CINTA DALAM HIDUPKU

CINTA DALAM HIDUPKU
MISI BERHASIL


__ADS_3

Di dalam mobil, Adlar melihat Aiyla menghubungi Aiyaz. Dia meminta Aiyaz untuk mempertemukannya dengan Ishla. Di depan Adlar, Aiyla berjanji akan meminta maaf pada Ishla, walau hati kecilnya enggan untuk melakukan semua itu.


Sore itu Zafer membawa Ashika menemui Amine di kantornya. Dia juga melihat Ishla ada disana. Amine meminta bantuan Ashika untuk membuat Ethan mengakui kejahatannya.


"Apa yang harus aku lakukan?" tanya Ashika. Zafer akan menurunkan Ashika tepat di dekat rumah Ethan. Dia akan bersikap seolah dia akan pergi menemui teman kampusnya, namun dia tidak ingat jalannya. Dengan begitu Ethan akan keluar dan dengan senang hati dia akan menolong Ashika untuk mencarikan rumah teman kampusnya. Tugas Ashika disitu menggali informasi sebanyak mungkin tentang rencana Ethan. Amine meminta Ashika untuk mengarahkannya ke tempat yang sudah dia siapkan sebelumnya. Disana Ethan akan disuguhi banyak minuman.


"Masukkan serbuk ini ke dalam minumannya!"


"Serbuk apa ini?"


"Ini akan membuat Ethan mabuk, dan mengatakan semuanya." Ashika sangat berat menyetujui permintaan Amine, dia masih trauma dengan kejadian kemarin malam dimana Ethan memaksanya untuk masuk ke dalam mobilnya. Dari sorotan matanya, Ashika melihat Ethan seperti hewan buas yang selalu lapar akan mangsanya. Kecemasan yang bercampur rasa takut terlihat jelas di wajah Ashika.


"Tenanglah, aku akan menjagamu dari belakang. Aku tidak akan membiarkan pria itu menyentuhmu sedikitpun." Zafer mencoba meyakinkan Ashika.


"Bagaimana? Apa kau bisa mengikuti rencana ku?"


"Aku akan mencobanya, Nyonya."



Sore itu Aiyaz pulang lebih awal. Mobil Adlar sudah terparkir di depan rumahnya. Saat masuk, sudah ada Adlar dan Aiyla disana.


"Selamat datang, Paman. Kenapa kau tidak bilang akan datang?"


"Ada yang ingin aku katakan padamu." Adlar meminta Aiyaz untuk mengajak Aiyla menemui Ishla, dia ingin meminta maaf atas apa yang sudah dia lakukan terhadap Ishla. Dia sangat menyesalinya. Sebelum menyetujui permintaan Adlar, Aiyaz menghubungi Ishla terlebih dahulu. Di kamar Ishla sedang membaca buku seperti biasa. Dia melihat ponselnya bergetar.


"Untuk apa dia menghubungiku?" Jantung Ishla berdegup tidak karuan. Dia mengingat apa yang sudah Aiyaz lakukan padanya di kantor siang tadi.


"Halo! Ada apa kau menghubungiku?"


"Apa kau ada acara malam ini?"


"Tidak, kenapa?" Aiyaz memberitahu Ishla jika Aiyla ingin menemuinya. Ada hal penting yang ingin dia beritahu padanya. Ini kesempatan Ishla untuk bisa mencaritahu kejadian tiga tahun yang lalu.


"Baiklah, kirimkan saja aku alamatnya!"


"Pukul tujuh malam nanti, aku akan datang menjemputmu." Aiyaz langsung menutup teleponnya. Dia memberitahu Aiyla jika Ishla bersedia untuk menemuinya. Mereka akan bertemu pukul tujuh malam di tempat biasa.



Hari sudah mulai gelap. Amine, Zafer dan Ashika sudah memantau rumah Ethan sejak tadi. Tidak lama Ethan keluar dengan didampingi beberapa orang. Gerak-geriknya sangat mencurigakan.


"Apa kau sudah siap?" Tangan Ashika gemetar, tapi dia yakin bisa melakukan semua ini. Apapun yang terjadi, ini semua untuk membantu Ishla menemukan siapa pelaku tabrak lari itu.


"Baiklah, aku siap." Ashika turun dari mobil, dan berjalan ke dekat rumah Ethan. Saat mobil Ethan keluar, dia melihat seorang gadis yang mundar-mandir di depan rumahnya. Saat dilihat, gadis itu ternyata Ashika. Ethan turun dan langsung menyapanya.


"Hey!" Ashika hanya memberikan senyum kecil pada Ethan.


"Sedang apa kau di depan rumahku?"


"Ini rumahmu?" Ashika bersikap seolah tidak tahu jika rumah besar itu milik keluarga Ethan. "Aku sudah memiliki janji dengan teman kampusku. Tapi, aku lupa jalan menuju ke rumahnya."


Ethan meminta Ashika untuk masuk ke dalam mobilnya, dia akan membantu Ashika mencari rumah teman kampusnya. Ashika masuk ke dalam mobil Ethan dan pergi. Amine dan Zafer mengikuti mobil mereka dari belakang. Ethan meminta maaf untuk sikapnya kemarin malam yang membuat Ashika tidak nyaman. Ashika akan mencoba untuk bersikap tidak terlalu canggung di depan Ethan.

__ADS_1


"Apa kau memiliki acara malam ini?"


"Tidak, memang kenapa?"


"Maukah kau menemaniku malam ini?" Ethan terkejut dengan perkataan Ashika. Sebelumnya dia menolak untuk ikut bersama Ethan, tapi sekarang dia sendiri yang memintanya untuk menjadi temannya malam ini.


"Baiklah, kita akan pergi kemana?" Ashika membawa Ethan ke tempat yang sudah direncanakan Amine. Sesampainya disana, Ethan dan Ashika masuk ke dalam. Tempat itu seperti sebuah klub malam, hanya saja tempat itu dibuat Amine dan orang-orangnya untuk menjalankan rencananya. Semua orang di dalam tempat itu tidak lain orang suruhan Amine. Dia tidak ingin terjadi hal buruk pada Ashika, karena itu dia akan menjaganya dengan sangat ketat. Ashika pergi membawa minuman untuk Ethan. Amine dan Zafer ikut masuk dengan melakukan penyamaran. Ashika mengambil segelas minuman yang sudah dicampur dengan serbuk.


"Ini untukmu!" Ashika memberikan minuman itu pada Ethan.


"Terimakasih. Kau tidak minum?"


"Tidak, kau saja." Sejauh ini Ethan sudah masuk ke dalam jebakan Amine. Tinggal langkah selanjutnya untuk Ashika membuat Ethan mengakui semua kejahatannya.



Malam ini Ishla terlihat sangat cantik. Dia tinggal menunggu Aiyaz untuk menjemputnya. Tidak lama, Aiyaz datang dan membawa Ishla pergi. Di dalam mobil, Ishla terlihat sangat canggung berada di dekat Aiyaz. Dia mencoba untuk mengendalikan perasaannya. Aiyaz terus menengok ke arah Ishla, "Kau sangat cantik malam ini. Bagaimana denganmu? Apa kau sudah mempunyai jawabannya?"


"Jawaban untu apa?" Ishla terlihat bingung dengan pertanyaan Aiyaz.


"Sudahlah, Lupakan saja!"


"Dasar laki-laki tidak jelas," ucapnya dalam hati. Aiyaz dan Ishla sampai di sebuah restoran mewah yang berlantaikan dua di dekat selat. Di sana sudah ada Aiyla yang datang lebih awal. Mereka terlihat sangat canggung satu sama lain.


"Terimakasih sudah datang, aku tidak tahu harus memulai darimana." ucap Aiyla.


Tidak panjang lebar, Aiyla mengakui kesalahannya dan meminta maaf pada Ishla. Dari tempat lain, tanpa diketahui Nilam duduk sambil memantau mereka. Dia mendengar percakapan Aiyla dengan Adlar jika malam ini dia akan pergi menemui Ishla untuk meminta maaf padanya.


"Apa kau bersedia memaafkan ku?" tanya Aiyla.


"Tentu saja." Zafer sangat senang melihat kedekatan mereka berdua. Dia tidak percaya jika sikap Aiyla berubah secepat itu. Dia berharap jika Aiyla tidak sedang melakukan drama untuk kedua kalinya.


Ashika terus memberikan minuman pada Ethan dan membuatnya mabuk.


"Sebenarnya kau akan pergi kemana?"


"Kenapa kau ingin tahu?"


"Karena aku sangat peduli padamu." Ethan merasa sangat senang dengan perhatian kecil yang diberikan Ashika padanya. Ethan mengatakan yang sebenarnya pada Ashika. Malam ini dia akan pergi untuk menghancurkan mobil miliknya.


"Ada apa dengan mobilmu?"


"Aku pernah menabrak seorang gadis dengan mobil itu. Malam itu, aku baru saja pulang dari sebuah klub malam. Saat itu aku dalam keadaan mabuk dan hilang kendali sampai-sampai menabrak gadis yang ada di depanku. Aku sangat ketakutan dan pergi begitu saja." Amine dan Zafer terkejut mendengar kebenarannya. Dugaan Amine selama ini benar, Ethan lah pelaku tabrak lari itu.


"Aku akan menghancurkan mobil itu malam ini juga. Itu satu-satunya bukti yang bisa menyeretku ke dalam penjara. Aku tidak ingin di penjara, karena itu aku ingin... Ethan pingsan tidak sadarkan diri. Dia sudah mabuk terlalu berat. Amine sudah merekam semua kejahatan Ethan di dalam ponselnya. Dia akan membuat Ethan ketakutan karena perbuatannya.


"Aku tidak akan membuat hidupmu tenang, Ethan. Aku akan melihat ketakutan diwajahmu setiap harinya." Amine meminta orang suruhannya untuk membawa Ethan ke rumahnya. Semua akan melihat keadaan Ethan yang mabuk dan tidak sadarkan diri terbaring di depan rumahnya.



Saat makan malam, tiba-tiba saja kepala Aiyla terasa sangat pusing. Dia hampir saja kehilangan keseimbangan dan terjatuh, namun Aiyaz dengan cepat menangkap tubuhnya.


"Apa kau baik-baik saja?"

__ADS_1


"Kepalaku terasa sangat pusing." Ishla meminta Aiyaz untuk mengantar Aiyla pulang. Dia akan meminta sopir untuk menjemputnya. Aiyaz membopong tubuh Aiyla ke dalam mobil. Nilam datang dan duduk bersama Ishla.


"Siapa kau?" Nilam merebut ponsel Ishla dan melemparnya.


"Apa yang kau lakukan?" Nilam menyuruh Ishla untuk diam. Dia membawa Ishla keluar dari restoran itu.


"Kemana kau akan membawaku pergi?" Nilam menaikkan kursi roda Ishla ke atas kapal. Hanya ada Nilam dan Ishla di atas kapal itu. Ishla sangat ketakutan. Kapal itu mulai berjalan ke tengah laut.


"Tolong tepikan kapal ini! Aku sangat ketakutan." Nilam duduk di hadapan Ishla.


"Apa kau ingin tahu tentang masa lalumu?" Nilam menceritakan semua yang terjadi tiga tahun yang lalu.



Setibanya di rumah, Amine pergi ke kamar Ishla.


"Dimana dia?" Amine pergi menemui Selma untuk menanyakan keberadaan Ishla.


"Dimana putriku?"


"Tuan Aiyaz membawa Ishla pergi untuk makan malam." Amine langsung menghubungi Aiyaz. Saat itu, ponsel Aiyaz tertinggal di restoran. Seorang pelayan datang untuk membereskan meja dan melihat ada sebuah ponsel yang tergeletak di atas meja. Pelayan itu langsung mengangkat teleponnya.


"Apa Ishla ada bersamamu?"


"Maaf, Nyonya. Aku pelayan restoran ini. Aku menemukan ponsel ini tertinggal di atas meja."


"Dimana pemilik ponsel ini?"


"Aku tidak tahu, mereka semua sudah pergi, Nyonya." Amine langsung menutup teleponnya. Dia langsung pergi ke restoran itu.


"Kenapa perasaanku tidak enak seperti ini?" Amine teringat dengan Ishla, dia langsung menancap gas mobilnya.


Setelah mengantar Aiyla, Aiyaz baru ingat jika ponselnya tertingal di restoran itu. Dia kembali kesana untuk mengambil ponselnya. Tiba disana, Amine menghampiri pelayan yang mengangkat teleponnya tadi.


"Apa kau melihat seorang gadis yang duduk di kursi roda?"


"Aku melihatnya, Nyonya. Tadi seorang perempuan datang dan membawanya pergi."


Aiyaz tiba di tempat itu. Dia melihat Amine berada di tempat yang sama.


"Selamat malam, Nyonya. Apa kau mencari Ishla?" Aiyaz melihat ponsel yang ada di tangan pelayan itu. Dia langsung memintanya karena ponsel itu adalah miliknya.


"Dimana Ishla?" Aiyaz merasa sangat heran dengan pertanyaan Amine.


"Bukankah dia sudah pulang?"


"Kau bilang pulang? Dengan siapa?"


"Ishla bilang akan menghubungi sopir untuk menjemputnya."


"Kau darimana saja? Kenapa membiarkan Ishla pulang sendiri?" Amine terlihat sangat marah. Aiyaz meminta maaf karena sudah meninggalkan Ishla sendiri di tempat ini. Amine pergi untuk mencari Ishla, dia mencoba menghubunginya tapi ponselnya mati.


"Kau dimana, sayang?" Amine tidak sengaja menginjak sesuatu. Saat dilihat ternyata ponsel milik Ishla.

__ADS_1


"Kenapa ponsel Ishla ada disini?"


"Ishla..., teriak Amine. "Kau dimana, Nak?" Perasaan Amine semakin tidak enak, dia yakin telah terjadi sesuatu pada putrinya.


__ADS_2