
Raja terus memukuli Herdi menggunakan seluruh tenaganya, tak perduli walau keadaan pria itu sudah tak berdaya. Bagi Raja apa yang sudah di lakukan pria itu harus dibalas dengan setimpal.
Sementara Kaisar menyuruh beberapa anak buahnya untuk menculik istri dan anak Herdi, mereka semua harus merasakan apa yang saat ini Zhalfa rasakan.
"Tuan sudah ! dia bisa mati Tuan ! kita harus cepat membawa adik anda kerumah sakit untuk di beri penanganan" ucap David menarik tubuh Raja supaya menjauh dari Herdi.
"Urusan kita belum selesai ! jangan harap saya akan mengampuni anda" tunjuk Raja pad Herdi.
Kaisar hanya diam saja, ia membiarkan Raja meluapkan kemarahannya, wajar jika Raja melakukan itu karena Zhalfa adalah adik kesayangannya.
Raja memasuki mobil dimana Zhalfa berada di sana. Mata Zhalfa sedikit terbuka dengan segera Raja menarik Zhalfa kepelukannya. Tak terasa air mata Raja menetes dengan deras..
"Abang gagal menjaga kamu dek, maafin Abang ! ini salah Abang yang gak becus jagain kamu" Raja mengelus punggung Zhalfa berulang kali ia cium puncak kepala Zhalfa dengan penuh kasih sayang.
Sekelibat bayangan tentang permintaan Baba melintas di pikiran Raja, membuat air mata Raja menetes dengan deras. Ia tak bisa memaafkan dirinya sendiri atas apa yang terjadi pada Zhalfa. Entah dengan cara apa nanti Raja akan menjelaskan pada Bunda kejadian sebenarnya.
Pasti Bunda akan sangat sedih, belum lama kehilangan Baba, sekarang mendapatkan musiba lagi.
✨✨✨✨✨✨
"Bagaimana Key, apa sudah ada kabar tentang Zhalfa ?" tanya Bunda dengan panik.
"Belum Bun, nomornya belum aktif"
Awalnya Keyla enggan untuk menceritakan tentang Zhalfa, tapi karena desakan Bunda akhirnya mau tak mau Keyla bercerita.. Bunda menangis histeris, ia begitu takut terjadi sesuatu pada anak gadisnya.
Keyla sudah mengabari Daddi Kenan supaya membantu mencari Zhalfa.
"Bunda yang sabar ya, semoga Zhalfa baik-baik saja !" ucap Keyla.
"Bunda takut Key, Bunda takut kalau adik mu di apa-apain"
"Insya Allah, Zhalfa baik-baik saja Bun"
Keyla memeluk tubuh Bunda, memberikan ketenangan supaya ibu mertuanya itu tak terlalu stres seperti tadi. Berulang kali Keyla melihat layar ponselnya namun belum ada kabar apapun dari sang suami.
"Ya Allah tolong lindungi suami dan adik iparku ! jauhkanlah mereka dari mara bahaya ! semoga mereka pulang dengan keadaan selamat" doa Keyla dalam hati.
Waktu berlalu, menit kemenit terlewati, hingga akhirnya ponsel Keyla berbunyi, tertera nama sang suami disana. Tanpa menunggu lama Keyla langsung menggeser menu hijau untuk menjawab panggilan dari suaminya.
__ADS_1
"Assalamualaikum Bang, bagaimana ? apa Zhalfa sudah di temukan ?"
"Waalaikumsalam Sayang, Alhamdulillah Zhalfa sudah di temukan tapi keadaannya tidak baik-baik saja. Kamu ajak Bunda ke rumah sakit ya ! tapi Abang mohon bicara sama Bundanya pelan-pelan"
"Baik Bang, Key akan segera kesana"
"Ya sudah kamu hati-hati dijalan !jangan ngebut bawa mobilnya ya !"
Setelah panggilan terputus Keyla menghampiri Bunda yang saat ini baru saja selesai melaksanakan sholat Ashar. Keyla duduk di samping Bunda.
"Bun, Zhalfa sudah di temukan tapi dia di bawah kerumah sakit sama Abang. Kita di suruh menyusul"
"Alhamdulillah ya Allah. Ayo sayang kita susul mereka"
"Iya Bun, Key tunggu didepan ya !"
Bunda mengangguk, setelah kepergian Keyla ia melepaskan mukena nya dan melipatnya secara acak, pikirannya saat ini dapat memeluk putri kesayangannya dengan erat.
✨✨✨✨✨✨
Herdi di ikat di kursi yang tadi ia gunakan untuk mengikat Zhalfa. Ternyata walau sudah di pukuli berkali-kali Herdi tetap sadarkan diri. Di depan matanya ada Kaisar yang masih menatap Herdi dengan nyalang.
"Bunuh saja aku Tuan, jangan siksa aku seperti ini" ucap Herdi.
"Apa maksud anda Tuan ? "
"Seperti yang kau pikirkan !" balas Kaisar dengan senyum misterius.
Herdi berontak, ia berusaha melepaskan ikatannya, tapi sayang ikatan itu terlalu kuat.
"Percuma Herdi, kau tidak akan bisa lepas dari ku"
Tidak berapa lama beberapa anak buah Kaisar masuk dengan membawa dua orang wanita, dia adalah istri dan anak dari Herdi.
"Mas"..
"Ayah"
Panggil kedua wanita itu serempak. Herdi mendongak ia begitu terkejut dengan kehadiran orang yang mereka sayangi.
__ADS_1
"Mau kalian apakan mereka ? tolong Tuan Kaisar jangan ikut campurkan anak dan istriku, mereka tak tau apa-apa"
Kaisar berdiri ia mendekatkan wajahnya pada wajah Herdi "Lalu wanita yang kau kurung dan kau siksa tadi tau semuanya, dia juga sama dengan anak dan istrimu yang tak tau apa-apa. Dan kau seperti binatang kelaparan melakukan hal keji itu pada wanita yang ku cintai" teriak Kaisar
"Ampun Tuan, tolong jangan sakiti mereka"
Namun Kaisar tak mendengarkan ia berbalik dan mendekati istri dan anak Herdi. "Kau lakukan ini kan pada wanitaku"
Plaaak.
Kaisar menampar pipi kedua wanita itu dengan keras, membuat Herdi memejamkan matanya karena tak tega melihat orang yang ia cintai terluka.
"Yang mana dulu yang akan kalian cicipi ?" tanya Kaisar pada anak buahnya.
"Yang gadis dulu Tuan, sepertinya dia masih perawan !"
"Baiklah, lakukan saja !"
Herdi kembali berontak "Jangan sentuh putriku ! kalau kalian ada yang menyentuhnya kalian akan merasakan balasan dari ku"
Tak ada yang mendengarkan ucapan Herdi, kedua anak buah Kaisar langsung membuka pakaian anak Herdi secara paksa. Sampai tubuh nya menjadi polos tak mengenakan apapun.
Herdi menggelengkan kepalanya, ia tak tahu harus bagaimana ? apalagi saat tubuh anak nya sudah di tidurkan di atas lantai tanpa alas. Sama seperti Zhalfa tadi.
"Jangan lakukan itu Tuan ! saya belum mengambil kesucian wanita mu Tuan Kaisar".. Teriak Herdi.
"Ciiih, memangnya aku harus percaya padamu" balas Kaisar "Lakukan sekarang"
Istri Herdi hanya menangis melihat anak gadis yang ia jaga selama ini di gauli oleh pria tak di kenal, teriakan anak Herdi menggema mungkin karena merasakan sakit bercampur takut.
"Benar Tuan Kaisar saya belum memasukan alatku ke Lu bangnya karena setiap aku akan melakukan itu, saya merasa ada yang menarik tubuhku dari belakang, ku mohon percayalah Tuan. Hentikan semua ini"
Tapi Kaisar tak peduli, ia terus menyuruh anak buahnya menyiksa anak Herdi, bagi Kaisar perbuatan Herdi tak ada ampuanannya lagi.
"Tuan hentikan Tuan, percayalah padaku, wanita mu masih perawan, aku tidak jadi mengambil kesucian nya"
Memang benar tadi Herdi tak bisa melakukan itu pada Zhalfa karena selalu saja ada yang menarik tubuhnya dari belakang. Bahkan tadi celana Zhalfa masih terpakai hanya bagian atas yang sudah polos tak tersisah.
"Lalu kenapa dia mengaku sudah kau nodai Keparat"
__ADS_1
"Mungkin karena dia belum pernah di sentuh siapapun, dia hanya kunikmati bagian atas saja Tuan"
Kaisar tersenyum "itu sama saja Bo doh"