
Pagi itu, masih terlihat gelap dan sunyi , hawa dingin dan sejuk menyeruak dalam diri. Sekitar pukul 05 tadi Keyla sudah bangun, membersihkan diri lalu berwudhu untuk melaksanakan sholat subuh, kemudian mengaji supaya hatinya tetap tenang..
Sudah hampir seminggu setelah lamaran di lakukan ia dan Raja belum pernah ketemu, Raja sibuk dengan kerjaannya, sementara dirinya juga di sibukkan karena banyak yang ingin memakai jasa Keyla sebagai pengacara.
Beberapa hari yang lalu Keyla baru saja menjadi seorang pengacara seseorang terkenal, dan ia berhasil memenangkan semua itu, uang yang ia dapat dari hasil bekerja Keyla tabung untuk keperluan pernikahan nya nanti bersama Raja.
“Sudah siap ?” tanya Alya saat melihat putrinya sudah berpakaian dengan rapih.
Keyla mengangguk, tangannya menjulur untuk meraih satu gelas susu di atas meja makan, kemudian meneguknya sampai habis tak tersisah.
“Udah ya Mom aku berangkat dulu” ucap Keyla nampak buru-buru.
“Sarapan dulu Key, ini Masih pagi” balas Alya.
Namun Keyla sudah hampir sampai di ambang pintu, tak lagi menjawab ucapan Alya.
Alya hanya geleng-geleng kepala, tidak berapa lama muncul suami dan anak laki-laki nya.
“Key mana ?” tanya Kenan karena tak menemukan batang hidung anak perempuan nya itu.
“Udah berangkat” jawab Alya.
“Pagi amat, ini kan masih jam 07” sahut Zio.
Alya hanya tersenyum kearah Zio, kemudian mengisi piring Zio dengan makanan, tidak lupa segelas susu cokelat untuk Zio.
“Udah sarapan nanti pada telat !”
-
-
Keyla sudah sampai di kantor tempat nya bekerja.
“Ada klien lagi yang Makai jasa kamu” seloroh Hanum teman Keyla yang baru di kenal saat bekerja sebagai pengacara.
“Iya, hari ini minta ketemuan di Kafe” jawab Keyla
“Kasus apa ?”
“Perebutan Hak Asuh anak”
Hanum menganggukan kepalanya, kemudian berlalu pergi dari meja Keyla, sementara Keyla sibuk mengurus berkas sebelum menemuin klien nya.
Tepat jam 08:30 Keyla sudah berada di kafe tempat ia janjian dengan klien, ia langsung memilih meja kosong yang pas untuk ia jadikan tempat.
Keyla memesan makanan terlebih dahulu sebelum klien nya datang, memang mereka janjian jam 09 pagi hanya saja Keyla datang lebih dulu untuk sarapan.
Sambil menunggu pesanan nya datang Keyla kembali mengecek berkasnya, takut kalau ada yang kurang.
__ADS_1
“Ini mbak pesanan nya, silahka di nikmati” ucap seorang pelayan kafe.
“Terima kasih” balas Keyla.
Dengan tenang Keyla menyantap makanannya, hingga tak terasa makanan yang ia pesan sudah habis, di susul dengan kemunculan pria tinggi yang masih terbilang muda.
“Dengan Ibu Keyla” ucap Pria itu.
Keyla mendongak, lalu menatap pria di hadapannya. “Iya saya sendiri” balas Keyla.
“Perkenalkan saya Erik, saya yang meminta jasa anda untuk jadi Pengacara saya” Tangan Erik terulur namun hanya menggantung saja karena Keyla membalas dengan menangkupkan kedua tangan nya didada.
“Oh maaf” Erik langsung menarik tangan nya kembali, kemudian tersenyum simpul.
“Silahkan duduk bapak Erik” titah Keyla
Erik duduk di hadapan Keyla, namun matanya terus memperhatikan Keyla dengan pandangan yang tak bisa di artikan.
“Tolong jangan memandang saya seperti itu Pak” ucap Keyla
Lagi-lagi Erik tersenyum simpul, sesekali ia mengalihkan tatapan nya.
“Apa yang bisa saya bantu ?” tanya Keyla langsung pada masalah tidak ingin berlama-lama berduaan dengan laki-laki di hadapannya itu.
“Santai saja dong, Masih banyak waktu, lagian saya sudah minta izin sama atasan kamu supaya kamu bisa berduaan dengan saya hari ini”
“Tapi saya banyak kerjaan, jadi tolong kerja samanya, jika Bapak ingin berlama-lama silahkan cari pengacara yang lain” ucap Keyla dengan tegas.
“Ok baiklah” Erik mengalah “Saya ingin anda memenangkan kasus ini, saya ingin hak asuh anak saya jatuh kepada saya bukan kepada istri saya” jelas Erik
“Kalau boleh saya tau berapa usia anak anda ?” tanya Keyla.
“6 bulan”
Keyla tertegun, bukankah anak di umur segitu harus bersama ibunya, tapi entahlah dia hanya menjalankan tugas tak perlu mencari tau masalah yang lain.
“Tapi ini akan sulit Pak, soalnya anak di umur segitu masih harus bersama ibunya, apalagi dia minum Asi”
“Saya gak mau tau apapun alasan nya saya ingin anak saya bersama saya” Tegas Erik lagi “Saya janji akan membayar kamu dengan harga yang mahal jika kamu bisa memenangkan kasus ini”
Keyla mencibir dalam hati, uang yang di tawarkan Erik tak sebanding dengan Uang yang Kenan punya. Tapi karena Keyla begitu ingin menjadi pengacara makanya ia melupakan uang yang di miliki keluarga nya.
“Akan saya lakukan sebisa saya” ucap Keyla.
Matanya melirik sekitar, dan langsung terdiam saat melihat sosok laki-laki yang tenga menatapnya.
“Abang” gumam Keyla namun masih bisa di dengar oleh Erik.
Erik menoleh kebelakang, mengikuti arah pandang Keyla.
__ADS_1
“Siapa ?” tanya Erik penasaran.
“Suami Masa Depan ku” jawab Keyla tegas.
Erik mengangkat sudut bibirnya, entah lah itu ejekan atau apa.
Sementara itu Raja masih diam terpaku di tempat, memandangi wanita yang sudah ia ikat dengan tali pertunangan.
“Ruangan nya di sebelah sana tuan" ucapan David membuat Raja tersadar, lalu mengikuti langka kaki David
“Siapa laki-laki itu tadi, kenapa Key mengobrol dengan nya" batin Raja.
Melihat kepergian Raja, hati Keyla mendadak Was-was, ia takut kalau Raja akan sala paham, dengan cepat Keyla mengakhiri pertemuannya dengan Erik.
“Pertemuan nya hanya sampai disini, nanti akan saya kabari lagi” ucap Keyla terburu-buru
Sebelum Erik menjawab Keyla sudah berlalu pergi.
“Wanita yang menarik” batin Erik.
Keyla keluar dari Kafe, namun langkahnya terhenti saat seseorang memanggil namanya.
“Assalamualaikum Neng cantik” seru Raja
“Waalaikumsalam Bang” jawab Keyla.
“Siapa tadi Neng ?”
“Bukan siapa-siapa Bang, dia klien ku, Abang jangan salah paham dulu” ujar Keyla.
Raja tersenyum “Tapi Abang cemburu bagaimana ?, boleh gak kalau Abang minta permintaan ?” tanya Raja hati-hati.
“Apa Bang ?”
“Kalau klien nya laki-laki mohon jangan di terima, jujur Abang gak Kuat melihat wanita yang Abang cintai di dekati laki-laki lain, apa Neng cantik ini bisa”
Keyla menatap wajah Raja, lalu ikut tersenyum.
“Insya Allah Bang, maafin Key ya Bang”
“Iya, hmm bulan depan Fitting baju ya” ucap Raja.
“Sama Abang ?” tanya Keyla
“Sama Bunda, maaf Abang gak bisa nemenin soal nya mau keluar kota gak papa kan ?”
“Iya Bang tidak apa-apa, kalau begitu Key pamit dulu. Assalamu'alaikum”
“Waalaikumsalam, hati-hati Neng cantik”
__ADS_1