
Malam ini Bulan terasa lebih Indah. Ia mulai memancarkan sinarnya hingga awan pun tak berani untuk menutupi kilaunya yang megah. Suara binatang malam pun ikut menari menambah lengkapnya suasana malam yang sunyi di pertengahan kota Jakarta yang luas.
Di dalam kamar yang terlihat mewah itu, seorang wanita cantik sedang duduk sambil menopang wajahnya menggunakan kedua tangan, sesekali ia tersenyum entah apa yang sedang ia pikirkan sekarang.
Keyla memandangi penampilan nya malam ini, gamis yang berwana dusty pink yang ia kenakan membuat dirinya semakin cantik, apalagi dengan hijab yang bertengger di kepalanya.
Begitu nyaman !
Sangat nyaman !
Bahkan ia sendiri enggan untuk melepaskan hijab itu, ini bukan karena pakaian nya di belikan oleh seseorang yang sebentar lagi akan melamarnya bukan ?
Ah entahlah, namun kenyamanan ini berhasil membuat Keyla tak henti-hentinya menebar senyum kebahagiaan, senyum yang teramat cantik yang selalu terpancar di wajahnya.
“Key tamunya sudah datang, ayo turun !”.
Dan detik itu juga, Keyla mendadak menjadi gugup, jika sebelumnya jantung Keyla berdetak dengan stabil namun tidak dengan sekarang, ia berpacu dengan kuat seolah sedang balapan.
”Iya Mom” sahut Keyla
Alya memandangi putrinya yang tampil begitu cantik.
“Anak Mommy cantik banget, apalagi pakai Hijab tambah cantik deh” puji Alya.
Keyla menjadi tersipu malu mendengar pujian dari Alya “Mommy bisa aja” jawab Keyla.
”Ya udah yuk turun, gak enak kalau mereka kelamaan menunggu”
“Jangan gugup ! Semuanya akan baik-baik saja”.
Keyla menganggukan kepalanya, saat mendengar rentetan kalimat yang di ucapkan Alya, dengan menggandeng tangan sang Mommy, Keyla berjalan menuruni anak tangga, gamis syar'i yang ia pakai menjadikan Keyla layaknya seorang ustadzah.
“Assalamualaikum” sapa Keyla sembari menangkupkan kedua tangan nya didada
“Waalaikumsalam” jawab semua orang secara serempak.
__ADS_1
“Masya Allah, dia begitu cantik mengenakan pakaian itu, aku gak nyangka kalau baju itu masih ia simpan” batin Raja yang tak henti memandang Keyla dengan takjub. Untung ada Zahran yang mengingatkan.
“Mas saja yang bicara !” bisik Gibran di telinga Zahran.
“Kan Mas yang lebih dekat dengan Raja” sebelum Zahran berhasil menjawab, Gibran kembali berbisik.
Akhirnya Zahran mengangguk kan kepalanya.
“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh” Zahran mulai membuka pembicaraan.
Secara serempak semua orang langsung menjawab.
“Sebelumnya saya mau memperkenalkan diri dulu, nama saya adalah Zahran Ayah dari anak kami yang bernama Raja, dan terima kasih karena bapak Kenan yang terhormat mau menyambut kedatangan kami semua dengan begitu baik.”
“Untuk selanjutnya akan di sampaikan langsung oleh putra saya yaitu Raja tentang maksud dan tujuan kami datang kesini”
Kemudian Zahran memandang ke arah Raja, lalu menganggukan kepalanya seolah memberi isyarat bahwa Raja sudah waktunya berbicara.
Setelah Zahran kembali duduk giliran Raja yang berdiri, ia menatap satu persatu wajah semua orang yang hadir disana, untuk pihak keluarganya Raja kenal namun untuk dari Keyla ia sama sekali belum mengenal kecuali dengan kedua orang tua Keyla.
“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh” Raja mulai berbicara, dan dijawab oleh semua orang.
“Jika allah mengizinkan, saya ingin menjadikan putri bapak/ibu sebagai istri saya, menemani setiap langkah perjuangan saya, menjadi penyejuk hati saya dikala gundah dan menjadi penasihat saat saya melakukan kesalahan, dari awal saya kenal putri bapak/ibu, saya merasa seperti telah menemukan orang yang tepat, sekiranya bapak/ibu menyetujui, saya ingin melamar putri bapak/ibu dan melanjutkan hubungan kami berdua kejenjang pernikahan.”
Raja mengucapkan nya dengan sangat sungguh-sungguh, ia menatap kedua orang tua Keyla dengan mata penuh permohonan, setelah itu ia beralih menatap Keyla kemudian kembali berbisik-
“Dengan nama Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, yang telah menciptakan manusia dengan berpasang-pasangan. Untuk Keyla Adzkia Putri Abraham Izinkan aku menjadikan Kamu pasangan dalam hidupku untuk meraih cinta dari sebenar-benarnya cinta.”
Semuanya tersenyum mendengar ucapan dari Raja, begitupun dengan Keyla yang tak henti-hentinya gugup karena detak jantungnya yang begitu kuat.
“Saya serahkan semua jawabannya kepada Anak saya Keyla” sahut Kenan.
Seseorang memberikan Mix lagi kepada Keyla dan menyuruh Keyla untuk berdiri, tangan nya gemetar saat memegang Mix itu namun Keyla tetap menatap Raja dengan senyuman.
“Bismillahirahmanirohim, Atas izin Allah Keyla bersedia menerima lamaran dari Abang Raja Alvaro Pradipta”
__ADS_1
Secara serempak semua orang mengucapkan “Alhamdulillah”
Raja memberikannya kotak berwarna merah yang isinya adalah cincin kepada Zenia.
Zenia menerimanya lalu berjalan mendekati Keyla, kemudian menyematkan cincin yang begitu mewah di jari manis Keyla.
“Terima kasih sudah menerima anak Bunda ya Nak, semoga di perlancar sama Allah niat baik kalian” Zenia memeluk Keyla dengan erat.
Mendadak mata Keyla menjadi berkaca-kaca, dengan segera Keyla menyusut air matanya sebelum meluncuru dengan deras.
“Kamu begitu cantik, pantas kalau Abang kebelet minta nikah" Ujar Zenia dengan terkekeh.
“Ah Tante bisa aja” jawab Keyla tersipu.
“Panggil Bunda ! Sama seperti Abang, jangan Tante lagi, karena sebentar lagi kamu akan menjadi anak bunda juga”
Keyla menganggukan kepalanya, begitu bahagia karena dirinya di terima dengan begitu baik oleh kedua orang tua Raja.
Setelah itu semua nya menentukan acara akad nikah, dan karena ini akan menyatukan dua keluarga yang terpandang sekaligus tentu kedua bela pihak ingin acaranya berjalan dengan baik.
Akhirnya keputusan bulat nya Raja dan Keyla akan melangsungkan akad nikah 3 bulan yang akan datang, menurut Keyla itu tidak mengapa, to selama ini ia mampu menahan sampai 6 tahun, jadi waktu 3 bulan tidak berat bagi nya.
Selanjutkan acara makan, dimana di rumah Keyla sudah banyak hidangan yang di siapkan.
“Akhirnya Lo sama Raja lamaran juga Key" seloroh Jihan yang juga turut menyaksikan proses lamaran Raja dan Keyla.
“Iya Alhamdulillah” jawab Keyla.
“Dan sebentar lagi Lo akan jadi mantu Ustadz, gak kebayang gue sama kehidupan Lo yang akan datang”
Keyla menghentikan langkah nya yang hendak mengambil kue, ia mulai berpikir sebentar lagi dirinya akan menjadi menantu seorang Ustadz otomatis dirinya harus menjaga pakaian nya, apalagi melihat adik-adik Raja semuanya menggunakan Hijab, di tambah dengan Zenia yang mengenakan cadar.
“Masalah berhijab keluarga Abang tidak memaksa dek, jika Adek belum siap tidak mengapa kalau belum mau mengenakan nya, semua nya butuh proses” tiba-tiba suara Raja terdengar tidak jauh, Keyla langsung menoleh dan melihat Raja berdiri tepat di hadapan nya.
“Itu kan yang kamu pikirkan !” Ucap Raja lagi.
__ADS_1
“Abang juga tidak akan memaksa, hanya satu yang Abang paksa cintai Abang sepenuh hati”