
Setelah acara ijab kabul selesai sepasang Pengantin yakni Raja dan Keyla di suruh istirahat terlebih dahulu sebelum berganti pakaian untuk acara resepsi nantinya.
Didalam sebuah kamar yang begitu cantik, Raja dan Keyla sama-sama terdiam, bukan karena sedang marah hanya saja keduanya malu dan sangat canggung.
"Neng"
"Abang".
Ucap keduanya serempak. Raja mengu lum senyum begitupun dengan Keyla yang tertunduk malu.
"Abang duluan aja !" ucap Keyla masih menundukan kepalanya.
"Neng aja yang duluan, ! mau bicara apa ?" tanya Raja dengan sangat lambut.
"Tidak ada apa-apa Bang" Keyla masih di posisi yang sama, menunduk karena tak tahu harus bicara apa.
Sekarang Raja beralih duduk disamping sang istri, sang gugup dan terasa aneh, tapi Raja harus membiasakan diri karena Keyla sudah Sah menjadi istrinya. Ia sudah berjanji pada diri sendiri untuk membahagiakan Keyla.
"Kenapa menunduk terus Neng ? Kan Abang disini bukan di bawah. Hihi" seloroh Raja.
Keyla mendongak, dan menoleh sehingga tatapan keduanya beradu.
"Masya Allah cantiknya istriku" puji Raja.
Blaasss.
Wajah Keyla langsung bersemu merah, untuk sekian kalianya ia kembali menundukan kepalanya, ucapan Raja benar-benar membuat aliran darahnya terhenti.
"Ya menunduk lagi ? emang apa Sih yang di liatin istriku ini" gerutu Raja dengan suara di buat-buat seperti menahan kesal.
Keyla menggelengkan kepalanya, sehingga sentuhan lembut dapat ia rasakan. Iya saat ini Raja membelai wajahnya, mengangkat wajah Keyla sehingga berhadapan dengan Raja.
Detak jantung Keyla semakin cepat, namun tatapan matanya tak bisa beralih pada wajah tampan sang suami.
"Abang lepasin hijabnya ya !" ucap Raja dengan lembut.
"Iya Bang" jawab Keyla.
Pertama Raja melepaskan jarum pentol yang menempel di hijab Keyla, Raja melakukan nya sangat hati-hati supaya sang istri tidak terluka.
Sekarang nampaklah rambut panjang Keyla yang masih di kuncir.
"Gerah Ya, sampai keringatan gini" Raja terkekeh lalu mengambil tisu dan mengelap wajah istrinya yang terkena keringat.
"Makasih Bang, biar Key saja" Segera Keyla mengambil tisu dan mengelap kening nya.
Huuu.
Rasanya Keyla ingin berteriak saking senangnya, merasa sangat beruntung mempunyai suami seperti Raja.
Suara ketokan pintu membuat Raja bangkit, lalu berjalan kearah pintu untuk membukanya.
"Makan dulu Bang, supaya nanti kuat saat berdiri" ucap Zenia.
"Makasih Bun !" balas Raja dan menerima nampan berisi dua piring nasi dan lauk untuk dirinya dan Keyla.
Mata Zenia sempat melirik kearah kamar, lalu memandang wajah putranya dan tersenyum simpul.
"Tahan dulu ya Bang, sholat jumat dulu" seloroh Zenia.
"Apa sih Bun" gerutu Raja.
__ADS_1
Zenia terkekeh dan langsung berlalu dari hadapan anaknya, Raja hanya menggelengkan kepala, lantas kembali masuk untuk makan bersama dengan sang istri.
"Makan dulu Neng, biar nanti kuat berdiri tamu undangan banyak Loh" pinta Raja.
"Key ganti baju dulu Bang, gak enak pakai ini"
"Ya sudah Abang tunggu disini"
Sembari menunggu sang istir, Raja mengirim pesan kepada David.
"Assalamualaikum David, bagaimana pesanan saya ? apa sudah selesai ?"
Tak berapa lama ponsel Raja berdenting.
"Waalaikumsalam Tuan, Alhamdulillah sudah selesai".
Raja tersenyum hingga tak menyadari kalau sang istri sudah selesai berganti pakaian.
"Chat sama siapa Bang ? kok senyum-senyum seperti itu ?" seloroh Keyla.
"Eh" Raja terperanjat kaget "Chat sama David Neng bukan siapa-siapa"
"Udah sini duduk !" Raja menarik tangan sang istri untuk duduk di sampingnya "Jangan cemburu Neng, percayalah cinta Abang hanya untuk Neng cantik"
Keyla tersenyum "Iya Bang aku percaya"
"Nih makan dulu ! Mau Abang suapin ?"
"Enggak usah Bang, aku bisa sendiri"
"Ya udah, tapi hati-hati makannya"
"Setelah ini Abang izin sholat jumat dulu ya Neng, habis itu kita harus siap-siap resepsi"
Ooohh..
Rasanya begitu membahagiakan, ternyata begini rasanya menjadi istri. Keyla tak henti-hentinya tersenyum dan mengucapkan syukur.
ππππ
Setelah melaksanakan sholat jum'at Raja dan Keyla kembali di hias, karena sore ini akan di langsunkan acara resepsi, para keluarga sudah duluan pergi ke gedung yang Raja sewa untuk resepsi.
Raja kembali berdecak kagum melihat penampilan istrinya.
Didalam perjalanan menuju gedung resepsi Raja dan Keyla terus saling menggenggam, hingga beberapa menit kemudian keduanya sudah sampai di tempat resepsi.
"Nanti Abang mau nyanyi Neng" bisik Raja.
"Nyanyi apa Bang ?" tanya Keyla
"Ada deh"
"Iih Abang, kan aku penasaran"
Raja hanya tersenyum tak lagi menjawab ucapan sang istri, karena kini keduanya sudah berjalan di atas karpet merah.
Ribuan kamera mengabadikan momen Raja dan Keyla, yang soreh ini seperti seorang Raja&Ratu.
Di atas pelaminan ada Gibran dan Zenia serta Kenan dan Alya. Raja baru sadar bahwa yang menemaninya di atas panggung bukan Zahran melainkan Gibran.
Entah kenapa ada rasa sedih di diri Raja, mengingat bahwa Zahran lah yang menjaganya selama ini.
__ADS_1
"Baba kemana ?" batin Raja.
Nampak sekali kalau Zenia tak nyaman duduk di samping Gibran entah siapa yang membuat sepert ini padahal sudah Raja bilang bahwa di atas panggung untuk kursi kedua orang tuanya di isi oleh Zahran dan Zenia. Jika mau di ganti bisa Gibran dan Ica mama tirinya.
Namun senyum Raja kembali mengembang saat ada tiga orang yang membawa dua kursi yang sama seperti di atas panggung. Di lanjutkan naiknya Zahran dan Mama Ica.
"Alhamdulillah" gumam Raja.
Acara pun di mulai, Raja dan Keyla duduk bersama dan mendengarkan seorang pembawa acara membacakan susunan acara resepsi.
Hingga tak terasa acara selesai. Para tamu sebelum makan di suruh bersalaman dengan pengantin.
Di mulai dengan teman-teman SMA, mereka.
"Selamat ya Key, semoga SAMAWA" ucap Jihan yang menjadi orang pertama naik keatas plaminan.
"Makasih Ji !"
"Selamat ya Raja, kabar-kabar kalau masih ada cowok kek kamu" seloroh Jihan lagi namun Raja hanya mengernyitkan keningnya tanda tak mengerti.
Para tamu terus bergantian naik keatas plaminan.
"Selamat ya Key ! Weh gak nyangka Lu bedua jodoh". ucap seorang laki-laki.
Keyla memandang tajam laki-laki itu.
"Ngapain Lu di sini ? siapa yang ngundang Lu ?"
"Kan kalian ngundang seluruh teman seangkatan kita, jadi gak salah dong kalau gue disini"
"Tapi Lo itu gak lulus Kaisar"
Kaisar hanya tersenyum simpul kemudian beralih pada Raja.
"Selamat Ja !" ucap Kaisar.
"Makasih Kai !"
Tatapan Keyla terus kearah Kaisar.
"Gue emang gak lulus SMA Keyla, tapi Lu bakalan kaget kalau tau gue sekarang" batin Kaisar dan tersenyum licik.
"Bang kok dia bisa datang ?" tanya Keyla pada sang suami.
"Kan tadi udah dia jelasin Neng, udah jangan di permasalahkan yang penting Kaisar datang dengan niat baik"
-
-
**LIKE DAN KOMEN
ADD FAVORIT
RATE BINTANG LIMA
KASIH HADIA KOPI / BUNGA
KASIH VOTE JUGA.
(CATATAN : KENAPA AKU SELALU MINTA BUNGA SAN KOPI KARENA ITU HANYA PAKAI POIN, KALAU YANG LAIN KAN PAKAI KOIN**)
__ADS_1