Cinta Dan Sang Pemilik Cinta

Cinta Dan Sang Pemilik Cinta
Kemarahan Raja untuk yang pertama


__ADS_3

Tepat jam 10 pagi Keyla dan Jihan ketemuan di mall ternama di kota ini, mereka langsung berpelukan karena sudah lama tak bertemu apalagi semenjak Keyla menikah dengan Raja menjadikan persahabatan mereka sedikit jauh.


"Sumpah gue kangen sama Lu Key" ucap Jihan setelah melepaskan pelukannya.


"Sama, gue juga kangen banget sama Lu" balas Keyla.


"Udah yuk masuk, kita senang-senang hari ini" Jihan merangkul pundak Keyla. Masuk kedalam pusat pembelanjaan yang sudah ramai pengunjung.


Pertama Keyla menuju pakaian wanita, namun sekarang selerah Keyla berbeda karena saat ini ia membeli perlengkapan muslimah, seperti gamis, hijab atau setelan yang menutup aurat. Sangat berbeda dengan yang sering ia beli dulu.


Bahkan Jihan langsung melongo melihat belanjaan Keyla, ia hanya menggelengkan kepalanya.


"Mantu Ustadz mah beda" batin Jihan.


Setelah membeli pakaian muslimah Keyla dan Jihan kembali berkeliling, hingga mata Keyla tertuju pada kemeja polos berwarna hitam, seketika ia ingat dengan suaminya.


"Bagus gak Ji ?" tanya Keyla sambil memperlihatkan kemeja tersebut.


"Bagus" jawab Jihan


"Serius ?"


"Iya"


"Awas bohong"..


"Astaga Keyla, gimana sih"


Keyla terkekeh, lalu meletakkan kemeja itu pada lengannya dimana tumpukan pakaian sudah tersedia.


Hingga tak terasa keduanya sudah menghabiskan waktu 2 jam untuk belanja, sekarang saatnya Keyla dan Jihan membayar belanjaan mereka.


"Habis ini kemana lagi ?" tanya Jihan


"Makan dulu, habis itu temenin gue ke toko buku" jawab Keyla sambil menyerahkan kartu kreditnya kepada petugas kasir untuk membayar belanjaannnya.


Mata Jihan menatap kartu yang Keyla gunakan "Lu masih makek kartu dari Om Kenan ?" tanya Jihan


"Iya, kenapa emangnya ?" Keyla balik bertanya.


"Ya enggak papa sih, kan kata orang kalau udah nikah itu semua kebutuhan kita di tanggung suami, emang Raja gak ngasih nafkah sama Lu ?"


"Enak aja, ya ngasih lah Ji, tapi gue masih mau pakek kartu dari Daddi"


Jihan hanya ber 'oh' saja mungkin memang Keyla belum terbiasa memakaia pemberian dari Raja, secara pernikahan mereka saja belum genap 2 minggu.


Sehabis membayar pakaian, Keyla dan Jihan menuju restoran yang berada di mall itu, tepatnya di lantai 2 mall tersebut, namun saat akan mencari tempat duduk Keyla melihat kedua orang tuanya sedang makan disana juga.


"Mommy, Daddi" gumam Keyla namun tetap di dengar oleh Jihan.


"Mana Key ?" tanya Jihan


"Tuh" Keyla menunjuk kedua orang tuanya menggunakan mulutnya.


"Samperin yuk Key !" ajak Jihan dan langsung di angguki oleh Keyla.

__ADS_1


Dengan langkah semangat Keyla berjalan mendekati meja kedua orang tuanya, rasanya rindu dengan kebersamaan mereka.


"Mommy, Daddi" teriak Keyla hingga membuat Kenan dan Alya kaget.


"Keyla" ucap Alya terkejut.


"Ngapain tuh anak kesini, ganggu kesenangan orang tua aja" gumam Kenan.


Keyla memeluk tubuh sang mommy dengan erat "Key kangen Mom" ucap Keyla.


"Udah punya suami manjanya masih kelewatan" balas Kenan


"Daddi gak kangen sama Key ?" .


"Lah kan baru ketemu 3 hari yang lalu Key" ujar Kenan dengan gemas melihat kelakuan putrinya.


"Mom, Daddi gak kangen sama Key" Keyla mengadu pada Mommy.


"Bohong itu, orang kalau tiap malam Daddi sering kekamar kamu, katanya kangen sama Key, terus biasanya kamar ini ramai karena Key dan Zio berantem" jelas Alya.


Benar memang setiap malam Kenan akan mendatangi kamar Keyla, ia merasa rindu dengan putri satu-satunya itu, mungkin belum terbiasa dengan kepergian Keyla yang memilih ikut sang suami.


Mendengar ucapan sang Mommy, Keyla melepaskan pelukan sang Mommy dan beralih memeluk tubuh Daddinya dengan erat, ia juga masih ingin di manja oleh Kenan seperti dulu lagi.


"Daddi tenang aja sampai kapanpun Key akan terus jadi putri kecil Daddi" ucap Keyla setengah terisak.


"Iya Nak, selamanya Key akan tetap menjadi anak kesayangan Daddi" balas Kenan sambil mengelus punggung putrinya.


"Kan Jihan jadi nangis kalau begini" seloroh Jihan yang menyusut air matanya, hingga membuat semuanya terkekeh.


Setelah lama mengobrol dan habis ketoko buku juga, Keyla pulang kerumah dengan perasaan bahagia, ia jadi lupa dengan kerinduan pada Raja. Tapi ada yang salah karena sedari tadi Keyla tak pernah mengecek ponselnya.


"Nanti aja lah telepon Abang kalau udah sampai rumah" gumam Keyla.


Hingga tak berapa lama Keyla sampai di rumahnya, Pak Asep membukan pagar rumah.


Tapi tunggu !


Keyla tak salah lihat kan, bukankah itu mobilnya Raja ?


Raja sudah pulang ?


Keyla mengucek matanya supaya penglihatan nya tak salah, namun kenyataan nya tidak mobil suaminya memang benar ada di garasi.


"Pak" panggil Keyla


"Iya Non" Pak Asep menjawab dan mendekati Keyla.


"Apa suami saya pulang ?" tanya Keyla.


"Iya Non, den Raja sudah pulang 2 jam yang lalu"


Astga !


Keyla langsung mengusap wajahnya, "Bapak bilang aku pergi kemana ?" tanya Keyla.

__ADS_1


"Iya non, saya bilang kalau non Key ke Mall"


"Aduuuh"


Tanpa mengucapkan kata lagi Keyla langsung masuk kedalam rumah, di satu sisi ia senang karena suaminya pulang tapi di satu sisi lagi ia juga takut kalau Raja marah karena ia tak pamit akan ke Mall hari ini.


"Bang" panggil Keyla setelah melihat sang suami sedang duduk di sofa sambil menonton televisi.


"Abang kok udah pulang katanya Lusa ?" tanya Keyla lagi.


"Assalamualaikum mana ?" tanya Raja dingin.


"Hehe maaf lupa Bang" Keyla terkekeh.


"Dan tak mengabari suami saat akan pergi tadi apa lupa juga ? atau memang gak ingat ? atau memang sengaja ?"


Glekk.


Keyla menelan salivanya berkali-kali, ucapan Raja sangat menusuk relung hatinya, Keyla merasa sangat bersalah karena tak izin pada suami nya dulu.


"Maaf Bang !" Keyla duduk di samping suaminya yang sampai sekarang tak menatap dirinya sama sekali.


"Jangan marah Bang"


Terdengar helaan nafas dari Raja "Kamu itu tanggung jawab Abang, harusnya kalau mau kemana-mana izin dulu karena kalau terjadi apa-apa sama kamu bagaimana ?"


"Maaf"


"Abang kecewa sama Neng" Raja berdiri dan meninggalkan istrinya sendiri.


Entah kenapa ada rasa sakit di hati Keyla saat sikap Raja berbeda dari biasanya, segera Keyla menyusul sang suami yang menuju kamar mereka.


Ternyata Raja berbaring di atas tempat tidur, Keyla mendekat dan duduk di samping sang suami, ia memijat kaki Raja.


"Lepas ih, Abang gak capek" ucap Raja dengan menjauhkan kakinya.


Namun justru Keyla kembali mendekat, kembali meraih kaki suaminya dan kembali memijit.


Kali ini Raja diamkan, ia biarkan istrinya memijit kakinya, melihat kelakuan istrinya Raja ingin sekali tertawa namun ia tahan karena Raja ingin memberi pelajaran pada Keyla supaya kalau mau kemana-mana Keyla akan meminta izin pada dirinya.


"Bang, Key udah bersih loh"


"Abang gak ingin ehem-ehem sama Key ?"


"Abang gak ingin nikmati ehem-eheman ?"


-


-


LIKE DAN KOMEN


ADD FAVORIT.


KASIH HADIAH JANGAN LUPA (BUNGA/KOPI)

__ADS_1


VOTE NYA JANGAN LUPA !!


__ADS_2