
Walau tak tahu malu dan seperti tak di anggap Tasya tetap masuk kedalam rumah, membuat Keyla geleng-geleng kepala lalu tersenyum menatap kearah mertuanya.
"Nak makan dulu ! tadi Bunda udah masak makanan kesukaan kamu" ujar Zenia dengan lembut.
Keyla tersenyum "Makasih Bun, Kebetulan Keyla juga lapar" balas Keyla lalu membantu Zenia mengambil makanan di lemari untuk di hidangkan di meja makan.
Semua itu tak luput dari pandangan Tasya, ia menggeram dalam hati "Harusnya aku yang ada disana bukan kamu, dasar anak kemaren sore" batin Tasya.
Raja sudah duduk di kursi membuat Tasya langsung meraih kursi di samping Raja, membuat Zenia menatap Tasya heran.
"Itu tempatnya Keyla, kenapa kamu dudukin ? sini pindah dekat Bunda lagian gak baik duduk disebalah suami orang" ujar Zenia membuat Tasya tak bisa berkutik lagi.
Dengan berat hati Tasya pindah tempat duduk di samping Zenia. Sementara Keyla tersenyum penuh kemenangan.
"Kemaren Mommy kamu main kesini Nak" tiba-tiba Zenia bercerita sama Keyla.
"Oh ya ? kok Key gak tahu Bun" jawab Keyla kemudian.
"Kamunya masih di Pesantren kok"
Keyla mengangguk "ngapain aja sama Mommy bun ?"
"Biasa belajar masakan terbaru, nanti Kalau Bunda bikin Key coba ya"
"Ah siap" Keyla mengacungkan jempolnya membuat Zenia terkekeh begitupun dengan Raja yang saat ini sedang menikmati makanannya.
Sementara Tasya merasa semakin kesal karena melihat Keyla begitu di sayangi oleh Bundanya Raja, Tasya pikir Zenia sama sikapnya dengan Ica dalam memperlakukan Keyla. Tapi nyatanya salah.
Makanan yang ada di piring Tasya belum sedikitpun masuk kedalam mulut, sedangkan yang lainnya sudah hampir habis.
Keyla melirik kearah Tasya "Kenapa makanan mu gak dimakan Sya ?" tanya Keyla. Membuat Raja dan Zenia juga melirik kearah Tasya.
"Apa makanannya gak enak ?" lanjut Keyla lagi.
"Enak kok, tapi aku masih kenyang" jawab Tasya berbohong padahal ***** makannya hilang saat melihat Keyla di perlakukan baik oleh orang tua Raja.
Setelah selesai makan Keyla hendak kekamar untuk istirahat, Sementara Raja pamit hendak kekantor sebentar.
Keyla mengantarkan suaminya kedepan pintu setelah suaminya pergi Keyla kembali kedalam rumah, tapi langkahnya di hadang oleh Tasya.
__ADS_1
"Heh, anak kemaren sore" ucap Tasya dengan nada membentak.
Keyla menatap sekeliling, lalu menatap Tasya heran "Kamu bicara sama aku ?" tanya Keyla sambil menunjuk dirinya sendiri.
"Iyalah siapa lagu, kan cuman kamu yang ada disini"
"Ada apa sih Sya ? aku mau tidur" Keyla hendak kembali melangkah namun langsung di pegang oleh Tasya membuat Keyla geram dan menghempaskan cekalan tangan Tasya.
"Lu mau apa sih Sya ? apa salah gue ? kenapa Lu sinis dan keknya benci banget sama gue ?" tanya Keyla sekasang nada bicara Keyla sudah berubah.
Tasya terhenyak kaget mendengar kata Keyla, mungkinkan ini kepribadian Keyla yang sesungguhnya.
"Salah kamu karena udah merebut Raja dari aku ?" balas Tasya membuat Keyla kembali mengernyit heran.
"Emang hubungan Lu sama Suami gue apa ? kalian pacaran ? enggak kan ? terus dari mana letaknya gue ngerebut Raja dari Lu" balas Keyla lagi. Lalu menunjuk wajah Tasya "Ingat kalau mimpi itu jangan ketinggian entar setres"
Setelah mengatakan itu Keyla langsung berlalu dari hadapan Tasya, Membiarkan perempuan itu berdiri seorang diri di ruang tamu tanpa ada yang menemani.
Karena kini Zenia juga sudah dikamar untuk istirahat, tak ada yang menawari Tasya akan istirahat dimana. Sekarang terbalik kan ? di rumah Gibran Keyla yang di anggap orang asing sementara dirumah Zahran Tasya lah yang di anggap orang asing.
Emang benar orang asing, siapa dirinya ? hanya sebatas teman Raja sejak SD. Dan Zenia saja tak ingat kalau dirinya pernah mondok di pesantren.
Jam dinding terus berdenting, waktu telah berlalu tak terasa sudah hampir sore dan suara seseorang membuat Tasya kaget dan langsung terbangun dari tidurnya.
"Assalamualaikum" seru Zhalfa kembali mengulang katanya karena belum ada yang menjawab.
"Waalaikumsalam" balas Tasya.
Zhalfa mengernyit menatap wanita di depan nya itu, seperti tak asing tapi sayangnya Zhalfa tak mengingat kapan ia pernah melihat wanita itu.
"Kakak siapa ?" tanya Zhalfa.
Tasya kembali meringis "Gak ada yang ingat kah sama aku ?" batin Tasya.
Namun sebelum Tasya menjawab, Zhalfa sudah berteriak histeris karena melihat sosok Keyla yang sedang tersenyum kearahnya.
"Mbak Key" Zhalfa berlari dan memeluk Keyla dengan erat, mengabaikan Tasya yang kini hanya menatap keduanya dengan nanar.
"Kapan datang Mbak ?" tanya Zhalfa lagi
__ADS_1
"Tadi" jawab Keyala sambil mengelus pipi Zhalfa "Dari pesantren langsung kesini" jelas Keyla lagi.
"Dia siapa mbak ?" bisik Zhalfa.
"Mbak juga gak tau, tapi katanya dia pernah mondok di pesantren milik Baba, kesini katanya kangen sama Bunda"
"Oh" Zhalfa manggut-manggut tanda mengerti.
"Sya sini" ajak Keyla.
Walau bagaimanapun sikap Tasya, Keyla tetap ingin memperlakukan nya dengan baik, sejak tadi Keyla merasa kasihan pada Tasya yang tidur di ruang tamu sendiri, ia sengaja tak menghampiri Tasya karena ingin memberi pelajaran.
Tasya mendekat, ia berusaha menampilkan senyum manisnya di depan Zhalfa dan dibalas hal yang sama oleh Zhalfa.
"Mbak aku kekamar dulu ya ! nanti aku ingin cerita sama mbak" ucap Zhalfa.
"Iya dek" balas Keyla.
Sekarang tinggalah Keyla dan Tasya di ruang tamu, keadaan yang sepi membuat Keyla mendengar dengan jelas helaan nafas Tasya berulang kali.
"Kamu itu orang baik, jadi ku mohon jangan kotori semuanya dengan bersikap seperti ini" ucap Keyla dengan menatap wajah Tasya.
"Aku cuman ingin mengambil kembali hak ku, kamu sudah merebut Raja dariku" balas Tasya sinis.
"Sudah ku jelaskan tadi bahwa aku tak merebut Raja dari siapapun..Kenapa kamu selalu berpikir bahwa aku yang merebut Raja"
"Karena kamu Raja melupakan janji masa kecilnya" ucap Tasya dengan suara serak seperti ingin menangis.
"Janji apa Sya ? aku sudah bertanya sama Raja katanya dia enggak ingat tentang janji itu. Sekarang aku tanya sama kamu janji apa yang kamu maksud ?" Keyla menatap Tasya dengan nyalang. Telinga nya terasa sakit saat mendengar tentang janji yang selalu di ucapkan oleh Tasya.
"Kamu mau tau janji apa yang aku maksdu ? kamu beneran mau tahu ?"
Keyla menganggukan kepalanya.
"Dia janji sama aku akan selalu ada di sampingku, dan semua itu gagal karena kamu" Tasya menunjuk bahu Keyla.
Keyla menatap Tasya dengan sinis "Itu ucapan masa kecil Sya tidak bisa di artikan kalau itu janji, bisa saja kan itu semua janji seorang sahabat" balas Keyla kemudian.
"Sudah lah Sya, lupakan suamiku ! kamu itu cantik kamu bisa mendapatkan laki-laki sebaik Suamiku, Raja sudah SAH menjadi milikku, dan sampai kapanpun aku tak akan melepaskan suamiku untuk orang lain"
__ADS_1