
KEYLA--------------
Seperti biasa Ia akan bersiap untuk datang kesekolah, memulai semua masa depan nya dengan penuh perjuangan.
"Makasih Pak" Ucap nya kepada sang sopir yang mengantarnya kesekolah.
"Sama-sama Non Key" Jawab Pak Udin sopir pribadi di rumah nya.
Ia melangkahkan kakinya memasuki gerbang dimana tertulis. SMA KARYA UTAMA.
Berharap hari ini Ia akan bertemu dengan Raja, walaupun tidak menyapa setidaknya melihat wajah Raja saja sudah membuat perasaan nya legah campur bahagia.
Sebelum Ia benae-benar memasuki halaman sekolah. telinga nya dengan jelas mendengar suara orang memanggilnya.
Ia menoleh dan melihat seorang wanita yang melambaikan tangan ke arah nya. Dengan perasaan bingung campur heran Ia mendeketi wanita itu yang ternyata adalah Adel adiknya Raja.
"Mbak Keyla" ucap Adel saat Ia sudah berdiri tidak jauh dengan Adel.
"Aku adiknya Abang Raja, kita udah pernah ketemu saat Mbak Key kerja kelompok di rumah" Jelas Adel lagi.
Ia hanya mengangguk, demi menjawab sederetan kalimat yang diucapkan oleh Adel.
"Ada apa ya dek ??" Ia akhirnya bertanya. kenapa dan mengapa Adel menemuinya tidak mungkin kalau itu hanya kebetulan.
Adel mengeluarkan sesuatu dari dalam saku, matanya terus memperhatikan gerak-gerik Adel. Saat ketika Adel memberikan sebuah kertas putih Ia mengernyit bingung.
"Titipan Abang" Ujar Adel demi melihat kebingungan nya.
"Untuk siapa dek ?" Ia kembali bertanya.
"Buat Mbak Key" Jawab Adel lagi "Abang gak bisa nganterin langsung soalnya takut ketinggalan pesawat"
Ia mendadak terdiam demi mendengar kata Pesawat yang Adel ucapkan. Memang nya Raja kemana sampai harus naik pesawat ?? Apa itu berarti Raja tidak masuk lagi hari ini.
"Udah ya Mbak Key aku pamit mau balik kesekolah"
Belum sempat dirinya bertanya Adel sudah melenggang pergi meninggalkan berbagai pikiran negatif yang menyerang otaknya.
Dengan perasaan campur aduk Ia hendak membuka kertas putih yang isinya entah apa. Perasaan nya hampir tak karuan. Namun bel sekolah sudah berbunyi menggagalkan aktivitas nya yang hendak membuka surat yang Ia terima.
Selama mengikuti kelas Ia tak bisa tenang, pikiran nya gelisa dan bayangan tentang Raja juga kata-kata Adel tadi membuatnya selalu tak tenang.
"Kamu kenapa sih Key ?" Tanya Jihan yang mungkin merasakan kegelisaan nya
"Lagi ada masalah ? dari tadi aku lihat kek nya gelisa bener" Lanjut Jihan lagi.
Ia menjawab dengan gelengan, tak ingin menjelaskan apa yang saat ini Ia rasakan. Mungkin saja ini kegelisaan karena dirinya belum membaca surat yang Raja titipkan ke Adel.
__ADS_1
_____________________________________
ADEL_________________
Ia bukan tidak tau apa yang menimpah Abang kesayangan nya itu, tapi Ia masih terlalu kecil untuk ikut campur ke masalah Abang.
Kepergian Raja membuat nya sangat sedih, seorang Abang yang selama ini selalu membela nya akan pergi jauh menyusul kakak keduanya sekaligus kembaran nya yaitu Arda.
Namun Ia tak bisa menahan. Yang bisa Ia lakukan hanya mendukung dan mendoakan semoga kelak Abang nya akan sukses di sana.
Dan pagi tadi saat Ia hendak berangkat kesekolah Abang memanggilnya namun setengah berbisik. Ia pun mendekat, terlihat Abang celingak-celinguk untuk memastikan kalau disana hanya ada mereka berdua.
Sangat aneh memang tapi mungkin ini rahasia dan hanya boleh dirinya dan Abang yang tau.
"Abang titip ini ya" Ucap Abang sambil menyerahkan sebuah kertas yang dilipat sangat rapih.
"Tolong kasih keteman Abang namanya Keyla, Adek pasti kenal" Belum sempat Ia menjawab Abang sudah lebih dulu melanjutkan ucapan nya.
"Ia Bang" Jawabnya begitu menerima kertas yang dilipat dengan rapi tersebut.
"Kamu jaga diri baik-baik disini !! Abang pasti akan merindukan kamu, jaga Bunda dan dedek Zhal ya !!?
Lagi dan lagi Ia hanya mengangguk, namun tak bisa di pungkiri kalau dirinya begitu sedih mendengar kalau pagi ini adalah pertemuan terakhirnya bersama Abang, karena setelah itu Abang akan pergi sangat jauh bahkan entah kapan Abang akan kembali keindo.
Berbeda saat kakak Ar pamit dulu Ia tak begitu sedih padahal Ia dan Arda seAyah dan seibu, tapi dengan Abang ia berbeda Ayah.
KEYLA-----------------------
Setelah jam pertama selesai Ia masih saja gelisa, dan beruntung nya Jam kedua kosong karena guru yang mengajar sedang cuti jadi ini bisa Ia jadikan untuk membaca surat dari Raja.
Dengan gemetar Ia membuka lipatan kertas itu, hatinya semakin gelisah. Ketika matanya menangkap tulisan tangan yang begitu rapih.
***Assalamualaikum Keyla.....
Bagaimana kabarnya ?? aku berharap sehat aja ya.
Aku hanya mau bilang, maafin aku Key !!
Maaf udah jadi pengecut karena tak memberi mu tanggung jawab.
Maafkan aku yang tak menemani hari dimana semua orang mengejek ataupun menghina kita.
Dan maafin aku yang harus pergi, Meninggalkan kamu yang mungkin saat ini masih terluka.
Harus kamu tau Key kejadian malam itu membuatku tak tenang, rasa bersalah campur berdosa. Mungkin jika aku sudah punya pekerjaan aku akan langsung menghalal kan mu tidak peduli walau kita masih status pelajar.
Keyla-----
__ADS_1
kamu adalah wanita yang baik yang pernah aku kenal. wanita yang selalu senyum walau perasaan sedang terluka.
Jika suatu hari nanti kita berjodoh aku yakin kita akan bertemu lagi, maafin aku harus pergi***.
Air matanya sudah tak mampu di hentikan, ini tenyata jawaban kenapa Raja tak kunjung sekolah karena Raja sudah pindah dan entah kapan Raja akan kembali.
Dengan perasaan sakit Ia melangkahkan kakinya menuju gerbang sekolah . Dengan air mata yang terus meluncur dengan deras Ia mengabaikan teriakan Jihan yang menanykan dirinya mau kemana.
" Kenapa kamu ninggalin aku Ja ? kenapa kamu biarkan aku sendiri menghadapi semua ini" batinya sambil terus melangkah dengan isakan tangis.
Setelah keluar gerbang Ia langsung menghentikan taksi untuk mengatarnya kerumah Raja, sangat berharap kalau Raja belum berangkat setidak nya Ia ingin memberikan ucapan selamat tinggal atau meminta kepastian apa Ia harus menunggu Raja.
"Makasih Pak" ucapnya kepada sopir taksi.
"Sama-sama Neng"
Ia keluar dari mobil dan berjalan ke arah rumah yang terlihat begitu megah hampir sama dengan rumah yang Ia tempati.
"Permisi pak" Ucapnya dengan suara parau kepada seorang satpam yang sedang duduk tak jauh dari gerbang.
Bapak itu mendekat.
"Iya mbak ada yang bisa saya bantu"
"Rajanya ada pak ?"
"Oh den Raja sudah berangkat satu jam yang lalu,mbak teman nya Den Raja ya ?"
Ia hanya mengangguk dan tanpa menjawab ucapan bapak itu lagi, Ia langsung berlari meninggalkan rumah Raja, berlari secepat mungkin yang entah kemana tujuannya sekarang. Ingin berteriak dengan keras untuk melegahkan rasa yang begitu rapuh.
Untuk kondisi seperti ini Ia begitu berharap ada hujan yang datang, supaya dirinya mampu menyembunyikan air mata yang entah kenapa tak berhenti menetes.
_
-
-
-
-
-
BERSAMBUNG......
AUTHOR RASA LIKE NYA BELUM BANYAK HEHE.
__ADS_1
AYO DONG LIKE CERITA INI DAN KASIH VOTE JUGA HADIA.