
Kini Raja dan Keyla berangkat kekota D, untuk berkunjung kerumah Gibran dan Icha yakni kedua orang tua Raja.
Ini adalah kali pertama bagi Keyla mendatangi rumah masa kecil sang suami, Sebelum berangkat tadi Raja sudah memberi tahu kalau mereka akan tinggal di pesantren walau semalam saja dan Keyla tak keberatan.
Beruntung sejak 4 bulan terakhir Keyla sudah mengenakan hijab.
"Kok diem terus Neng ?" tanya Raja yang masih fokus dengan jalanan.
"Engga papa Bang" Keyla menjawab sambil menoleh kearah suaminya sebentar, kemudian kembali menatap keluar jendela dengan pikiran yang entah kemana.
Hanya satu di pikirannya sekarang, Kapan hamil ?
Iya hanya itu, kenapa sulit sekali ia hamil, padahal kata dokter rahimnya baik-baik saja, tak ada masalah sedikitpun.
Helaan nafas panjang sering kali terdengar di telinga Raja, ia menoleh lalu mengernyit heran karena melihat istrinya tengah melamun seperti sedang memikirkan sesuatu.
Raja bukanlah laki-laki yang peka terhadap diamnya wanita, ia bahkan tak pernah tau apa yang menjadi beban pikiran istrinya sekarang.
"Neng" panggil Raja dengan lembut.
"Iya Bang" ternyata walau tengah melamun Keyla masih bisa menjawab dengan jelas panggilan suaminya, hanya pikirannya yang kacau tapi telinga nya masih mampu mendengar dengan jelas.
"Lagi mikirin apa Neng ?" Raja kembali bertanya.
Kali ini Keyla menjawab dengan gelengan kepala "Tidak ada Bang" jawab Keyla berbohong.
"Jangan bohong Sayang ! ceritakan sama Abang apa yang menjadi beban pikiran kamu, Abang perlu tau semuanya" kali ini Raja menghentikan mobilnya di pinggir jalan, lalu menatap wajah istrinya yang sedang menatapnya juga.
"Kenapa berhenti Bang ?" Keyla mengernyit heran.
"Abang ingin tau apa yang menjadi beban pikiran Neng"
"Tidak ada Bang, Key hanya menikmati jalanan itu aja kok" Keyla kembali menjawab dengan berbohong
Ia merasa berdosa dengan kelakuannya, membohongi sang suami lagi dan lagi, tapi untuk terus menceritakan setiap keluh kesahnya Keyla menjadi tak enak hati.
"Jalan lagi Bang, biar cepat sampai !" pinta Keyla.
"Senyum dulu !" goda Raja
Seutas senyum terbit di bibir Keyla menampakan wajah cantik dan manisnya, Raja ikut tersenyum lalu mendaratkan kecupan hangat di kening sang istri.
"Jangan banyak pikiran ya ! Abang gak mau lihat wajah sedih kamu !"
"Apapun yang terjadi Abang akan selalu ada untuk kamu"
Bisikan Raja di telinga Keyla mampu membangkitkan semangat lagi, Keyla mungkin terlalu memikirkan soal anak sehingga dirinya menjadi setres.
__ADS_1
Bukahkah yang Keyla tau dampak penundah kehamilan adalah setres. Lalu kenapa selama ini ia lakukan. Ia hanya bisa pasrah pada yang kuasa supaya segera mengirimkan seseorang untuk hidup di rahimnya. Seseorang yang akan hadir di tengah-tengah kehidupannya dan Raja.
Kini Raja kembali melajukan mobilnya, entah berapa lama mereka akan sampai Keyla pun tak tau, ia juga enggan bertanya karena pasti jika sudah waktunya mereka akan sampai.
Namun mendadak matanya tak bisa di ajak kerja sama, setelah satu setengah jam perjalanan Keyla mendadak mengantuk, ia menurunkan sandaran kursi supaya lebih nyaman untuk dirinya tidur.
"Bang aku tidur ya" ucap Keyla.
Raja menoleh sejenak lalu tersenyum "Iya Sayang, nanti kalau udah dekat Abang bangunin "
Mata Keyla mulai terpejam, bunyi mesin mobil seperti sebuah lagu nina bobo yang berhasil membawanya ke alam mimpi.
πππππ
Tak terasa perjalan mereka tinggal beberapa menit lagi karena sekarang mobil Raja sudah memasuki kota D, kota tempat ia di besarkan.
Raja belum berani membangunkan istrinya, ia hanya memelankan mobil untuk bernostalgia mengenang masa kecilnya.
Pertama mobil Raja melewati restoran dimana dulu ia sering makan disana.
Kedua melewati pusat permainan dimana dulu ia dan Arda sering main disana sampai di marahin sama Bunda
Dan terakhir mobil Raja melewati sebuah taman dimana dulu terdapat insiden penembakan Zara yang mengakibatkan Raja dan yang lainnya kehilangan sosok Aunty.
"Astaghfirullah" Raja mengusap wajahnya dan menyusut air matanya, karena selalu saja tak bisa melupakan kejadiaan naas tersebut.
Hingga taman itu terlewati barulah Raja menjadi tenang, air matanya juga sudah berhenti menetes.
"Sesakit inikah rasanya kehilangan, Aunty Ra walau dulu Aunty pernah jahat sama Bunda tapi Raja tetap sayang sama Aunty karena Aunty juga selalu manjain Raja" batin Raja.
Hingga saat melihat nama jalan yang menuju ponpes barulah Raja membangunkan istrinya.
"Sayang.. " Raja menggoyangkan tubuh Keyla dengan pelan "Bangun yuk udah mau sampai nih" Ucap Raja dengan suara serak mungkin karena habis menangis.
Tubuh Keyla menggeliat, ia mulai membuka matanya "Udah sampai ya Bang ?"
"Belum dikit lagi ! ayo bangun biar gak pusing nantinya !"
"Baik Bang".
Keyla kembali menaikan sandaran jok mobilnya, lalu menatap sekeliling dimana mereka saat ini sudah berada di tengah-tengah kota D. Kota tempat suaminya di besarkan.
"Ini udah jalan ke Ponpes Neng" jelas Raja.
"Rumah Ayah jauh gak sama Ponpes Bang ?"
"Enggak, cuman beda dua rumah sama Ponpes, lagian Ayah juga sering di Ponpes kok"
__ADS_1
"Oh" Keyla manggut-manggut tanda mengerti.
Beberapa saat kemudian Raja membelokan mobilnya di sebuah gerbang besar dimana bertuliskan "Pondok Pesantren *****" Serta para santri yang berjalan beriringan entah menuju kemana.
"Kalau ini lokasi santri laki-laki Neng" Raja menunjuk sebuah gedung seperti sebuah sekolah.
"Kalau Yang cewek ada di belakang masjid sana, agak jauh lah"
Keyla menatap sekeliling, keadaan pesantren sangat bersih dan asri, tak ada sampah yang berserakan. Hingga sebelum sampai di rumah utama ponpes mata Keyla menatap dua orang laki-laki yang sedang di siram dengan air oleh seseorang pria.
"Itu di apain Bang ?" tanya Keyla tak mengerti.
"Itu di hukum Neng, mungkin ketahuan berbuat salah
"Ya Allah sampai segitunya kalau di hukum" Keyla bergumam ngeri
"Biasanya kalau udah di hukum seperti itu, mereka melakukan kesalahan yang besar"
Mobil berhenti tepat di depan rumah utama ponpes.
"Yuk turun !" ajak Raja pada istrinya.
Keyla mengangguk sebelum turun ia merapihkan hijabnya dahulu. Kemudian membuka pintu dan menyusul suaminya yang sudah turun duluan.
"Assalamualaikum Tante Elia" seru Raja pada wanita paruh baya yang sedang menyapu teras.
"Wa'alaikumsalam. Ya Allah Raja, Keyla kok gak ngabarin dulu kalau mau kesini" balas Tante Elia.
"Hehe maaf Tante, tapi Raja ngabarin Ayah tadi"
"Ya sudah ayo masuk" Tante Elia mengajak keduanya masuk.
"Mbak Ais, ada tamu dari Jakarta" seloroh Tante Elia.
Terdengar suara derap langka kaki yang mendekat, Keyla terus tersenyum dengan cantik saat berhadapan dengan Aisyah istrinya Om Fahri.
-
-
**LIKE DAN KOMEN.
ADD FAVORIT
KASIH HADIAH (KOPI / BUNGA )
KASIH VOTE JUGA** !!
__ADS_1