
Malam harinya usai melaksanakan sholat Isya berjamaah. Keyla duduk sambil menemani sang suami yang sedang memeriksa Email. Keyla tau kalau pekerjaan Raja sangat banyak. Apalagi Raja sudah hampir seminggu cuti.
"Kalau besok Abang udah mau kerja, Enggak papa kok Bang" ucap Keyla.
Raja menoleh dan menatap istrinya dengan senyum menawan "Nanti saja Neng, kalau kita sudah di rumah baru" balas Raja.
Keyla meletakkan dagunya di pundak sang suami, sangat nyaman rasanya. Matanya terus menatap jari-jemari Raja yang mengetik dengan cepat.
"Neng kapan masuk kerja ?" kali ini Raja yang bertanya.
"Sama seperti Abang saja lah, pas kita udah menempati rumah baru"
Raja menganggukan kepalanya, hingga tak terasa jam sudah menunjukan pukul 10 malam. Keyla masih di posisi semula hanya saja matanya sudah terpejam.
Dengan pelan Raja membenari posisi istrinya, ia terkekeh melihat Keyla tertidur akibat menunggu dirinya.
"Kok bisa kamu tidur seperti ini Neng, apa gak capek" gumam Raja.
Raja mengangkat tubuh istrinya dan membaringkan Keyla di atas ranjang yang sangat empuk. Ini malam pertama bagi Raja tidur dikamar Keyla. Kamar yang sangat menarik dan khas perempuan.
Boneka hello kitty dan Minny Mouse tersusun rapih didalam lemari. Sebuah foto dari saat Keyla kecil sampai besar tergantung di dinding.
"Selamat tidur sayang, mimpi indah ya" bisik Raja di telinag sang istri. Tak lupa Raja membacakan doa hendak tidur untuk istrinya karena patsi Keyla lupa membaca.
Malam semakin larut, keadaan rumah sangat sepi. Tiba-tiba Raja merasa sangat haus. Ia berniat untuk kebawah mengambil air minum karena gelas di atas meja sudah habis.
Dengan sangat pelan Raja membuka pintu kamar mereka supaya tak mengganggu tidur lelap sang istri.
Raja merabah saklar lampu di dapur, kemudian menyalahkan supaya penglihatan Raja bisa jelas.
Saat akan mengambil minum di kulkas mata Raja menyipit karena melihat bayangan seseorang yang sedang duduk di samping rumah. Segera Raja mengecek dan menggeser pintu yang menghubungkan nya ke kolam renang.
"Daddi" ucap Raja kaget karena mendapati Ayah mertuanya tengah duduk dengan asap rokok yang mengepul.
Kenan menoleh "Loh Daddi kira udah tidur, ada apa Ja ?"
Raja berjalan dan duduk disamping Kenan "Daddi kok di luar, inikan udah malam gak baik Dad"
"Daddi belum ngantuk Ja, makanya Daddi duduk disini. Oh ya kamu sendiri kenapa belum tidur" Kenan balik bertanya.
"Tapi habis ngecek email Dad, banyak kerjaan di kantor"
Kenan tampak menganggukan kepalanya "Kalau ada yang perlu Daddi bantu katakan saja jangan sungkan ! kamu sekarang sama dengan Key, sama-sama anak Daddi"
"Iya Dad, tapi sekarang Insya Allah Raja masih bisa mengatasinya. Tapi tetap bimbing Raja ya Dad"
__ADS_1
Kenan menepuk bahu Raja dengan pelan "Daddi sudah tua. Jangan samakan sama Mommy karena jarak umur Mommy sama Daddi itu sangat jauh. Jika nanti Daddi pergi duluan tolong jaga Mommy dan Keyla dengan baik ! Kalau Zio dia anak laki-laki pasti bisa menjaga dirinya"
Entah kenapa suasana mendadak memilukan, ucapan Kenan seperti sebuah beban berat yang akan Raja pikul. Keyla anak pertama begitupun dengan dirinya yang juga anak pertama.
"Jangan bicara seperti itu Dad ! Raja lihat Daddi masih segar" seloroh Raja hingga membuat Kenan tergelak.
"Daddi juga berharap dapat umur panjang lagi, supaya bisa melihat cucu, dan juga ingin melihat dengan siapa Zio berjodoh"
Kemudian Kenan berdiri "Ya sudah ayo masuk udah tengah malam ini" Ucap Kenan setela mematikan rokok nya yang tinggal sedikit.
Raja mengangguk, setelah Ayah mertuanya masuk duluan, pikiran nya malah tertuju pada kedua adik perempuan nya.
ππππππ
"Bunuh dia !" ucap Kaisar dengan amara memuncak pada seorang laki-laki dengan kondisi babak belur.
"Ampuni saya Tuan, saya janji tidak akan melakukan kesalahan lagi"
"Cuiih" Kaisar meludah kesembarang arah.
"Kau pikir dengan kesalahan mu ini saya akan mengampuni dan membebaskan anda begitu saja ? Jangan mimpi"
"Tembak" pinta Kaisar.
Sebuah peluru langsung masuk dan menusuk jantung pria itu, darah segar mengucur dengan deras sementara pria itu sudah terkulai tak berdaya.
Kaisar Albert Saputra, seorang Mafia berdarah dingin, siapapun yang membuat masalah dengan nya akan berakhir dengan kematian.
Seperti pria tadi hanya karena ia salah memberikan makanan pada ikan kesayangan Kaisar ia harus berakhir dengan kematian.
Menjadi seperti ini tentu bukan hal yang mudah bagi Kaisar, setelah di keluarkan di sekolah dulu Kaisar pergi dari kota Jakarta, selama satu tahun ia luntang-lantung di negeri orang. Hingga seorang pria menemukan dirinya dan menjadikan Kaisar anak buah.
Karena Kaisar mempunyai bakat seorang Mafia juga akhirnya pria paruh baya yang menolongnya menjadikan sosok Kaisar seperti ini, kejam, dingin,dan tak punya perasaan.
"Aku punya perintah untuk kalian" ucap Kaisar pada semua anak buahnya.
"Ada apa Tuan ?"
"Pertama kubur pria ini ! jangan ada yang tertinggal. Kedua jangan menemui ku di rumah utama karena aku tak akan pulang kesana melainkan kerumah Mama, dan yang ketiga" Kaisar menjedah ucapan nya "Awasi terus wanita ini, jangan sampai dia kenapa-napa" Kaisar melempar sebuah foto yang ia dapatkan kemaren. Sebuah foto wanita muslimah yang sedang tersenyum manis kearah kamera.
"Jangan ada yang bertanya, lakukan saja" hardik Kaisar dengan cepat sebelum ada yang bertanya.
"Baik Tuan" balas Jojo.
Kaisar menyambar kunci mobilnya dan pergi meninggalkan markas, ia menempuh jalanan yang gelap karena hari sudah lewat tengah malam.
__ADS_1
"Zhalfa, Ah dia mengalihkan duniaku" gumam Kaisar.
Pertama Kaisar pergi kerumah utama, ia meletakkan mobilnya di garasi setelah itu mengganti kendaraannya dengan motor yang sering ia pakai.
Semua ini Kaisar lakukan supaya sang Mama tak mengatahui pekerjaan aslinya, karena setahu Diana ia bekerja sebagai pelayan tokoh pakaian.
"Jaga rumah, saya akan terus pantau CCTV di rumah, jika ada yang mencurigakan segera lapor kesaya" pesan Kaisar pada seorang laki-laki.
"Baik Tuan"
Kaisar mengendarai motornya, kembali menempuh perjalanan. Sore tadi ia sudah menghubungi Diana akan pulang telat karena lembur.
Setelah sampai rumah Kaisar membuka pintu rumah dengan pelan,namun matanya langsung tertuju pada sosok perempuan yang kini sedang tertidur di sofa ruang Televisi.
"Ma" Kaisar menggoyangkan bahu sang Mama.
"Ma bangun, pindah kekamar yuk"
Diana menggeliat, matanya perlahan terbuka "Sudah pulang Kai ?"
"Iya Ma, kok tidur disini ?"
"Mama nungguin kamu Nak"
Kaisar tersenyum "Ya sudah Mama pindah kekamar ya, Kai juga mau kekamar capek banget Ma"
"Iya Nak, selamat malam"
"Malam Ma"
Kaisar melangkahkan kakinya menuju kamar, mengganti pakaian lalu ikut terbaring di atas tempat tidur.
-
-
Jangan pada kesel dulu ya sama Kaisar karena disini Kaisar tidak akan author bikin jadi perusak rumah tangga Raja dan Keyla, bahkan nantinya Kaisar yang akan membantu mereka.
Konfliknya akan author masukan sedikit demi sedikit. Terus baca supaya tak ketinggalan.
LIKE DAN KOMEN JANGAN LUPA.
HADIAH NYA JUGA (BUNGA / KOPI)
VOTE JUGA YA GUYS HEHEHE
__ADS_1