
"Arda---" ucap Bunda dan Raja secara serempak.
Menyadari ada yang salah dengan ucapannya Arda langsung menutup mulutnya.
"Dimana dek yang ada pohon mangga ? biar Abang ambilin" tanya Keyla antusias.
"Emmm itu Mbak Key, di belakang rumah tetangga hehe" jawab Arda sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Yaaaaa" Keyla kembali menunduk.
Tak ingin terlibat lagi Arda langsung pamit undur diri. Ia merasa terancam dengan tatapan Raja dan Bunda. Bahkan bukan hanya mereka berdua melainkan Adel dan Zhalfa juga ikutan..
"Selamat ya Allah" batin Raja. Ia gak bisa membayangkan kalau di suruh memanjat pohon mangga yang begitu tinggi itu. Bukan karena Raja tak sayang anak istri hanya saja Raja takut ketinggian.
...✨✨✨✨✨✨✨...
Tepat jam 09 pagi. Restoran milik keluarga Raja sudah buka. Restoran yang di jalankan oleh Ibra itu sudah mengalami kemajuan. Terbukti dalam 2 minggu terakhir ini omsetnya menaik dratis.
Benar kata Keyla, bahwa Ibra adalah pria yang cerdas. Pantas kalau Jihan terus menerus mengejar laki-laki itu. Tak ada kata menyerah bagi Jihan.
"Assalamualaikum Mas Ibra" tepat disaat Restoran itu buka, Jihan sudah berada disana.
Ibra memutar matanya dengan malas "Wa'alaikumsalam"
"Pagi-pagi kok jutek sih Mas, entar jodohnya jauh loh"
Namun Ibra tak lagi menanggapi, ia memilih pergi meninggalkan Jihan dan melanjutkan pekerjaannya.
Jihan memanyunkan bibirnya tapi ia tak pergi, mala duduk di kursi yang tak jauh dari jendela kaca.
"Usaha terus ! kan pepatah mengatakan kalau Usaha tak akan mengkhianati hasil " batin Jihan.
Jihan meletakkan kedua telapak tangannya di bawa dagu, ia memandangi cowok yang dari tadi berjalan mondar-mandir di depan matanya. Sesekali Jihan tersenyum, Ibra terlihat begitu tampan dengan pekerjaan nya yang sibuk seperti ini.
"Kenapa makin hari kamu semakin tampan Ibra"
"Aku memang gak salah mencintai kamu"
Gumaman demi gumaman terus meluncur di bibir mungilnya, bahkan Jihan tak memperdulikan tatapan semua orang yang melihatnya dengan tatapan aneh.
Ya pasti mereka berpikiran sangat aneh, bagaimana bisa Jihan terus tersenyum tak jelas seperti ini, duduk sendiri pula.
"Ini pesannya Mbak !" tiba-tiba seseorang membuyarkan lamunan Jihan..
Seorang pelayan restoran meletakkan segelas jus di hadapan Jihan. Semua itu tentu saja membuat Jihan kaget karena ia belum memesan apapun.
"Maaf Sepertinya salah meja deh, saya belum memesan apapun" ucap Jihan menolak jus di hadapannya.
Pelayan itu mengernyit bingung "Dengan Mbak Jihan kan ?"
"Iya betul saya Jihan"
__ADS_1
"Berarti saya gak salah orang mbak, karena kata Pak Ibra ini pesanan Mbak Jihan"
What ??
Apa katanya tadi.?
Ini jus dari Ibra ?
Apakah ini bukan mimpi di siang bolong kan ? Jihan masih saja terdiam sambil mencerna ucapan pelayan tersebut. Jantung Jihan berdebar tak karuan akibat jus di atas meja.
"Ah ya, saya lupa ini benar pesanan saya" ucap Jihan langsung, ia tak mungkin menolak jika ini pemberian dari Ibra.
Pelayan itu tersenyum kemudian berlalu pergi dari hadapan Jihan.
"Aaahh..Mas Ibra kamu sosweet sekali" teriak Jihan hingga membuat para pengunjung kembali menatap kearah Jihan.
Jihan tersenyum kikuk, ia duduk dan menatap jus di hadapannya, rasanya begitu sayang untuk meminumnya bahkan kalau bisa Jihan ingin menyimpan jus itu sampai kapanpun. Karena jarang-jarangkan Ibra memberinya perhatian seperti ini.
✨✨✨✨✨
Di kantor Arsalaan grup Keyla sengaja ikut suaminya datang, gak biasanya Keyla ingin ikut namun pagi ini Keyla merengek minta ikut.
Setelah tiba di ruangan Raja, Keyla duduk manis di sofa sambil memandangi sang suami yang sedang fokus menatap layar komputer.
"Ya Allah tampan nya suamiku" gumam Keyla.
"Ehem-Ehem" Raja berdehem membuat Keyla mengalihkan tatapannya.
"Apa sih Bang, pede amat sih jadi Orang"
Raja justru terkekeh "Memang Abang ganteng kan ?"
"Iya sih"
Raja kembali tergelak karena istrinya berkata dengan jujur. Tapi tatapan matanya tak pernah beralih dari layar layar komputer.
Waktu terus berlalu, ruangan itu menjadi hening membuat Raja heran karena tadi ruangannya ramai karena suara sang istr tapi sekarang menjadi hening, Raja menoleh dan menatap istrinya ternyata Keyla sudah tertidur dengan lelap di atas sofa.
Raja geleng-geleng kepala, ia berdiri dan mendekati istrinya. "Kenapa gak dikamar saja sih sayang kalau mau tidur ? kan disini kamu bisa pegal-pegal" gumam Raja, ia pandangi wajah damai Keyla.
Istrinya itu entah kenapa semakin cantik, atau memang karena Raja terlalu mencintai Keyla. Tak pernah terlintas di benak Raja untuk melirik wanita lain baginya hanya Keyla yang akan menjadi pendamping hidupnya.
"Bang, mau rujak" racau Keyla.
Raja terkekeh, bisa-bisanya Keyla masih membahas masalah rujak. Hingga akhirnya Raja berinisiatif untuk membuat Keyla bahagia. Raja menelpon David supaya membelikan istrinya rujak.
"David bisa saya minta tolong ?" tanya Raja di sambungan telepon.
"Apa Tuan ? apapun akan saya lakukan"
"Tolong belikan saya rujak, tapi banyakin mangganya yang masih muda. Dan jangan pakai timun sama pepaya ya"
__ADS_1
"Baik Tuan, apa ada lagi ?"
"Jangan pakai nanas juga, sama sambelnya jangan pedas-pedas"
"Baik Tuan"
"Ya sudah terima kasih ya Vid. Saya tunggu di ruangan Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam Tuan"
Setelah panggilan terputus Raja kembali mendakati istrinya yang masih terlelap dengan damai, ia menarik kursi dan duduk di hadapan istrinya, sesekali Raja tersenyum melihat gaya tidur Keyla terkadang mulut nya terbuka dan sedikit ngorok.
"Kalau Abang rekam kamu marah gak ya ?" gumam Raja
Tidak berapa lama David masuk dengan membawa rujak pesanan Raja.
"Ini Tuan pesanannya !" ucap David.
"Makasih ya Vid"
"Sama-sama Tuan, kalau begitu saya pamit keruangan saya lagi"
"Silahkan ! sekali lagi terima kasih"
Setelah kepergian David. Raja membangunkan Keyla. Raja bahkan sengaja membuka bungkusan rujak itu supaya aromanya bisa menusuk hidung Keyla.
"Sayang, bangun dulu !"
"Emmm, ada apa Bang ?" Keyla mengucek kedua matanya.
"Bangun dulu, Abang ada sesuatu buat kamu" ucap Raja.
Keyla bangun dan duduk, matannya langsung berbinar saat melihat di atas meja sudah ada pesanan yang sangat ia inginkan dari tadi. Tak terasa air liur Keyla hampir saja menetes karena melihat potongan mangga muda.
"Ini buat Key ?"
"Iya Sayang, ini semua buat kesayangan Abang"
"Aaah, makasih Bang"
Cup.
Cup
Keyla mencium pipi sang suami secara bergantian. Membuat Raja begitu gemas dan rasanya ingin meminta yang lebih.
"Jangan pancing sesuatu Neng !" ujar Raja.
"Hehe, maaf ya Bang. Harus Sabar !"
"Ya makanya Neng jangan memancing, kan Abang takut kebablasan"
__ADS_1
Sebenarnya bisa saja Raja dan Keyla melakukan hubungan suami istri, tapi karena takut terjadi apa-apa Raja memilih untuk tak melakukannya.