
Sejak kejadian kasus Raja bersama dengan Keyla. Raja tidak pernah datang kesekolah lagi. Dan semalam keputusan Zenia untuk meminta Raja pindah sekolah membuatnya mendadak bingung.
Banyak hal yang harus Raja pertimbangkan. Salah-satunya Ia sudah kelas 3 SMA. Bahkan setau dirinya pindah sekolah saat sudah kelas 3 SMA jarang di terima. Kalau pun di terima Raja harus mengulang kembali di awal.
Jelas ini tidak mungkin, Raja tak ingin mengulang kembali. Kelulusan nya sebentar lagi, tapi keputusan sang Bunda sudah mutlak dan Tak bisa di ganggu gugat.
“Baba akan mengusahakan supaya kamu tetap bisa melanjutkan pendidikan kamu Bang” Begitu kata Zenia semalam.
“*Ini yang terbaik untuk Abang, karena kalau Abang tetap sekolah disana Bunda takut Abang akan tertekan”
“Bunda melakukan ini demi kebaikan Abang juga”
“Bunda tidak tega kalau Abang di hujat seperti ini terus*”
Raja kembali teringat, semua perkataan Bunda.
“Lalu kemana Abang akan pindah Bun ??” tanya Raja malam itu.
“Ke Turki satu sekolah dengan Arda !!”
Entahlah Raja bingung apa keputusan Bunda sudah menjadi jalan terbaik untuk hidupnya.
🍀🍀🍀🍀
Sudah tiga hari Keyla kembali sekolah namun tak juga melihat Raja. *Pujaan hatinya.
Kemana Raja saat ini ??
Kenapa Ia tak kembali sekolah* ??
Berbagai pertanyaan membuat Keyla terus gelisah. Matanya terus memandang ke arah gerbang berharap melihat Sosok Raja yang begitu Ia rindukan dapat muncul lalu menatapnya dengan senyuman.
Apa Raja masih belum berani untuk kesekolah, padahal kasus mereka sudah hilang. Bahkan saat hari pertama Ia masuk sekolah semenjak kejadian itu. Keyla tak mendengar bisikan para teman-teman yang kembali mengejeknya.
Bahkan untuk foto mereka saja sudah tidak ada lagi di media sosial. semua nya kembali seperti semula seolah tak terjadi apa-apa.
Lalu apa alasan Raja untuk belum juga masuk sekolah.
“Key Lo kenapa sih ngelamun terus ??” tanya Jihan
“Enggak papa” jawab Keyla lesu.
“Eh kok Raja belum masuk sekolah Ya ??”
Mendadak Keyla langsung memandang wajah Jihan. Mungkin sama dengan dirinya yang heran kenapa Raja belum juga masuk sekolah.
__ADS_1
“Aneh, kenapa Raja belum masuk” Jihan kembali bergumam namun begitu jelas Ia dengar.
“Apa mungkin Raja masih syok ??” Jihan terus berkata namun tak ada yang Ia jawab.
Karena memang Ia tak tau apa-apa, mau menghubungi Raja lebih dulu tapi terlalu bingung harus memulai dari mana. Karena percakapan mereka selama ini hanya sebatas.
“*Assalamualaikum”
“Bisa ajarin aku soal nomor 3 gak Ja* ??”
Hanya itulah percakapan mereka. Tak ada yang istimewah walau Keyla dan Raja dekat namun Raja selalu menjaga pandang dan tak pernah duduk berdekatan dengan dirinya.
Keyla pun tau alasan Raja bersikap seperti itu. Karena Raja di besarkan di pesantren dan juga Ayah tiri Raja juga seorang Ustadz.
“Masuk yuk Key, udah Bel tuh” seloroh Jihan kemudian.
Keyla kembali mengangguk kemudian berdiri dengan langkah lemas. Sembari melangkah menuju kelas Ia terus menoleh ke arah pintu gerbang yang sudah di tutup rapat oleh Satpam.
“Gak masuk lagi hari ini” gumamnya sedih.
🍀🍀🍀🍀
Keputusan Zenia untuk memindahkan Raja sekolah sudah bulat. Sebenarnya bukan hanya dirinya yang ingin Raja pindah namun juga Gibran selaku Ayah kandung Raja.
Melihat anak nya di hina dan di ejek begitu membuat nya sakit, sebagai seorang ibu Ia tidak akan tega melihat Raja di perlakukan seperti itu. Di Hina layaknya seorang pendosa atas apa yang tidak Raja lakukan.
Begitu menyakitkan !!
“Aku setuju jika Raja pindah sekolah ke Turki, ini akan menjadi yang terbaik untuk dirinya dan masa depan nya kelak” ucap Gibran ketika Ia dan Zahran menelpon.
“Sayang” suara lembut dan lengan kekar melingkar di perutnya. Menimbulkan rasa hangat dan nyaman.
“By” Zenia mendongak menatap wajah tua namun masih terlihat begitu tampan di matanya.
“Lagi mikirin apa ??” tanya Zahran sembari membelai rambut panjang nya yang sudah mulai memutih karena faktor usia.
“Mikirin Abang ya ??” Kembali Zahran bertanya.
Zenia mengangguk, tentu saja pikiran nya selalu tertuju kepada putra pertamanya.
“Udah jangan di pikirkan lagi” ucap Zahran lagi.
“Byby sudah mengurus sekolah Abang di Turki. Mungkin untuk Pasport belum bisa di bikin karena Abang belum punya KTP dan juga belum cukup umur. Tapi Byby sudah mengurus penerbangan Raja” jelas Zahran dengan menggebu-gebu.
“Makasih By, udah melakukan yang terbaik untuk Raja”
__ADS_1
Tiba-tiba Zahran membalikkan badan nya, sehingga mereka berhadapan. Kecu pan lembut di keningnya membuat Ia seakan terbang di atas awan.
“Nanti Byby tinggal ya !! mungkin Byby Ke Turki 2 mingguan karena mau mengurus sekolah Abang disana mungkin masih ada yang perlu di urus”
Zenia mengangguk, tak apalah mereka akan LDR lagi.
“Kenapa mau ikut ??” tanya Zahran.
Mendadak Zenia menjadi ingat tentang kejadian beberapa tahun silam. Ketika Ia dan Zahran baru saja menikah dan Zahran harus ke Turki karena ada pekerjaan tapi Ia malah tak mau ikut.
“Hehe, ingat masalalu ini” seloroh Zahran sambil menoel pipinya.
“Apa sih By” cibirnya kemudian.
Namun Zahran tergelak, membuat nya memanyun kan bibir nya.
“Titip salam sama Arda ya By, kangen banget Nia sama Arda, kapan Arda pulang ke indo”
“Ia Sayang, Nanti Byby sampaikan. Arda disana pasti juga sangat merindukan Bundanya”
Hampir 2 tahunan setelah Arda memutuskan untuk sekolah Di Turki membuat ia dan Arda jarang bertemu, hanya bertatap muka di aplikasi ponselnya.
“Byby bakalan bolak balik ke Turki ini. Soalnya Abang kan mau daftar Tentara kalau udah tamat SMA, sementara Kakak Ar mau sekolah penerbangan”
Zenia langsung menatap wajah sang suami. Cita-cita kedua anak lelakinya begitu membuatnya tak tenang. Raja ingin menjadi Tentara sementara Arda ingin menjadi pilot. Ia sebagai seorang Ibu hanya bisa mendoakan dan memberi dukungan serta meminta jalan kepada Allah semoga anak-anaknya berada di jalan yang benar.
“Kalau Adel nanti mau daftar di Universitas Indonesia. Langsung ngambil kedokteran” lanjut Zahran lagi
“Nah beda lagi sama Zhalfa Ia mau jadi artis gimana coba. Masa iya Byby izinkan”
Ia mendadak terkekeh. Di keempat anaknya Hanya Zhalfa yang ingin menjadi Artis.
“Kalau gak jadi artis jadi model juga gak papa”
Ucapan Zhalfa waktu itu membuatnya tersenyum.
“Walaupun Byby membebaskan anak-anak Byby dalam memilih cita-cita. Tapi kalau mau jadi Artis Byby gak bisa untuk tidak melarang”
“Byby gak salah kan sayang ??”
Zahran adalah sosok suami dan Ayah yang begitu baik. Ia begitu bersyukur karena bisa menjadi istri Zahran.
“Insya Allah tidak By” jawabnya yakin.
_
__ADS_1
_
BERSAMBUNG..