Cinta Dan Sang Pemilik Cinta

Cinta Dan Sang Pemilik Cinta
Hari Bahagia Untuk Adel


__ADS_3

2 Minggu Kemudian ----.


Di Rumah Besar keluarga Raja sedang ada acara akad nikah, siapa lagi yang akan melangsungkan pernikahan kalau bukan Adel. Perempuan cantik itu memutuskan menikah di usia muda pada laki-laki yang bernama lengkap Afdhal Gifari.


Raja tidak bisa menjadi wali nikah Adel karena ia berbeda Ayah, walaupun itu adalah amanat dari Baba Zahran, tentu saja Raja tak ingin mengambil resiko. Baba Zahran pasti akan mengerti.


Karena yang berhak menjadi wali nikah hanya saudara yang seayah dan seibu atau SeAyah saja. Sementara Raja ia dan Adel hanya SeIbu. Ia dan Baba Zahran tak ada ikatan darah sama sekali.


Karena ragu Raja akhirnya memutuskan Arda yang menikahkan Adel.


Di kamar Adel sudah di hias dengan cantik, kebaya putih yang berbentu gamis begitu pas melekat di tubuhnya, juga hijab dan hiasan di kepala membuat Adel sangat berbeda hari ini. Tidak ada resepsi bahkan pernikahannya hanya sederhana saja.


"Nak, calon suamimu sudah sampai !" ucap Bunda


Adel menoleh lalu tersenyum kearah wanita yang telah membesarkannya selama ini. "Iya Bun"


Bunda membawa Adel menuju tempat acara akad nikah di laksanakan. Adel berusaha tersenyum walaupun rasa gugup terus ia rasakan.


Adel di dudukan di samping Afdhal yang kini sudah berhadapan dengan Arda. Sementara di samping Arda ada Raja yang juga memperhatikan dirinya.


"Sudah siap ?" tanya pak Penghulu.


"Inysa Allah siap Pak !" Jawab Afdhal yakin.


"Inysa Allah saya juga siap" Adel pun ikut menyahut.


Setelah rangkaian acara dilewati kini tiba saatnya akad nikah, Pak penghulu memimpin tangan Afdhal menjabat tangan Arda.


"**Saudara Afdhal Gifari Bin Yusman (Almarhum), saya nikahkan engkau dengan adik kandung saya yang bernama Zea Adella Putri Arsalan Binti Zahran Sidqi Arsalaan (Almarhum) dengan maskawin satu set perhiasan dan seperangkat alat sholat di bayar tunai !"


"Saya terima nikahnya Zea Adella Putri Arsalaan Binti Zahran Sidqi Arsalaan (Almarhum) dengan mas kawin tersebut tunai** !"


"SAH"


"SAH"


"Alhamdulillahi rabbil 'Alamin"


Di lanjutkan dengan membaca doa yang di pimpin oleh Om Zaidan.


Sekarang SAH lah sudah Afdhal dan Adel dalam menjalani rumah tangga, Afdhal memakaikan cincin di jari manis Adel begitupun sebaliknya, setelah itu barulah Adel mencium punggung tangan suaminya.


Setelah selesai akad nikah Afdhal dan Adel diminta untuk bersalaman yang pertama kepada kedua orang tuanya, karena Afdhal adalah anak yatim piatu ia membawa Pakde dan Budhe nya.


Adel mencium tangan sang Bunda dengan berlinang air mata, lalu memeluk tubuh Bunda dengan erat.


"Doakan Adel Bun, doakan semoga rumah tangga Adel selalu di lindungi oleh Allah dan kelak di anugerahi anak yang soleh dan sholeha"

__ADS_1


"Aamiin. Doa Bunda akan selalu ada untuk Adel. Jadilah istri yang baik, jadilah istri yang penurut" Bunda mengusap air mata di pipi putrinya.


Kemudian bergantian Afdhal yang mencium tangan Bunda.


"Jaga anak Bunda dengan baik ya Nak "


"Insya Allah Bun, Afdhal akan jaga Ze dengan baik"


✨✨✨✨✨✨✨


Setelah akad nikah selesai, malam harinya semuanya berkumpul di ruang keluarga. Adik Afdhal yang selalu duduk di kursi roda juga ada disana, hanya Pakde dan Budhe saja yang sudah kembali ke Yogyakarta.


"Jadi kalian akan menetap di Yogya ?" tanya Raja.


"Betul Mas, kebetulan Usaha saya ada disana" jawab Afdhal sopan.


"Rumah kontrakan kamu bayari aja Dek, biar Abang yang urus" ucap Raja pada Adel.


"Tidak usah Bang, Adel juga kan tinggalnya sama Mas Afdhal"


Raja mengala, satu persatu anak Bunda sudah menjalin rumah tangga, tinggal Arda dan Zhalfa yang belum, entah siapa yang akan dulu menjalani rumah tangga.


Cukup lama mereka berbincang, banyak hal yang perlu di bahas salah satunya Raja meminta pada Afdhal untuk jangan sungkan meminta tolong jika nanti mereka disana kekurangan keuangan. Apalagi Adel masih melanjutkan ke jenjang spesialis pasti membutuhkan biaya yang banyak.


Afdhal hanya mengiyakan, tapi ia berjanji pada diri sendiri akan berusaha semaksimal mungkin untuk memenuhi biaya Adel selama kuliah. Dan mencukupi apa yang di perlukan istrinya itu.


"Ya sudah yuk istirahat, Udah jam 10" ajak Raja yang kini sudah berdiri dari duduknya.


"Baik Mas, selamat malam"


---


Raja memasuki kamarnya, ia melihat istrinya sudah terlelap dengan damai di atas kasur. Sebelum naik ke atas ranjang Raja mencuci tangan dan kaki, tak lupa berwudhu dahulu karena sudah menjadi kebiasaannya sejak kecil selalu suci saat tidur.


Sebelum merebahkan diri di samping sang istri Raja menyempatkan mengelus perut istrinya yang belum menunjukan perubahan apapun. Mungkin karena hamil anak pertama makanya belum kelihatan tanda-tanda perut Keyla membesar.


"Sehat terus ya sayang !" Raja mencium kening istrinya.


Tapi baru juga satu jam Raja terlelap Keyla membangunkan dirinya, Raja membuka matanya dengan pelan, kepalanya terasa pusing akibat tidur baru sebentar.


"Abang bangun !" rengek Keyla sambil menggoyangkan tubuh Suaminya.


"Huaam" Raja menguap dan mengucek matanya "Ada apa sayang ?" tanya Raja dengan suara parau.


"Aku lapar"


"Lapar ?" ulang Raja.

__ADS_1


"He.em, lapar sekali Bang"


Raja mendudukan diri dan berhadapan dengan istrinya "Ya sudah ayo Abang temenin ke dapur, sepertinya masih banyak lauk"


"Aku gak mau makan nasi"


Glek.


Raja menelan ludah nya banyak-banyak, apa ini istrinya sedang mengalami yang namanya ngidam tengah malam.


"Terus mau makan Apa sayang ?" tanya Raja di penuhi dengan kewapadaan.


"Mie tek-tek"


"Sayang besok ya, Abang beliin sampai kegrobaknya juga, tapi sekarang udah malam kita bobox lagi yuk !"


"Enggak mau Bang, aku maunya sekarang !"


Raja mengusap wajahnya dengan gusar, di tambah ucapan sang Bunda melintas di ingatannya "Kalau gak di turutin entar anaknya ileran loh Bang"


"Sayang apa gak bisa di nego ? besok ya !"


Keyla mendengus kesal "Mau nya sekarang Bang !"


"Ya Allah, kuatkan hamba" gumam Raja "Ya sudah tunggu disini, Abang beliin dulu !"


"Ikut"


"Sayang, ini udah malam. Kamu di rumah aja ya biar Abang yang beli"


"Gak mau Bang, aku pokoknya mau ikut"


"Astaghfirullah" Raja kembali mengusap wajahnya dengan gusar.


"Ya sudah pakai hijab dulu, Abang cuci muka entar" Mau tak mau Raja menurut, dari pada nanti anaknya ileran batinya.


Setelah bersiap kini keduanya sudah berada di dalam mobil, entah dimana lagi tempat yang masih buka. Tapi Raja akan berusaha mencari penjual Mie Tek-Tek.


"Bang itu yang jual Mie Tek-Teknya !" tunjuk Keyla pada seorang pria yang sedang mendorong grobak dengan tulisa Mie Tek-Tek. Raja menghentikan mobilnya dan membuka kaca mobil.


"Assalamualaikum Pak, mie tek-teknya masih gak Pak ?" tanya Raja sopan.


"Sudah habis Mas, besok ya"


"Habis Neng" ucap Raja pada istrinya.


"Ya sudah cari yang lain Bang !"

__ADS_1


"Ya Allah nyari dimana lagi ?"


__ADS_2