
Jihan tersenyum dalam hati, semoga saja Ibra menolak perjodohan itu. Karena setau Jihan anak jaman sekarang pada gak mau di jodohkan. Semoha saja Ibra sama.
Akan tetapi kalau Ibra menerima bagaimana ? Ah semua ini membuat Jihan pusing. Cinta nya belum di balas terus sekarang ia harus mundur.
Tidak boleh !
Jihan akan terus berusaha mendapatkan Ibra. Sebelum janur kuning melengkung batinnya.
----
Tidak berapa lama menjelang Isya acara pengajian sudah di laksanakan, lantunan ayat suci Al-Quran menggema begitu merdu mengisi ruangan itu..Raja begitu khusuk membacakan ayat-ayat Al-Quran untuk calon anaknya nanti.
"Ya Allah tak banyak yang hamba pinta, lancarkanlah persalinan istri hamba nantinya, selamatkan anak dan istri hamba ya Allah !" doa Raja dalam hati.
Raja begitu berharap persalinan Keyla akan di permudah. Menurut informasi yang ia dapatkan melahirkan itu taruhannya nyawa. Tak ada rasa sakit yang menandangi rasa sakit melahirkan. Itu semua membuat Raja khawatir bercampur was-was. Tidak banyak yang Raja harapkan selian istri dan anaknya selamat nantinya.
Setelah pengajian selesai, para ibu-ibu dan bapak-bapak di persilahkan untuk makan, begitupun para keluarga. Menikmati hasil masakan Momy dan Bunda yang begitu mengguga selera.
"Mau makan belum sayang ?" tanya Raja kepada sang istri.
"Nanti saja Bang, Key belum laper tadi banyak makan kue makanya kenyang"
"Ya sudah kalau gitu, tapi kalau udah laper ngomong ya ! biar Abang ambilin"
"Iya Sayang, pasti Key ngomong"
Karena Keyla tak mau makan, akhirnya Raja makan sendiri bersama Ibra dan yang lainnya. Kebetulan Raja memang belum makan apa-apa karena sibuk mempersiapkan untuk acara pengajian nantinya.
"Abi sama Umi titip salam Bang, dia bakalan kesini kalau Mbak Key udah lahiran" ucap Ibra di sela-sela makan mereka
"Salam Balik Ib, sama Ayah dan Mama juga kesini kalau Key udah lahiran"
"Wah, sepertinya baby akan menjadi rebutan nantinya secara cucu pertama di keluarga" sahut Zio
Raja hanya tersenyum ia sudah yakin kalau itu akan terjadi, anak pertamanya pasti akan di sambut dengan penuh kebahagiaan. Di keluarga Keyla itu akan menjadi cucu pertama begitupun di keluarga Raja.
"Semoga lancar ya Bang, Kak Key sama Dedeknya lahir dengan selamat" ucap Zio.
"Aamiin. Terima kasih doanya Zio"
"Sama-sama Bang"
"Ja nanti Daddy mau ngomong sama kamu dan Key" tiba-tiba Daddy Kenan datang membuat Raja yang hendak menyuapkan nasi yang tinggal satu sendok berhenti, lalu menatap Daddy dan menganggukan kepalanya.
__ADS_1
"Iya Dad" jawab Raja sopan.
Satu persatu para tetangga pulang, tapi sebelum itu mereka memberikan kata semangat untuk Raja dan Keyla, bahwa melahirkan bukanlah hal yang perlu di takutkan. Hadapi saja semuanya dengan tenang karena akan ada Allah yang menolong.
Keyla hanya menjawab dengan anggukan dan kata terima kasih, ia sedikit tenang karena banyak orang yang memberinya semangat dan mendoakan persalinannya kelak.
"Sayang. daddy mau ngomong sama kita" bisik Raja di telinga Keyla
"Memangnya Daddy mau ngomong apa Bang ?" tanya Keyla heran.
"Abang juga tidak tahu, nanti kalau tamu nya udah pulang semua kita temuin Daddy"
"Baik Bang"
Dibenak Keyla sudah merasakan sedikit was-was, ia tahu kalau Daddy sudah mengajaknya mengobrol pasti ada hal penting yang ingin di sampaikan.
πππππ
Di ruang keluarga yang suasana masih terang benderang. Ada Keyla , Raja kedua orang tua Keyla dan Bunda. Sementara yang lain di suruh istirahat.
"Ada apa Dad ?" tanya Keyla memecahkan keheningan.
Daddy menatap Keyla dan Raja bergantian sambil menarik nafas panjang Daddy berkata "Usia kandungan Keyla sudah 7 bulan, dan Daddy sudah mempersiapkan tanggal yang cantik untuk kelahiran anak kalian nantinya"
"Bisa dong, kan kamu lahiran akan operasi"
"Apa ....?"
Keyla berteriak kaget tentang ucapan Daddy, pasalnya Keyla sudah mempersiapkan diri untuk lahiran normal. Lagian kata dokter ia bisa melahirkan normal kenapa harus caesar.
"Key gak mau Dad, Key mau lahiran normal aja gak mau operasi. Lagian Momy juga lahiran normal semua" bantah Keyla cepat.
"Iya Dad, aku sama Key juga udah konsultasi sama dokternya supaya lahiran normal saja" sahut Raja.
Mendengar hal itu Daddy marah, ia menatap tajam kearah Raja "Kalian berani membantah Daddy ? Ingat ya Daddy lakukan itu karena gak mau Keyla kesakitan. Daddy ingin Key selamat saat lahiran nanti lagian apa susahnya sih menurut"
"Apa daddy pikir melahirkan Caesar tak merasakan sakit ? sama aja Dad."
"Tenang-tenang, jangan pada ribut. Mending beri waktu buat Key dan Raja berpikir dulu. Mereka pasti butuh waktu untuk merundingkan semua ini" Bunda melerai perdebatan antara Daddy dan Keyla.
"Betul tuh, lagian Keyla itu punya suami Mas. Raja lebih berhak memutuskan masalah persalinan Key nantinya" sahut Momy ikut melerai.
Daddy bangkit dan meninggalkan semuanya. Ia paling tidak suka yang namanya penolakan. Melihat sang suami pergi Momy tau kalau suaminya marah. Segera ia pamit dan menyusul Daddy.
__ADS_1
ππππππ
Malam sudah larut, namun mata Raja belum juga terpejam, pikirannya kacau akibat ucapan Daddy tadi.
Di sebelahnya ada sang istri yang sudah terlelap dalam tidurnya. Raja bangkit dan keluar kamar.
Samar-samat telinga Raja mendengar suara seseorang yang mengaji, ia tahu kalau itu suara Bunda. Dengan langka pelan Raja berjalan menuju kamar Bunda.
Ceklek.
Raja membuka pintu kamar Bunda, membuat Bunda yang sedang mengaji kaget lalu mengukir senyum saat melihat anak pertamanya ada di ambang pintu.
"Belum tidur Bun ?" Tanya Raja.
"Belum Bang, Abang sendiri kenapa belum tidur ?"
Raja tak menjawab, ia mendekati Bunda dan merebahkan kepalanya di pangkuan Bunda. Sudah lama Raja tak merasakan semua ini.
Tangan lembut Bunda mengelus kepala Raja. Ia tahu anaknya sedang tak baik-baik saja.
"Ada apa Bang ? cerita sama Bunda ?"
"Abang bingung Bun"
"Bingung tentang masalah persalinan Key nanti ya ?"
"Iya Bun, kalau Raja menolak permintaan Daddy. Abang takut Daddy marah sama Abang"..
"Dia gak bakalan marah kok Bang, asal Abang bicara baik-baik. Mungkin Daddy nya Key melakukan itu karena ia sangat menyayangi Keyla"
Raja termenung sejenak "Apa melahirkan secara Caesar memang gak bakalan sakit ya Bun ?"..
"Sakit Nak, tapi sakitnya setelah melahirkan. Beda kalau normal karena sakitnya di awal" ucap Bunda dengan lembut.
"Bunda dulu lahiran normal ya cuman pas lahiran Abang, sementara saat lahiran kembar dan Zhalfa bunda Caesar. Karena kata Baba keadaan Bunda gak stabil"
Raja kembali terdiam. "Coba kalau Baba masih ada ya Bun, Baba pasti bantuin Abang nyelesain setiap masalah Abang. Dan juga dedek Zhal gak mungkin mengalami hal buruk seperti kejadian waktu itu"
Air mata Bunda menetes, "Bunda juga rindu nak sama Baba, rindu sekali"
----
2 Episode terakhir π
__ADS_1