Cinta Dan Sang Pemilik Cinta

Cinta Dan Sang Pemilik Cinta
Dalang Penculikan Zhalfa


__ADS_3

Zhalfa di bawa kesebuah rumah kosong, tubuhnya di tarik layaknya binatang. Zhalfa terus menangis, meminta tolong untuk di lepaskan.


Di dalam hati Zhalfa bertanya, apa salah dirinya sehingga mendapatkan perlakuan seperti ini ? atau orang ini ada hubungan dengan keluarganya. Entahlah Zhalfa tak bisa menebak yang jelas ia ketakutan.


Herdi mengikat tubuh Zhalfa pada sebuah kursi kayu yang sudah rentan karena termakan usia, tangan dan kakinya di ikat dengan kuat.


"Tolong lepaskan aku ! jika memang aku ada salah mohon maafkan !" ucap Zhalfa dengan suara lemah. Sudut bibirnya mengeluarkan darah karena tamparan Herdi yang keras.


"Diam Kau !" bentak Herdi.


Herdi melirik tubuh Zhalfa dari atas sampai bawah, sangat cantik dan membuat sesuatu di tubuh Herdi menegang.


"Seperti nya akan sangat nikmat bermain dengannya" gumam Herdi.


Mendengar hal itu Zhalfa ketakutan, ia tak bisa membayangkan kalau tubuhnya di perlakukan dengan kasar oleh laki-laki itu.


"Jangan sentuh aku ! kamu gak tau aku punya Abang yang kuat, kamu pasti akan di laporkan kepolisi" teriak Zhalfa. Air matanya semakin deras menetes.


Herdi mencengkram dagu Zhalfa dengan kuat "Benarkah ? coba aku mau lihat siapa Abang mu itu"


Tanpa ampun Herdi mencium bibir Zhalfa. Membuat Zhalfa terkejut dan membulatkan matanya. Ciuman yang ia jaga selama ini dan akan ia persembahkan untuk suaminya kelak harus di rampas oleh laki-laki bejat ini.


"Ayolah sayang, buka mulutnya kita nikmati semua ini" ucap Herdi.


Ciiiih.


Zhalfa meludahi wajah Herdi, dengan keberanian yang masih tersisa Zhalfa menatap tajam pria itu.


"Kurang ajar kau, apa yang kau lakukan padaku ? kenapa kau sentuh aku ? apa salah ku ?"


Plaaak.


Sebuah tamparan kembali Zhalfa terima, Herdi tak terima jika wajahnya di ludahi oleh Zhalfa. Dengan cepat Herdi menarik hijab Zhalfa sehingga rambut panjang Zhalfa tergerai dengan indah.


"Tidaaakk ! jangan lepas hijab ku ! kamu bukan mahram ku, Abang, Kakak Ar, Bunda tolong aku" ucap Zhalfa, ia begitu ketakutan dengan perlakuan Herdi.


"Minta tolonglah sepuas mu Sayang, tidak akan ada yang akan menolongmu. Mari kita nikmati semua ini berdua"


"Kamu akan di laknat Sama Allah ! karena telah melakukan ini padaku !"..


Herdi justru tertawa menggelegar, ia tak takut dengan apa yang Zhalfa katakan.


✨✨✨✨✨✨


Di kantor Arsalan grup.


Raja baru saja selesai meeting, ia melihat ponselnya dan betapa terkejutnya ia saat melihat ada SMS dari Zhalfa kalau saat ini Zhalfa di bawa seseorang.


"Astaghfirullah. Zhalfa" gumam Raja namun bisa di dengar oleh David.


"Ada apa Tuan ?" tanya David.


"Adik ku, dia dibawah oleh seseorang yang tidak di kenal !"

__ADS_1


"Biar saya lacak Tuan !"


Raja memberikan ponselnya pada David, perasaan nya sangat khawatir, Raja takut terjadi sesuatu dengan Zhalfa.


"Ya Allah lindungi adik Hamba !"


Tidak berapa lama David telah berhasil menemukan lokasi Zhalfa. Beruntung tadi Zhalfa tak mematikan ponselnya sehingga membuat David bisa dengan cepat melacak dimana Zhalfa saat ini.


"Astaghfirullah. Tuan ini lokasinya jauh sekali. Dekat dengan hutan Tuan"


"Apa ? ya Allah siapa yang membawa Zhalfa kesana"


"Ini pasti Adik anda di culik Tuan, lebih baik kita kesana sekarang sebelum terjadi sesuatu padanya"


"Baiklah ayo !"


Namun sebelum pergi Raja menelepon istrinya supaya menyuruh Keyla kerumah Bunda dan menjelaskan yang terjadi pada Zhalfa. Raja takut kalau Bunda akan stres.


✨✨✨✨✨


"Lapor Tuan, kami tak menemukan nona Zhalfa dimanapun" ucap anak buah Kaisar.


"Apa ? kok bisa ? kalian sudah mendatangi setiap tempat yang sering dia kunjungi ?"


"Sudah tuan, bahkan kami sudah kerumahnya. Tapi Nona Zhalfa belum pulang karena kami melihat Ibunya sedang menunggu kepulangan nona Zhalfa"


Kaisar langsung berpikir, memang sedari tadi Kaisar sudah merasakan hal yang tidak enak. Semenjak kepergian Herdi membuat Kaisar tak tenang.


"Tuan lihat ini ? Herdi mengirimkan foto seorang perempuan !"


Dengan cepat Kaisar melihat, dan betapa terkejutnya ia melihat Zhalfa sedang terikat di atas kursi tua, apalagi dengan hijab yang sudah lepas di kepalanya


"Keparat ! masih berani kau bermain dengan ku Herdi !" ucap Kaisar dengan geram.


"Lacak lokasinya, kita kesana sekarang"


Seluruh anak buah Kaisar bergerak dengan cepat, mereka semua menuju lokasi dimana Zhalfa di sekap. Kaisar tak akan mengampuni Herdi jika terjadi sesuatu dengan Zhalfa.


✨✨✨✨✨✨✨✨


"Tolong jangan lakukan ini padaku ! tolong ! lepaskan aku" rintih Zhalfa di bawah kukungan tubuh pria itu.


"Diamlah Sayang, ini sangat nikmat ! ayo kita saling memuaskan"


Air mata Zhalfa menetes dengan deras, ia tak bisa berbuat apapun selain pasrah dengan apa yang di lakukan pria itu, suara nya habis akibat berteriak minta tolong.


Sekarang dirinya begitu kotor, ia ternodai oleh kesalahan yang tak tau apa ?.


"Ya Allah ambil saja nyawaku sekarang, aku tidak bisa melewati semua ini"


Tidak berapa lama Herdi bangkit di atas tubuh polos Zhalfa, ia kembali memakai pakaiannya dan menutupi tubuh Zhalfa dengan gamis yang Zhalfa pakai tadi.


✨✨✨✨✨✨

__ADS_1


"Tuan ini lokasinya" ucap David menunjuk sebuah rumah kosong yang sudah tak terpakai lagi.


Raja mengernyit, kemudian melihat sebuah mobil yang terparkir didepan rumah tua itu, tapi sebelum masuk Raja heran saat melihat begitu banyak mobil yang berhenti di dekatnya. Raja dan David waspada takut kalau mereka ada komplotan dengan penculikan Zhalfa.


"Kaisar" gumam Raja kaget melihat Kaisar turun dari mobil.


"Raja" begitupun dengan Kaisar, ia tak. menyangka bahwa Raja lebih dulu datang kesini.


"Kamu ngapain kesini Kai ?" tanya Raja heran


"Nanti saja nanyanya Ja, kita selamatin Zhalfa dulu"


"Kamu kenal adikku ?"


"Ah kamu banyak tanya Ja"


Kaisar berlari menuju rumah tua itu, di susul oleh Raja. Tanpa aba-aba Kaisar mendobrak pintu itu hingga membuat Herdi didalam nya kaget, ia tak tahu kalau Kaisar akan tiba secepat ini.


"Astaghfirullah Zhalfa" teriak Raja saat melihat adik kesayangannya terbaring tak berdaya di atas lantai tanpa alas itu.


Zhalfa menoleh, luka memarnya membuat ia tak terkenali "Abang, sakit Bang"


Raja melirik pakaian Zhalfa yang sudah tak rapih, kemudian hijab yang sudah terlepas di kepalanya.


Begitupun dengan Kaisar yang kaget melihat penampilan Zhalfa sekarang. Seketika amarahnya memuncak dan langsung memberikan pukulan yang keras pada Herdi.


"Bajingan kau ! kau apakan dia hah ? apa yang kau lakukan keparat"


"Haha, ini balasan buat anda tuan Kaisar, dia sudah kunikmati tubuhnya, kami bercinta disini"


Bug.


Kaisar memukul Herdi tanpa ampun, sementara Raja walaupun amarahnya memuncak tapi ia menolong adiknya terlebih dahulu. Ia membantu memakaikan pakaian Zhalfa. Dan kembali mengenakan hijab Zhalfa.


"Abang dia merenggut kesucian Zhal Bang, dia jahat padahal Zhalfa gak ada salah sama dia"


Raja tak mampu menjawab, ia semakin memeluk tubuh adiknya dengan erat, setelah itu Raja mengangkat tubub Zhalfa kedalam mobil.


"Kau jaga adikku Vid !"


"Baik Tuan"


Setelah itu Raja kembali kedalam, ia menatap pria yang sudah menodai adiknya dengan tajam.


"Siapa kamu ? kenapa kau lakukan ini pada adikku ? apa salah nya ? apa kau mengenalnya"


Herdi mendongak ia menatap Raja dengan seksama, ia tak kenal dengan Raja. Niatnya untuk.menculik Zhalfa adalah balas dendam dengan Kaisar.


"Ya Allah selama ini hamba begitu takut melukai seseorang, namun untuk sekali ini saja izinkan hamba melukai pria ini"


Buuuuug.


"Rasa sakitmu tak sebanding dengan rasa sakit adikku"

__ADS_1


__ADS_2