
2 hari berada di lingkungan pesantren membuat Keyla belajar banyak hal, ia bisa memahami hidup sederhana karena sedari kecil Keyla selalu hidup berkecukupan.
Di Pesantre ini juga untuk pertama kalinya ia mendengar sang suami tausyiah, suara Raja yang merdu membuat perasaan nya tenang. Keyla tersenyum sembari mendengarkan Tausyiah sang suami.
Karena hari ini ada acara di pesantren, jadinya Raja yang bertausyiah. Banyak ibu-ibu yang datang dan kagum mendengar tausyiah Raja.
Ada yang memuji dan ada yang juga yang berniat lain.
"*Coba aja kalau Raja masih single pasti akan aku jodohkan dengan putriku"
"Iya, Raja duplikatnya Ustadz Zahran masih muda ya walaupun Raja bukan anak kandungnya"
"Eh tapi cewek yang dulu hendak di jodohkan dengan Raja bakalan datang, gimana ya reaksi Raja kalau ketemu*"
Deeeeggg.
Keyla yang duduk di barisan depan mendengar dengan jelas pembicaraan ibu-ibu itu. Siapa wanita masalalu suaminya, kenapa selama ini ia tak tahu apa-apa, apa Raja memang sengaja tak menceritakan masalalu sang suami.
Akhirnya Keyla tak menikmati acara ini lagi, hatinya gelisah dan ia ingin segera bertemu dengan suaminya, menanyakan siapa wanita masalalu Raja ? apa benar dulu suaminya akan di jodohkan dengan wanita itu.
"Raja belum punya anak, padahal udah satu tahun mereka menikah"
Rasanya telinga Keyla panas mendengar ocehan ibu-ibu itu, matanya menyapu setiap pengunjung untuk mencari keberadaan Cinta dan Rara, kemanakah kedua adiknya itu ? tadi pamit hanya pergi sebentar.
Hingga akhirnya Keyla menemukan dimana Cinta dan Rara berada, ternyata mereka berdua sedang membungkus kue untuk di bagikan kepada bapak-bapak dan ibu-ibu.
"Kenapa gak bilang sama mbak kalau ada kerjaan" ucap Keyla langsung.
Cinta mendongak begitupun dengan Rara "Gak banyak kok mbak, bentar lagi selesai" balas Cinta.
"Lagian kita gak berani ngajakin mbak, nanti dimarah sama Abang lagi" sahut Rara kemudian.
"Iya enggak lah, aneh-aneh deh kalian ini" Keyla menatap kedua adik iparnya dengan senyuman.
"Sini mbak bantu !" Keyla langsung mengambil pembungkus kue lalu melihat kue apa saja yang di masukan disana.
Setelah mengerti Keyla langsung mengerjakan semuanya, tapi pikirannya terus saja terngiang dengan ucapan ibu-ibu tadi.
"Eh tapi cewek yang dulu hendak di jodohkan dengan Raja bakalan datang, gimana ya reaksi Raja kalau ketemu"
Kata itu bagaikan sesuatu yang menyakitkan untuk dirinya.
"Hmmm, dek" Ucap Keyla tampak ragu.
"Iya mbak" jawab Cinta yang memang berdiri dekat dengan Keyla.
"Nanti aja deh"
Cinta memandang wajah Keyla dengan heran, ia dapat membaca kalau ada sesuatu yang ingin di tanyakan oleh Keyla. Tapi entah apa Cinta tak mengerti.
"Loh kok nak Key bantuin ?" tiba-tiba Aisyah datang
"Hehe tidak mengapa tante dari pada bengong" balas Keyla.
__ADS_1
"Nanti capek Nak"
Keyla tersenyum "Hanya bungkus kue aja gak akan capek kok Tan"
"Ya sudah kalau begitu, tapi kalau capek istirahat ya nak !" ujar Aisyah kemudian setelah itu beralih pada kedua ponak'an nya.
"Cinta sama Rara habis ini ajak santri wati untuk membagikan kuenya" pinta Aisyah.
"Baik Umi"
Sebuah mobil mewah masuk kehalaman pesantren, mata Keyla menatap dengan seksama, hingga seseorang dengan balutan gamis syar'i keluar dari mobil mewah itu.
Mata Keyla tak berkedip wanita dengan balutan gamis itu sangat cantik, wajahnya bersinar mungkin karena selalu berwudhu.
"Ra Kak Tasya sudah datang" seru Cinta
"Mana ?" tanya Rara sambil mengikuti arah tunjuk Cinta "Iya, ya Allah dia makin cantik tau gak, beda pas masih mondok disini"
Mendadak Keyla menoleh, benarkah wanita cantik itu pernah mondok di pesantren ini ? apakah dia wanita masalalu Raja suaminya.
Langkah wanita itu mendekat, Keyla terus menatapnya.
"Assalamualaikum" ucap wanita berbalut gamis Syar'i itu.
"Waalaikumsalam" terdengar suara Cinta dan Rara serempak nampak semangat dan senang melihat kehadiran wanita bernama lengkap Tasya Andini.
Cinta dan Rara mencium punggung tangan Tasya lalu di balas senyuman indah di wajah Tasya.
"Halo Assalamualaikum saya Tasya" terdengar lembut dan sopan ucapan Tasya membuat Keyla terpaku saking terpanahnya dengan suara lembut itu.
"Waalaikumsalam saya Keyla" ia membalas menjabat tangan Tasya.
ππππππ
Hingga acara berakhir mata Keyla tak luput dari gerak-gerik Tasya, apapun yang di lakukan Tasya akan terus terpantau di mata Keyla.
Entahlah apa yang menarik, tapi Keyla merasa ada sesuatu pada wanita itu.
Hingga matanya melihat sang suami berjalan mendekatinya.
"Neng, udah mau pulang kerumah Ayah ?" tanya Raja setelah berdiri di hadapan Keyla.
"Nanti aja Bang, Key mau bantuin beresin ini dulu" jawab Keyla walau sebenarnya ia ingin tau tentang Tasya.
Raja menganggukan kepalanya "Baiklah, jangan capek-capek tapi" pesan Raja kemudian.
"Iya Bang" Keyla tersemyum kearah sang suami.
Setelah itu Keyla membantu yang lainnya, begitupun dengan Raja yang ingin kembali bergabung dengan yang lainnya.
π
Tasya yang melihat keberadaan Raja berniat untuk menyapa ia belum tahu kalau Raja sudah menikah, karena setelah lulus di pondok pesantren dan mengabdi selama setahun Tasya melanjutkan pendidikan di jepang menjadi penulis terkenal.
__ADS_1
"Assalamualaikum Raja" ucap Tasya dengan nada lembut.
"Waalaikumsalam. Loh Tasya" balas Raja kaget.
"Hai" Tasya melambaikan tangannya, ia tak berniat berjabat tangan karena walau bagaimana pun ia dan Raja bukanlah muhrim.
"Kapan datang ?" tanya Raja lagi.
"Tadi"
"Sendiri ?"
"Iya, Ayah sama Ibu gak bisa datang"
"Oh"
Dari kejauhan Keyla melihat suaminya mengobrol dengan Tasya. "Jangan marah ya mbak, Kak Tasya hanya menyapa Abanh" ucap Cinta tak ingin Keyla salah paham.
"Iya mbak Key, lagian Abang kan udah Sah jadi suami Mbak" sahut Rara kemudian.
Tapi kenyataannya Keyla sudah lebih dulu salah paham akibat mendengar ucapan ibu-ibu yang duduk tepat di belakangnya.
Ia begitu penasaran dengan apa yang Tasya dan suaminya bicarakan apalagi melihat Raja tertawa dengan riang.
Karena tak ingin larut dengan penasarannya Tasya memilih mendekati sang suami.
"Eh mbak Keyla, ada apa mbak" tanya Tasya yang melihat Keyla berdiri tepat di samping Raja.
"Kalian udah saling kenal ?" Raja tampak terkejut.
"Tadi kenalan disana saat mbak Keyla bantuin Cinta dan Rara bungkus kue" jelas Tasya lagi.
"Oh, jadi udah tau kalau Keyla istriku ?" Raja tersenyum lalu merangkul pundak istrinya dengan mesrah.
"Hah, apa ?" Tasya terkejut seketika. "Barusan kamu bilang apa Ja ?" Tanya Tasya lagi.
"Ini Keyla istriku Sya, maaf pas nikah setahun yang lalu gak ngundang soalnya kata orang tua kamu, kamu masih di jepang"
Rasanya bahagia sekali hati Keyla melihat suaminya memperkenalkan dirinya di hadapan Tasya. Tapi tatapan mata Tasya yang sudah berair membuat Keyla tak enak hati.
"Lalu bagaimana dengan janji kamu dulu Ja ? aku sengaja datang kesini untuk menagih janji" Ucap Tasya dengan air mata berderai.
-
-.
LIKE DAN KOMEN
ADD FAVORIT.
RATE BINTANG LIMA
KASIH HADIA ( BUNGA / KOPI)
__ADS_1