ada Aiyla yang sejak tadi memperhatikan mereka. Saat menatap Ishla, begitu banyak kebencian yang Aiyla perlihatkan di wajahnya.


"Semua yang terjadi padaku, itu semua karena mu!" ucap Aiyla penuh amarah. "Aku tidak akan membiarkanmu hidup bahagia!"


Saat Ishla sedang menunggu Glan mengambil mobilnya, dia melihat seekor kucing yang sedang menyebrang jalan. Ishla menghampiri kucing itu dan menggendongnya. Di satu sisi, Aiyla sudah menancap gas mobilnya dan bersiap untuk mencelakakan Ishla.


"Ishla awas....!!!" teriak Myra.

__ADS_1


Seketika tubuh Ishla terpental jauh ke aspal. Dia banyak sekali mengeluarkan darah. Myra langsung menghampiri Ishla dan memberitahu Glan tentang kecelakaan yang dialami Ishla. Sementara itu, mobil Aiyla sendiri menabrak bahu jalan sampai hancur. Aiyla harus terjebak di dalam mobil sampai akhirnya mobil itu meledak dan terbakar. Tidak lama Glan datang. Dia langsung membawa Ishla ke rumah sakit. Amine dan Keenan sangat terkejut mendengar Ishla kecelakaan. Mereka langsung menuju rumah sakit. Tidak lama setelah kecelakaan itu, Ishla sempat sadarkan diri. Dia meminta Glan dan Myra untuk berada di dekatnya.


"Kau sudah sadar, Ishla?" tanya Myra.


"Ada yang ingin aku katakan pada kalian." ucap Ishla.


"Sudahlah, jangan banyak bicara dulu." pinta Glan.


"Tidak Glan, ini saat terakhirku bersama kalian."


Ishla mempersatukan tangan Glan dan Myra.


"Tolong jaga sahabatku ini, Glan. Dia perempuan yang sangat baik." ucapnya. "Sebagai permintaan terakhir ku, aku ingin kau menikahi Myra dan menjadi imam yang terbaik untuknya."


"Jangan mengatakan hal itu, aku yakin kau pasti sembuh." ucap Myra.


"Aku harus pergi..."


Tiiitttttttt.....


"Ishla....!!!!


Amine begitu terpukul atas meninggalnya putri tercinta. Dia membawa Ishla dan memakamkannya di Istanbul.


\*\*\*


Satu Minggu sudah Ishla pergi, Amine baru sempat membereskan semua pakaian putrinya. Di sana dia menemukan sebuah kotak lalu membukanya. Saat dilihat, ternyata sebuah surat kecil yang berisi semua keinginan Ishla di tahun yang baru. Amine membaca semua surat kecil itu. Salah satu dari surat itu, Ishla ingin melihat Glan dan Myra menikah, bukan hanya itu dia ingin menyaksikan pernikahan mereka itu bersamaan dengan pernikahan sang ibu dengan Keenan. Setelah mereka semua membaca surat terkahir dari Ishla, mereka dalam waktu cepat memenuhinya.


Pagi itu, pada tanggal 1 Januari 2023 tengah berlangsung dua pernikahan sekaligus antara Amine & Keenan juga Glan & Myra. Mereka semua terlihat sangat bahagia bisa memenuhi semua keinginan terakhir Ishla, tapi bagaimana pun hati kecil mereka tetap menginginkan jika Ishla masih ada di tengah-tengah mereka.


Sekarang Myra sudah resmi menjadi istri Glan. Tapi dia masih merasa canggung dengan suaminya itu. Jika saja ini semua bukan Ishla yang minta, mungkin dia juga tidak akan bersedia menikah dengan Glan. Terlihat dengan jelas jika Glan masih berduka atas kepergian Ishla. Dia yang susah payah mendapatkan hati Ishla, dan sudah merencanakan semua pernikahan itu hilang seketika. Malam itu, Myra mencoba untuk menghibur hati suaminya itu. Dia pergi ke dapur untuk memasak makanan kesukaannya. Setelah selesai, Myra membawanya ke kamar.


"Ini aku bawakan makanan kesukaanmu!" ucap Myra.


"Terima kasih banyak, Ra. Tapi aku sedang tidak mau makan." jawab Glan.


Myra sedikit sedih melihat sikap yang ditunjukkan Glan padanya. Dia kembali membawa makanan itu ke dapur. Malam itu, Glan sempat bermimpi bertemu dengan Ishla. Dia terlihat sedang duduk di dekat sungai dengan wajah riang gembira. Saat tahu akan kedatangan Glan, Ishla berdiri dan menghampirinya.


"Aku tidak lagi bersamamu, Glan. Aku harap kau bisa mencintai dan lebih menghargai lagi seorang perempuan yang sekarang ini ada bersamamu. Dia yang akan menemani dalam suka maupun duka, dia yang akan menjadi penyemangat untukmu. Lupakan aku, Glan! Jalani hidup barumu bersama Myra tanpa kau harus mengingatku lagi dalam kehidupan barumu."

__ADS_1


Tidak lama Glan bangun dari mimpi itu. Dia melihat Myra yang sedang tertidur di sampingnya. Mengingat perkataan Ishla dalam mimpi itu, dia berjanji untuk berusaha mencintai Myra sebagai istri juga pasangan hidupnya.


__ADS_2