CINTA DALAM HIDUPKU

CINTA DALAM HIDUPKU
HARI ULANG TAHUN


__ADS_3

Hari ini adalah hari ulang tahun Ishla yang ke-27 tahun. Pagi itu, Amine menemui Ishla di kamarnya. Dia membuka tirai kamarnya dan membuat sinar mentari mengenai wajah Ishla. Amine berdiri menutupi cahaya itu, Ishla membuka matanya perlahan.


"Selamat pagi, sayang." ucap Amine.


"Selamat pagi, Ibu." Amine duduk di tempat tidur Ishla dan mencium keningnya.


"Ada apa, Ibu?"


"Selamat ulang tahun, putriku...


"Kau mengingatnya, Ibu?"


"Mana mungkin Ibu lupa hari ulang tahunmu, sayang." Amine meminta Ishla untuk segera bersiap. Dia akan membawanya pergi jalan-jalan.



Pagi itu semua orang sudah berkumpul di meja makan. Aiyla memperhatikan sikap semua orang.


"Kenapa mereka diam saja? Apa mereka lupa? Atau... Mereka sengaja mengabaikan ku untuk membuat kejutan?


Hari ini adalah hari ulang tahun Aiyla yang ke-26 tahun. Hari ulang tahun Ishla dan Aiyla sama, hanya saja Ishla satu tahun diatas Aiyla. Semua orang tidak ada yang ingat dengan hari ulang tahun Aiyla. Mereka sibuk dengan urusannya masing-masing. Aiyla pergi bekerja, dia berpikir jika pulang nanti sudah ada kejutan besar yang menantinya.



Pagi itu, sebuah paket datang ke rumah Aiyaz. Kebetulan saat itu Aiyaz masih ada di kamarnya. Aghna yang menerima paket itu. Sebuah kotak kecil yang sudah terbungkus indah.


"Apa isi kotak ini?" Tidak lama Aiyaz turun untuk sarapan. Aghna memberikan kotak itu pada Aiyaz.


"Kapan paket ini datang?" tanya Aiyaz.


"Baru saja." Aghna sangat penasaran dengan isi kotak itu. Jika tersimpan dalam kotak kecil seperti itu, pasti sesuatu itu juga ukurannya kecil. Tapi apa?


"Cepat habiskan sarapannya! Sebelum ke kampus, kita akan pergi menemui Ishla terlebih dahulu."


"Untuk apa?" Aiyaz memberitahu Aghna jika hari ini adalah hari ulang tahun Ishla. Aghna mulai mengerti, kotak kecil itu adalah kado ulang tahun untuk Ishla.


"Apa mungkin itu sebuah cincin?" pikirnya. Aghna menghabiskan sarapannya. Dia akan tahu isi kotak itu setelah Ishla membukanya nanti.



Pagi itu, Zafer mengantar Amine dan Ishla ke sebuah restoran mewah. Hari ini adalah hari yang sangat spesial. Amine mengajak Ishla untuk sarapan di luar. Seharian ini Amine akan membawa Ishla pergi jalan-jalan. Sesampainya di restoran, Amine memesan meja khusus untuknya dan juga Ishla. Tidak lama seorang pelayan datang dan menyuguhkan daftar menu yang ada di restoran itu.


"Kau ingin makan apa, sayang?" Ishla masih melihat-lihat daftar menunya.


"Ibu saja yang pilihkan!"


"Baiklah."


Pagi itu, restoran tempat Ishla makan belum terlalu ramai. Pandangannya tertuju pada seorang anak yang berjalan didampingi oleh orang tuanya. Mereka duduk tidak jauh dari Ishla sampai-sampai perbincangan mereka bisa terdengar oleh Ishla. Amine melihat ke arah Ishla memandang.

__ADS_1


"Apa yang kau lihat, sayang?"


"Anak itu sangat lucu, Ibu. Rasanya aku ingin sekali mencubit pipinya itu." Tidak lama seorang pelayan datang dan menghidangkan makanan yang sudah dipesan Amine.


"Selamat menikmati!"


"Terimakasih."


"Makanannya sangat lezat, Ibu. Aku sangat menyukainya." Ishla menyudahi makannya saat dia melihat seorang pelayan membawa sebuah kue ulang tahun ke meja anak itu. Kue itu disimpan tepat di depan anak itu, sang ayah menyalakan lilin, mereka menyanyikan lagu selamat ulang tahun, dan tidak lama anak itu meniup lilinnya. Ishla ikut senang melihatnya. Ternyata bukan hanya dia yang sedang berulang tahun hari ini, tetapi juga masih ada orang di luar sana yang sama-sama merayakan hari ulang tahunnya.


"Selamat ulang tahun, anakku." ucap sang ayah sambil mencium kening putrinya. Bukan hanya itu, dia juga memberikan sebuah kado kepada putri kecilnya itu. Ishla meneteskan air mata melihat momen kebahagian anak itu. Amine terkejut melihat Ishla yang tiba-tiba saja meneteskan air matanya.


"Kau kenapa sayang? Apa kau menangis?" Ishla langsung menghapus air matanya.


"Aku melihat mereka sebuah keluarga kecil yang sempurna. Anak itu memiliki seorang ayah dan ibu yang sangat mencintainya. Bahkan ayah anak itu memberinya kejutan di hari ulang tahunnya."


"Lalu, apa yang membuatmu menangis seperti itu?" tanya Amine.


"Aku tidak seberuntung anak itu, Ibu. Hidupku terasa tidak sempurna. Aku tidak memiliki seorang ayah sepertinya, yang selalu ada untuknya." Amine sangat sedih mendengar perkataan Ishla, dia mencoba untuk kuat dan menahan air matanya yang sebentar lagi akan jatuh. Amine mencoba menguatkan Ishla, dia memegang tangan Ishla dengan sangat kuat.


"Apa keberadaan Ibu tidak cukup untukmu, sayang?"


"Aku mohon jangan katakan seperti itu, aku tidak bermaksud untuk membuat hatimu terluka, Ibu. Kau tahu... Kau adalah segalanya bagiku, kau cinta dalam hidupku. Jadi untuk apa lagi aku merasa kurang, kau adalah penyempurna segala kekosongan yang ada dalam hidupku." Amine membawa Ishla ke dalam pelukannya.



Mobil Aiyaz sudah sampai di depan rumah Amine. Mereka turun untuk menemui Ishla. Keadaan rumah terlihat sangat sepi. Tidak lama Selma muncul dari dapur. Dia memberitahu Aiyaz jika Amine dan Ishla sudah pergi sejak tadi pagi. Aiyaz mengeluarkan ponselnya dan mencoba untuk menghubungi Ishla.


"Aku ingin tahu dimana Ishla sekarang ini."


"Maaf, Tuan. Nona Ishla tidak membawa ponselnya. Dia bilang ingin menghabiskan waktu berdua bersama Nyonya tanpa ada orang yang mengganggunya."


Aiyaz pergi mengantar Aghna ke kampusnya. Aiyaz terus menatap kotak kecil itu.


"Sudahlah, Kakak. Kau bisa memberikan itu nanti. Seperti Ishla tidak akan pulang saja."


Setelah mengantar Aghna, Aiyaz langsung pergi ke kantornya. Dia membawa kotak kecil itu dan menaruhnya di atas meja kerjanya. Saat itu, Aiyaz ada pertemuan penting dengan beberapa klien. Dia pergi begitu saja tanpa menghiraukan kotak miliknya.


Aiyla pergi menemui Aiyaz di perusahaannya. Kebetulan saat itu Aiyaz sedang meeting, Aiyla memutuskan untuk menunggu Aiyaz di ruang kerjanya. Aiyla melihat sebuah kotak kecil di atas meja kerja Aiyaz.


"Kotak apa itu? Apa mungkin itu milik Aiyaz?" Karena rasa penasaran yang tinggi, Aiyla mengambil kotak itu dan membukanya.


"Wah... Indah sekali." Sebuah kalung berbentuk kupu-kupu yang sangat indah dan menawan. Aiyla berdiri di hadapan sebuah cermin dan mencoba kalung itu.


"Kalung ini sangat cocok denganku, apa Aiyaz sengaja membelinya sebagai kado ulang tahun untukku?" Terdengar langkah kaki menuju ruangan. Aiyla segera mencopot kalung itu dan memasukkannya kembali ke dalam kotak. Aiyaz terkejut saat melihat Aiyla sudah ada di ruangannya.


"Kau disini?" tanya Aiyaz.


"Iya, aku baru saja selesai bekerja. Aku sangat bosan di kantor, untuk itu aku datang kemari."

__ADS_1


"Dimana kotak itu? Perasaan tadi aku menyimpannya disini " Aiyaz mencari kotak itu di atas mejanya. Aiyla menyembunyikan kotak itu di dalam tasnya. Dia bersikap seolah tidak tahu apapun.


"Kotak apa yang kau cari?" tanya Aiyla. "Jika boleh tahu, apa isinya? Apa barang berharga atau...


"Kotak kecil, isinya sebuah kalung." Aiyaz sudah mencarinya tapi tidak menemukannya. Agar Aiyaz tidak curiga padanya, Aiyla membantu Aiyaz menemukan kotak miliknya.


"Itu adalah kado ulang tahun untuk Ishla, kenapa aku sangat ceroboh? Jika sudah seperti ini... Apa yang harus aku lakukan? Kalung itu aku pesan dari jauh hari dan itu di desain khusus untuk Ishla." Aiyla sudah salah mengira, dia pikir itu adalah kado ulang tahun untuknya, tetapi bukan. Itu kado yang sudah Aiyaz siapkan untuk Ishla. Aiyla terlihat sangat marah dan pergi meninggalkan Aiyaz begitu saja. Aiyaz menatap kepergian Aiyla biasa saja, dia terus saja mencari kotak miliknya yang hilang.



Di kampus, Aghna menemui Ashika. Dia memberitahunya jika hari ini adalah hari ulang tahun Ishla.


"Apa kita harus membuat kejutan untuknya?" tanya Ashika.


"Menurutku itu tidak perlu, bagaimana jika malam ini kita pergi ke rumahnya dan membawakan sesuatu untuknya?"


"Aku setuju, selesai kelas kita pergi membeli kado untuk Ishla."


"Baiklah, aku masih ada kelas hari ini. Aku akan menghubungi mu lagi nanti." ucap Aghna melangkah pergi.



Siang itu Amine membawa Ishla ke bioskop. Kebetulan hari ini film yang Ishla nanti-nantikan akhirnya tayang. Mereka membeli dua buah tiket, dan tidak lupa membeli popcorn. Ketika masuk, lampu di ruangan sudah gelap. Amine mencari tempat yang nyaman untuk Ishla. Mereka duduk di kursi paling atas sebelah kanan. Ishla sangat menikmati film itu. Sebuah film keluarga dimana perjalanan tokoh utama dalam film itu sama persis dengan perjalanan hidup Ishla, dimana tokoh utama hidup tanpa tahu siapa ayah kandungnya. Lebih sedihnya lagi ketika ending film itu diluar dugaan. Tokoh utama meninggal dan mendonorkan matanya untuk orang lain. Kurang lebih dua jam, akhirnya film itu selesai. Saat kelaur dari ruangan, hari ternyata sudah sore. Amine mengajak Ishla untuk pulang. Dia tidak ingin membuat Ishla terlalu capek dan lelah. Di dalam mobil, Ishla menyenderkan kepalanya di pundak Amine, dan tertidur.



Aiyla menepikan mobilnya di dekat selat. Dia duduk disana untuk menenangkan pikirannya. Aiyla mengeluarkan kotak milik Aiyaz. Dia kembali melihat kalung itu.


"Ishla... Ishla... Dan Ishla... Kenapa harus gadis itu yang selalu Aiyaz pikirkan?" Aiyla terlihat sangat marah. Aiyla merasa keputusan yang dia ambil itu salah besar. Tidak seharusnya dia membatalkan pertunangan itu. Aiyaz tidak lagi peduli padanya dan lebih dekat dengan Ishla. Dia sama sekali tidak memikirkan perasaan Aiyla sedikitpun. Bagaimanapun caranya Aiyaz harus menjadi milik Aiyla.


"Aku sangat membenci gadis itu...


Aiyla melempar kalung itu ke laut, dia tidak akan membiarkan Aiyaz memberikan kalung itu pada Ishla.


"Kau tidak pantas mendapatkan ini semua! Jikapun ada, itu hanya aku."


Sesampainya di depan rumah, Amine membangunkan Ishla dan membantunya pergi ke kamar. Ishla kembali melanjutkan tidurnya. Zafer datang untuk memberikan dompet Amine yang tertinggal dalam mobil. Saat dibuka, sesuatu terjatuh dari dalam dompet itu. Amine mengambil dan melihatnya. Sebuah kartu nama milik Aiyla yang pernah dia berikan saat ingin meminta tumpangan pada Amine.


"Dia berulang tahun?" ucapnya.


Amine memiliki rencana yang sangat bagus. Malam ini dia akan mendatangi rumah keluarga Diaz. Dia akan membawa kejutan untuk Aiyla. Di lain sisi, Amine akan mencaritahu kebenaran tentang Ethan. Sore itu juga Amine langsung berkemas dan meminta Zafer untuk menemaninya membeli kado. Sebelum itu, Amine meminta Selma untuk menjaga Ishla di rumah.


"Maaf, Nyonya. Tadi pagi ada Tuan Aiyaz dan adiknya datang mencari Ishla."


"Baiklah, aku akan menghubunginya."


Amine menghubungi Aghna, dia meminta Aghna untuk datang ke rumahnya. Amine sangat senang lagi ketika tahu Aghna dan Ashika akan datang menemui Ishla nanti malam. Mereka akan membuat sedikit kejutan untuk Ishla. Amine akan pergi dengan leluasa, Ishla tidak akan sendirian lagi, dia akan ditemani Aghna dan Ashika.


"Nanti malam Aghna dan Ashika akan datang ke rumah. Tolong buatkan makan malam untuk mereka!" ucap Amine. "Oh Iya... Aku akan pergi nanti malam. Tolong jaga anak-anak di rumah! Jika ada apapun, segera beritahu aku!"

__ADS_1


"Baik, Nyonya."


__ADS_2